BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan, menyerukan tindakan tegas untuk konservasi lahan dan penanganan dampak bencana, di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Sejumlah daerah seperti Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Bogor mengalami dampak signifikan akibat curah hujan tinggi. Di Kabupaten Bogor, luapan Sungai Jayanti merendam pemukiman warga, memicu kekhawatiran akan alih fungsi lahan di kawasan Puncak.
“Saya belum mengetahui secara pasti penyebab utama meluapnya Sungai Jayanti, namun hal ini perlu segera dikaji agar solusi yang tepat dapat diambil,” ujar Dedi.
BACA JUGA: ASN Pemprov Jabar Ngantor Lebih Awal, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi
Ia menegaskan pentingnya menghentikan alih fungsi lahan di Puncak Bogor untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
“Berdasarkan data yang kami miliki, lebih dari seribu hektare lahan perkebunan teh di Puncak telah beralih fungsi. Ini menjadi perhatian serius,” kata dia.
Ia berencana berkoordinasi dengan PTPN dan Perhutani Jabar untuk mengembalikan fungsi konservasi lahan.
Di Kabupaten Tasikmalaya, pergeseran tanah berdampak pada 92 kepala keluarga, merusak 55 rumah dan dua sarana ibadah. Gubernur mengusulkan perubahan desain hunian menjadi rumah panggung, yang lebih adaptif terhadap kondisi tanah labil.
“Rumah panggung dengan konstruksi yang tepat dapat lebih adaptif terhadap kondisi tanah yang labil. Selain itu, perlu dipastikan fasilitasnya tetap lengkap dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Gubernur Jabar Klarifikasi Video Viral Kades Wiwin
Pemprov Jabar telah menyalurkan bantuan logistik dan memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi, terutama selama bulan Ramadan. Dedi juga mengharapkan warga bersedia direlokasi ke lahan yang lebih aman.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya tindakan cepat dan terpadu dalam menghadapi bencana. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.


