spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8080

Persib Matangkan Persiapan Sebelum Menjamu PSIS

0
Persib
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan melakoni pertandingan kandang Liga 1 2018 menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/7/2018).

Menjelang pertandingan, skuad Maung Bandung mematangkan persiapan dengan menggelar latihan di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (7/7/2018).

Pada kesempatan tersebut, pelatih Persib, Mario Gomez mengasah strategi yang akan diterapkan pada pertandingan besok. Selain itu, dia juga mengasah bola-bola mati.

Sebelum menghadapi PSIS, Persib menelan kekalahan dari Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0. Pertandingan tandang Liga 1 2018 di Stadion PTIK, Jakarta, pekan lalu.

Sehingga pada pertandingan kali ini, tim kebanggaan Bobotoh tidak ingin kehilangan poin kembali dan pelatih asal Argentina ini akan menginstruksikan anak asuhnya untuk bekerja keras, agar target mengamankan kemenangan bisa diraih.

(Arif/Bam’s)

‎Gomez Berharap Stadion GBLA Dipenuhi Bobotoh

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung bertekad untuk mengamankan poin penuh pada pertandingan kandang Liga 1 2018 menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/7/2018).

Menurut pelatih Persib, Mario Gomez, kemenangan pada pertandingan nanti sangat penting bagi timnya. Sehingga, pelatih berusia 61 tahun ini sangat mengharapkan dukungan dari Bobotoh, agar motivasi bermain anak asuhnya berlipat.

“Ini tiga poin sangat penting. Kemenangan nanti bisa sangat membantu kita menuju papan atas klasemen. Saya ingin mereka (Bobotoh) memadati stadion dan memberikan energi besar untuk kami,” kata Gomez dikutip laman Persib, Sabtu (7/7/2018).

Mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini menambahkan, pada pertandingan nanti akan menginstruksikan anak asuhnya untuk menampilkan permainan terbaiknya. Sehingga, selain meraih kemenangan, Bobotoh juga terhibur dengan permainan tim Maung Bandung.

“Kita harus tampil sebagus mungkin di kandang. Kita tahu mereka sangat mengharapkan kemenangan dan sepakbola yang enak untuk disaksikan. Doakan kami agar bisa membalas semua dukungan kalian semua,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Made Siap Gantikan Deden kontra PSIS

0
Penjaga gawang Persib I Made Wirawan (foto WEB)
Penjaga gawang Persib I Made Wirawan (foto WEB)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung tidak akan diperkuat Muhammad Natshir (Deden) pada pertandingan kandang Liga 1 2018 menghadapi PSIS Semerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/7/2018).

Deden absen karena mendapatkan akumulasi kartu kuning. Posisi dia dipastikan diisi I Made Wirawan.

Made mengaku siap jika mendapatkan kesempatan bermain. Pasalnya, sebagai pemain profesional harus siap kapanpun dibutuhkan oleh tim Maung Bandung.

Selain itu, menjelang pertandingan tersebut, tim pelatih sudah mempersiapkannya dengan menggelar game internal.

“Ya yang pasti sudah lama gak main, tapi pelatih juga sudah mempersiapkan adanya game, jadi sedikit membantu buat kita kembali mencari situasi pertandingan,” kata Made.

Penjaga gawang asal Bali ini berharap, pada saat pertandingan nanti kebugaran pemain dalam kondisi baik. Sehingga, skuad Maung Bandung bisa tampil maksimal dan mengamankan kemenangan.

“Mudah-mudahan pertandingan kita sudah fit dari mental fisik dan performa,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Simpati Forever Young Fest, Hadirkan Musisi Era 80-90-an

0
(FOKUSJabar/Budi/rls)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Simpati bersama GB enterprise dan B Radio 95,6 FM Bandung gelar festival generasi 80-90 an dengan menghadirkan para musisi yang berjaya di era-nya.

Musisi yang dihadirkan sebanyak 13 musisi yang merupakan legendaris yang bakal mengingat kembali indahnya lagu lawas. Seperti T Five, Kla Project, Java Jive dan Fariz RM, P Project, Rif, Brown Sugar, Glenn Fredly, Fathur dan Nadila, Ksp Band, Wachdach, Time Bomb, dan Padi Reborn. Festival yang bertajuk “the memories remain forever” ini bakal hadir di Sasana Budaya Ganesha 28 Juli 2018.

Manajer Marketing B Radio, Indra Adjie, melihat bahwa beberapa waktu ke belakang, musik 80-90an kembali tren. Semua seakan mengilas balik  masa-masa keemasan lagu lawas tersebut. Muncul juga beberapa komunitas yang berhubungan dengan 80-90 an, contohnya Komunitas Lawas.

” Karena hal itu, jadi keidean buat suatu wadah supaya semua menikmati masa kejayaan dan memorinya,” kata Indra.

Festival tersebut digelar dalam rangka ulang tahun ke-15 B Radio yang masih memainkan lagu-lagu tahun 80-90-an. Karena, era 90-an adalah era terbaik di mana musik melahirkan generasi yang kreatif.

