spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8418

Persib Dipastikan Berangkat ke Serang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Asisten Pelatih Persib Bandung, Fernando Soler memastikan timnya akan berangkat ke Serang, Rabu (28/2/2018) besok untuk persiapan menghadapi Perserang.

Perserang sendiri akan menjadi lawan tanding skuad Maung Bandung pada pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (1/3/2018).

Menurutnya, masalah persyaratan yang diajukan oleh tim Maung Bandung termasuk match fee kepada Panpel sudah tidak ada masalah. Sehingga, timnya dipastikan akan berangkat ke Serang.

” Tadi katanya sudah ada keputusan dari tim itu. Dari Kakarta sudah siap semua. It’s oke tidak ada yang main-main sama kita,” kata Soler di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

Sebelum menghadapi Perserang, Persib sudah melakoni beberapa pertandingan uji coba di luar kota. Seperti Yogyakarta, Batam, Jepara dan Tasikmalaya.

(Arif/Bam’s)

Nilai Program Merakyat, PKPI Dukung Hasanah

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charlyan (Hasanah) mendapat dukungan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Ketua DPC PKPI Kabupaten Karawang Zaki Abdul Rojak mengatakan, dukungan diberikan karena program Hasanah dinilai dekat dengan masyarakat.

Salah satu program Hasanah yang dinilai pro rakyat, yakni ‘Bogagawe’. Program tersrbut digagas untuk mengurangi angka pengangguran dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

“Dengan target mengurangi angka pengangguran hingga 50 persen ini sangat baik. Apalagi dengan cara membangun SMK dan program setingkat Diploma, terlebih dibidang keterampilan dan wirausaha,” kata Aziz, Selasa (27/2/2018).

Zaki pun menilai bahwa program yang dimiliki Hasanah sangat pro rakyat, karena program itu diaerap dari aspirasi masyarakat.

Seperti diketahui pasangan Hasanah mengusung Ide SawelasAsih dengan tujuh program unggulan, yakni BogaGawe, JabarSebeuh, ImahRempeg, SakolaGratis, JabarCageur, Turkamling dan Molotot.com.

“Atas dasar itu DPW PKPI Jabar secara musyawarah mendukung Hasanah,” jelas dia.

Sementara itu, Cawagub Jabar Anton Charliyan (Kang Anton) berterimakasih atas dukungan yang diberikan.

Anton bertekad merealisasikan program BogaGawe jika terpilih mendampingi Kang Hasan memimpin Jawa Barat.

” Jika terpilih nanti, program Hasanah harus kita realisasikan,” tegas dia.

(LIN)

Ini 20 Pemain yang Disiapkan Persib Menghadapi Perserang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Perserang Serang akan menjadi lawan tanding Persib Bandung pada pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (1/3/2018).

Menurut Asisten Pelatih Persib, Fernando Soler, pada pertandingan uji coba kali ini, Persib akan menyiapkan sebanyak 20 pemainnya termasuk Febri Hariyadi.

Michael Essien tidak dibawa ke Serang karena baru pulih dari cedera lutut.

Ke-20 pemain tersebut, Henhen, Bojan (Malisic), Wildansyah, Puja (Abdillah), Hariono, Dedi, Eka, Supardi, Atep, Ghozali, Febri, In-Kyun, Ezzechiel, Airlangga, Muchlis, Zola, Indra, Wildan, Deden (M. Natshir) dan Made.

(Arif/Bam’s)

AMPG : Pengangkatan Tiga Direksi PDAM Langgar PKPU No 15 Tahun 2017

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Karena melabrak aturan, pengangkatan tiga Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut batal secara hukum.

Demikian diungkapkan Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Garut (AMPG), Abu Musa Hanif Muttaqin. Menurut dia, pengangkatan tiga Direksi tersebut cacat hukum. Dengan begitu, gugur dengan sendirinya.

” Jelas itu sudah melanggar aturan. Dan pengangkatan tiga Direksi gugur dengan sendirinya,” kata Abu kepada FOKUSJabar melalui pesawat telpon, Selasa (27/2/2018) malam.

