BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sedikitnya 500 siswa SMAN 20 Bandung kampanyekan ‘No Nikotin No Ribet’ sebagai simbol perlawanan terhadap rokok dan vape di kalangan remaja.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan global untuk mendorong generasi muda hidup sehat tanpa nikotin.
BACA JUGA:
Cegah Jual Beli Kursi, Disdik Kota Bandung Libatkan 30 Kecamatan Kawal SPMB 2026
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, kegiatan tersebut penting terutama bagi pelajar SMP hingga SMA yang di nilai rentan terpapar kebiasaan merokok maupun penggunaan rokok elektronik atau vape.
“Anak-anak sekarang semakin mudah mendapatkan rokok maupun vape. Karena itu, lingkungan sekitar harus memberikan contoh yang baik agar mereka tidak terpengaruh,” kata Iskandar saat menghadiri Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di SMAN 20 Kota Bandung, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya nikotin perlu di tanamkan sejak dini. Karena dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental serta produktivitas generasi muda.
Semua pihak mulai dari orang tua, sekolah hingga pemerintah harus bersinergi memperkuat gerakan antirokok dan antinikotin demi melindungi masa depan anak muda.
“Generasi muda harus menjadi pelopor hidup sehat. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena kecanduan nikotin. Anak-anak muda harus berani mengatakan tidak pada rokok,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, tantangan paparan rokok terhadap anak muda saat ini semakin tinggi.
Berdasarkan data nasional, sekitar 7,4 persen anak usia 10–18 tahun di Indonesia merupakan perokok aktif. Dan sebagian besar mulai merokok sebelum usia 18 tahun.
“Kondisi ini perlu kita tanggulangi bersama. Dampak yang paling dekat terlihat adalah uang anak-anak lebih banyak di gunakan untuk membeli rokok di banding kegiatan produktif seperti olahraga, membeli makanan bergizi atau buku,” kata Sony.
BACA JUGA:
Penataan PKL Cicadas Berhasil, Pemkot Bandung Mulai Pulihkan Infrastruktur Jalan
Menurut Sony, kandungan nikotin membuat seseorang mudah mengalami ketergantungan setelah mulai mencoba merokok.
“Jangan coba-coba mulai merokok. Karena di dalam rokok ada zat adiktif bernama nikotin. Kalau sudah mulai terkena zat adiktif itu, akan terus berlanjut,”ucapnya.
Bagi anak yang sudah kecanduan, Dinkes Kota Bandung meminta masyarakat memanfaatkan layanan klinik berhenti merokok yang tersedia di seluruh puskesmas di Kota Bandung.
“Nah, ada klinik berhenti merokok di puskesmas. Datanglah untuk konsultasi. Semua puskesmas sudah ada,” katanya.
Ketua Umum Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ahyani Raksanagara mengatakan, kampanye tersebut di gelar serentak di empat negara. Yakni Indonesia, Meksiko, Filipina dan Brasil.
“Melalui kampanye ini, anak muda di ajak lebih berani mengatakan tidak pada rokok dan nikotin sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan pertemanan mereka,” ujarnya.
Ketua OSIS SMAN 20 Bandung, Btari Nyala mengaku bangga, para siswa dapat terlibat dalam kampanye tersebut.
“Kami ingin mengajak generasi muda. Khususnya di Kota Bandung untuk jangan mau dan jangan malu tidak merokok, ngevape atau menggunakan produk sejenisnya,” singkat Dia.
(Yusuf Mugni)


