spot_img
Sabtu 27 November 2021
spot_img
spot_img

Gawat! 8 Kepala Desa di Kota Banjar Dijadikan Modal Penipuan

BANJAR,FOKUSJabar.id: Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (APDESI) Kota Banjar, melaporkan aksi penipuan yang mengatasnamakan delapan nama Kepala Desa di Kota Banjar ke Polres Banjar.

Ketua APDESI Kota Banjar Yayat Ruhiyat mengatakan, pelaku penipuan juga menyertakan foto kepala desa untuk meminta transfer uang dan pulsa kepada warga .

Gawat! 8 Kepala Desa di Kota Banjar Dijadikan Modal Penipuan 1
Ketua APDESI bersama beberapa Kepala Desa di Banjar saat melakukan pelaporan terkait penipuan yang mengatasnamakan nama mereka. (Budiana Martin)

“Saat ini kami sedang melakukan pelaporan terkait adanya penipuan yang mengatasnamakan kami para kepala desa dengan nomor yang berbeda sehingga adanya pemuatan profil foto-foto kami yang dibuat penipuan kepada warga,” katanya Yayat , Rabu (20/10/2021).

BACA JUGA: IPA Balokang Patrol Dinanti Ribuan Warga Kota Banjar

“Sementara ini kepala desa yang dijadikan modal untuk penipuan ini ada sebanyak 8 desa dari 16 desa yang ada di Kota Banjar,” kata dia.

Yayat menyebut, hanya satu orang yang mengirumkan pulsa sebesar Rp 200 ribu kepada pelaku.

“Alhamdulillah untuk kerugian dari kejadian ini hanya baru ada satu transaksi pengiriman pulsa sebanyak 200 ribu kepada nomor yang sama di gunakan terhadao warga di delapan desa ini,” katanya.

“Pelaku juga melakukan aksinya dengan meminta transfer uang sebanyak 3 juta namun alhamdulilah warga cepat tanggap dan sudah menganggap hal itu penipuan jadi tidak ada yang melakukan transaksi untuk hal itu,” sambungnya.

Pelaku memeras korban menggunakan nomor simpati. Sedangkan untuk bank yang digunakan yakni BRI dan Permata.

“Dan penipu ini melancarkan aksinya dengan mengataskan nama kepala desa yang disebutkannya untuk urusan penting dan biaya operasional,” kata Yayat.

Yayat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak bhabinkamtibmas, bhabinsa dan binmaspol.

“supaya tidak ada lagi masyarakat yang tertipu dengan apa yang saat ini terjadi,” pungkasnya.

(Budiana Martin/Agung)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img