SUMENEP, FOKUSJabar.id: Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Tim perwakilan Kerajaan Galuh tiba di lokasi Festival Keraton Nusantara dan masyarakat adat Asia Tenggara ke V 2018. Bertempat di Alun-alun Kabupaten Sumenep.
“Alhamdullilah setelah menempuh perjalanan selama 26 jam dari uKabupaten Ciamis menuju Sumenep ini kami tiba di lokasi festival,” kata Gusnawan (Kang Aduh Panjalu) perwakilan Kerajaan Galuh. Sabtu (27/10/2018) petang.
Gusnawan menuturkan, perwakilan Kerajaan Galuh datang ke Sumenep untuk ikut festival memperkenalkan sejarah dan adat Galuh.
“Ajang festival itu bisa dijadikan mempererat tali silaturahim dan memperkenalkan budaya peserta festival,” ucapnya.
Gusnawan melanjutkan, setelah tiba di lokasi festival Tim perwakilan Kerajaan Galuh langsung mengikuti gladi resik karnaval.
Pemilihan Sumenep ini bukan tanpa alasan. Menurut Ketua Umum FSKN PRA Arief Natadiningrat, Sumenep dipilih karena memiliki Keraton yang masih utuh.
“Keraton Sumenep, merupakan satu-satu keraton yang masih lestari dan utuh. Baik dari mebel, batik, pusat keris, hingga kulinernya,” kata Arief
Dijelaskannya, FKMA V akan didahului dengan kegiatan roadshow di lima keraton. Yaitu Solo, Medan, Mempawah, Ternate, dan Denpasar. Saat acara puncak, Presiden Joko Widodo diharapkan bisa hadir.
“Pak Presiden Jokowi sangat mendukung sekali kegiatan ini. Kita berharap beliau bisa hadir untuk membuka secara langsung FKMA kali ini,” katanya.
Sementara Bupati Sumenep A. Busyro Karim, menyatakan para tamu dan wisatawan akan dijamu dengan baik. Caranya, melalui penyajian atraksi kesenian, benda keraton, situs, kuliner, dan kunjungan ke objek wisata.
Selain tuan rumah, para keraton dan kesultanan yang diundang akan menyajikan budaya dan kesenian masing-masing. Dalam rangkaian acara tersebut, juga diselenggarakan seminar.
Ada juga serta kegiatan musyawarah anggota FSKN. Hingga saat ini, FSKN telah memiliki anggota sebanyak 58 keraton/kesultanan dan 196 pemangku adat.
“Musyawarah tersebut akan kita gunakan sebagai tempat koordinasi. Juga tempat sharing dan input dari anggota, untuk kemajuan FKSN,” kata A. Busyro Karim.
(husen maharaja/dar)



