spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8170

Hasan Yakin BIJB Dongkrak Ekonomi Rakyat

0
bijb

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Presiden Joko Widodo membuka secara resmi operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (24/5/2018).

BIJB Kertajati adalah badara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta dengan luas mencapai 1.800 hektar.

Calon Gubernur Jawa Barat Nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) yakin Bandara Kertajati akan mendongkrak perekonomian warga di sekitarnya, terutama di wilayah Majalengka, Kuningan, Indramayu dan Cirebon.

Adanya BIJB Kertajati menurut dia, bisa melahirkan pusat ekonomi baru di wilayah Timur Jawa Barat itu.

Bandara Kertajati,  kata dia, bisa mendorong masyarakat sekitar untuk mendapatkan banyak profesi dan aktivitas yang menguntungkan.

“Sektor perdagangan pasti meningkat. Sektor jasa akan dibutuhkan, industri pun otomatis akan berkembang,” kata Hasan usai bertemu masyarakat Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Purwakarta (24/5/2018)

Hasan pun meyakini keberadaan Bandara  Kertajati akan mendukung pengembangan Provinsi Jawa Barat pada sektor Pariwisata. Terutama di Majalengka dan Kuningan yang menyimpan potensi wisata alam dan sejarah.

“Potensi alam di Majalengka itu kelas dunia, tinggal kita tunjang infrastrukturnya,” kata Hasan.

Dia pun menjamin akan memanfaatkan keberadaan Bandara Kertajati sebagai simpul pembangunan Jawa Barat bagian Selatan.

Pihaknya menyiapkan Program Pembangunan Jalur Kereta Api dan Jalan Jawa Barat Lintas (Jalur Rajawali).

“Pak Jokowi sudah serius membangun Kertajati. Tentu Gubernurnya harus serius juga. Saya akan siapkan Jalur Rajawali,” tegas dia.

Jalur Rajawali merupakan program pembangunan infrastruktur jalan raya dan jalur kereta api untuk menghubungkan wilayah di Jawa Barat, terutama wilayah selatan dan utara.

Melalui konsep jalur ini, seluruh wilayah di Jabar akan terhubung dengan baik dan merata. Hasan yakin dengan Jalur Rajawali, sektor wisata di Jabar Selatan yang meliputi Garut Selatan, Cianjur Selatan dan Tasikmalaya Selatan dan Sukabumi Selatan akan terdongkrak.

“Saya yakin dengan Jalur Rajawali ini kesenjangan di Selatan akan kita kikis,” jelas Hasan.

Keberadaan Bandara Kertajati saat ini  bisa membantu  masyarakat yang mau mudik Idul Fitri.

“Insya Alloh dengan adanya bandara Kertajati kepadatan mudik akan berkurang,” tutur dia.

(LIN)

KONI Jabar Diundang Gyeongsangbuk-Do Bahas Kerjasama Sporshorship Atlet Berprestasi

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat mendapatkan undangan dari Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan, Mr Kim Kwan-Yong yang juga menjabat sebagai Ketua Gyeongsangbuk-Do Sport Council (KONI Gyeongsangbuk-Do). Undangan tersebut terkait pembahasan lanjutan kerjasama bidang olahraga Jabar-Gyeongsangbuk Do.

“Undangan tersebut kami terima sepekan lalu dan ditujukan langsung kepada Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin. Ini terkait dengan kelanjutan pembahasan kerjasama bidang olahraga, khususnya soal sponshorsip atlet berprestasi atau pemberian beasiswa bagi atlet berprestasi asal Jabar oleh salah satu perusahaan di Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan,” ujar Koordinator Kerjasama Jabar-Gyeongsangbuk Do, Trio Arsefto saat ditemui di sekretariat KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (24/5/2018).

Melalui program beasiswa tersebut, lanjut Trio, atlet berprestasi asal Jawa Barat akan mendapatkan sokongan bantuan atau sporshorship dari perusahaan asal negeri Ginseng tersebut. Sebelumnya, perusahaan tersebut sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan KONI Jabar saat mendampingi Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Mr Kim Kwan-Yong berkunjung ke Jabar, beberapa waktu lalu.

“Untuk jumlah atlet yang akan mendapatkan beasiswa dari perusahaan asal Korea Selatan yang sudah kita usulkan sebanyak 45 atlet dan awalnya dikhususkan untuk atlet dari cabang olahraga yang ditangani pelatih asal Korea Selatan,” terangnya.

Namun dengan adanya MoU tersebut, jumlah atlet dan cabang olahraga yang mendapatkan sponshorship bisa bertambah. Dengan demikian, semakin banyak atlet dan cabang olahraga yang mendapatkan sokongan dari pihak perusahaan tersebut.

“Untuk teknisnya seperti apa, itu yang akan kita bahas. Sebelumnya, kita akan bahas di internal KONI Jabar sebelum dibahas dengan pihak Gyeongsangbuk-Do dan perusahaan tersebut. Mulai dari sisi penyaluran, mekanisme dan segala halnya,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Hasil Verifikasi Mutasi Atlet Porda Jabar XIII Segera Diumumkan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat akan mengumumkan hasil verifikasi mutasi atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018 dalam waktu dekat. Pengumuman sendiri rencananya akan disampaikan langsung Sekretaris Umum KONI Jabar, Gianto Hartono.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Mutasi Atlet KONI Jabar, Agus Salide menuturkan, proses verifikasi berkas mutasi atlet menjelang Porda Jabar XIII dari setiap kota dan kabupaten sudah selesai dilakukan sejak dua pekan lalu. Kecuali dari tuan rumah Porda Jabar XIII, Kabupaten Bogor.

“Kita masih melakukan verifikasi data-data administrasi mutasi atlet yang dilakukan Kabupaten Bogor. Sebagian sudah selesai kita verifikasi dan ditargetkan bisa selesai pada pekan ini. Setelah itu, hasil verifikasi mutasi atlet ini akan diumumkan oleh Sekretaris Umum (Gianto Hartono) sesuai delegasi kewenangan dari Ketua Umum KONI Jabar,” ujar Agus saat ditemui di sekretariat KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (24/5/2018).

Agus menegaskan, pihaknya melakukan verifikasi setiap mutasi atlet secara transparan dn akuntabel untuk memastikan gelaran Porda Jabar XIII yang kompetitif dan fair. Pihaknya pun tidak menganakemaskan maupun menganaktirikan salah satu kota dan atau kabupaten tertentu.

“Kami bekerja untuk memverifikasi setiap atlet yang melakukan mutasi. Baik antar kota dan kabupaten maupun antar provinsi. Tidak ada kepentingan apapun selain untuk menjadikan Porda Jabar ini sebagai ajang yang fair bagi semua pihak dan menunjang keberhasilan prestasi olahraga Jabar di level nasional hingga internasional,” terangnya.

Agus menambahkan, hasil verifikasi sendiri, akan memunculkan tiga keputusan. Yakni menyatakan lolos mutasi, mutasi ditolak, dan mutasi selesai dengan jaminan dari pengurus cabang olahraga bersangkutan. “Artinya, ada jaminan dari pengurus cabang olahraga yang bersangkutan jika atlet yang bersangkutan dimainkan di Porda Jabar dan misalkan membela Jabar di PON maka tidak ada masalah dengan daerah atau provinsi lain,” tuturnya.

Selain itu, Agus mengakui jika pelaksanaan verifikasi mutasi atlet Porda Jabar XIII sendiri berjalan lebih lama dari rencana semula. Awalnya, proses verifikasi mutasi atlet ini bisa dirampungkan pada akhir Maret 2018 lalu sesuai dengan periode tim Pokja Mutasi Atlet yang dibentuk KONI Jabar.

“Namun ternyata banyak kendala yang terjadi saat pelaksanaan. Seperti sulitnya pengurus cabang olahraga melengkapi data-data mutasi atlet, berpartisipasinya atlet mutasi dalam babak kualifikasi sebelum menyelesaikan proses mutasi mereka, hingga sulitnya setiap daerah memberikan jawaban hasil verifikasi mutasi atlet.

