spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Fraksi PDI-P DPRD Kota Tasik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Terkait besaran anggaran percepatan penanganan Covid-19 yang di anggarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mendapat sorotan dari wakil rakyat.

Salah satunya, Anggota DPRD Tasikmalaya  dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Dia menganggap, anggaran yang hampir mencapai Rp300 milyar tersebut tidak sesuai dan tidak tepat sasaran.

“Saya soroti dan pertanyakan anggaran APBD Rp300 milyar yang di gunakan Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya. Di pakai apa dan kemana saja. Ini perlu di pertanyakan karena terindikasi ada penyimpangan,” kata Rachmat Soegandar di Sekretariat Taruna Merah Putih (TMP) Kota Tasikmalaya. 

BACA JUGA : DPRD Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Awasi Anggaran Covid-19

Tegas dia, penggunaan anggaran penanganan Covid-19 harus di ketahui masyarakat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

“Saya banyak menerima keluhan dari masyarakat dan dari pihak rumah sakit yang masih kesulitan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis yang menangani langsung penderita Covid-19,” ungkapnya. 

Rachmat menyesalkan jika anggaran sebesar itu hanya habis di pakai untuk biaya operasional, makan dan minum atau lainnya yang tidak masuk prioritas.

“Yang terpenting saat ini harus di prioritaskan ke hal-hal yang wajib. Semisal alat-alat kesehatan dan APD. Saya dengar daerah tetangga sudah punya laboratorium Covid-19, sementara Kota Tasikmalaya yang lebih besar anggarannya tidak mampu,” ujarnya. 

Pihaknya mendorong Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya lebih fokus dalam penggunaan anggaran ke hal-hal yang sifatnya lebih urgent (APD) yang masih kekurangan.

Tak hanya itu, Dia juga mengkritisi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dianggap tidak efektif dan hanya menghambur-hamburkan anggaran penanganan Covid-19.

“Kalau dikaitkan dengan besaran anggarannya, untuk begini-beginian tuh portal-portal itu berapa, tenda dan lainnya. Padahal yang penting itu APD untuk para tenaga medis dan laboratorium,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

spot_img

Berita Terbaru