spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Holding BUMN Farmasi Catat Penjualan Bersih 43,4 T Tahun 2021

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Holding BUMN Farmasi (Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma) menunjukan kinerja memuaskan sepanjang tahun 2021 dengan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp43,44 trilyun.

Pencapaian itu meningkat tiga digit atau 203,16 persen dibanding kinrja 2020 yang mencapai Rp14,32 trilyun. Begitupun dengan laba usaha tahun 2021 meningkat 668,1 persen dibanding 2020 dengan laba bersih Rp1,93 trilyun.

Sejak dibentuk pada 2020, Holding BUMN Farmasi membawa misi mewujudkan ketahanan kesehatan nasional di Indonesia, dengan mengintegrasikan seluruh kompetensi yang dimiliki.

Kemudian memadukan seluruh talenta dan kemampuan untuk berinovasi serta mempersiapkan program-program transformasi sebagai roadmap bagi pengembangan BUMN Farmasi menjadi Leading Life Science Company kelas dunia.

BACA JUGA: BUMN Turun Tangan Dongkrak Geliat UMKM

Sejak awal pandemi COVID-19, BUMN Farmasi telah berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah dan menanggulangi pandemi dengan menyediakan, mengembangkan, memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19 keseluruh pelosok negeri, sehingga tujuan pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) bisa tercapai.

Ditur Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, kinerja yang meningkat signifikan ini salah satunya merupakan kontribusi dari keberhasilan Bio Farma dalam melaksanakan penugasan untuk penyediaan dan pendistribusian vaksin COVID-19, serta didukung dari penjualan layanan regular Bio Farma berupa vaksin dan serum untuk pasar domestik maupun pasar internasional.

“Vaksin adalah game changer untuk membantu bangsa Indonesia keluar dari permasalahan pandemi COVID-19,” kata Honesti.

Sebagai induk holding BUMN Farmasi Bio Farma mendapatkan penugasan vital dan strategis dari pemerintah untuk memastikan distribusi 400 juta dosis vaksin COVID-19 dengan tetap mempertahankan kualitas berstandar tertinggi dari WHO.

Kiprah Bio Farma dan anak usahanya itu menjadi komitmen BUMN Farmasi dalam menjalankan peran strategis untuk menjaga stabilitas penyediaan dan distribusi vaksin secara nasional.

Selain vaksin dan serum, penjualan holding BUMN Farmasi pun ditopang dari penjualan anak usaha, PT Kimia Farma pada sektor manufaktur dan Indofarma, yakni pada peningkatan nilai penjualan dari segmen produk obat dan pengadaan vaksin COVID-19.

“Kinerja Bio Farma sebagai induk, dikontribusi dari sektor pemerintah melalui penugasan penyediaan vaksin COVID-19 sebesar Rp26,81 trilyun, disusul sektor ekspor mencapai Rp 1,47 trilyun, meningkat sebesar 47,58 persen dibandingkan tahun 2020, serta pendistribusian vaksin COVID-19 hibah Rp388,83 milyar,” kata Honesti.

Kimia Farma (KAEF) sebagai anggota Holding BUMN Farmasi memberikan kontribusi sebesar 29,6 persen dari total pendapatan bersih, atau mencapai Rp12,85 trilyun. Penjualan Kimia Farma didominasi oleh peningkatan pada segmen manufaktur yang tumbuh hingga 246,75 persen, dan segmen ritel yang tumbuh 19,12 persen dari tahun sebelumnya.

Indofarma (INAF) memberikan kontribusi sebesar 6,68 persen atau mencapai Rp2,9 trilyun, atau meningkat sebesar 69,15 persen. Pencapaian tersebut berasal dari peningkatan nilai penjualan dari segmen produk Obat sebesar Rp2,1 trilyun, naik Rp1,234 trilyun atau 142,52 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp865,86 milyar.

“Pengadaan vaksin COVID-19 memberikan kontribusi penjualan bersih Rp924,76 milyar,” kata dia.

BACA JUGA: Bio Farma Terus Penuhi Permintaan Vaksin COVID-19

Pihaknya berharap kinerja Holding BUMN Farmasi yang menggembirakan tahun 2021 akan berlanjut di tahun 2022, dimana Holding BUMN Farmasi sedang bertransformasi ke industri healthcare dan digitalisasi layanan kesehatan.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru