spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8335

Pemprov Jabar Dorong Perluasan Tahura

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mendorong terus perluasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda sebagai salah satu solusi meminimalisir bencana ekologi di kawasan Bandung Raya.

Menurut dia, Pemprov Jawa Barat mulai tahun 2010-2017 berhasil membebaskan tanah enclave dalam kawasan Tahura seluas 15,57 hektar dan tersisa 10,53 hektar belum terbebaskan.

Sementara tanah di luar kawasan yang berbatasan langsung dengan Tahura hingga 2017 telah dibebaskan sekitar 11,3 hektar.

Luas Tahura saat ini mencapai 528,39 hektar, terdiri dari Blok Perlindungan 308,624 hektar, Blok Koleksi 44,471 hektar, dan Blok Pemanfaatan 175,308 hektar. Statusnya tanah negara, yang mana mulai tahun 2003 pengelolaanya diserahkan ke Pemprov Jawa Barat.

” Kami akan terus berupaya melakukan pembebasan lahan enclave atau lahan sekitar berbatasan yang dikuasai oleh masyarakat. Dengan begitu, berkembangnya Tahura akan meningkatkan kawasan resapan air penangkal bencana ekologi di Bandung Raya,” katanya di Bandung.

Banjir bandang yang terjadi kemarin di Kota Bandung, akibat run off aliran permukaan dari vegetasi Kawasan Bukit Bintang hingga Manglayang kurang rapat.

Menurut Aher, perluasan area Tahura dapat menyerap banyak air hujan. Direncanakan, total perluasan kawasan akan membentang dari Dago sampai Jatinangor seluas 2.750 hektar. Tambahan lahan Tahura tentunya akan menjadi green belt.

“ Bisa dibayangkan kalau 2750 hektar itu jadi hutan, bisa menyerap 75 persen setiap hujan yang jatuh,” ujarnya.

Tahun 2008-2009, sambung Aher, pernah dilakukan upaya perluasan kawasan hingga ke Gunung Manglayang yang dikuasai BUMN Perhutani.

Pemprov Jabar kala itu telah mendapat Surat Rekomendasi dari Bupati Bandung dan Bupati Sumedang, serta Surat Rekomendasi dari Dirjen PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam) dan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan, namun belum peroleh respon positif dari Direksi Perhutani.

Upaya tersebut dirintis sejak tahun 2006 dengan kajian perluasan tersebut telah lengkap saat Dinas Kehutanan masih dijabat Alm. Wawan Ridwan. Ide itu kemudian diteruskan Kadishut selanjutnya, Anang Sudarna.

Menurut Anang, perluasan usulan diserahkan ke pemerintah pusat pada Maret 2010 dan mendapat persetujuan dari Dirjen PHKA dan Dirjen Planologi. Namun, sekali lagi, rencana itu belum peroleh sambutan senada dari badan usaha milik negara.

Selain perluasana Tahura, Aher mengatakan bahwa bencana ekologi di Bandung Raya bisa direduksi sekira semua pihak tidak menanam tanaman hortikultura, semisal sayur dan buahan, di lahan yang memiliki kemiringan tertentu.

“Sesuai peraturan kementerian pertanian, dilarang menanam tanaman hortikultura di atas kemiringan 40 derajat,” ujarnya.

Pemprov Jabar mengimbau Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai pemberi izin lapangan terus melakukan pengawasan kepada pengembang yang mendirikan bangunan atau tempat wisata.

Contohnya, di rekomendasi pasti Pemprov Jabar instruksikan membangun zero run off dengan membuat embung, sumur resapan dan biopori, maka itu harus diawasi betul pemerintah kota dan kabupaten dalam pelaksanaannya.

Selain itu, kata Aher, pemberian izin pembangunan di KBU juga harus lebih selektif. Sebab, kalau hitungannya daya dukung dan daya tampung, pembangunan di KBU mestinya sudah harus dihentikan.

