spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8296

INKINDO Usulkan Nama Bandara SIliwangi, BJ Habibie dan Kertajati untuk BIJB

0
Ketua DPP Inkindo Jabar, Andrian Tejakusuma. (FOKUSJabar/ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO)  Jawa Barat mengusulkan tiga nama untuk  Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Majalengka. INKINDO sebagai salah satu inisitaor pembangunan BIJB perlu mengajukan nama untuk BIJB.

“Pada tahun 2004 INKINDO Jabar mengemukakan suatu ide agar Jawa Barat memilki bandara internasional didasarkan atas upaya untuk mendongkrak dan mempercepat pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, kami melakukan kajian dan pra studi kelayakan termasuk pemilihan lokasi bandara yang didanai swadaya kami. Hasil kajian tersebut kami serahkan kepada pemerintah provinsi Jawa Barat dan langsung direspon positif untuk ditindak lanjuti untuk proses perencanaan dan pembangunan hingga saat ini,” kata Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) INKINDO Jawa Barat, Andrian Tejakusuma saat ditemui di sekretariat Inkindo Jabar, komplek Segitiga Mas, Kosambi, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Senin (9/4/2018).

INKINDO mengucapkan  terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat yang telah merealisasikan ide pembangunan BIJB. Saat ini, pembangunan BIJB sendiri telah mencapai tahap penyelesaian dan ditargetkan bisa digunakan pada tahun 2018 ini.

Untuk itu, lanjut Andrian, pihaknya ingin memberikan kontribusi kembali untuk bandara yang akan menjadi kebanggan Jawa Barat melalui usulan nama bandara. Beberapa alternatif nama pun disiapkan pihaknya untuk digunakan sebagai nama BIJB yang didasarkan pada beberapa hal.

“Setidaknya ada tiga nama yang kami usulkan untuk menjadi nama dari bandara yang akan menjadi kebanggaan Jabar tersebut. Yakni Bandara Internasional Kertajati, Bandara Internasional BJ Habibie, dan Bandara Internasional Siliwangi,” terangnya.

Ketiga nama tersebut didasarkan pada beberapa alasan. Diantaranya bandara internasional merupakan gerbang keluar masuk orang baik domestik maupun non domestik sehingga nama harus melekat terhadap identitas tempat atau identitas orang yang dengan mudah secara langsung mencirikan tempat secara administratif dan memiliki kedaulatan baik tingkat kabupaten/kota dan/atau Provinsi dan/atau Negara. Lalu bandara internasional pun harus mudah diingat, mudah dalam akronim kata, dan mudah dalam identifikasi serta pengucapan. Dan alasan ketiga yakni bandara internasional setidaknya dapat mewakili keteladanan dan patriotisme bangsa daan negara untuk semangat kemajuan.

Untuk pemilihan usulan nama bandara sendiri, lanjutnya, didasarkan pada berbagai hal. Untuk nama Bandara Internasional Kertajati, diusulkan dengan tujuan untuk mengidentitaskan kedaulatan daerah dan negara karena Kertajati memiliki sejarah tempat yang dapat mewakili budaya Jawa Barat Indonesia. Lalu nama Bandara Internasional BJ Habibie didasarkan atas keteladanan.

“Meski bukan asli orang Jawa Barat, tapi BJ Habibie merupakan tokoh nasional yang dapat mewakili kaum intelektual (pendidikan di Bandung) dan pemimpin bangsa. BJ Habiebie pun dikenal sebagai teknokrat yang memilih Jawa Barat sebagai pusat pengembangan dan produksi pesawat terbang buatan dalam negeri. Nama dan ketokohannya sangat dikenal didalam negeri dan dunia. Tapi khusus untuk nama atas dasar ketokohan ini, kami belum memohon ijin kepada beliau dan memungkinkan akan kami mohonkan kesediaan beliau,” paparnya.

Sedangkan penamaan bandara dengan nama Bandara Internasional Siliwangi sendiri didasarkan pada sejarah. Siliwangi sendiri merupakan nama yang sangat melekat dengan sejarah provinsi Jawa Barat dan memilki arti serta marwah yang sangat kuat terhadap kejayaan dan kekuatan daerah. Selain itu, nama Siliwangi pun sudah sangat dikenal masyarakat serta digunakan oleh TNI AD Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengidentifikasi bandara.

“Semoga saja, nama yang kami usulkan bisa menjadi pertimbangan untuk penamaan bandara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” tegasnya.

Sebelumnya, tokoh asal Majalengka yang sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional yakni Abdul Halim diusulkan menjadi nama bandara internasional yang rencananya akan diresmikan Juni 2018. Namun Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menegaskan jika penamaan bandara belum disepakati meski dirinya mengaku tidak keberatan dengan penamaan bandara dengan nama Bandara Abdul Halim.

(ageng/DAR)

Sanggar Teater Sunda Kiwari Gelar Festival

0
Ketua Teater Sunda Kiwari, Dadi P. Danasubrata. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komunitas atau sanggar Teater Sunda Kiwari menggelar festival teater Sunda yang ke-19, di Gedung Kesenian Rumentang Siang Kota Bandung, Senin (9/4/2018). Festival tersebut digelar setiap tahun sejak 1990 merupakan salah satu cara memelihara budaya Sunda.

“Kami ingin memelihara budaya, seni, bahasa ibu kita sendiri, yaitu Sunda. Salah satu caranya dengan menggelar Festival Teater Sunda yang akan dilaksanakan selama 19 hari,” ujar Ketua Sanggar Teater Sunda Kiwari, Dadi P. Danasubrata kepada FOKUSJabar.id.

Festival Teater Sunda yang saat ini digelar, katanya, diikuti oleh 51 peserta dari berbagai komunitas atau sanggar teater se-Jawa Barat.

“Temanya ‘Miara Ajen Inajen Budaya Ngalangkungan Budaya Sunda’,” kata Dadi.

Menurutnya, sejak tahun 1990 Festival Teater Sunda selalu banyak peminat. Peserta yang mendaftar tidak pernah kurang dari 30 peserta.

“Dari tahun ke tahu pesertanya terus bertambah. Ini bukti bahwa masyarakat Jawa Barat masih cinta budaya Sunda,” pungkasnya.

(Ibenk/DAR)

RSUD Siapkan Ruang Khusus untuk Pasien Diduga Korban Miras Oplosan

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pihak Rumah Sakit akan membuka posko dan bilik khusus untuk pasien yang harus menjalani rawat inap dengan keluhan serupa.

Bilik khusus tersebut disiapkan, karena di RSUD itu ada pasien lain yang harua dijaga.

“Kami siapkan ruangan khusus untuk menampung 20 pasien, itu untuk antisipasi pasien bertambah,” kata Dirut RSUD Cicalengka Yani Sumpena melalui keterangan persnya Senin (9/4/2018).

Sementara itu, Humas RSUD Cicalengka Evi Sukmawati menyatakan bahwa kasus dugaan keracunan miras oplosan bukan pertama kali terjadi.

Kasus serupa pernah terjadi di tahun 2015 saat malam takbiran.

“Dulu yang dirawat 12 orang. Yang meninggal 6. keluhannya sama,” kata dia.

(LIN)

Di Majalaya, Tiga Orang Tewas Diduga Akibat Miras Oplosan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Warga Kabupaten Bandung korban meninggal yang diduga akibat minuman keras (miras) oplosan tersebar di sejumlah wilayah.

Di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung korban miras oplosan mencapai enam orang.

Direktur RSUD Majalaya Kabupaten Bandung dr Grace Mediana mengatakan, dari jumlah itu, tiga orang di antaranya meninggal.

BACA JUGA:

Soal Pilkada 2024, Ini Kesepakatan PDI-P dan PCNU Ciamis

“Dari enam pasien itu, tiga di antaranya meninggal dunia, satu orang pulang paksa dan dua orang lainnya rawat inap, yang dirawat inap kondisinya ada perbaikan,” jelas Senin (9/4/2018).

Diketahui identitas korban meninggal adalah Gilang Maulana warga Cikancung, Herdianaa warga Rancaekek, Murdianto warga Paseh.

(LIN)

Korban Meninggal Diduga Akibat Miras, 20 Orang di RSUD Cicalengka, tiga Orang di RSUD Majalaya

0
ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dirut RSUD Cicalengka Yani Sumpena menyatakan bahwa korban miras oplosan terus bertambah. Bahkan hingga siang tadi total korban mencapai 45 orang.

Demikian diungkapkan Yani melalui keterangan persnya Senin (9/4/2018).

“Dari tanggal enam sampai tadi siang, ada 45 kunjungan pasien dengan keluhan yang sama,” kata dia.

Adapun keluhan pasien, yakni mata kabur, pusing, mual dan muntah. Dari total pasien yang datang, ada empat yang pulang paksa atas permintaan sendiri dan dua pasien yang dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

BACA JUGA:

Soal Pilkada 2024, Ini Kesepakatan PDI-P dan PCNU Ciamis

Saat ini pasien yang ada di RSUD Cicalengka 17 orang, delapan orang di antaranya dirawat inap dan 11 orang lainnya masuk IGD.

“Dari jumat (6/4/2018) pasien berdatangan. Sampai hari ini, yang meninggal itu total 20 orang. Satu di antaranya sudah meninggal ketika datang ke sini,” jelas dia.

Meski sudah mengindikasikan korban tersebut keracunan, namun dia belum bisa mengungkapkan kandungan yang diminum oleh para pasien. Namun kepolisian sudah mengambil sampelnya.

(LIN)

Permasalahan di Waduk Jatigede, Hasan Tegaskan Negara Harus Hadir

0

JATIGEDE,FOKUSJabar.id: Proyek Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang masih menyisakan berbagai permasalahan yang harus dihadapi masyarakat sekitar sebagai dampak perluasan lahan poyek tersebut.

Tidak sedikit orang terkena dampak (OTD) Jatigede yang masih mengeluhkan ganti rugi pembebasan lahan, hingga relokasi tempat tinggal.

Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) meyakinkan masyarakat akan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dikeluhkan warga terdampak Jatigede dalam jangka tiga tahun saja.

BACA JUGA:

Soal Pilkada 2024, Ini Kesepakatan PDI-P dan PCNU Ciamis

Permasalahan itu, di antaranya terkait pembebasan lahan, relokasi, infrastruktur hingga akses perekonomian.

“Ini harus diselesaikan secepatnya melalui komunikasi intens dengan pihak terkait dan aksi yang cepat tanggap,” kata Hasan saat bertemu warga terdampak Jatigede di Lapang Karedok, Kampung Parakan Kondang, Desa Kadujaya, Jatigede, Kabupaten Sumedang, Senin (9/4/2018).

Kunjungan tersebut, bukan pertama kalinya dilakukan oleh Kang Hasan. sebelumnya Kang Hasan, turut memperjuangkan nasib warga terdampak Jatigede, saat masih menjadi Anggota DPR RI.

Sebagai calon pemimpin Jawa Barat, dia menegaskan bahwa akan ada win win solution bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga, masyarakat yang sudah merelakan lahannya mendapatkan hak yang sebanding.

“Pemerintah harus memperjuangkan nasib dan dampaknya pada mereka (warga terdampak Jatigede),” kata dia.

Sementara itu, salah satu warga terdampak Jatigede Bandingah mengaku, harus merelakan tempat tinggalnya untuk dijadikan lahan waduk Jatigede.

Bandingah mengungkapkan, meski sudah mendapat ganti rugi dari pemerintah, uang yang didapat tidak sebanding untuk membangun rumah baru yang layak seperti sebelumnya.

“Uang gantinya hanya untuk beli tanah sepetak, dan rumahnya ngga selesai-selesai sampai sekarang, karena tidak cukup,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Maryatun, warga Desa Paritan, yang harus kehilangan sawahnya untuk kepentingan waduk dengan uang ganti rugi yang tak seberapa.

Maryatun juga mengeluhkan sulitnya lapangan kerja dan akses infrastruktur yang cukup menyulitkan. Dia berharap dengan datangnya Hasan ke OTD Jatigede, keluhan masyarakat bisa didengar dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

“Dulu, beras saya nggak harus beli karena punya sawah, sekarang harus beli. Alhamdulillah ada calon pemimpin seperti Kang Hasan yang datang mendengar langsung keluhan kami, semoga beliau bisa membantu permasalah di sini,” pungkasnya.

(LIN)

ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Markas Partai Politik di Irak, 4 Orang Tewas

0
ilustrasi (web)

IRAK, FOKUSJabar.id: Sedikitnya empat orang tewas akibat bom bunuh diri militan ISIS yang menghancurkan markas utama partai politik Al-Hal di Kota Hit, Irak, Senin (9/4/2018). Akibat serangan itu kandidat dalam pemilu, Zineb Abdel Hamid al-Hiti mengalami luka-luka.

Komandan operasi militer di barat Irak, Qassam al-Mohammadi, mengatakan bahwa dua pelaku bom bunuh diri menyamar sebagai tentara saat memasuki markas salah satu parpol besar itu.

“Salah satu pelaku meledakkan dirinya menggunakan bahan peledak saat petinggi-petinggi partai tengah menggelar rapat di markas itu,” kata al-Mohammadi kepada AFP, Senin (9/4/2018).

Melansir CNN, Senin (9/4/2018), petugas medis mengonfirmasi ada empat korban tewas. Sementara itu, Hiti hanya mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan medis.

Al-Mohammadi mengatakan pelaku kedua meledakan diri tak lama setelahnya, namun tidak menyebabkan korban atau kerusakan lainnya.

Tak lama setelahnya, kelompok teroris ISIS mengeluarkan pernyataan berisi klaim bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu malam itu.

(Agung)