spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Indonesia-Mesir Jalin Kerja Sama Rekonstruksi Gaza

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah el-Sisi membahas penguatan hubungan kedua negara dalam pertemuan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang mencakup kerja sama bilateral. Mulai dari industri pertahanan dan investasi hingga pengembangan sektor kelautan.

BACA JUGA:

Ini Hasil Pertemuan Prabowo Subianto-Putin di Vladivostok

Selain membahas kepentingan ekonomi dan keamanan, kedua pemimpin menyoroti perkembangan situasi di Palestina.

Indonesia dan Mesir menyatakan komitmen untuk mendukung proses perdamaian, mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan serta mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza.

Kunjungan el-Sisi menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk memperluas kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Pembicaraan tidak hanya menghasilkan kesepakatan tertulis. Tetapi juga mencakup rencana pengembangan hubungan perdagangan, peningkatan kapasitas pertahanan, pertukaran pendidikan dan koordinasi dalam menghadapi persoalan internasional.

Prabowo menyampaikan bahwa pertemuannya dengan el-Sisi menghasilkan kesepakatan di sejumlah sektor yang di nilai penting bagi kepentingan kedua negara.

“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ujar Prabowo.

Ia berharap, kemitraan yang di bangun dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat kedua negara.

“Kemitraan tersebut memerlukan kerja sama yang konkret yang akan membawa manfaat nyata bagi kedua masyarakat kita,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Mesir menandatangani empat nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Yakni, rencana aksi kemitraan strategis, pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, dinas, dan khusus, kerja sama statistik serta kerja sama kelautan dan perikanan.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa mendatang.

Di sektor pertahanan, kedua negara berencana memperdalam kerja sama industri pertahanan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

BACA JUGA:

Jepang Kerahkan JS Kunisaki ke Indonesia, Bawa 3 Helikopter CH-47 untuk Karhutla

Upaya tersebut akan di lakukan melalui pendidikan, latihan bersama, serta pertukaran kunjungan antara pimpinan dan pakar dari Indonesia maupun Mesir.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama. Khususnya di bidang industri pertahanan dan peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan latihan-latihan bersama serta pertukaran kunjungan antara pimpinan dan para pakar kita,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi bantuan Mesir kepada kapal TNI Angkatan Laut yang bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Timur Tengah.

BACA JUGA:

Banjir Bandang Nepal Telan 1.204 Korban Jiwa

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap dukungan Mesir dalam membantu dan memberi fasilitas kebutuhan kapal-kapal TNI Angkatan Laut kita yang bertugas menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di kawasan Timur Tengah,” lanjutnya.

Penguatan hubungan ekonomi juga menjadi salah satu agenda utama kedua negara.

Indonesia dan Mesir mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan, dan menciptakan peluang investasi.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Terutama bidang perdagangan investasi. Untuk itu kami telah mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Mesir,” katanya.

Selain itu, kedua negara menyambut inisiatif pembentukan dana investasi bersama atau joint investment fund melalui lembaga investasi masing-masing.

“Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan joint investment fund oleh lembaga investasi kedua negara kita. Untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis,” kata Prabowo.

Presiden el-Sisi turut mengemukakan target peningkatan nilai perdagangan Indonesia-Mesir menjadi US$5 miliar pada 2030.

Target tersebut akan di dorong melalui perluasan aktivitas perdagangan, investasi lintas negara dan peluang kerja sama manufaktur di sektor-sektor prioritas.

Kedua negara juga melihat potensi pengembangan pasar melalui posisi strategis masing-masing.

Mesir dapat menjadi akses bagi perusahaan Indonesia untuk menjangkau pasar Arab dan Afrika. Sedangkan Indonesia berpeluang menjadi mitra bagi perusahaan Mesir yang ingin memperluas kegiatan bisnis di Asia Tenggara.

Di luar perdagangan dan investasi, Indonesia dan Mesir membahas pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Kerja sama ini mencakup pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, konservasi laut, pertukaran pengetahuan, serta upaya memerangi penangkapan ikan ilegal.

Pada bidang pendidikan, kedua negara membuka peluang penguatan hubungan antaruniversitas, pertukaran mahasiswa, dan penelitian bersama.

Mesir juga menawarkan tambahan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Terutama untuk bidang kedokteran, teknik dan sains. Langkah tersebut di harapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Persoalan Palestina menjadi salah satu isu penting yang di bahas dalam pertemuan tersebut.

Indonesia dan Mesir sepakat melanjutkan dukungan terhadap proses perdamaian serta mendorong pemberian bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.

“Indonesia dan Mesir sepakat melanjutkan kontribusi untuk mendorong proses perdamaian dan segera memberikan bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Termasuk pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” kata Prabowo.

Dukungan itu mencakup upaya pemulihan wilayah yang terdampak konflik serta pemenuhan kebutuhan kemanusiaan masyarakat Gaza.

BACA JUGA:

Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia via Laut dan Udara

Kedua pemimpin juga menyampaikan keprihatinan atas kekerasan dan dampak konflik terhadap warga sipil.

“Kami berdua sangat prihatin atas kekerasan, pelanggaran hukum internasional, operasi militer Israel, tindakan provokatif, serta tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan penggunaan kekerasan secara berlebihan yang mengakibatkan korban dari kalangan masyarakat sipil,” ujarnya.

Untuk meredakan situasi, kedua negara menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional serta penyelesaian melalui jalur diplomasi.

“Kami terus mendorong deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional sesuai dengan Piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi,” lanjutnya.

Indonesia dan Mesir juga mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian. Termasuk pemenuhan hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.

Keduanya menolak pemindahan paksa warga Palestina dan menekankan pentingnya akses bantuan kemanusiaan ke Gaza secara aman dan berkelanjutan.

Selain membahas Palestina, pertemuan tersebut menyinggung kepentingan Mesir dalam menjaga hak atas sumber daya air Sungai Nil.

Prabowo menyatakan dukungan terhadap upaya Mesir mempertahankan hak airnya dan menyampaikan kekhawatiran terhadap tindakan yang berpotensi melanggar hukum internasional terkait akses terhadap sumber daya air.

Presiden el-Sisi juga mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap upaya perdamaian Gaza. Termasuk partisipasi Indonesia dalam Konferensi Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh pada 2025 dan peran Indonesia dalam Board of Peace.

Hubungan kedua negara sendiri memiliki sejarah panjang, dengan hubungan diplomatik yang terjalin sejak 1947 serta ikatan melalui Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok.

BACA JUGA:

8 WNI Direkrut Militer Rusia, Ini Respons Kemlu dan Menhan

Dalam kesempatan tersebut, el-Sisi turut mengundang Prabowo untuk kembali mengunjungi Mesir.

Rangkaian pembicaraan ini menegaskan keinginan kedua negara untuk menjaga hubungan bilateral sekaligus memperluas kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, pendidikan, dan diplomasi internasional.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru