spot_img
Sabtu 15 Januari 2022
spot_img

16 Burung Murai Batu, Ini Pembedanya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Murai Batu (MB) atau Kucica Hutan (Copsychus malabaricus) termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing.

Jenis burung ini tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia dan sebagian pulau Jawa.

Di habitat aslinya, Murai Batu cenderung memilih hutan alam yang rapat (hutan sekunder). Burung ini dikenal teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya.

Burung Kucica Hutan memiliki suara kicauan yang bagus. Tak heran jika burung ini paling banyak digemari para kicaumania.

murai batu fokusjabar.id
ilustrasi (foto web)

BACA JUGA: Ini 11 Jenis Burung Poksay yang Ada di Seluruh Dunia

Jenis Burung Murai Batu sangat sulit dibedakan, kecuali menangkap langsung dari habitat aslinya. Meski begitu, para kicaumania masih bisa membedakan jenisnya dari bagian ekornya.

  1. Burung Murai Batu Medan

Burung MB Medan sebenarnya tidak benar-benar berasal dari Medan. Konon, burung jenis ini didatangkan dari beberapa daerah di Aceh, Pasaman, Padang Sidempuan dan Semenanjung Malaysia.

Kini, habitatnya mulai berkurang. Di mana sebelumnya burung ini masih bisa ditemukan di beberapa kawasan Sumatera Utara (Bukit Lawang, Bohorok dan kaki Gunung Leuser).

Saat ini sebutan burung Murai Medan sebenarnya merupakan burung hasil kawin silang antara berbagai jenis burung MB yang masih ada keturunan dengan MB Medan.

BACA JUGA: 7 Cara Atasi Burung Murai Batu Over Birahi

MB Medan berbeda dari jenis yang lainnya. Berikut beberapa yang menjadi pembedanya:

  • Memiliki badan yang lebih besar
  • Bulunya berwarna hitam legam dan mengkilat (jika terkena sinar matahari akan terlihat warna kebiru-biruan)
  • Kaki berwarna hitam. Jika masih muda warnanya merah kehitam-hitaman.
  • Bulu ekornya memiliki empat pasang bulu putih dan mempunyai strip berwarna hitam yang membelah secara horizontal.
  • Panjang bulu bisa mencapai 27-30 cm.
  • Saat berkicau sering menegakkan ekornya sampai menyentuh bagian kepalanya

 

  1. MB Lampung

Saat ini, para kicaumania kesulitan menemukan burung MB asli Lampung karena maraknya kasus alih fungsi hutan menjadi kawasan pemukiman penduduk.

Kalapun ada, itu merupakan jenis MB yang dipasok dari Kota Agung, Jambi dan Riau. Bukan hasil tangkapan dari hutan-hutan yang berada di wilayah Lampung.

Berikut ciri fisik MB Lampung:

  • Postur tubuh lebih kecil dari Medan
  • Ekornya memiliki panjang sekitar 12-18 cm
  • Bulu bagian dadanya berwarna orange kecoklatan dan terlihat lebih gelap bila dibandingkan dengan MB Kalimantan
  • Memiliki mental yang sangat bagus, kuat dan gesit
  • Jenis suaranya cenderung mengulang-ulang dan kurang bervariasi
murai batu fokusjabar.id
(foto web)
  1. Burung MB Nias

MB Nias juga cukup sulit ditemukan di daerah asalnya. Kalau ada penjual yang mengatakan burungnya berasal dari Nias, maka sejatinya burung tersebut didatangkan dari Mentawai/Pagai, Sibanang dan Simeulue.

Ciri-cirinya:

  • Postur tubuh relatif kecil dan lebih mirip ukuran tubuh MB Lampung
  • Bulu utama ekor tidak berwarna putih melainkan hitam (blacktail)
  • Panjang bulu ekor sekitar 17-20 cm dan berwarna hitam pekat
  • Volume suara lebih keras
  • Mampu meniru suara jenis Murai Batu lain lebih cepat
  • Tidak mudah stress dan cepat beradaptasi

 

  1. Burung MB Aceh

Jenis burung ini berasal dari daerah Tangse (Piedie), Pegunungan Seulawahsabang, Lhoong dan Keude Bieng.

Burung ini biasanya memiliki postur tubuh yang tidak terlalu besar. Untuk ekornya, bisa disamakan dengan MB Medan yaitu sekitar 19-30 cm.

Memiliki variasi suara yang sangat banyak dan ngeroll. Tak jarang, suara jenis Murai Batu Aceh terdengar seperti suara tembakan atau besetan yang menyayat.

  1. Burung MB Lahat

Ini merupakan salah satu jenis burung Murai Batu terpopuler di Indonesia. Burung ini memiliki ekor sepanjang 18-23 cm.

