spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    Gedung Perpustakaan Cianjur Diresmikan, Perpusnas: Ubah Dunia Melalui Jutaan Buku

    CIANJUR,FOKUSJabar.id: Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando bersama Bupati Cianjur, Herman Suherman, meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Cianjur. Gedung layanan perpustakaan tersebut dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) fisik subbidang perpustakaan senilai Rp4,5 milyar.

    Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung perpustakaan di wilayahnya.

    “Dengan hadirnya gedung perpustakaan ini diharapkan menjadi semangat masyarakat. Kami mohon dinas perpustakaan dan kearsipan dapat melakukan tindak lanjut ke depan dalam rangka peningkatan literasi di Kabupaten Cianjur,” kata Herman usai meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Cianjur yang dirangkaikan dengan talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat dengan tema Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional di Cianjur, Jabar, Senin (25/4/2022).

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jabar, Hening Widiatmoko mengatakan, gedung perpustakaan menjadi fondasi untuk mengembangkan konsep transformasi perpustakaan dalam mewujudkan ekosistem digital nasional.

    “Basisnya adalah gedung perpustakaan. Alhamdulilah, Kabupaten Cianjur sudah memilikinya dan mudah-mudahan ini dikelola dengan baik serta menjadi sebuah kebanggaan jika dari gedung tersebut dimulainya komitmen untuk melaksanakan upaya peningkatan literasi,” Hening menuturkan.

    BACA JUGA: Tranformasi Digitalisasi Perpustakaan Suatu Keharusan

    fokusjabar.id perpusnas gedung perpustakaan cianjur
    Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Cianjur. (FOTO: Istimewa)

    Dalam meningkatkan literasi, lanjutnya, dibutuhkan komitmen dari pemerintah daerah, para kepala daerah, dan dukungan masyarakat. Termasuk bunda literasi sebagai juru kampanye masyarakat.

    “Inilah yang menjadi pembeda. Kalau dulu perpustakaan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi sekarang buku dipakai untuk meningkatkan produktivitas. Seperti halnya UMKM yang terbantu dengan buku terapan yang tersedia di perpustakaan, jadi ketika literasi untuk kesejahteraan maknanya sangat luas,” Hening menambahkan.

    Kabupaten Cianjur merupakan daerah dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Dia berharap, literasi masyarakat meningkat sehingga masyarakat yang taraf hidupnya tertinggal di Jabar akan berkurang.

    Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengatakan, pembangunan gedung perpustakaan merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong masyarakat untuk lebih produktif.

    “Kalau kita bicara tentang literasi untuk kesejahteraan tanpa produktivitas rasanya tidak nyambung. Seperti halnya di beberapa kesempatan, Perpusnas dan pemerintah provinsi, kabupaten/kota sudah diapresiasi, kalau kita pameran bukan hanya buku-buku saja tetapi berdampingan dengan produk-produknya,” kata Syarif Bando.

    Dia menambahkan, literasi bukan hanya sekadar kemampuan merangkai kata. Melainkan kedalaman pengetahuan seseorang terhadap satu subjek ilmu pengetahuan tertentu. Parameter tertinggi literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang dapat dipakai dalam kompetisi global.

    “Jangan selalu berpikir perpustakaan adalah deretan buku. Tetapi perpustakaan dapat mengubah dunia melalui jutaan buku yang bisa kita baca,” kata dia.

    BACA JUGA: Bupati Garut: Salat Tarawih Boleh Asal Patuhi 5M

    fokusjabar.id perpusnas gedung perpustakaan cianjur

    Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando bersama Bupati Cianjur, Herman Suherman, meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Cianjur. (FOTO: Istimewa)Sementara dalam acara talkshow, Dosen Fakultas Komunikasi Universitas Putra Indonesia, Aminah Agustinah mengatakan, Indonesia tidak hanya membutuhkan masyarakat yang melek huruf saja. Tetapi juga masyarakat yang berbudaya literasi.

    “Sangat penting meningkatkan indeks literasi bahkan membudayakan literasi. Ini dapat menjadi perlindungan pertama dalam mencegah berbagai masalah sosial, ekonomi, kesehatan, politik. Perjuangan kita saat ini akan sepadan dengan berdayanya masyarakat Indonesia di masa mendatang,” kata Aminah.

    Pegiat literasi, Jejen Zaenal Mutaqin menegaskan, minat baca masyarakat Indonesia tidak rendah namun akses bahan bacaan yang masih kurang. Kondisi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tanggung jawab bersama.

    Pada kesempatan yang sama, dilakukan peluncuran Gerakan Cianjur Maca Online dan Offline (Gecco). Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Duta Baca dan Patriot Literasi.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img