TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memberikan penghargaan dan imbalan (reward) kepada sejumlah komunitas pegiat serta pembina Bank Sampah. Plh. Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam apel gabungan di halaman Kantor Balekota Tasikmalaya, Senin (11/5/2026).
Apresiasi ini menjadi bentuk terima kasih pemerintah daerah kepada komunitas yang konsisten menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam menangani persoalan sampah secara mandiri.
Menariknya, Dicky Candra Negara memberikan penghargaan istimewa ini di tengah keterbatasan kewenangan anggaran sebagai Plh. Wali Kota. Meski UU Nomor 30 Tahun 2014 membatasi kewenangan anggarannya, Dicky menjalin komunikasi intensif dengan pihak eksternal seperti Aghnia untuk tetap mewujudkan apresiasi bagi para pejuang lingkungan tersebut.
Daftar Penerima Penghargaan
Pemkot Tasikmalaya memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh kunci, antara lain:
- Dewi Nusarini (Pembina Bank Sampah Kota Tasikmalaya).
- M. Haerul Ihsan (Tokoh Inspiratif Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan).
- Perwakilan dari Bank Sampah Rahayu Sukmajaya, Bank Sampah Idaman, Bank Sampah Setiamulya Bersih, dan Bank Sampah New Saena.
“Kami memberikan reward ini untuk membakar semangat dan motivasi teman-teman komunitas peduli sampah demi kemajuan Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Kontribusi Tanpa APBD
Ia menegaskan bahwa para penerima penghargaan merupakan kelompok bank sampah mandiri yang selama ini membantu menurunkan volume sampah tanpa mengandalkan bantuan APBD. Ia menilai keberadaan komunitas ini sangat vital agar persoalan sampah tidak semakin pelik.
“Teman-teman komunitas ini terus bergerak membina bank sampah di wilayah masing-masing sehingga mampu mengurangi volume sampah secara signifikan di Kota Tasikmalaya,” tambahnya.
Melalui pemberian penghargaan ini, Ia ingin merangsang lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Ia memandang Bank Sampah sebagai solusi cerdas yang mengedukasi warga tentang pentingnya memilah dan mendaur ulang sampah dari sumbernya.
Kepemimpinan Berbasis Pengakuan
Ia berharap dukungan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terus mengalir agar gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas semakin berkembang luas. Hal ini ia yakini mampu memberikan dampak nyata bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Tasikmalaya.
“Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu ukurannya dari besarnya anggaran, tetapi dari keberanian memberikan pengakuan kepada individu yang telah berkontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.
(Seda)