Postur tubuhnya lebih mirip dengan MB Nias. Suaranya pun juga mirip yakni memiliki variasi suara yang banyak dan mental yang bagus.

  1. Burung MB Jambi

Burung jenis ini habitatnya di dataran rendah dan dataran tinggi. Bagi yang tinggal di dataran rendah memiliki ukuran serta bentuk tubuh yang relatif kecil, ekornya tak terlalu panjang.

Sementara yang berada di dataran tinggi, memiliki ekor lebih panjang serta melengkung ke atas, petarung tangguh dan rajin berkicau.

  1. Burung Murai Batu Kalimantan (Borneo)

Burung Murai Batu Borneo yang berkualitas harus memiliki bulu dada berwarna coklat terang. Semakin terang warnanya, maka burung tersebut biasanya mempunyai mental yang baik saat berada di atas gantangan. Suaranya akan keluar terus-menerus atau ngedur.

Bagian kakinya harus berwarna coklat agak hitam atau coklat agak kemerahan.

Bagian bulu ekornya tidak terlalu panjang (10-13 cm). Sementara bagain kepala biasanya berbentuk kotak atau rata dan tidak membulat. Tatapan matanya tajam dan melotot.

Jika ingin memilih jenis burung ini dengan suara keras, maka pilih paruh yang sering terbuka lebar. Selain itu, bagian leher harus besar dan kuat.

.8. Burung Murai Batu Jawa (Larwo)

Populasinya sudah sangat langka dan jangan harap bisa menemukan burungnya di pasaran karena kalah tenar oleh jenis Murai Batu Medan.

Selain namanya yang unik, ada lagi yang membuat burung ini terlihat begitu unik saat berkicau. Bagaimana tidak, bulu-bulu di kepalanya akan berdiri tegak seperti jambul.

Selain itu, postur tubuhnya relatif lebih kecil dibanding Murai Batu lainnya, memiliki garis batas bulu yang berwarna hitam di daerah perut, panjang bulu ekor sekitar 8-10 cm

  1. Burung Murai Batu Sabang

Jenis ini cukup langka dengan pola ekor yang unik. Bulu ekornya bisa mencapai 20 cm dan terdapat pola putih bulat berjajar mirip seperti batik.

 

  1. Burung Murai Batu Balak

Jenis ini hampir sama dengan Murai Batu Sabang. Kesamaan ini terlihat pada pola ekornya yang unik (pola corak putih berjajar).

Jumlah corak putihnya bervariasi. Ekornya diperkirakan tak bisa lebih panjang dari 20 cm.

murai batu fokusjabar.id
MB Balak (foto web)
  1. Murai Batu Bahorok

MB Bahorok berasal dari daerah Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat Sumatera Utara (Sumut). Di sana masih bisa dijumpai di alam liar, sekitar kaki Gunung Leuser atau Taman Nasional Gunung Leuser.

  1. Burung Murai Batu Bordan

Bordan merupakan burung hasil kawin silang antara Medan jantan dan Borneo betina. Dari perkawinan tersebut diharapkan menetaskan karakter mental fighter, gaya bertarung yang bagus dan suara yang gacor.

Jenis ini hampir sama dengan Medan. Terutama bagian postur tubuh dan pola motif bulu ekornya.

Bordan diklaim memiliki suara dan irama lagu yang bervariasi serta tembakan yang lebih keras. Ciri unik lainnya, sering memainkan ekornya saat bertarung di lapangan.

  • Burung Murai Batu Papua (Irian)

Jika dilihat secara fisik berbeda jauh karena cenderung lebih berwarna gelap dan hitam. Namun, bagian ujung bulu-bulunya berwarna agak hijau berminyak dan berkilau serta berekor panjang sekitar 35 cm.

  1. Burung Murai Batu Thailand

MB Thailand terkenal dengan tubuhnya yang kecil tetapi memiliki bulu ekor yang panjang 34-38 cm, mental bagus dan agresif.

Burung ini banyak berkembang biak di daerah perbatasan antara Malaysia dan Thailand. Terutama di kawasan hutan yang belum terjamah manusia. Sebagian orang menyebut sebagai Murai Batu Langkawi.

  1. Burung Murai Batu Malaysia

Malaysia memiliki beberapa jenis burung MB, namun yang paling terkenal adalah yang berasal dari Negeri Sembilan karena sangat agresif dan mempunyai mental yang tangguh.

MB dari Malaysia umumnya memiliki bulu ekor tidak lebih dari 21 cm dan sering dilombakan karena memiliki suara isian yang bagus dan penampilan gaya bertarung yang sangat indah.

  1. Burung Murai Batu Filipina

Biasanya, burung MB dari Filipina dipelihara karena keunikan dan keindahan gayanya. Tak heran jika jenis ini hanya digunakan untuk pajangan rumah.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

 

Berita Terbaru

spot_img