Perlu diketahui lanjut dia, jika akan menggunakan Peraturan Bupati (Perbup) maka tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya, seperti Perda, Pergub dan yang lainnya.

Ditambahkan Abu, setiap pengamatan dalam Perda baik itu perubahan struktur kelembagaan tetap harus dikomunikasikan dulu dengan jajaran DPRD.

Selain itu, pengangkatan tiga Direksi PDAM momennya tidak tepat dan berbau politik.

” Jelang Pilkada, petahana tidak boleh mengangkat atau merotasi jabatan yang tertuang dalam PKPU No15 tahun 2017,” terangnya.

Pihaknya akan terus mengawal serta menyuarakan kejanggalan yang ada di Kabupaten Garut. Selain sudah melaporkan ke Panwaslu juga pihaknya akan audiensi dengan DPRD.

” Rencananya, hari Kamis akan beraudiensi dengan jajaran Komisi A DPRD Garut,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Gratifikasi di Pilkada Garut, Polisi Segera Memanggil Calon

0
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana (foto WEB)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana (foto WEB)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepolisian Daerah Jawa Barat terus memburu pelaku lainnya yang terlibat gratifikasi di Pemilihan Bupati Garut 2018. Polisi pun akan memanggil pasangan Soni Sondani-Usep Nurdin yang diduga kuat terlibat dalam kasus itu.

Untuk diketahui, polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait suap untuk meloloskan kandidat tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana menyebut bahwa pihaknya akan memanggil Soni-Usep pada Rabu (28/2/2018) ini. Pemanggilan itu diperlukan untuk menggali keteranga dari kedua calon tersebut. Kaitannya dengan tersangka baru, pihaknya belum mau membukanya, meski menurut dia hal itu tidak menutup kemungkinan.

“Kita ikuti alat bukti saja. Kalau tersangka baru, pengakuannya ada, tapi sepihak. Makanya kita tunggu perkembangan dari alat bukti,” jelas dia.

Kepolisian pun akan meminta informasi dari beberapa bank untuk mengetahui pasti aliran suap.

“Kita kirim surat ke beberapa bank terkait, untuk mengetahui informasi beberapa rekening. Akan kita kembangkan. Dana lari ke mana saja, sumber dana dari mana,” katanya.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa kepolisian terus memantau pelaksanaan Pilkada lainnya di Jawa Barat, terlebih pihaknya banyak menerima laporan kasus serupa di daerah lain. Selain dari masyarakat umum dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), pihaknya pun menerima laporan langsung dari aparatur sipil di penyelenggara pemilu.

“Informasi banyak masuk. Kita dalami satu per satu. Satgas anti money politic kita terus bergerak. Semua dalam pengawasan kita. Kita minta masyarakat tidak segan melapor, baik ke polres, polda,” tutur dia.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat optimistis kasus gratifikasi ini tidak memengaruhi jalannya Pilkada di Kabupaten Garut. Terlebih seluruh unsur terkait sudah berkoordinasi untuk menjaga kelancaran ajang demokrasi tersebut.

“Kami berjanji akan berkomitmen untuk melaksanakan tugas. Apalagi saat ini semuanya sudah berjalan baik,” jelas Yayat.

(LIN)

DPP Gerindra Fokuskan Kemenangan Asyik di Dapil VIII

0

CIREBON,FOKUSJabar.id: DPP Partai Gerindra fokuskan kemenangan pasangan Asyik Sudrajat-Syaikhu di daerah pemilihan (Dapil) VIII, bahkan menargetkan kemenangan telak di daerah pantura (Pantai Utara) itu.

Untuk diketahui, Dapil VII terdiri dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu semua kader dari daerah tersebut dikumpulkan oleh DPP untuk malasanakan Rapat Koordinasi dapil VIII di Hotel Apita, Selasa (27/2/2018).

