spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dedi Mulyadi Sebut Orang Jabar Pilih Ma’ruf Amin Karena ‘Pituin’

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut bahwa orang Jawa Barat memiliki kriteria dalam menjatuhkan pilihan di Pilpres 2019. Menurut dia, faktor ‘pituin’ (asli keturunan) orang Sunda menjadi pertimbangan utama.

Sudah beberapa dekade lamanya, masyarakat Sunda mengalami suasana rindu. Pasalnya, tidak ada orang asli Sunda yang duduk di pucuk pimpinan nasional Indonesia. Terakhir kali, terdapat nama Umar Wirahadikusumah yang menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-4.

Sebagaimana Calon Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin, Umar Wirahadikusumah juga menjadi bagian dari terah Kerajaan Sumedang, Jawa Barat.

“Kyai Ma’ruf Amin itu keturunan langsung Prabu Geusan Ulun dari Kerajaan Sumedang. Istri Sang Prabu bernama Harisbaya, seorang puteri cantik dari Pulau Madura. Karena itu, ‘pituin’ Sunda menjadi pilihan orang Jawa Barat,” kata Dedi saat menerima kunjungan Kyai Ma’ruf di Purwakarta, Rabu (3/9/2018).

Mantan Rais ‘Aam PBNU tersebut berkunjung ke Purwakarta atas undangan Majelis Dzikir Hubbul Wathan. Dedi Mulyadi didampingi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menerima Kyai Ma’ruf di Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata.

Menurut dia, sejarah adalah unsur yang tidak bisa dipisahkan dari publik Jabar. Menurut dia, para raja yang pernah memerintah di tanah Jabar selalu berhasil mengantarkan rakyat menuju kesejahteraan.

Dia mencontohkan Prabu Sri Baduga Maharaja yang ahli di bidang pengairan dan pertanian. Namanya kini abadi menjadi nama sebuah taman air mancur di Purwakarta, yakni Taman Sri Baduga Maharaja.

“Saya melihat ada kerinduan orang Jawa Barat agar ada ‘pituin’-nya menjadi pemimpin di Indonesia,” kata dia.

Dia menyebut, selain trah ningrat Sunda, Kyai Ma’ruf pun asli keturunan ulama dan dia (Kyai Mar’uf) pun seorang ulama yang saat ini masih menjabat Ketum MUI.

Darah Syaikh Nawawi al-Bantani mengalir dalam tubuh Kyai Ma’ruf. Secara historis, hubungan Jawa Barat dengan ulama bergelar Tuan Para Ulama Hijaz itu sangat dekat.

Selain pernah berguru ke Baing Yusuf Purwakarta, murid Syaikh Nawawi pun tersebar di pelosok Jawa Barat bahkan Pulau Jawa.

“Syaikh Nawawi saat remaja pernah mengaji ke Baing Yusuf Purwakarta. Murid beliau juga tersebar. Kalau di Purwakarta, ada Tubagus Ahmad Bakrie atau Mama Sempur, Plered. Kemudian di Madura, ada Syaikhuna Kholil Bangkalan, seorang ahli Kitab Alfiyah,” kata dia.

Kriteria lengkap itu kata Dedi menjadikan Kyai Ma’ruf layak mendampingi Presiden Joko Widodo. Dia berpendapat bahwa keduanya merupakan kombinasi ulama dan umaro yang cocok untuk Indonesia.

“Kapan lagi ada keturunan Syaikh Nawawi al-Bantani memimpin negeri ini, ya sekarang saatnya. Kami akan bersungguh-sungguh memenangkan beliau,” jelas dia.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru