spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8419

Bangun SRA, Netty Ingin SMA/K se-Jabar Prioritaskan Tiga Hal

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No82 tahun 2015 tentang Sekolah Ramah Anak (SRA), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan terus mendorong pembangunan SMA/SMK dari segi infrastruktur maupun tenaga kependidikan.

Menurut peraturan tersebut, SRA harus memenuhi tiga unsur. Yakni, infrastruktur (hardware), bahan ajar atau kurikulum (software) dan SDM tenaga kependidikan (brainware).

Mengingat ketiga unsur tersebut cenderung sulit dan butuh proses yang panjang untuk diimplementasikan, maka Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan melakukan tiga hal dalam mewujudkan SRA.

Penyambutan dan penerimaan guru terhadap muridnya. Bagi Bunda Netty, menjalin pendekatan dengan peserta didik akan membawa rasa nyaman dan suasana yang bersahabat. Dengan begitu, siswa akan senang dan bersemangat menjalani kegiatan di sekolah.

” Minimal tanya kabar siswa dan ungkit hal-hal yang disukainya. Sambutlah mereka sebagaimana kita menyambut anak-anak kandung kita,” kata Bunda Netty saat menjadi narasumber SRA sebagai Rumah Kedua dan Sekolah Tanpa Kekerasan, di SMAN 10 Bandung, Jalan Cikutra No77 Bandung, Selasa (27/02/2018).

Selain itu, proses belajar yang menyenangkan bagi siswa menjadi poin penting kedua yang harus diprioritaskan dalam mewujudkan SRA. Saat Netty bertanya mata pelajaran yang paling disukai, jawaban mereka beragam. Alasannya, karena guru mata pelajaran tersebut ramah, asyik, supel dan bersahabat.

Yang terakhir, penanganan masalah.

Meski SMAN 10 Bandung sudah memiliki delapan guru bimbingan konseling yang kompeten di bidangnya, namun baik siswa maupun guru harus paham bagaimana dan kemana mereka harus melapor jika terjadi sesuatu yang tidak mampu ditangani oleh pihak konseling.

“Jangan sampai ada penghapus papan tulis melayang di kelas, jangan sampai terjadi seperti di provinsi lain dimana seorang siswa tega menghabisi gurunya sendiri,” ujar Netty.

Kepala SMAN 10 Bandung, Ade Suryaman menuturkan, sekolahnya telah dijadikan sekolah rujukan sejak tahun 2016. Karenanya, pihaknya berkomitmen untuk menjadi sekolah ramah anak.

Memaksimalkan fungsi SRA, sejak awal 2017 SMAN 10 bermetamorfosa menjadi sekolah terbuka olahraga.

” Kami mengambil dan membimbing atlet, mereka diberi kesempatan untuk latihan sekaligus belajar, sehingga bisa berprestasi secara akademik juga,” singkat Ade.

(Bam’s)

Aher Sebut Pasar Modal Sebagai Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Daerah

0
(HUMAS JABAR)

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) membuka perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (27/2/18). Aher mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jabar terhadap pasar modal. Menurutnya, pasar modal semakin menjadi alternatif sumber pembiayaan infrastruktur di daerah.

Aher mengatakan, pembiayaan melalui pasar modal memiliki peran penting dalam pembangunan. Menurutnya, salah satu proyek pembangunan di Jawa Barat yang sukses menggunakan instrumen pembiayaan di pasar modal adalah Bandar Udara Internasional Kertajati, melalui pembiayaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

“Kita sepakat pasar modal harus terus dikembangkan menjadi bagian dari investasi dan permodalan jangka panjang. Tapi pengenalan bagi masyarakat harus ditingkatkan, karena pasar modal menjadi bagian dari instrumen pembangunan kita khususnya dalam pembiayaan biaya pembangunan yang kita perlukan dalam pembangunan yang sedang kita kerjakan,” katanya

Turut mendampingi, pimpinan/perwakilan kabupaten/kota di Jawa Barat, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah di Jawa Barat, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan Regional II Jawa Barat Sarwono.

Lebih lanjut Aher mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memberikan pemahaman atau literasi terkait pasar modal kepada masyarakat. Menurut dia, masyarakat harus mengetahui adanya alternatif berinvestasi selain menyimpan uang di perbankan.

