spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8213

Asyik! Garut Bakal Punya Jembatan Maktal 2

0
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan Maktal 2

GARUT, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut melaunching Jembatan Maktal 2 di Lapang Paris, Jalan RSU dr Slamet Garut, Senin (7/5/2018).

Camat Tarogong Kidul saat peletakan batu pertama pembangunan jembatan Maktal 2

Pjs Sekda Garut, Uu Saepudin menyebut, pembangunan Jembatan Maktal 2 bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pascabencana banjir bandang 2016 silam yang memporak porandakan Kota Intan.

Besaran anggarannya sebesar Rp6 milyar yang dikerjakan oleh PT Era Tata Buana Garut. Menurutnya, pelaksana pembangunan berkualifikasi baik.

Uu berpesan, pengerjaannya harus selesai tepat waktu. Tentunya dengan kualitas yang baik, sehingga bermanfaat bagi masyarakat Garut.

Sementara Ketua tim pelaksana Jembatan Maktal 2, Dadi Dzakaria yang juga Kepala BPBD Garut berharap, setelah rampung nanti jembatan tersebut bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Garut.

Secra terpisah Camat Tarogong Kidul (Tarkid), Lilis Neti bersyukur, Jembatan Maktal mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp6 milyar.

Camat Lilis pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan bagi terwujudnya pembangunan Jembatan Maktal 2.

” Tentunya kita patut bersyukur mendapatkan bantuan dari BNPB,” kata Lilis Neti.

Dia berpesan, proses pembangunannya mesti didukung oleh masyarakat setempat agar proses pembangunannya berjalan lancar.

” Harus kita dukung, karena ini akan memberikan dampak baik bagi masyarakat,” pungkasnya saat ditemui FOKUSJabar di ruang kerjanya.

(Andian/Bam’s)

Kunjungi TPA Ciledug, Hasan Siap Wujudkan TPA Regional

0

CIREBON, FOKUSJabar.id: Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ciledug, Kabupaten Cirebon menggunung dan masyarakat sekitar pun resah.

Hal itu menyusul tumpukan sampah yang seakan tak pernah berkurang itu menimbukkan ketidaknyamanan bagi lingkungan sekitar.

Sepertihalnya bau tidak sedap hingga Sungai Cisanggarung yang tercemari.

Untuk memastikan keadaan yang dihadapi masyarakat, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) meninjau langsung TPA yang sudah darurat polusi itu.

Menurut dia, sudah saatnya TPA Ciledug memiliki lahan baru agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat, dan menimbulkan penyakit. Terlebih lokasinya dekat dengan fasikutas publik, seperti jalan raya dan pemukiman warga.

“Ini terlalu dekat dengan jalan umum, paling tidak 4 kilometer dari jalan umum. Ini harus kita siapkan TPA yang baru,” ungkap Hasan saat berbincang dengan aktivis peduli lingkungan di daerah tersebut, Senin (7/5/2018).

Hasan menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Karena itulah pihaknya akan segera mendorong Pemerintah Provinsi Jabar agar merealisasikan pembangunan TPA Regional Cimajayukuning yang sudah lama di gagas.

“Informasi Valid yang saya dapatkan sudah ada nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terkait TPA regional. Bahkan sudah ada perdanya. Tapi hingga saat ini belum juga terwujud,” tegas dia.

Lebih lanjut Hasan menegaskan kesiapannya untuk merealisasikan hal tersebut, bila terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat lima tahun ke depan.

“Kalau dibiarkan seperti ini, yang rugi adalah masyarakat, kalau memang tidak ada tindak lanjut, saya yang akan merealisasikan TPA regional itu,” tegas dia.

Untuk menyelesaikan sampah yang ada di Jawa Barat, lanjut dia, pihaknya pun akan menggulirkan program Turkamling (Infrastuktur, Keamanan, dan Lingkungan).

Salah satunya, dengan melakukan pengelolaan sampah secara terpadu, baik limbah industri maupun sampah rumah tangga.

Bersama pasangannya Anton Charliyan (Anton), Hasan pun akan melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, serta bagaiamana mengelola sampah dengan baik, agar tidak mencemari lingkungan.

“Masalah lingkungan itu satu hal yang vital, menyangkut keberlangsung hidup masyarakat, apalagi daerah perbatasan seperti Ciledug, ibaratnya, perbatasan sebagai etalase suatu daerah,” pungkasnya

Aktivis Komunitas Peduli Lingkung Asep Auludin mengatakan, kondisi sampah di TPA Ciledug cukup dilematis, dan sudah termasuk kejahatan lingkungan. Terlebih sampah di TPA itu, sudah mencemari pinggiran sungai, dan menyebabkan sampah serta penyakit menyebar melalui aliran sungai itu.

“Sampahnya membuat polusi udara, air baku tercemar, ini bisa disebut kejahatan lingkungkan. Sampah itu juga langsung mencemari sungai, hingga menyebar kemana mana,” ungkap dia.

Dia berharap, Pemprov segera mengembalikan fungsi alami sungai yang sudah tercemar oleh tumpukan sampah, salah satunya dengan menutup TPA Ciledug, dan memindahkannya ke tempat yang jauh dari aliran sungai maupun pemukiman warga.

Sehingga, kualitas air di Sungai Cisanggarung kembali normal dan tidak membahayakan bagi masyarakat.

(LIN)

LSM BAIS Aprak Lembur Sosialisasikan Paslon Ahad Akur

0
(FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anak Indonesia Satu (LSM BAIS) terus mensosialisasikan Paslon Ahar-Akur hingga ke pelosok daerah.

Demikian diungkapkan Ketua DPP LSM BAIS, Asep Imam Susanto. Menurutnya, ini merupakan bentuk keseriusannya dalam mengusung Palson no 4 (Ahad Akur).

” Kami ‘Ulin ka Lembur’ dengan membawa misi agar Paslon Ahad-Akur bisa menang di Pilkada Garut 27 Juni mendatang,” kata Asep Imam kepada FOKUSJabar.id, Senin (7/5/2018).

Disebutkan Asep, kali ini ‘Ulin ka Lembur’ dipusatkan di Kecamatan Cikelet dengan melibatkan 11 Kecamatan se Wilayah Garut Selatan. Dimana diwajibkan setiap Anggota BAIS serta simpatisan Paslon Ahad-Akur mengembangkan sayap minimal membawa 10 orang.

” Minimal 10 orang yang wajib dikembangkan bagi setiap simpatisan dan Anggota BAIS,” imbuh Asep yang masih keturunan tokoh ternama Cikelet Ki Lebe Ibrohim.

Diterangkannya, selain pengembangan sayap juga BAIS berkomitmen ‘BAIS Meungkeut Silaturahmi Ku Hate, Lain Ku Duit’. Tujuannya, kami ada karena menyuarakan hati nurani bukan dari masalah materi.

” BAIS jalin silaturahmi dengan hati. Kami optimis Paslon Ahad-Akur akan menang dan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Garut mendatang,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Penandatanganan LoI Jadi Awal Kerjasama Sister Province Jabar-Gyeongsanbuk‎ Do

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : ‎Penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Jawa Barat dengan Gyeongsangbuk-Do merupakan awal dari niat baik membangun kerjasama yang lebih luas melalui sister province. Penandatanganan sendiri dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dengan Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Mr Kim Kwan-yong di gedung negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Minggu (5/6/2018) malam.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menuturkan, kerjasama antara Jabar dengan Gyeongsangbuk-Do sudah terjalin sejak tahun 2010 hingga saat ini yang diawali di bidang olahraga. ‎Kerjasama sendiri akan dikembangkan lebih jauh melalui sebuah ‘payung besar’ yang dinamakan sister province.

“Sebelum ada MoU terkait sister province ini, harus diawali dengan adanya LoI. Karena untuk MoU, harus ada persetujuan dari DPRD terlebih dahulu dan mudah-mudahan ‎bisa dilakukan penandatanganan MoU sister province Jabar-Gyeongsangbuk-Do pada bulan depan,” ujar gubernur yang akrab disapa Aher usai penandatanganan LoI Jabar-Gyeongsangbuk-Do di gedung negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Minggu (6/5/2018) malam.

