spot_img
Selasa 4 Mei 2021
spot_img
spot_img

Inovasi Buruan SAE Kota Bandung Raih Penghargaan Presiden

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Inovasi Buruan SAE (Pekarangan Sehat, Alami, Ekonomis) mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo setelah Kota Bandung ditetapkan sebagai Kota Terbaik ke tiga dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) oleh Kementerian PPN/Bappenas.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, konsep perencanaan pembangunan melalui Inovasi Buruan SAE menjadi andalan untuk meraih penghargaan tersebut. Sebab konsep pembangunan di Kota Bandung tidak hanya sekadar menuntaskan permasalahan pangan, melainkan juga lingkungannya.

Melalui Buruan SAE, warga bisa memanfaatkan pekarangan atau lahannya dengan menanam sayuran, buah-buahan, memelihara ikan dan ternak.

Tidak hanya itu, melalui inovasi tersebut warga juga bisa mengelola limbahnya dengan menjadikan kompos atau pakan ternak.

Menurut dia, di Kota Bandung sudah ada 190 Kelompok Tani (Poktan) yang mengembangkan inovasi Buruan SAE. Meski belum merata di 151 kelurahan, namun pihaknya akan terus mendorong setiap kewilayahan segera mengimplementasikannya.

BACA JUGA: Buruan Sae Mulai Menyebar ke Berbagai Sudut di Kota Bandung

“Tapi baru ada di 111 kelurahan. Ini akan kita genjot dan terus dorong ke aparat kewilayahan. Saya berharap nanti bukan hanya setiap kelurahan, tapi setiap RW memiliki poktan. Kalau itu terlaksana mudah-mudahan sampahnya selesai, ketahanan pangannya juga,” kata Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana Jabar Selasa (4/5/2021).

Meski begitu, pihaknya akan mempersiapkan anggaran yang jauh lebih besar agar Buruan SAE bisa segera hadir di seluruh kewilayahan. Sehingga, Kota Bandung bisa mewujudkan cita-citanya untuk menjadi kota mandiri pangan.

“In Sya Allah kita sudah mempersiapkan anggaran, dan PPIPK sebagian akan kita dorong ke situ, tahun ini saya berharap sisanya 40 kelurahan bisa melaksanakan inovasi Buruan SAE,” kata Oded.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan bahwa sejak diluncurkan pada September 2020 lalu, Buruan SAE berkembang begitu pesat karena animo masyarakat cukup tinggi.

“In Sya Allah tahun ini kita akan menuntaskan sisa kelurahan untuk menjadi tempat pengembangan Buruan SAE. Kita juga sudah anggarkan dan rencanakan, bahkan anggaran lebih besar, karena minat lebih banyak dan animo lebih tinggi. Seperti yang 190 juga sebenarnya kita awalnya akan membangun 60 titik (poktan) tapi perkembangannya lebih besar,” kata Gin Gin.

(Yusuf Mugni/LIN)

Artikel Lainnya

spot_img