spot_imgspot_img
Jumat 17 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8082

Komisi A DPRD Garut Ragukan Netralitas KPU dan Panwas

0
Ketua Komisi A DPRD Garut

GARUT, FOKUSJabar.id : Penangkapan anggota Komisioner KPU dan Ketua Ketua Panwaslu Garut mencoreng nama baik lembaga penyelenggara Pemilu yang seharusnya jujur, adil dan independen serta profesional. Ini membuktikan lembaga penyelenggara pemilu di Kabupaten yang terkenal dengan dombanya itu bobrok.

“Kini masyarakat meragukan netralitas KPU,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Garut Dadang Sudrajat kepada FOKUSJabar.id, Minggu (25/2/2018).

Menurutnya, dua oknum penyelenggara pemilu itu telah mencoreng nama baik lembaga penyelenggara Pemilu dan membuat masyarakat menjadi bertanya-tanya akan netralitas KPU.

Ditambahkan Dadang, Fasilitas negara yang bersumber dari APBN. APBD prov. Dan APBD Garut begitu melimpah disaat rakyat sulit beli beras diberikan kepada KPU untuk membuat pilkada yang berkualitas.

” Saya pernah 2 periode jadi Komisioner KPU sangat prihatin dan mengutuk terhadap prilaku oknum penyelenggara yang sekarang sudah diamankan pihak yang berwajib,” sebut legislator Demokrat.

Kejadian ini lanjutnya, harus jadi perhatian serius bagi semua Paslon Pilkada untuk tidak menjanjikan kepada penyelenggara memberikan posisi jabatan paska pilkada. Sebaiknya mantan komisioner tidak diberikan posisi jabatan yang menggunakan sistem pengangkatan oleh kepala Daerah sehingga mereka benar benar netral.

Wajar saja rakyat saat ini marah dan meragukan netralitas dan keprofesionalan KPU dan PANWAS Garut karena ulah oknum tersebut.

Diharapkan Dadang tang sudah diciduk buka saja pada penyidik dengan siapa saja mereka kerjasama, biar oknum-oknum yang ikut terlibat mendapat hukuman berat.

“Mereka yang sudah diciduk harus mendapat hukuman yang berat. Tidak hanya yang menerima yang memberikan harus ditindak juga,” pungkas Dadang.

(Andian/DAR)

Pergerakan Tanah di Ciamis Masih Terjadi

0
Pergerakan Tanah di Rajadesa Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Selain puluhan rumah yang terkena dampak pergerakan tanah yang terjadi di sejumlah titik Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis juga sarana ibadah dan jalan mengalami kerusakan juga. Demikian dijelaskan Asep Anwar Sekdes Tanjungsari.

Asep mengatakan, jumlah total bangunan serta kerugian dari dampak pergerakan tanah yang menimpa warga Desa Tanjungsari masih dalam pendataan.

“Untuk sementara ini kami masih melakukan pendataan jumlah keseluruhan bangunan yang terkena dampak tanah bergerak ini,” katanya.

BACA JUGA:

3 Kios Pangkas Rambut di Cimanuk Garut Dilalap Api

Asep melanjutkan, pihaknya setiap hari terus melakukan pendataan karena tanah bergerak ini masih terus terjadi.

“Kami masih belum bisa menyimpulkan jumlah keseluruhan bangunan yang terkena dampak karena tanah disini terus mengalami pergerakan sehingga yang tadinya tidak terdata sekarang ini jadi terdata,” ucapnya.

Asep menambahkan, karena catatan yang terkena dampak tanah bergerak tersebut terus berubah maka pihaknya belum bisa melaporkan secara final berapa sebenarnya jumlah bangunan yang terkena dampak tersebut.

“Saat ini perangkat desa masih terus berkeliling diperkampungan untuk mamantau perkembangan dampak bencana tanah bergerak ini,” ungkapnya. (Husen Maharaja/DAR)

Komisioner KPU Garut Harus Dinonaktifkan

0
Cecep Suhardiman

GARUT, FOKUSJabar.id :  Kasus dugaan suap Pilkada Garut terus bergulir, Ketua Tim Hukum PASTI Cecep Suhardiman bicara keras. Menurutnya, demi menjaga marwah Pilkada Luber, Jurdil tetap terjaga   Komisioner KPU yang lain harus dinonaktifkan karena salah satu anggotanya ditangkap polisi.

” Komisioner KPU yang lain harus dinonaktifkan,” kata Cecep kepada FOKUSJabar.id, Minggu (25/2/2018).

Cecep, pihaknya menyampaikan apreasiasi kepada Satgas Anti Money Politic Bareskrim Polri yang sudah menangkap komisioner KPU dan Panwaslu Kab. Garut terkait gratifikasi Pilkada 2018.

Sehingga dengan demikian lanjut Cecep, kini jelas dan terang benderang bahwa dugaan selama ini yang beredar di masyarakat atas tidak profesionalnya penyelenggara Pemilu di Kab. Garut sangat merugikan rakyat.

” Terbuka sudah, dan masyarakat kini mengetahui tentang kinerja KPU Garut,” imbuhnya.

