spot_img
Sabtu 24 Februari 2024
spot_img
More

    Desk Pilkada Ciamis Tidak Perlu Sosialisasi

    CIAMIS, FOKUSJabar.id : Direktur Pusat Kajian Ilmu Hukum Universitas Galuh Ciamis, Hendra Ebo Sukarman mengatakan, Desk Pilkada Kabupaten Ciamis tidak perlu melakukan sosialisasi Pilkada Serentak 2018. Pasalnya, sosialisasi Pilkada merupakan domain Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis.

    “Sosialisasi itu domainnya KPU Ciamis. Gak bisa desk Pilkada keliling ke sekolah menyosialisasikan Pilkada,” tegas aktivis Serikat Petani Pasundan (SPP) itu saat diwawancara wartawan di Jalan Rd. Kusumadiningrat Ciamis, Rabu (7/3/2018).

    Ebo berkata seperti itu menyusul adanya kegiatan Sosialisasi Pilkada Serentak 2018 yang dilakukan oleh Desk Pilkada Ciamis ke beberapa SMA/SMK di Ciamis.

    “Tidak boleh (sosialisasi Pilkada) apalagi sosialisasi yang dilakukan Desk Pilkada Ciamis itu ada penganggaran. Harusnya ada operasi dari Bawaslu seperti apa,” ujar Ebo.

    Ketua Desk Pilkada Ciamis sendiri dipegang oleh Asep Sudarman yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis. Sebelumnya, Asep didampingi KPU dan Panwaslu Ciamis menyelenggarakan sosialisas Pilkada ke beberapa SMA/SMK di Ciamis.

    Asep menegaskan, salah satu alasan Desk Pilkada Ciamis melakukan sosialisasi adalah untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih di Pilkada atau di gelarang Pemilihan Umum lainnya seperti Pileg dan Pilpres.

    “Partisipasi pemilih di Ciamis pada waktu Pilkada dan Pileg serta Pilpres sebelumnya mencapai sekitar 60 persen. Sekarang Mendagri menargetkan partisipasi pemilih hingga 78 persen. Maka perlu ada sosialisasi dari kami,” ujar Asep usai menghadiri Musrenbang tingkat Kabupaten Ciamis di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, Selasa (6/3/2018).

    Dia juga menjelaskan, tujuan dia menyosialisasikan Pilkada kepada siswa SMA/SMK karena banyak potensi pemilih pemula di SMA/SMK yang rentan tidak memberikan hak pilihnya di pergelaran Pilkada Serentak 2018.

    “Pemilih pemula yang masih siswa SMA/SMK ini rawan untuk tidak mencoblos nanti di saat Pilkada Serentak nanti. Ternyata, jumlah siswa yang sudah memilih di satu SMA/SMK ada yang mencapai 300-500 siswa. Ini jumlah besar dan potensi pemilih yang harus diberi pemahaman tentang Pilkada,” ujar Asep.

    “Sementara saya melakukan sosialisasi dari sekarang kepada mereka karena setelah bulan Maret ini mereka akan sibuk mencari tempat melanjutkan sekolah atau kuliah, atau bekerja,” katanya.

    (Ibenk/DH)

    Berita Terbaru

    spot_img