Dengan adanya MoU sister province, lanjut Aher, kerjasama yang sudah terjalin baik antara Jabar dengan Gyeongsangbuk-Do di bidang olahraga bisa lebih dikembangkan di bidang lainnya. ‎Baik di bidang pendidikan, pariwisata, perdagangan, hingga teknologi.

“Jadi tidak dibatasi di olahraga saja. Dengan sister province, kerjasama lebih luas di bidang apapun selama saling menguntungkan kedua belah pihak. Kalau misal tidak terlaksana di periode kepemimpinan saya, bisa dilanjutkan di masa kepemimpinan gubernur nanti,” terangnya.

Selain itu, dengan skema kerjasama sister province ini‎, kedua belah pihak bisa saling memberikan rekomendasi maupun pertimbangan terkait kerjasama yang dilakukan pihak lain di berbagai bidang yang melibatkan kedua negara. Baik dari pihak swasta, instansi pemerintah, maupun pihak lain.

“‎Misal ada perusahaan yang akan bekerjasama dengan pihak Gyeongsangbuk-Do, kita bisa beri rekomendasi atau pertimbangan terkait perusahaan yang bersangkutan. Baik dari sisi kualitas, kapasitas maupun kapabilitas mereka, jangan sampai merugikan salah satu pihak. Begitu pun dengan mereka,” tuturnya.

Dari LoI yang sudah diteken ‎kedua belah pihak, Aher menyebut jika bidang olahraga menjadi prioritas pertama yang melakukan MoU antara KONI Jabar dengan salah satu perusahaan di Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan. Kedepan, MoU dengan pihak Gyeongsangbuk-Do bisa dilakukan di bidang pariwisata sehingga potensi wisata Jabar serta Gyeongsangbuk-Do bisa terekspos dan mendatangkan wisatawan dari kedua belah pihak.

“Pariwisata ini menjadi salah satu hal penting, karena itu yang dilakukan Jepang saat ekonomi mereka terpuruk dan mampu bangkit dengan membangun pariwisatanya. Dan potensi wisata Jabar sangat bagus, terbukti saat Gubernur Gyeongsangbuk-Do sangat mengagumi kawasan Tahura yang memiliki pohon-pohon besar terawat dan sangat betah berada di Tahura,” tegasnya.

Untuk kerjasama di bidang pendidikan, Aher menyebut akan diawali dengan pemberian gelar honoris causa bagi Mr Kim Kwan-yong oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal yang sama sudah dilakukan pihak Gyeongsangbuk-Do dengan memberikan gelar Doktor Honoris Causa bidang Olahraga bagi Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dari Universitas Kyungwoon di Kota Gumi, Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan, Jumat (27/4/2018) lalu.

“Alhamdulillah, ini gayung bersambut. Setelah saya mendapat‎ gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kyungwoon di Kota Gumi, kini giliran Gubernur Gyeongsangbuk-Do menerima gelar yang sama dari UPI. Dan rencananya, pemberian gelar Doktor Honoris Causa ini akan diberikan UPI pada Selasa (8/5/2018) besok,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Pilkada Ciamis: Tim HY Klaim Lembaga Survei Unggulkan Herdiat-Yana

0

CIAMIS, FOKUSjabar.co.id: Hasil Survei Pilkada Ciamis menunjukkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ciamis Herdiat Sunarya-Yana D Putra berhasil menyalip elektebilitas dan popularitas pasangan Iing Syam Arifin-Oih Burhanudin.
Lembaga Survey Polmark merilis survey pada akhir April 2018 adalah Pasangan Herdiat Yana 43,5 persen sementara Iing-Oih 39,45 persen.

“Nanti hasilnya segera dipublikasikan, kalau sekarang diumumkan ya nggak bagus. Ini kan strategi kita,” kata Agus Winarno konsultan dan motivator politik HY.

Agus mengatakan, beberapa lembaga Survei termasuk LSI Denny JA menempatkan HY unggul. Namun keunggulannya belum signifikan. Apalagi masih ada dua bulan lagi waktu untuk sosialisasi. “Yang saya tahu dari data lembaga survei, pasangan Herdiat-Yana unggul dalam Pilkada Ciamis,” ujarnya.

Agus memberikan alasan belum mempublikasikan jumlah dan presentase responden dari hasil survei itu karena startegi. “Wah jangan dibuka sekarang dong, suatu saat kita akan rilis di media. Kalau tak percaya silakan tanya saja kepada lembaga survei bersangkutan,” tutur Agus.

Kepada yang meragukan hasil survei kata Agus, silakan tanya saja kepada tim masing-masing calon. “Seperti lembaga survei Polmark Indonesia kan yang bayarnya dari sebelah. Tapi hasilnya kita (HY) yang unggul,” katanya.

“Hasil survei ini tidak direkayasa tapi fakta di lapangan,” tandasnya.

Agus berpesan agar para relawan terus giat dan semangat untuk menggalang kekuatan dan terus . “Survei ini jangan dijadikan tolak ukur kita lemah, harus kita jadikan tolak ukur kita menang. Jadi harus lebih semangat dan semangat lagi untuk mempertahankannya,” ajak Agus. (dar)

Diprotes Pengusaha, Cuti Lebaran Malah Ditambah 3 Hari

0
Cuti Bersama PNS Mulai Hari Kamis
pns

JAKARTA, FOKUSjabar.co.id: Pemerintah memutuskan cuti lebaran tetap tujuh hari, atau berpegang pada surat keputusan bersama tiga menteri yang diteken pada 18 April 2018. Dengan demikian cuti lebaran tetap 7 hari.

“Meskipun cutinya tujuh hari tapi pemerintah memastikan pelayanan kepada masyarakat mencakup kepentingan masyarakat luas tetap seperti biasa,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani seperti dilansir kompas.com pada konferensi pers di kantornya, Senin (7/5/2018).

Dengan demikian tambahan cuti bersama tetap 3 hari yaitu 11, 12 dan 20 Juni 2018. Dengan kepastian adanya tambahan cuti bersama tersebut, maka libur Lebaran akan mencapai 10 hari yakni mulai dari 11-20 Juni 2018.

Sedangkan perayaan Idul Fitri 1439 H diperkirakan jatuh pada 15-16 Juni 2018. Puan menegaskan, layanan masyarakat yang dijamin harus berjalan seperti biasa yaitu rumah sakit, telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamaman dan ketertiban, perbankan, imigrasi, bea cukai, hingga perhubungan. Keputusan yang diambil pemerintah ini sekaligus menangkis spekulasi adanya rencana merevisi keputusan SKB 3 menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Adanya revisi SKB 3 menteri membuat seiring protes dari para pengusaha terkait tambahan cuti bersama. Meski begitu, pemerintah memastikan bahwa keputusan itu tetap. Pemerintah mengatakan sudah mendengarkan berbagai aspirasi baik dari aspek sosial, ekonomi hingga keamanan dan ketertiban. Beberapa menteri yang hadir dalam acara konferensi pers diantaranya Menteri Ketenagakerjaan, Menpan RB, Mensos, Menkes, Menhub, Mendagri, Ketua OJK, sisanya perwakilan dari kementrian dan lembaga terkait. (dar/kompas.com)

Dua Gubernur Saling Puji dan Mendoakan di Pakuan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Kim Kwan-yong  bertemu di gedung negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Minggu (6/5/2018) malam.

Pertemuan kedua gubernur tersebut dalam rangka penandatanganan Letter of Intent (LoI)  kerjasama sister province diantara kedua provinsi.

Aher mengatakan, persahabatan dirinya dengan Gubernur Gyeongsangbuk-Do sudah sangat kental, sehingga terkadang mengesampingkan urusan-urusan resmi. Aher pun menganggap Gubernur Gyeongsangbuk-Do sebagai kakaknya.

“Saya rela dianggap sebagai adik oleh beliau, saya pun menganggap beliau sebagai kakak. ‎Sehingga kerjasama dua provinsi pun unik, sudah berjalan sejak tahun 2010 di bidang olahraga tapi baru sekarang membahas terkait kerjasama sister province melalui penandatanganan LoI,” kata Aher saat menerima Gubernur Gyeongsangbuk-Do di gedung negara Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Bandung, Minggu (6/5/2018) malam.

Aher dan menyebut jika dirinya dengan Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Mr Kim Kwan-yong memiliki banyak kesamaan.‎ Dirinya dengan Mr Kim memiliki latar belakang yang sama dari keluarga pendidik dan istri keduanya merupakan seorang dosen.

‎”Termasuk masa periode kita berdua sebagai gubernur yang habis pada bulan Juni 2018. Saya sudah dua periode dan habis bulan Juni ini, begitupun beliau yang sudah tiga periode dan habis di waktu yang sama,” tuturnya.

Aher pun memuji kepemimpinan Mr Kim yang dianggapnya sangat berhasil sebagai Gubernur Gyeongsangbuk-Do. Hal tersebut dibuktikan ‎dengan masa jabatan tiga periode sebagai gubernur dan sebelumnya sebagai wali kota selama tiga periode juga.

‎”Beliau berhasil sebagai pemimpin, baik wali kota atau gubernur. Dan selama kunjungan saya ke Korea Selatan, penyambutan dari Mr Kim merupakan yang paling hangat dan hidangannya pun paling enak. Dengan ini, semoga hubungan antara dua provinsi ini menjadi hubungan terbaik dan Tuhan memilihkan profesi serta lanjutan tugas paling baik bagi beliau,” tegasnya.

Sementara Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Mr Kim Kwan-yong ‎mengaku sangat bangga dan berbahagia bisa bertemu dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istri, Netty Prasetyani beserta jajarannya. Meski baru beberapa kali bertemu dan datang pertama kali ke gedung negara Pakuan, namun dirinya merasa sudah sangat sering bertemu.

“Ini karena hubungan kekerabatan dan persahabatan yang sangat kental diantara kita. Saya pun baru pertama kali melakukan penand‎atanganan kerjasama dihadiri istri, karena saya merasa sudah seperti keluarga dan terharu dengan sambutan dari ibu Netty (istri Aher),” ujar Mr Kim.

‎Kerjasama yang sudah lama dijalin antara Jabar dengan Gyeongsangbuk-Do di bidang olahraga meski tanpa ada MoU, karena dirinya dan Gubernur Jabar memiliki kesamaan pikiran. Kerjasama yang dijalin sejak tahun 2010 pun, lanjur Mr Kim, seperti sudah diarahkan oleh Tuhan.

‎”Saya sangat berterimakasih atas sambutan hangat dari Pak Gubernur dan istri serta semua pihak di Jabar. Sebagai teman baik, saya sangat senang bertemu dengan Pak Gubernur Aher dan ternyata sama-sama dari keluarga pendidik dan istri yang juga dosen,” tuturnya.

‎Mr Kim pun menyebut Indonesia sebagai negara besar yang luar biasa dengan iklim tropis dan memiliki provinsi yang luar biasa pula seperti Jabar. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan yang sebelumnya merupakan negara miskin, namun mampu memiliki pemimpin yang baik serta pondasi yang bagus sehingga bisa berkembang dan menjadi negara besar hingga saat ini.

‎”Sejarah pemimpin itu sangat penting dalam membangun negara. Jadi setelah selesai menjadi gubernur, saya ingin bapak (Aher) bangkit dan mulai bekerja untuk Indonesia karena bapak masih muda dan sangat baik sebagai pemimpin. Bahkan teman-teman saya di Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia pun memuji Pak Aher dan punya potensi memimpin Indonesia,” tegasnya.

“Setelah ini, saya harap kita semua bisa saling mengunjungi terus. Baik Jabar ke Gyeongsangbuk-Do atau Gyeongsangbuk-Do ke Jabar untuk mencari apa yang bisa kita majukan bersama. Saya punya banyak harapan bagi kemajuan Jabar dan Gyeongsangbuk-Do, sehingga hubungan Indonesia dan Korea Selatan pun makin baik kedepan serta bisa maju bersama-sama,” pungkasnya.

(Ageng/LIN)