“Mungkin karena memang baru ada tim khusus yang menangani mutasi atlet jelang Porda Jabar, jadi beberapa pihak belum terbiasa. Intinya, bukan maksud kami menunda-nunda pengumuman hasil verifikasi ini hingga molor sampai dua bulan dari rencana awal,” tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil verifikasi tim Pokja Mutasi Atlet, tercatat sebanyak 366 kasus mutasi atlet yang terjadi menjelang gelaran Porda Jabar XIII di Kabupaten Bogor pada Oktober 2018 mendatang. Dari total kasus mutasi tersebut, Kota Bekasi menjadi daerah terbanyak melakukan mutasi atlet dengan 74 kasus mutasi, disusul tuan rumah Porda Jabar XIII, Kabupaten Bogor dengan 29 kasus mutasi, dan Kabupaten Bekasi dengan 29 kasus mutasi.

(ageng/bam’s)

Aleg Hanura Jadi Motivator Caleg Partai Perindo

0
Budi Hermansyah (kanan) mantan anggota DPRD Jabar periode 2009-2014. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kader Partai Hanura yang juga Anggota DPRD Jabar periode 2009-2014, Budi Hermansyah, menjadi pemateri di Bincang Politik bersama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Perindo di Jalan Setia Budhi nomor 15, Kota Bandung, Rabu (23/5/2018).

Dalam acara tersebut Budi membeberkan bagaimana strategi perekrutan dan pemenangan dalam gelaran Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Saya kira saya berbagi pengalaman bersama Partai Perindo bukan jadi halangan. Selain berbagi ilmu, saya juga punya hubungan emosional tersendiri bersama Ketua Umum Partai Perindo (Harry Tanoesoedibjo),” kata Budi kepada wartawan.

Selain dari itu, menurutnya, Hari Tanoe juga pernah menjadi Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura. Jadi, katanya, wajar jika dia hari ini ada bersama Partai Perindo merancang pemenangan Pileg 2019.

Bahkan, meski Partai Hanura menjadi pendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar nomor urut 2 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Budi malah menjadi pendukung Paslon nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2 DM) bersama Partai Perindo.

Di hadapan kader dan Bacaleg Partai Perindo, Budi menegaskan, kuota pencalegan yang besarannya 100 persen sesuai dengan undang-undang harus bisa terpenuhi.

Dia juga menekankan, kepada setiap Bacaleg Partai Perindo harus mau menjadi bagian tim sukses dari Paslon 2 DM. Lantaran, lanjutnya, Partai Demokrat dan Partai Golkar sebagai pengusung serta Partai Perindo sebagai partai pendukung harus menjadi partai pemenang di Jabar sebelum menuju ke Pileg 2019.

“Harus ditekankan betul bagi setiap calon legislatif dari Partai Perindo itu harus menjadi bagian dari mensin politik pemenangan Pilgub Jabar. Pilkada yang lain (kabupaten/kota) oke lah abaikan dulu. Karena yang terpenting Jabar,” pungkasnya.

(Ibenk/DAR)

Kinerja ASN Kota Bandung Selama Ramadhan Terus Dipantau

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung terus memantau kinerja aparatur sipil negara (ASN) Kota Bandung selama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. Meski ada penyesuaian jam kerja di bulan Ramadhan, namun pelayanan publik harus tetap normal.

Plt. Kepala BKPP Kota Bandung, Atet Dedi Handiman menuturkan, pemantauan terhadap kinerja ASN Pemkot Bandung sudah dilakukan sejak hari pertama kerja di bulan suci Ramadhan. Dari haris pemantauan di hari pertama, tingkat kehadiran ASN Kota Bandung mencapai 97 persen.

“Apakah itu di bulan Ramadhan atau bukan, tidak ada perbedaan kinerja. Kita terus lakukan pemantauan terhadap kinerja ASN melalui instrumen pengukuran secara digital yang kita punya yakni E-Remunerasi Kerja (E-RK),” ujar Atet saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (24/5/2018).

Atet menambahkan, E-RK mengukur kinerja ASN dilihat dari daftar masukan yang dibuat. Pada bulan suci Ramadhan, setiap ASN diwajibkan memenuhi jam kerja minimal yakni 32,5 jam per minggu. Sedangkan untuk penilaian kinerja ASN, dilakukan berdasarkan berbagai indikator. Diantaranya aktivitas kerja, pencapaian Indikator Kinerja Utama, dan pengukuran kinerja individu.

“Kinerja individu itu penilaiannya 360 derajat. Jadi atasan menilai bawahan, bawahan menilai atasan, bawahan satu sama lain juga saling menilai. Dengan cara itu, E-RK tidak hanya mengukur kinerja tapi juga perilaku. Itu sebabnya ASN Kota Bandung tetap harus memiliki karakter yang baik disamping kinerja yang optimal,” terangnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Bandung pun menerapkan reward and punishment yang seimbang bagi setiap kinerja ASN. Jika ASN melakukan pelanggaran, E-RK akan memotong tunjangan kerja dinamis sesuai dengan jenis pelanggarannya.

“Untuk yang berprestasi, kita beri apresiasi. Seperti disekolahkan ke luar negeri untuk ikut pelatihan,” pungkasnya.

(Ageng/DAR)

Gomez Siapkan Pengganti In-Kyun

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung fokus mempersiapkan diri untuk melakoni pertandingan tandang kompetisi Lig 1 2018 menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Minggu (27/5/2018).

Pada pertandingan tersebut, Persib tidak akan diperkuat oleh gelandang andalannya Oh In-Kyun yang mendapatkan hukuman akumulasi kartu, seusai tampil saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (23/5/2018) malam.

“In-Kyun gak bisa main. Dia pemain penting bagi kami,” kata Gomez di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (23/5/2018) malam.

Meski tanpa diperkuat In-Kyun pada pertandingan menghadapi Bali United, pelatih asal Argentina ini tidak merasa khawatir pasalnya tim kebanggaan Bobotoh masih memiliki pemain yang bisa dipasang di posisi gelandang.

“Tapi kita punya beberapa opsi mungkin Eka atau Hariono,” jelas mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini.

(Arif)

Agar Lebih Indah PKL di Alun-alun Ciamis Bakal Direlokasi

0

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Pemkab Ciamis sedang berpikir keras untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Ciamis.

Sebab PKL tersebut melanggar perda, tapi di sisi lain keberadaan PKL  membuat hidup suasana Alun-alun Ciamis.

“Ya melanggar perda karena berjualan di titik yang dilarang, tapi kami sedang berpikir keras untuk mencari solusi agar PKL bisa eksis menggeliatkan keramaian di kawasan Alun-alun. Jadi perlu ada solusinya,”kata Kabid Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Bayu Rahkmana, Rabu (23/5/2018).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Dia mengatakan, pihaknya akan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, bagaimana program penataan dan revitalisasi bisa berjalan dengan baik, menguntungkan semua pihak dan tentunya bisa didukung oleh semua pihak.

“Tapi solusi terbaik adalah relokasi PKL, tapi ke mana relokasinya masih dalam pemikiran kami,” katanya.

Bayu mengatakan, relokasi yang dilakukan oleh Pemkab Ciamis bukan untuk menggusur PKL, tetapi membantu serta bekerjasama untuk bersama-sama menata dan menghidupkan Alun-alun Ciamis agar semakin indah dan nyaman agar makin ramai. Sebab daya tarik Alun-alun Ciamis itu adalah pedagang makanan juga.

Selain menata kawasan Alun-alun Ciamis, Pemkab juga menata Lapang Lokasana dan Hutan Kota Cigembor, Pemkab pun melakukan langkah serupa di beberapa kecamatan lainnya, seperti pembangunan Taman Surawisesa Kawali, Alun-alun Banjarsari dan Pamarican.

(DAR)