” Festival ini mewakili hiburan yang bisa mengenang momen tersebut. Apalagi rata-rata para musisi ini berasal dari Bandung,” ujarnya.

Dengan kapasitas 4500 , Indra berharap orang-orang yang mengalami masa-masa 80-90 an dapat mengenang kembali indahnya musik lawas bersama sahabat dan pasangan tercinta.

Tak hanya itu, acara ini juga mengolaborasikan musik, fesyen, makanan, tren dan permainan keemasan dalam keseluruhan acara. “Para pengunjung juga bisa membeli barang-barang tren 80-90 an melalui mini store yang tersedia,” katanya.

Harga tiket Festival dibanderol Rp400.000, Silver Rp625.000, GoldRp 800.000, dan VIP Rp1.000.000. Hingga saat ini, semua slot masih ada kecuali VIP yang sudah habis.

Pembelian tiket dapat dilakukan melalui Kiostix.com, Goers, Grapari Telkomsel, dan kantor B Radio di Jalan Jurang No80.

(Budi/Bam’s)

Raih Suara Terbanyak pada Pilwalkot Bandung 2018, Ini Kata Mang Oded

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Calon Wali Kota Bandung 2018-2023, Oded M. Danial berharap hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018 yang dilakukan KPU Kota Bandung pada Kamis (5/7/2018) malam, bisa diterima oleh semua pihak. Dari hasil rekapitulasi perhitungan suara tersebut, pasangan nomor urut 3, Oded M Danial-Yana Mulyana (OYa) menempati posisi pertama dengan raihan 634.682 suara dari total sebanyak 1.305.872 surat suara.

“Mang Oded berharap dengan selesainya proses perhitungan hasil rekapitulasi suara oleh KPU Kota Bandung, hasil yang sudah ditetapkan dapat dipahami dan diterima semua pihak. Jangan sampai menimbulkan riak polemik di masyarakat hingga tiba masa pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yang baru,” ujar Mang Oded saat ditemui di kediamannya, Jalan Karya II No. 2 RT 03 RW 001 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jumat (6/7/2018) malam.

Secara khusus, dirinya bersama pasangannya Yana Mulyana berharap bisa membangun Kota Bandung lebih baik kedepan bersama-sama dengan semua stakeholder terkait dan masyarakat. Tidak hanya dari sisi pembangunan fisik Kota Bandung, namun juga mendatangkan keberkahan dari Allah SWT.

Dengan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilwalkot Bandung 2018, Mang Oded pun sangat menyukurinya. Dirinya pun sangat mengapresiasi kinerja dari semua pihak yang sudah terlibat dalam proses Pilkada Serentak 2018 di Kota Bandung yang berjalan dengan baik, aman, tertib dan lancar.

“Mang Oded bersyukur kepada Allah SWT atas hasil dari rekapitulasi perhitungan suara Pilwalkot Bandung 2018. Namun di samping itu, Mang Oded pun sangat berterimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam proses Pilkada Serentak ini. Mulai KPUD, Panwaslu, Kepolisian, dan unsur terkait lainnya. Dan tentu saja kepada seluruh masyarakat Kota Bandung yang telah ikut berpartisipasi pada Pilkada Serentak ini sehingga angka partisipasi masyarakat naik secara signifikan dari 60 persen menjadi 78 persen,” tutur Mang Oded yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung 2013-2018.

Sambil menunggu proses selanjutnya yakni penetapan pemenang Pilwalkot Bandung 2018 serta pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2018-2023, Mang Oded akan fokus untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Wali Kota Bandung 2013-2028. Dirinya mengaku akan menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan yang masih belum tuntas hingga akhir jabatan pada bulan September 2018 mendatang.

“Saat ini, fokus saja dulu pada pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas untuk membangun Kota Bandung bersama Pak Emil (Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil), sebelum masa pelantikan datang,” pungkasnya.

(ageng)

Pj Gubernur Jawa Barat Sebut Situ Cisanti Harus Dirawat

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan didampingi Bupati Bandung, Dadang Naser dan Dansektor I (Situ Cisanti) Kolonel Inf. Catur meninjau langsung hulu Sungai Citarum (Kilometer 0 Citarum) di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (6/7/2018).

Iriawan tampak mengagumi kesejukan dan keindahan Situ Cisanti. Dia pun menikmati kejernihan air Situ Cisanti menggunakan perahu karet.

Di Situ ini ada tujuh mata air yang menjadi sumber mata air Cisanti. Yaitu, mata air Citarum, Cikahuripan, Cikoleberes, Cihaniwung, Cisadane, Cikawudukan, dan Cisanti.

” Tentunya Cisanti harus di jaga, karena memang ada pertumbuhan ganggang yang cepat sekali, signifikan pertumbuhannya. Sehingga harus di rawat teman-teman TNI,” ujar Iriawan.

” Kita harapkan nanti dengan adanya kegiatan Citarum Harum ini apa yang di harapkan oleh masyarakat, oleh pemerintah bisa terealisasi. Tentunya waktu dan pekerjaan keras dari berbagai komponen untuk merealisasikan hal ini (Citarum Harum),” lanjutnya.

Selain itu, fokus Citarum Harum juga terkait rehabilitasi lahan gundul yang ada di sekitar Cisanti. Iriawan mengatakan harus ada program pemberdayaan masyarakat terkait alih tanam lahan.

BACA JUGA:

Cegah Karhutla, Prabowo Subianto Bentuk BPGMN

“Kami lihat beberapa bukit masih gundul, ini harus betul-betul di sadarkan masyarakat. Bagaimana nanti masyarakat bisa di berdayakan, tentunya pemerintah setempat di bantu kita akan menindaklanjuti mengubahnya lahan tersebut menjadi lahan yang tadinya sayur di tanam kopi. Lalu ada pohon tinggi-tinggi untuk resapan air. Malah pohon tersebut nanti bisa diagunkan ke bank untuk menambah penghasilan para petani,” papar Iriawan.

Sebelumnya, Iriawan juga meninjau area Oxbow yang ada di bawah jembatan biru di Bojong Soang, Kabupaten Bandung. Menurut Iriawan, kondisi Oxbow yang tepat berada diantara Sungai Cijagra dan Sungai Cikapundung sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi tumpukan sampah di atas sungai yang akan bermuara ke Sungai Citarum tersebut.

(Bam’s)

Catat! Cemari Citarum Bisa Dikenai Pasal Korupsi

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait penanganan pencemaran Sungai Citarum. Bagi mereka para pelaku pencemaran bisa terkena pasal tindak pidana korupsi.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan mengaku, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK, Asep Rahmat Suwanda, terkait penerapan pasal korupsi.

Hal tersebut diharapkan akan lebih menimbulkan efek jera dan sanksi hukum lebih berat. Untuk itu, Iriawan meminta para pengusaha yang ada di sekitar DAS Citarum agar menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan baik. Pasalnya, masih ada beberapa pabrik yang membuang limbah sembarangan.

” Kami berharap para pengusaha, khususnya pabrik-pabrik di sekitar Citarum untuk segera melakukan pengolahan limbah yang sesuai dengan aturan yang harus ditaati oleh mereka. Yang jelas harus ada penegakkan hukum bagi pabrik yang masih bandel,” kata Iriawan saat meninjau hulu Sungai Citarum atau Kilometer 0 Citarum di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (6/7/2018).

Iriawan mengungkapkan bahwa bisa saja para pelaku pencemaran lingkungan, termasuk di sekitar DAS Citarum bisa dikenakan pasal tindak pidana korupsi.

” Kami kemarin udah koordinasi dengan KPK Bidang Pencegahan, Pak Asep, untuk bisa (pencemaran lingkungan) dimasukkan dalam kategori korupsi. Itu nanti domainnya KPK, kemarin sudah menyampaikan ada ranah ke sana, sehingga nanti akan ada efek jera,” ungkap Iriawan.

Sejauh ini ada 126 pabrik yang diberikan peringatan oleh pemerintah. “Ada 126 pabrik yang sedang diberi peringatan oleh Pemda. Dan mereka (pengusaha) sedang dibina,” tutur Bupati Bandung Dadang Naser yang turut mendampingi Iriawan saat meninjau Situ Cisanti.

“Mereka harus ditindak tegas. Kalau nggak ditindak tegas, mereka tahu itu perbuatan salah tapi mereka melakukan itu terus-menerus. Mudah-mudahan dengan kita memberikan edukasi terus akan merubah mindset mereka yang selama ini salah,” kata Iriawan.

Sementara itu, menurut Plt. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Nana Nasuha Juhri, sebelum menerapkan pasal korupsi untuk para pencemar Citarum harus dikaji terlebih dahulu sejauh mana pelanggaran yang dilakukan. Untuk itu, limbah yang ada di sungai harus diambil samplenya untuk diteliti tingkat pencemarannya.

“Harus dicermati terlebih dahulu sampai sejauh mana pelanggarannya. Karena memang tentu limbah yang sudah ada di sumber air harus segera diambil dulu samplenya seperti apa, kemudian apakah itu sudah melewati batas cemarnya atau bagaimana,” tutur Nana disela-sela peninjauan Situ Cisanti mendampingi Pj. Gubernur Jawa Barat.

Petugas Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) yang ada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup juga terus memantau DAS Citarum. Dengan begitu, kata Nana, ketika PPLH mendapatkan laporan pencemaran maka akan langsung ditindaklanjuti.

“Ketika ada laporan pembuangan limbah dari industri ke sumber air, maka petugas kami akan langsung turun dan berkoordinasi dengan teman-teman kabupaten/kota,” jelas Nana yang juga Kepala Dinas PSDA Jawa Barat.

(Bam’s)