spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8119

Pemkot Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal

0
Halal Bihalal
(FOKUSJabar/Seda Daeng)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya gelar halal bihalal pascalibur hari raya Idul Fitri 1439 H.

Hal bihalal tersebut digelar di halaman Bale Kota, Jalan Letnan Harun No1, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya dan bertepatan dengan hari pertama kerja, Kamis (21/06/2018).

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, momentum Idul Fitri dijadikan sebagai awal untuk saling memaafkan.

” Mungkin selama ini dalam melaksanakan tugas ada kehilapan. Baik yang disengaja ataupun yang tidak sengaja. Mari kita saling maafkan dan leburkan segala kesalahan,” ungkap Budiman.

BACA JUGA: Pemuda Pancasila Cisaga Gelar Halal Bihalal Ditengah Pandemi Covid-19

Selain itu, mari kita bangun kebersamaan dalam setiap melaksanakan pekerjaan.

” Makna halal bihalal ini yakni membangun time work. Sebagus dan sebaik apapun program kerja yang direncanakan tanpa didukung rasa kebersamaan dan rasa memilki tidak akan terwujud dalam pelaksanaannya,” tutur Budiman.

Dia meminta, hari pertama masuk kerja pelayanan kepada masyarakat harus sudah mulai efektif.

” Hari ini semua jenis pelayanan sudah berjalan normal. Seluruh ASN yang ada di masing-masing OPD harus sudah bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena mereka berhak mendapatkan pelayanan secara maksimal,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Relawan Pengawas Awasi Tiga Elemen Saat Pemungutan Suara

0
Ketua Panwaslu Kota Bandung, Farhatun Fauziah. (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebanyak 4.419 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bandung akan diawasi oleh satu orang relawan pengawas pada saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 27 Juni mendatang.

Setidaknya ada tiga elemen yang akan menjadi objek pengawasan dari relawan pengawas tersebut kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung, Farhatun Fauziah saat ditemui di kantor Panwaslu Kota Bandung, Jalan Leo, Turangga.

Pihaknya sudah memberikan bimbingan teknis kepada para relawan pengawas TPS sesaat setelah dilantik secara resmi.

” Intinya, mereka harus awasi tiga elemen pada saat proses pemungutan suara, 27 Juni mendatang,” ujar Farhatun Fauziah, Kamis (21/6/2018).

Tugas pertama dari relawan pengawas, lanjutnya, yakni mengawasi petugas penyelenggara atau KPPS. Relawan pengawas harus memastikan apakah tahapan pemilihan sudah sesuai juklak juknis‎ atau belum, serta prosedur pemungutan suara dilakukan seluruhnya atau tidak.

“Lalu mengawasi saksi dari setiap pasangan calon di Pilkada Serentak 2018. Apakah semua saksi hadir atau diwakilkan oleh siapa dan dari unsur apa serta apa yang terjadi dengan saksi,” tambahnya.

Tugas ketiga dari relawan pengawas TPS yakni mengawasi dari unsur masyarakat atau pemilih yang tercantum di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Relawan pengawas TPS harus memastiukan apakah masyarakat yang masuk dalam DPT di TPS tersebut sudah tersalurkan serta terakomodir semua hak pilihnya atau tidak.

“Itulah ‎yang menjadi patokan mereka saat bekerja‎ melakukan pengawasan proses pemungutan suara di TPS-TPS,” terangnya.

Dari hasil pengawasan tiga elemen tersebut, dilaporkan oleh relawan dengan ‎mengisi form alat kerja yang sudah disiapkan. Form laporan tersebut pun dikumpulkan ke Pengawas Pemilu Lapangan (PPL).

“Setelah itu, form alat kerja hasil laporan relawan akan direkap hingga tingkat kecamatan dan diserahkan ke Panwaslu sampai ke tingkat Bawaslu RI di Pusat,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Panwaslu Kota Bandung Siapkan Satu Relawan di ‎Setiap TPS

0
Ketua Panwaslu Kota Bandung, Farhatun Fauziah. (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung sudah menyiapkan satu orang relawan untuk ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Para relawan tersebut bertugas mengawsi proses pencoblosan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018‎ pada 27 Juni mendatang.

