spot_img
Jumat 24 Mei 2024
spot_img
More

    Permasalahan di Waduk Jatigede, Hasan Tegaskan Negara Harus Hadir

    JATIGEDE,FOKUSJabar.id: Proyek Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang masih menyisakan berbagai permasalahan yang harus dihadapi masyarakat sekitar sebagai dampak perluasan lahan poyek tersebut.

    Tidak sedikit orang terkena dampak (OTD) Jatigede yang masih mengeluhkan ganti rugi pembebasan lahan, hingga relokasi tempat tinggal.

    Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) meyakinkan masyarakat akan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dikeluhkan warga terdampak Jatigede dalam jangka tiga tahun saja.

    BACA JUGA:

    Soal Pilkada 2024, Ini Kesepakatan PDI-P dan PCNU Ciamis

    Permasalahan itu, di antaranya terkait pembebasan lahan, relokasi, infrastruktur hingga akses perekonomian.

    “Ini harus diselesaikan secepatnya melalui komunikasi intens dengan pihak terkait dan aksi yang cepat tanggap,” kata Hasan saat bertemu warga terdampak Jatigede di Lapang Karedok, Kampung Parakan Kondang, Desa Kadujaya, Jatigede, Kabupaten Sumedang, Senin (9/4/2018).

    Kunjungan tersebut, bukan pertama kalinya dilakukan oleh Kang Hasan. sebelumnya Kang Hasan, turut memperjuangkan nasib warga terdampak Jatigede, saat masih menjadi Anggota DPR RI.

    Sebagai calon pemimpin Jawa Barat, dia menegaskan bahwa akan ada win win solution bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga, masyarakat yang sudah merelakan lahannya mendapatkan hak yang sebanding.

    “Pemerintah harus memperjuangkan nasib dan dampaknya pada mereka (warga terdampak Jatigede),” kata dia.

    Sementara itu, salah satu warga terdampak Jatigede Bandingah mengaku, harus merelakan tempat tinggalnya untuk dijadikan lahan waduk Jatigede.

    Bandingah mengungkapkan, meski sudah mendapat ganti rugi dari pemerintah, uang yang didapat tidak sebanding untuk membangun rumah baru yang layak seperti sebelumnya.

    “Uang gantinya hanya untuk beli tanah sepetak, dan rumahnya ngga selesai-selesai sampai sekarang, karena tidak cukup,” ungkapnya.

    Lain halnya dengan Maryatun, warga Desa Paritan, yang harus kehilangan sawahnya untuk kepentingan waduk dengan uang ganti rugi yang tak seberapa.

    Maryatun juga mengeluhkan sulitnya lapangan kerja dan akses infrastruktur yang cukup menyulitkan. Dia berharap dengan datangnya Hasan ke OTD Jatigede, keluhan masyarakat bisa didengar dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

    “Dulu, beras saya nggak harus beli karena punya sawah, sekarang harus beli. Alhamdulillah ada calon pemimpin seperti Kang Hasan yang datang mendengar langsung keluhan kami, semoga beliau bisa membantu permasalah di sini,” pungkasnya.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img