“Sekarang masyarakat punya pilihan lain, kalau disimpan di saham pun lebih menguntungkan,” kata Aher.

Dia melanjutkan, menabung saham di pasar modal juga bertujuan menghindari investasi bodong yang banyak beredar di kalangan masyarakat. Contohnya, ujar Aher, yakni banyaknya investasi bodong melalui biro perjalanan haji dan umrah yang marak belakangan ini.

“Ini juga menjawab persoalan di masyarakat kadang ada investasi bodong. Sederhana saja, kalau mau investasi belilah saham yang tercatat di BEI,” kata Aher.

Menjawab keraguan mayoritas masyarakat muslim akan kehalalan berinvestasi dalam bentuk saham, Aher mengatakan pasar modal juga menyediakan instrumen berbasis syariah baik itu berupa saham maupun obligasi syariah alias sukuk.

“Jika ingin yang lebih yakin lagi ada saham syariah, ada sukuk. Saya pikir tidak ada permasalahan,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta.

Aher mengatakan, instrumen investasi syariah imbal hasilnya lebih rendah, namun dia percaya umat Muslim akan lebih nyaman dengan keuntungannya.

“Saya percaya keuntungan pasti ada. Pasti ada keuntungan tidak terlihat, ada keuntungan yang tidak teraba, ada berkah dari Tuhan,” imbuhnya.

BEI sendiri sudah menyediakan indeks saham khusus saham-saham yang masuk dalam kategori syariah seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).

(Bam’s)

Polri: The Family MCA ‘Goreng’ Isu PKI dan Penganiayaan Tokoh Agama

0
Aksi warga membakar bendera PKI, di Taman Apsari, Surabaya, 2017. Polri menyebut, kelompok The Family MCA menggarap isu penyerangan terhadap tokoh agama dan kebangkitan PKI. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar mengatakan, grup percakapan daring The Family MCA (Muslim Cyber Army) merupakan kelompok yang ‘menggoreng’ isu penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama dan rumah ibadah.

” Iya, The Family MCA adalah pelaku penggoreng isu ulama diserang orang gila,” ujar Irwan seperti dilansir CNN.

Irwan pun mengonfirmasi The Family MCA sebagai penyebar isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama dan pencemaran nama baik presiden, pemerintah serta tokoh-tokoh tertentu.

Para pelaku pun diduga menyebarkan virus yang dapat merusak perangkat elektronik pihak penerima.

Penyidik telah menangkap sebanyak enam orang anggota kelompok Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup ‘The Family MCA’ di enam provinsi berbeda.

Mereka adalah ML (40) ditangkap di Jakarta Utara, RSD (35) ditangkap di Bangka Belitung, RA (39) ditangkap di Bali, dan YUS ditangkap di Jawa Barat.

Dua tersangka lainnya masih dalam proses pendataan identitas. Mereka ditangkap di Sulawesi Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

(Agung)

Dorong Anak Perempuan Turki Jadi Martir, Erdogan Dikecam

0
Acara kongres partai AK, yang menampilkan anak perempuan berseragam militer itu, disiarkan langsung lewat TV. (EPA)

TURKI, FOKUSJabar.id: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendapat kecaman setelah mengatakan kepada seorang anak perempuan yang mengenakan baju tiruan seragam militer bahwa dia akan menjadi terhormat jika gugur dalam pertempuran.

“Jika dia menjadi martir, mereka akan menaruh bendera di atasnya,” kata Erdogan kepada anak perempuan yang menangis itu dalam kongres Partai AK pimpinannya yang disiarkan di TV, seperti dilansir Detik, Selasa (27/2/2018).

Anak perempuan berseragam militer menarik perhatian Presiden Erdogan, dan memintanya naik ke panggung. (EPA)

“Dia juga punya bendera Turki di sakunya… Jika dia menjadi martir, mereka akan menaruh bendera di atasnya, Insya Allah,” katanya dalam kongres di kota Kahramanmaras, Turki Selatan, Sabtu (24/02/2018) lalu.

“Dia siap untuk semuanya, iya, kan?” dan anak perempuan itu menjawab, “Ya’.

Pernyataan Erdogan itu pun dikecam oleh beberapa pihak dan dinilai sebagai ‘penganiayaan anak’.

