Sabtu 26 September 2020

Jawa Barat Keteteran Dalam Uji Usap Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, kelemahan povinsi Jawa Barat dalam penanganan Covid-19 yaitu terkait pengetesan (testing) melalui uji usap (swab test) metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Kelemahan kami hanya di testing PCR, walaupun sudah terbanyak se-Indonesia diluar DKI Jakarta, tapi tetap (untuk) mengejar rasio 50 juta (penduduk) kami keteteran,” kata Emil kepada Presiden RI Joko Widodo dalam rapat koordinasi Gugus Tugas Jabar bersama rombongan presiden di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

Emil menyampaikan dua usulan agar rasio pengetesan PCR di Provinsi Jabar dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia kurang lebih 50 juta jiwa bisa ditingkatkan.

Pertama, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Kang Emil kepada Satuan Tugas Covid-19, yakni membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta baik dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan.

Dengan keterbatasan kapasitas pengujian di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar, Kang Emil mengusulkan untuk menggunakan layanan pay per service PCR dari swasta.

BACA JUGA: Kota Banjar Terendah Kasus Covid-19 se-Jawa Barat

“Kita bisa menaikkan statistik (tes) dengan kerja sama swasta. Kita hanya bayar 1 orang per berapa rupiah dititipkan ke lembaga ini. Mereka investasi alat, kita kasih nama pasien atau potensi yang dites swab. Dengan hitungan minggu, kapasitas bisa naik,” kata Emil.

“Oleh karena itu, inovasi pay per service (dari) swasta kalau boleh dijadikan kebijakan,” kata Emil melanjutkan,

Usulan kedua, yakni memperbanyak pengadaan kit PCR portabel. Kang Emil menjelaskan, inovasi Jabar berbentuk koper PCR yang mudah dibawa ke pelosok yang tidak terjangkau mobil PCR tersebut sudah dibagikan di Kabupaten Sumedang.

“Sehingga pengetesan bisa dilakukan merata. Kalau Bapak (Presiden) berkenan, inovasi Jawa Barat ini juga menjadi sebuah terobosan untuk memastikan tingkat pengetesan tidak hanya berkumpul di daerah kota,” kata Emil.

“Kemudian (jika) PCR portabel ini diperbanyak, dengan begitu Insyaallah semua indikator WHO tentang keilmiahan pengendalian terus bisa ditunjukkan oleh Jabar,” kata Emil menambahkan.

(Antik)

 

 

Artikel Lainnya

Ini Regulasi Kompetisi Liga 1 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Regulasi kompetisi Liga 1 2020 telah diputuskan, ada...

Episode Terakhir Drama Korea Flower of Evil

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Drama Korea Flower of Evil yang di tayangkan di stasiun TV swasta Korea (TVN) memasuki episode terakhir minggu ini. Kalian para pecinta...

Barcelona Incar Bek Norwich Usai Gagal Gaet Serginho Dest

SPANYOL,FOKUSJabar.id: Barcelona nampaknya 'lempar handuk' dalam perburuan bek muda Ajax, Sergino Dest. Kini, target pembelian pasukan Ronald Koeman ini mengarah ke bek kanan Norwich...

Menteri Agama RI Positif Covid-19

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif Corona. Kendati begitu, kondisi fisiknya dalam keadaan baik. Demikian disampaika Staf Khusus Menag Kevin Haikal seperti dilansir...

8 Jurus Ampuh Atasi Insomnia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Insomnia atau gangguan tidur di malam sangat mengganggu. Pasalnya, tidur merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dan harus dicukupi. Orang yang mengidap insomnia umumnya...

Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan Most Popular Leader in Social Media 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi meraih penghargaan dari PR INDONESIA sebagai Most Popular Leader in Social Media 2020. Penghargaan bergengsi di ranah publikasi kehumasan...

1 Pekan Operasi Yustisi, Kasus Covid-19 di Banjar Bertambah 14 orang

BANJAR,FOKUSJabar.id: Selama satu pekan Polres Banjar gencar mengadakan Operasi Yustisi Inpres No6 tahun 2020 di beberapa tempat yang ada di wilayah Kota Banjar, Jabar. Operasi...