TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kepercayaan besar kepada dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya dengan menetapkan SMAN 1 Singaparna sebagai Sekolah Maung 2026.
Program unggulan gagasan Gubernur Jawa Barat ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, kreatif, serta kompetitif di kancah global.
Baca Juga: Komisi II Berani Undang Pansel Calon Komisaris BPR Tasikmalaya?
Status baru ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tasikmalaya. Sekolah Maung mengusung konsep penguatan karakter dan pengembangan potensi siswa secara komprehensif, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Program ini memproyeksikan para lulusannya agar mampu menembus perguruan tinggi negeri favorit dan bersaing secara internasional.
Dalam implementasinya, pihak sekolah membatasi kuota maksimal sebanyak 12 rombongan belajar dengan kapasitas hanya 32 siswa per kelas. Tim seleksi akan menjaring peserta didik yang memiliki rekam jejak prestasi menonjol di bidang seni, olahraga, inovasi, hingga sains.
Tantangan Menghasilkan Lulusan Berkualitas
Kepala SMAN 1 Singaparna, Dede Iryanto, menyebut penunjukan ini sebagai tantangan besar bagi seluruh civitas akademika untuk menghadirkan sistem pendidikan yang bermutu tinggi.
Ia menegaskan, Sekolah Maung harus mampu melahirkan lulusan cerdas yang memiliki ketahanan karakter dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Kami menganggap ini sebagai amanah besar. Kami ingin mencetak generasi terbaik yang nantinya menjadi tulang punggung kemajuan Jawa Barat,” ujar Dede, Selasa (12/5/2026).
Mengelola Potensi Bibit Unggul
Dede mengibaratkan para siswa pilihan ini sebagai bibit unggul yang memerlukan perawatan dan pengelolaan terbaik.
Menurutnya, sekolah memegang peranan vital dalam memastikan potensi besar para siswa tidak tersia-siakan dan membuahkan hasil yang maksimal.
“Jika bibit unggul tidak mendapat pengelolaan yang baik, hasilnya tentu tidak akan optimal. Kami akan berupaya keras agar output pendidikan ini benar-benar berkualitas tinggi,” tambahnya.
Meskipun sudah resmi menyandang status tersebut, pihak sekolah saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) serta petunjuk pelaksanaan (juklak) resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dede berharap program Sekolah Maung menjadi titik awal lahirnya ekosistem pendidikan unggulan di Tasikmalaya yang mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.
(Farhan K)


