NASIONAL,FOKUSJabar.id: Harapan Tim Nasional Iran untuk berlaga di pentas Piala Dunia 2026 akhirnya menemui titik terang setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menerbitkan visa bagi para pemain. Keputusan krusial ini menyudahi gelombang spekulasi liar dalam beberapa pekan terakhir terkait hambatan birokrasi yang berpotensi menjegal keikutsertaan Iran di turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut.
Isu visa ini sempat menyedot perhatian publik internasional lantaran bergulir di tengah tensi diplomatik yang membara antara Teheran dan Washington. Kondisi politik yang kaku tersebut sempat memicu tanda tanya besar mengenai kepastian akses masuk skuad Team Melli ke salah satu negara penyelenggara Piala Dunia 2026 itu.
Baca Juga: TVRI Siarkan Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap dan Fakta Menarik Turnamen
Mengingat sepak mula babak penyisihan grup yang sudah di depan mata, kepastian dokumen ini menjadi angin segar bagi federasi sepak bola Iran. Selain mengamankan kehadiran fisik tim di lapangan hijau, langkah AS tersebut memuat esensi yang lebih mendalam, yakni kemenangan diplomasi internasional di panggung olahraga global.
Pada Jumat, 5 Juni 2026, juru bicara Gedung Putih mengonfirmasi bahwa seluruh penggawa Timnas Iran telah mengantongi visa masuk ke wilayah AS. Ketegasan sikap Washington ini memastikan anak-asuh Iran dapat melakoni jadwal pertandingan resmi FIFA tanpa perlu mengutak-atik kalender turnamen akibat kendala paspor.
Pindah Base Camp ke Meksiko, Staf Kepelatihan Iran Masih Tertahan
Kendati isu politik sempat membayangi proses administrasi para pemain. Federasi sepak bola dunia (FIFA) sejak awal bergeming dan tetap mempertahankan jadwal tanding Iran di wilayah AS. Alhasil, seluruh rangkaian laga fase grup akan tetap bergulir sesuai rencana awal penayangan.
Sebagai langkah taktis menghadapi dinamika imigrasi yang berbelit, manajemen Timnas Iran mengambil keputusan cepat dengan menggeser pusat pelatihan mereka. FIFA telah merestui perpindahan base camp Iran dari yang semula di Arizona (AS) menuju Tijuana, Meksiko. Hal itu guna mempermudah pergerakan tim selama kompetisi berlangsung.
Sebelumnya, pada Rabu, 28 Mei 2026, Federasi Sepak Bola Iran sempat mendesak agar otoritas AS memberikan kelonggaran akses bagi rombongan mereka.
“Amerika Serikat seharusnya memberikan visa masuk ganda (multiple-entry) kepada seluruh pemain. Karena mereka harus keluar dan masuk kembali ke wilayah AS berkali-kali,” tulis pernyataan resmi Federasi Iran.
Meski seluruh pemain inti sudah memegang lampu hijau, urusan birokrasi ternyata belum sepenuhnya beres bagi total delegasi. Sejumlah staf kepelatihan dan pejabat pendukung Iran kabarnya masih terjebak dalam proses verifikasi dokumen. Sehingga mereka kemungkinan besar harus menetap sementara di Meksiko hingga mengantongi kejelasan izin dari pihak AS.
Sorotan Tajam Dunia
Sorotan tajam dunia terhadap dinamika ini wajar terjadi mengingat Piala Dunia 2026 bergulir di tengah pusaran geopolitik dunia yang memanas. Banyak pengamat menilai penerbitan visa bagi kompetitor Iran merupakan contoh nyata bagaimana esensi olahraga mampu menembus batas-batas sekat politik antarnegara.
“Penerbitan visa oleh Amerika Serikat menjadi momen penting diplomasi olahraga di tengah hubungan internasional yang sedang tegang,” puji sejumlah analis asing.
Jauh hari sebelum polemik visa ini mereda, Presiden FIFA Gianni Infantino sudah meyakinkan publik. Ia meyakinkan negara Timur Tengah tersebut tidak akan kehilangan hak kepesertaannya. Pada Senin, 31 Maret 2026, bos besar FIFA itu menegaskan bahwa Iran pasti akan berada di Piala Dunia 2026.
Kini, dengan terbitnya paspor izin pada Jumat kemarin, jalan Iran menuju panggung juara semakin terbuka lebar. Sekaligus mengukir romansa menarik tentang jalinan olahraga dan diplomasi global.
(Jingga Sonjaya)