Sekretaris Jendral DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa dalam PKPU disebutkan bahwa pasangan calon berhak mengajukan gugatan mahkamah konstitusi jika selisih raihan suara sebesar 2 persen. Dengan demikian, kata dia, kemenangan pasangan Asyik harus dengan selisih lebih dari 2 persen.

“Jadi harus menang dengan selisih di atas 2 persen bahkan harus telah agar tidak ada gugatan saat ada hasil pemenang nanti,” kata Muzani.

Dia pun meyakini bahwa mesin partai akan berjalan maksimal dengan tiga pola yang akan dilakukan Gerinda mulai dari tingkat ranting. Pertama pengurus ranting harus mendata semua hak pilih per satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang jumlah nya 500 orang. Kemudian mendata pemilih yang benar-benar memilih pasangan Asyik.

Gerindra pun harus memilah pemilih yang belum menentukan pilihan dan yang tidak memilih Asyik, selanjutanya ranting mengajar agar pemilih yang belum menentukan pilihan memilih pasangan Asyik.

“Artinya, yang tidak memilih biarkan, nah kita yakinkan kepada pemilih yang belum menentukan pilihan agar memilih Asyik dengan kampaye yang sehat,” kata dia.

Kemudian pola ketiga, yakni mengamankan pemilih yang sudah pasti memilih pasangan Asyik serta mengamankan raihan suara di TPS nantinya, hal tersebut menjadi tugas saksi yang ditunjuk oleh partai nantinya.
Hal itu pentinga agar suara yang sudah didapat tidak hilang di TPS.

“Jadi nanti suara harus utuh dengan data yang kita sudah pegang,” tutur dia.

Pihaknya pun percaya kepada dua partai pengusung Asyik, yakni PAN dan PKS. Dua partai ini sangat solid, sehingga mesin partai pendukung Asyik akan berjalan sempurna. Artinya, dua PAN dan PKS ini sudah tidak diragukan lagi kerjanya, terbukti pada Pilgub 2017 di DKI Jakarta.

Hal serupa dikatakan Cagub Jabar Sudrajat. Menurut dia, militansi PKS dan PAN sangat bagus, belum lagi pasangan Asyik pun mendapat dukungan dari PPP dan PBB.

“Saya yakin dengan mesin partai pendukung Asyik saat ini akan menyempurnakan kemenangan di dapil VIII umumnya di Jabar,” kata dia.

Sebelumnya, Sudrajat mengatakan bahwa jumlah suara dari koalisi partai Gerindra, PAN dan PKS mencapai 5,6 juta kemudian di tambah dengan PPP dan PBB mencapai 6,1 juta, maka itulah kekuatan pasangan Asyik di Jabar.

“Dengan dukungan suara partai yang berkoalisi saya yakin bisa memenangkan Pilgub Jabar,” kata Sudrajat.

(AS/LIN)

Pulang dari Tasik, Persib Keluhkan Match Fee

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setelah melakoni pertandingan uji coba menghadapi Priangan Selection di Stadion Wiradadaha, Tasikmalaya, Sabtu (24/2/2018) lalu, pelatih Persib Roberto Mario Gomez mengeluhkan masalah match fee yang belum didapat pasukannya.

Menurut Asisten Pelatih Persib, Fernando Soler, match fee tersebut seharusnya didapat oleh tim Maung Bandung. Karena untuk mengundang Persib, Panpel harus mengeluarkan biaya. Terlebih, pada laga uji coba tersebut Bobotoh dikenakan tiket.

” Seperti kemarin coach bilang ini tim besar, kita mau kemana-mana cuma buat anak-anak (pemain) itu dikasih berapa uang, kalau ada-ada (uang) it’s oke kita bawa tim inti,” kata Soler di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

Asisten yang sempat bermain untuk Persebaya ini berharap, Persib tidak lagi mengalami hal serupa pada pertandingan uji coba menghadapi Perserang, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (1/3/2018) mendatang.

” Kita tidak mau salah lagi seperti Tasik,” pungkasnya.

(Arif/Bam’s)