(Bam’s)

Staf Pelatih Berharap Febri Tampil Gemilang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Febri Hariyadi menjadi satu-satunya pemain Persib Bandung yang tampil membela Timnas Indonesia U-23 menghadapi Singapura beberapa hari lalu.

Pemain yang turut mempersembahkan mendali emas bagi tim sepakbola Jawa Barat di ajang PON 2016, tampil apik dan berhasil menyumbangkan satu gol cantik dari jarak jauh ke gawang Singapura.

Asisten pelatih Persib, Fernando Soler menuturkan, penampilan gemilang Febri di Timnas diharapkan bisa terbawa pada laga perdana Persib menghadapi PS TIRA, Senin (26/3/2018) besok.

” Ya, mudah-mudahan permainan Febri bisa seperti di Timnas,” kata Soler.

Kondisi Febri sendiri seusai dari Timnas sedikit mengalami masalah. Karenanya, staf pelatih masih terus memantau kondisi pemain asal Gedebage ini hingga menjelang pertandingan nanti.

” Kalau iya, it,s ok, kita pasang (Febri), tapi kita tunggu,” ucap asisten pelatih yang sempat berkostum Persebaya ini.

(Arif/Bam’s)

Igbonefo Berpeluang Tampil Dilaga Perdana

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan melakoni pertandingan perdana Liga 1 2018 menghadapi PS TIRA di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (26/3/2018) besok.

Menjelang pertandingan, staf pelatih Persib mendapatkan kabar baik bahwa kondisi Victor Igbonefo sudah semakin membaik. Sebelumnya, Igbonefo menjalankan program pemulihan di Singapura karena mengalami cedera lutut.

” Ya, kita sudah bicara sama dokter dari Singapura. It’s ok, tidak ada masalah ya. Sekarang keputusan bisa atau tidak itu keputusan sendiri yah, dia sudah oke, dan dia (dokter Singapura) sudah bilang bisa ikut latihan dulu,” kata asisten pelatih Fernando Soler.

Soler menuturkan, untuk keputusan main atau tidaknya pemain yang berposisi sebagai center bek ini merupakan wewenang pelatih Roberto Carlos Mario Gomez.

“Kita sudah kerja tiga bulan tapi dia masih kurang untuk fisik dan harus ikut kondisi fisik. Dia punya kontrak di sini dan tunggu kita bisa yah, keputusan tim inti itu pelatih yah, bisa main atau tidak dari kita,” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

Pemain ini Mencoba Peruntungannya di Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung masih mencari pemain untuk menambah kekuatan menjelang pertandingan perdana Liga 1 2018 menghadapi PS TIRA di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (26/3/2018).

Skuad Maung Bandung pun kembali mendatangkan pemain lokal untuk diseleksi. Kali ini, Zaenal Muhammad yang mencoba peruntungannya di tim Maung Bandung.

Pemain berusia 20 tahun ini mengungkapkan perasaanya setelah menjalankan tahanap seleksi hari pertama di tim Maung Bandung. “Iya seleksi. Kesannya senang sekali bisa lihat pemain senior,” kata Zaenal Muhammad.

Zaenal mengaku optimis bisa menembus tahapan seleksi, karena selain bisa bisa bermain sebagai gelandang bertahan, dia juga bisa bermain sebagai striker.

“Gelandang bertahan, striker juga bisa. Kondisi sudah ada latihan sebelumnya. Yang dipersiapkan latihan fisik sendiri,” ucapnya.

Sebelum menyeleksi Zaenal Muhammad, Persib sudah menyaring dua pemain yang sebelumnya diseleksi yakni M Al Amin Syukur Fisabillah dan Ardi Idrus.

(Arif/Bam’s)

Nasib Zaenal di Persib Segera Ditentukan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung kembali kedatangan pemain lokal yang mencoba peruntungannya di musim liga 2018, pemain yang kali ini mengikuti seleksi yakni Zaenal Muhammad.

