BANJAR,FOKUSJabar.id: Keberadaan Patung Firaun di wahana wisata Banjar Water Park (BWP) Kota Banjar, Jawa Barat mendapatkan kecaman dari sejumlah masyarakat.
Mereka memproklamasikan diri di media sosial TikTok pada Kamis (30/3/2023) malam dengan pernyataan menolak keras adanya simbol Raja Mesir Kuno di Banjar.
Kelompok yang menolak keberadaan Patung Firaun ini tergabung dari Tokoh Ulama, Tokoh Pemuda, Tokoh Banjar, MUI, Persaudaraan PH 212, Almuktabar, Pengurus Pusda’i dan masyarakat Kota Banjar.
Berikut pernyataan masing-masing kelompok yang menolak keberadaan Patung Firaun di Banjar Water Park.
- Kyai Asep Mochtar Ghazali
Kyai Asep Mochtar Ghazali selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pataruma Kota Banjar menolak dengan tegas beririnya patung mummy Firaun yang akan di tempatkan di area Water Park, apapun alasannya. Ia juga dengan tegas siap melawan siapapun jika hal itu akan tetap di paksakan.
“Demi Allah kami siap melawan jika itu (Pemasangan Patung Firaun) tetap di paksakan,” katanya.
- MUI Kecamatan Banjar Kota Banjar
Seorang ulama yang mengatas namakan MUI Kecamatan Banjar Kota Banjar juga mengatakan hal serupa. Pihaknya menolak keras akan keberadaan patung Firaun di Kota Banjar.
“Saya atas nama MUI Kecamatan Banjar menolak keras adanya patung Firaun,” kata dia dalam keterangan yang di unggahan dalam akun tiktok @dakwahmedia85.
- Muhtar Ghazali
Seorang Tokoh Banjar Muhtar Ghazali pun angkat bicara mengenai keberadaan patung Firaun yang akan di pasang di wahana wisata water park Kota Bajar. Ia menyatakan dengan tegas menolak pemasangan patung Firaun di Banjar.
“Saya Muhtar Ghazali menolak keberadaan Patung Firaun di Banjar dengan alasan itu bertentangan dengan syar’i, kita semua juga menyadari, para kyai para ulama yang oernah mengaji kitab kuning dalam selimut alvek dengan kitab-kitab yang lain jelas itu haram. Sehingga saya pertegas, saya Muhtar Ghazali menolak akan keberadaan parung tersebut,” kata dia dalam keterangannya.
- Hendra
Seorang warga Banjar, Hendra pun memberikan pernyataan senada dengan lainnya. Dia menolak adanya patung Firaun di Banjar.
“Saya warga Banjar menolak patung Firaun di Water Park, tolong kepada pemangku kebijakan agar rencana ini di pikirkan lagi,” ungkapnya.
- Mujib
Mujib selaku perwakilan dari pemuda Kota Banjar menegaskan menolak patung Firaun di pasang di area water park yang saat ini tengah di revitalisasi.
“Saya selaku pemuda menolak akan pembangunan museum the mumi yang akan di pasangkan patung-patung. Itu akan bertentangan dengan aqidah umat islam itu sendiri,” ujarnya.
BACA JUGA: Ade Sugianto: Kemampuan APBD Lebih Kecil Ketimbang Permasalahan Rakyat
- Uu Abdullah
Pengurus Pusda’i Kota Banjar, Uu Abdullah mengatakan akan menolak keras apapun alasannya jika pembangunan museum the mummy tetap di lanjutkan.
“Museum itu akan di pasang semacam patung yang menyerupai berhala. Jadi bagaimana pun kami menolak adanya patung itu di Banjar tanpa alasan apapun,” paparnya.
- Al-Muktabar
Perwakilan Al-Muktabar yang dari awal menolak keberadaan patung firaun di water park pun konsisten dan ikut mendeklarasikan penolakan terhadap pembangunan museum the mummy yang akan di lengkapi patung-patung budaya Mesir.
“Kami dari Al Muktabar tetap menolak pendirian patung Firaun di Water Park atas dasar rekan-rekan tokoh ulama dan masyarakat Kota Banjar tetap menolak pendirian patung tersebut, Allahuakbar,” tegasnya.
- Nurdin
Seorang warga Banjar, Nurdin perwakilan persaudaraan 212 Kota Banjar pun ikut mendeklarasikan penolakan patung Firaun di Kota Banjar.
“Alsan penolakan kami pertama menjaga kondusifitas, menjaga aqidah masyarakat Kota Banjar khusunya umat muslimin, takbir,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan informasi yang di himpun, penolakan terhadap pembangunan museum the mummy yang akan di lengkapi dengan konsep Mesir Kuno dan patung-patungnya ini banyak di ungkapkan masuarakat lainnya.
Kendati demikian, pembangunan museum yang akan melengkapi fasilitas wahana wisata Banjar Water Park ini telah di setujui oleh Pemerintah Kota Banjar untuk tetap di lanjutkan.
Bahkan pihak pengelola Banjar Water Park, Daskim mengatakan pembangunan Museum The Mummy ini akan rampung pada H-7 Idul Fitri 144 Hijriah atau sekitar 2 minggu lagi.
(Budiana Martin/Bambang)