Ketua Panwaslu Kota Bandung, Farhatun Fauziah menuturkan, pihaknya sudah melantik ‎secara simultan sebanyak 4.419 pengawas di tingkat TPS atau P-TPS. Untuk satu TPS di wilayah Kota Bandung, akan diawasi oleh satu orang P-TPS.

“‎Mereka merupakan relawan karena kalau dikategorikan sebagai petugas pun tidak sesuai dari sisi bayaran atau honor dengan intensitas kerja mereka. Para relawan ini akan ditempatkan di 4.419 TPS yang ada di Kota Bandung,” ujar Farhatun saat ditemui di kantor Panwaslu Kota Bandung, Jalan Leo, Turangga, Kota Bandung, Kamis (21/6/2018).

Farhatun menambahkan, para relawan ini ditetapkan melalui pemilihan. Tidak berdasarkan sistem seleksi sesuai dengan amanat undang-undang.

Selain itu, pihaknya memastikan ‎jika relawan yang direkrut akan netral. Pasalnya, pihaknya tidak mudah mendiskresi aturan dalam proses perekrutan mereka.

“Sebagai penegak hukum, kita tidak boleh inkonsisten terhadap aturan sehingga seluruh persyaratan P-TPS‎ ini kita terapkan. Mulai dari syarat usia minimal, minimal pendidikan, setia pada Pancasila, hingga aturan tidak terlibat dalam parpol yang dituangkan dalam surat pernyataan,” terangnya.

Dengan pengetatan aturan tersebut, lanjutnya,
pihaknya mengaku cukup kesulitan dalam proses rekrutmen relawan P-TPS untuk ditempatkan di TPS di wilayah mereka masing-masing. Bahkan di beberapa wilayah, terdapat formasi petugas yang tidak sesuai zona kewilayahan mereka.

“Seperti mengambil petugas untuk TPS di RT tertentu dari RT sebelah, atau RW sebelah dengan catatan masih dalam satu kelurahan atau kecamatan‎. Kita memang agak sulit untuk menemukan orang yang rela untuk menjadi pengawas karena mereka rata-rata takut akan berhubungan dengan hukum, berbeda dengan mereka yang akan menjadi petugas KPPS dibawah KPU,” tegasnya.

Dengan jumlah satu pengawas di satu TPS, Farhatun menegaskan jika hal tersebut sudah sangat mencukupi. Pasalnya, sebelumnya hanya ada pengawas sampai tingkat kelurahan.

‎”Tapi karena ada amanat UU saat ini, maka kita bentuk relawan P-TPS ini‎ sebagai upaya pemerintah untuk menghasilkan pemilu yang lebih jujur dan adil. Dan usai penetapan dan peresmian, kita langsung memberikan bimbingan teknis sebagai dasar bagi mereka bekerja pada hari pemungutan suara,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Tingkat Kerawanan TPS Sangat Tinggi, Panwas Tegaskan Ini

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id : Komisioner Panwaslu Kota Banjar, Rudi Ilham Ginanjar menegaskan, penempatan Tempat Pemungutas Suara (TPS) dilarang dekat dengan posko relawan dan tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon).

Hal tersebut ditegaskan mengingat kerawanan dalam pencoblosan pada tingkat TPS masih menjadi target pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“ Tentu kerawanan TPS sangat besar. Maka dalam penempatanya pun harus steril dari posko relawan dan tim pemenangan Paslon,” tegas dia, Kamis (21/06/2018).

Selain itu, Panwas  juga membuka posko pengaduan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Gunanya untuk menerima keluhan atau pengaduan masyarakat bagi yang tidak terdatar di DPT atau terjadi kesalahan. Sedangkan untuk Alat Peraga Kampanye (APK) lanjut Rudi, tiga hari masa tenang semuanya sudah harus steril.

“ Tentu saat ini merupakan masa-masa krusial terjadinya pelanggaran Pilkada. Maka dari itu, kami selalu mengadakan identifikasi kerawanan Pilkada dengan melakukan berbagai cara. Termasuk dengan menerapkan sistem pengawasan berpatroli setiap malam.

(Boip/Bam’s)

Survei Indodata: Jelang Pencoblosan, Yossi-Aries Ungguli Paslon Lain

0

BANDUNG, FOKUSJabar. co. id: Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Yossi Irianto-Aries Supriatna kembali unggul versi survei Indodata dengan raihan elektabilitas 38,2 persen suara.

Perolehan tersebut semakin menegaskan paslon Yossi-Aries meninggalkan dua pasangan lain, yakni paslon Oded M Danial-Yana Mulyana dan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat.

Bahkan elektabilitas Yossi-Aries terus menanjak dibanding hasil beberapa survei sebelumnya.

Direktur Eksekutif Indodata Danis T. Saputra mengatakan, survei Indodata menggunakan metode Mix Method, yakni menggabungkan informasi data terbuka dan informasi data tertutup. Metode ini melibatkan 1.241 responden dengan margin error 2,78 persen.

Indodata telah melakukan tiga kali survei terkait Pilwalkot Bandung. Pada survei Februari 2018 lalu, pasangan Yossi-Aries memperoleh hasil 35,2 persen, sementara Oded-Yana berada di posisi kedua dengan 33,9 persen, dan Nurul-Chairul di posisi ketiga 18,2 persen.

Survei kedua Indodata dilakukan pada April 2018, dan hasilnya pasangan Oded-Yana mulai mendekati pasangan Yossi-Aries dengan selisih tipis. Pada survei kedua itu, Oded-Yana meraih 35,4 persen dan Yossi-Aris 37,7%. Sementara Nurul-Chairul masih di posisi ketiga dengan 19,7 persen.

Kemudian, survei ketiga yang dilakukan Mei 2018, pasangan nomor urut 2 Yossi-Aries unggul telak dibandingkan paslon lainnya. Paslon Yossi-Aries meraih 38,2 persen dan Oded-Yana di posisi kedua dengan raihan 29,3 persen dan paslon Nurul-Chairul terpaut sedikit dari posisi kedua yakni 27,8 persen.

Danis mengatakan bahwa keunggulan Yossi-Aries pada survei ini didorong oleh pemilih milenial yang menilai pasangan berjargon ‘Hebring’ itu berpengalaman dan memiliki program nyata untuk Kota Bandung. Selain itu, pasangan ini juga mampu merangkul semua kalangan.

“Yossi-Aries bahkan berpeluang menguat menjadi 40-60 persen lantaran dipengaruhi dukungan Ridwan Kamil sebagai wali kota sebelumnya,” kata Danis dalam rilis hasil survei yang diterima wartawan, Kamis (21/6/2018).

Danis mengatakan pasangan nomor urut 2 memang akan sulit terkejar.

“Hal ini karena Ridwan Kamil, wali kota Bandung non aktif sudah merapatkan dukungannya pada Yossi- Aries,” kata dia.

Pemilih Ridwan Kamil, sudah mulai mengidentifikasi posisi politiknya dan mengalihkan dukungan ke paslon Yossi-Aries.

Dengan demikian, dia memprediksi pasangan Yossi-Aries adalah pasangan yang berpeluang besar menjadi Wali Kota Bandung pada Pilwalkot 27 Juni mendatang.

Alasannya, kepercayaan publik terhadap tokoh dari pemerintahan dan dukungan Ridwan Kamil menjadi daya dorong bagi elektabilitas pasangan Hebring.

Sementara posisi kedua diperebutkan oleh pasangan Nurul-Chairul dan pasangan Oded- Yana. Keadaan ini terjadi karena semakin baiknya pencitraan pasangan Nurul- Chairul di masyarakat Kota Bandung. Sedangkan pencitraan Oded-Yana semakin melemah.

Peningkatan elektabilitas Nuruli, kata Danis, bukan karena pengalihan suara dari Yossi- Aries. Tapi justru dari Oded-Yana. Menurut dia, persepsi masyarakat bergoyang oleh berbagai isu yang menerpa PKS.

PKS sebagai pengusung Oded-Yana saat ini sedang terkena sentimen isu radikalisme. PKS, lanjut Danis, juga diisukan tidak menerima kearifan lokal.

Selain itu, Danis menilai, lemahnya kepuasan publik terhadap jawaban Oded-Yana saat debat serta sejumlah program yang dianggap tidak riil ikut menjadi penyebab keduanya harus menyerahkan posisi kedua kepada Nurul-Chairul.

(LIN)

Pj Gubernur: Puncak Arus Balik Sudah Lewat

0
Penjabat Gubernur Jawa Barat Komjen M. Iriawan saat meninjau POS Arus Balik di Pertigaan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Komjen Mochamad Iriawan meninjau arus balik di Pertigaan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6/2018) kemarin.

Menurutnya, lalu lintas di Nagreg-Cileunyi hari ini (H+5) lancar lantaran puncak arus balik Lebaran 1439 Hijriah sudah lewat sejak H+2 sampai H+4.

“Puncak arus baliknya sudah lewat karena liburan Idul Fitrinya cukup panjang. Sehingga pemudik ini kembali tidak sekaligus, seperti arus balik tahun kemarin,” ujar Iriawan.

Tetapi, kata Iriawan, masih ada 65 persen pemudik yang belum kembali melewati Jalur Nagrek dan Cileunyi, hingga H+5 Lebaran ini.

Menurut data dari Kepolisian Resor Bandung, ada sekitar 60 ribu kendaraan belum melewati Nagrek dan ada sekitar 35 ribu kendaraan belum melewati Cileunyi sampai pukul 14.00 WIB.

“Diperkirakan arus balik lebaran masih akan terjadi di dua hari ini. Bahkan, operasi ketupat akan berakhir pada 24 Juni 2018,” ucap Iriawan.

Dia juga mengatakan, kemacetan pada saat puncak arus mudik maupun arus balik masih ada lantaran volume kendaraan dari tahun ke tahun semakin bertambah.

“Volume kendaraan sudah semakin banyak tidak berbanding lurus dengan pelebaran jalan. Jalannya ya segini-gini aja, tapi kendaraannya makin hari makin bertambah,” pungkasnya.

(Ibenk/Bam’s)

Hasan Serukan Warga Tidak Golput

0
hasan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelaksanaan pemungutan suara pada pilkada serentak 2018 tinggal menghitung hari, berbagai persiapan dilakukan oleh Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan).

Salah satu yang dilakukan Hasanah, yakni terus menjalin komunikasi intensif dengan komunitas relawan dan pendukung yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.

Hasan pun terus mengingatkan masyarakat untuk berpartisipasi memberikan hak suaranya pada 27 Juni 2018.

Menurut dia, suara setiap pemilih akan menentukan nasib daerah Jawa Barat lima tahun ke depan. Sehingga harus digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai hati nurani.

“Jangan sampai hak suara saudara terbuang dengan sia-sia, pilih pemimpin yang saudara anggap layak memimpin Jawa Barat,” kata dia usai menghadiri Kampanye Akbar Pasangan Calon Bupati Karawang nomor urut 3 Dedi Junaedi dan Budi Setiadi, di Lapangan Bulog, Kabupaten Subang, belum lama ini.

Dia pun menegasian agar masyarakat tidak tergiur dengan iming-iming politik uang. Menurut dia, hal tersebut akan mencederai demokrasi di Indonesia khususnya Jawa Barat serta berdampak buruk terhadap kemajuan daerah.

“Ingat, jangan gadaikan hak suara saudara hanya demi rupiah yang tidak seberapa,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasan berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak suaranya, akan turut meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membangun daerahnya.

“Mari datang ke TPS pada 27 Juni mendatang, pilih nomor 2 untuk Gubernur, dan nomor 3 untuk Bupati Subang,” pungkas dia.

(LIN)