Dijelaskan Cecep, Komisioner KPU itu bersifat kolektif kolegial maka berdampak pada produk yg dihasilkannya yaitu Keputusan KPU tanggal 12 Februari 2018 tentang Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Garut tahun 2018 adalah Batal Demi Hukum. Artinya Keputusan itu tidak pernah ada, sehingga tidak pernah ada penetapan calon bupati dan wakil bupati Garut 2018.

” Tahapan penetapan pasangan calon sudah pasti harus diulang oleh komisioner KPU di atasnya,” pungkas Cecep seraya menyebutkan dirinya menduga dari pemeriksaan Satgas bisa berkembang ke komisioner yang lain.

(Andian/DAR)

Incar Pesantren di Rajadesa, Laki-laki Diduga Gila Diamankan

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id : Warga Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis mengamankan laki laki yang diduga stress dengan gerak-gerik mencurigakan sedang berkeliaran di lingkungan pesantren.

Warga yang melihat pria tersebut langsung memburunya. Beruntung tak terjadi main hakim sendiri karena polisi datang ke tempat kejadian.

“Iyah tadi malam warga mengamankan seseorang yang dianggap mencurigakan dari lingkungan pesantren,” kata Kapolsek Rajadesa AKP Argono. Minggu (25/2/2018) Argono mengatakan, keberadaan orang yang mengaku gila itu ditangani Polres Ciamis.

BACA JUGA:

3 Kios Pangkas Rambut di Cimanuk Garut Dilalap Api

“Setelah diamankan warga orang gila itu langsung kami serahkan ke Polres Ciamis,” ucapnya.

Argono melanjutkan, pihaknya sangat apresiasi kepada warga yang melakukan pengamanan terhadap orang gila tersebut karena tidak menggunakan kekerasan atau main hakim sendiri.

“Warga Rajadesa sangat menghormati hukum sehingga saat ada penangkapan terhadap seseorang yang mencurigakanpun tidak main keroyok tapi dengan cara baik dan langsung menyerahkan ke pihak Polisi,” ungkapnya. (Husen Maharaja/DAR)

Diduga Terima Suap, Ketua Panwaslu dan Anggota Komisioner KPU Garut Diciduk

0
GARUT, FOKUSJabar.id: Kabar penangkapan salah seorang Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut terkait dugaan suap untuk meloloskan calon bupati dibenarkan pihak Polres Garut.

Kapolres Garut AKBP Budi Sateia Wiguna tidak menampik penangkapan terhadap Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut itu.

“Betul, sudah diamankan pihak Polda,” kata Budi.

Ketua KPU Kabupaten Garut Hilwan Fanaqi mengaku masih mencari tahun kebenaran informasi itu.

“Saya masih cek kebenaran informasi itu. Apakah benar atau tidak, masih mencari dari sumber yang tepat,” singkatnya.

(Andian/LIN)

Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Garut Dikabarkan “Diamankan”

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Tugas (Satgas) Anti Money Politic Bareskrim Polri dan Satgasda Jawa Barat dengan Polres Garut dikabarkan mengamankan Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut berinisial HH.

Kabar itu menyatakan bahwa HH diduga menerima suap untuk pelaksanan Pilkada Serentak Garut 2018.

Selain HH, Satgas pun dikabarkan mengamankan Komisioner KPU Kabupaten Garut inisial AS.

Keduanya diduga telah menerima suap untuk meloloskan salah satu calon di Pilkada Kabupaten Garut.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat Harminus Koto mengatakan, saat ini (semalam) tengah dalam perjalanan menuju Garut untuk memastikan hal tersebut.

“Besok paling (keterangan lengkapnya), sekarang belum tahu ceritanya, saya ke sana. Ini saya lagi (di jalan) dari Bogor,” kata Harminus saat dikonfirmasi, Sabtu (24/2/2018) malam.

Sementara itu, Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah mengkroscek informasi tersebut.

“Lagi nyari juga (kebenaran informasinya), ini lagi kroscek,” kata Endun.

Barang bukti saat penangkapan yaitu berupa 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna putih bernopol Z 1784 DY, diamankan petugas.

(LIN )

Kapolsek Rajadesa Imbau Warga Waspada Longsor

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kapolsek Rajadesa AKP Argono mengimbau warga di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis agar selalu waspada dengan musibah longsor. Di mana intensitas hujan saat ini masih tinggi.

“Sampai beberapa minggu ke depan sepertinya intensitas curah hujan masih cukup tinggi,” kata dia saat meninjau sejumlah titik lokasi longsor, Sabtu (24/2/2018).

Segini pun menekankan agar masyarakat yang tinggal di lokasi rawan longsor untuk tetap waspada.

Terlebih bencana tidak bisa di prediksi, dan di Kecamatan Rajadesa ada sejumlah titik kemungkinan terjadinya longsor.

BACA JUGA:

3 Kios Pangkas Rambut di Cimanuk Garut Dilalap Api

Argono melanjutkan, selain antisipasi bencana tanah longsor saat musim hujan (Cuaca ekstrim ) seperti sekarang, masyarakat pun harus menjaga kesehatan diri dan lingkungan masing-masing.

“Giatkan ronda malam agar cepat mengetahui dan menangani jika sesuatu hal terjadi,” kata dia.

(Husen Maharaja/LIN)