Asisten pelatih Persib Fernando Soler mengatakan bahwa staf pelatih akan segera memutuskan nasib Zaenal Muhammad, direkomendasikan atau dipulangkan.

Nasib Zaenal harus segera diputuskan, karena kompertisi Liga 1 2018 sudah bergulir dan tim Maung Bandung akan mengawali pertandingan perdana pada Senin (26/3/2018) menghadapi PS TIRA di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

“Kita sudah lihat posisinya dia bisa atau tidak yah, tapi kita lihat kondisi fisiknya yah soalnya (kompetisi) sudah dekat dan sudah mulai, karena kita tidak mau hilang lagi dan belajar seperti anak kecil. Satu dua hari ada keputusan dari coach,” kata Soler, Sabtu (24/3/2018).

Zaenal sendiri datang ke Bandung setelah sebelumnya agen menyodorkan namanya ke staf pelatih. “Ada agen-agen, kita mau lihat pemain ini, it’s ok bisa ambil, kita sudah ambil Ardi, Sabil mereka masih muda dan mau bekerja sama kita it’s ok. Tapi pelan-pelan aja,” jelasnya. (Arif)

Blusukan ke Garut, Deddy Mizwar Ungkap Sebab Harga Hasil Olahan Kulit Mahal

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai mata pencaharian ekonomi produksi kulit asli Garut masih mempunyai tantangan terhadap kepemilikan Branding.

Demikian disampaikan Deddy Mizwar di sela kampanye kepada pedagang hasil olahan kulit Sukaregang di Kabupaten Garut. Menurut dia, produk yang dijual dengan harga tinggi menjadi akibat tidak adanya branding.

“Kita nggak punya merek dagang, padahal kulit dari sini dikirim ke luar negeri dan dica, dibalikin lagi dengan harga yang lebih mahal karena kita belum ada branding,” ujar Deddy Mizwar, Sabtu (24/3/2018).

Menurut dia,  upaya memiliki Branding untuk usaha lokal memang sulit. Untuk itu, kata dia, akses dan regulasi bagi pengusaha lokal harus diberikan penuh.

“Kalau Brand memang repot, perlu strategi yang bagus dan biayanya cukup mahal. Bagaimana menciptakannya, paling bisa kan jadi pemasok,” katanya.

(Adie/LIN)

LSM Laskar Indonesia Garut Masih Pilih-pilih Paslon

0
Ketua DPD LSM Laskar Indonesia Garut

GARUT, FOKUSJabar.id : Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 27 Juni 2018, Ketua DPD LSM Laskar Indonesia, Kabupaten Garut, Dudi Supriadi, hingga kini belum menetukan sikap untuk mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Garut dan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dudi mengaku akan melihat dulu track record, visi dan misi para Paslon pemimpin Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat.

“ Sebelum menentukan sikap, tentunya kami harus tahu dulu track record, visi dan misi para Paslon yang akan memimpin Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat,” ujar Dudi, Sabtu (24/3/2018) malam.

Untuk itu, dirinya segera menggelar musyawarah secara terbuka dan transparan dengan seluruh pimpinan Kecamatan untuk menentukan sikap dukungan terhadap salah satu Paslon.

“ Kami siap MoU dengan Paslon yang benar-benar ingin memajukan Kabupaten Garut dan Jawa Barat,” ungkap Dudi.

Sebenarnya lanjut Dudi, dibentuknya LSM Laskar Indonesia untuk mengontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, memfasilitasi, advokasi, kritisi, edukasi, sosialisasi dan membangun kemandirian.

Artinya, Laskar Indonesia berdiri bukan untuk menjadi tim sukses salah satu Paslon. Kendatipun mendukung, itu hanya bagian dari demokrasi.

“ Jadi, jika kami mendukung salah satu Paslon itu merupakan bagian dari demokrasi saja. Setelah itu, kembali melakukan sosial kontrol kepada siapapun yang memimpin Garut dan Jawa Barat,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)