“Memalukan, amat buruk. Dia hanya seorang anak, Anda tidak mengharapkan dia mati dan Anda tidak mengatakan Insya Allah untuk itu!” cuitan salah satu pengguna Twitter.

Erdogan masih belum menanggapi kritik-kritik itu.

Bukan pertama kali komentar Erdogan terkait martir memicu kontroversi di Turki, Endorgan selalu menyarankan semua tentara atau polisi yang tewas saat bertugas sebagai martir.

(Agung/Vetra)

Trump: Bush dan Obama Tak Berbuat Apapun Terkait Korut

0
ilustrasi (web)

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.id: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritikan untuk para pendahulunya, mantan Presiden George W Bush dan Barack Obama, terkait cara menangani ancaman Korea Utara (Korut). Trump sendiri membanggakan kepemimpinannya.

“Pemerintahan Bush tidak melakukan apapun,” kata Trump saat berbicara di hadapan para gubernur negara bagian di Gedung Putih, seperti dilansir CNN, Selasa (27/2/2018).

“Pemerintahan Obama ingin melakukan sesuatu. Dia memberitahu saya bahwa ini merupakan masalah tunggal terbesar. Mereka tidak melakukan apapun. Akan jauh lebih mudah pada hari-hari itu dibanding sekarang,” tambahnya.

Trump kemudian membandingkan dua pemerintahan AS sebelumnya dengan pemerintahannya.

“Kita sudah sangat keras terhadap mereka (Korut-red),” ujar Trump, merujuk pada sanksi terbaru yang dijatuhkan AS terhadap Korut yang bertujuan mengisolasi Korut.

Sebelumnya, pada Jumat (23/2/2018) lalu, pemerintah Trump mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap aset perkapalan terkait Korut. Trump menyebut paket sanksi ini sebagai ‘sanksi terberat’. Sanksi ini masih menjadi bagian dari kampanye ‘tekanan maksimum’ terhadap Korut untuk menghentikan program rudal dan nuklir rezim komunis itu.

(Agung/Vetra)

Kapolri Umrah, Bertemu Habib Rizieq?

0
(foto Detik)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah melaksanakan umrah, padahal baru Agustus 2017 Tito menunaikan ibadah haji. Apakah ada pertemuan dengan Habib Rizieq?

“Iya, umrah memang iya,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal mengutip Detik, Selasa (27/2/2018).

Kapolri berangkat pada Minggu (25/2/2018) lalu. Jenderal Tito dan istrinya ada kemungkinan pulang pada Rabu (28/2/20018) atau Kamis (1/3/2018) mendatang.

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Namun, saat ditanya soal kemungkinan Kapolri bertemu Habib Rizieq, Iqbal mengaku tak tahu.

“Nggak tahu,” ujar mantan Kapolres Surabaya itu.

(Agung/Vetra)

KPU Larang Parpol Pajang Foto Pendiri NU dan Muhammadiyah

0
ilustrasi (web)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang partai politik memasang wajah dan atau nama presiden dan wakil presiden serta tokoh nasional yang bukan pengurus partai ke dalam alat peraga kampanye.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan larangan itu mencegah terjadinya pelanggaran selama kampanye.

“Dalam alat peraga dan bahan kampanye itu dilarang mencantumkan nama dan gambar presiden dan wakil presiden atau pihak lain yang bukan pengurus parpol,” kata Wahyu, seperti dilansir CNN, Selasa (27/2/2018).

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Wahyu menyatakan beberapa tokoh yang dilarang oleh KPU, antara lain mantan presiden Soeharto, mantan Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman, mantan presiden BJ Habibie, pendiri NU KH Hasyim Ashari, dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Megawati dan SBY masih bisa dimasukkan dalam alat peraga kampanye karena mereka masih tercatat sebagai pengurus partai yang menjabat sebagai ketua umum partai.

“Jadi semua figur (yang) bukan pengurus partai tidak boleh dimasukkan dalam alat peraga,” ujarnya.

KPU akan melakukan pengawasan terhadap seluruh alat peraga yang dibuat oleh parpol untuk kepentingan kampanye. KPU juga meminta parpol menyerahkan desain alat peraga untuk diverifikasi.

(Agung/Vetra)