BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyalurkan bantuan pangan melalui program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa).
Program ini di tujukan untuk membantu masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kerawanan pangan serta keluarga yang memiliki risiko stunting.
BACA JUGA:
Perda BPR Kota Bandung Disahkan, Kredit Macet Berhasil Ditarik 30 Persen
Pada 2026, bantuan tersebut menjangkau 16 kelurahan di Kota Bandung. Sebanyak delapan kelurahan masuk kategori rentan pangan. Sedangkan delapan kelurahan lainnya menjadi sasaran karena memiliki risiko stunting.
Penyaluran Pangersa di harapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi bahan pangan yang sehat.
Program Pangersa juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan di kalangan masyarakat rentan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa bantuan di berikan dalam bentuk sejumlah bahan pangan segar yang dapat di konsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Paket tersebut terdiri atas beras, ikan segar, daging ayam segar, dan telur ayam.
“Yang kita berikan ada beras, ikan segar, daging ayam segar dan telur. Mudah-mudahan ini bisa menjadi konsumsi yang sehat, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan sehat,” kata Gin Gin.
Pada tahun ini, penyaluran bantuan Pangersa di jadwalkan berlangsung dalam dua tahap.
Tahap pertama telah di laksanakan pada awal Oktober 2026. Sedangkan penyaluran pada Rabu, 14 Oktober 2026 menjadi tahap kedua sekaligus penyaluran terakhir untuk tahun ini.
Program Pangersa sendiri telah berjalan sejak 2023 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
Di Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, bantuan di berikan kepada 167 kepala keluarga (KK). Adapun di Kelurahan Cibuntu, jumlah keluarga penerima tercatat sekitar 129 KK.
Setiap keluarga yang menerima bantuan memperoleh paket bahan pangan dengan jumlah yang telah di tentukan.
Rinciannya meliputi beras sebanyak 5 kilogram, daging ayam segar setara 1 kilogram, telur ayam setara 1 kilogram, serta ikan lele segar sebanyak 1 kilogram.
Gin Gin menyampaikan bahwa program tersebut di peruntukkan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial lainnya.
Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat pemerintah belum dapat menjangkau seluruh warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
Ia berharap, cakupan bantuan Pangersa dapat di perluas pada tahun mendatang. Baik dari segi jumlah keluarga penerima maupun kuantitas bahan pangan.
BACA JUGA:
Parkir Bergeser ke Permukiman Usai Penertiban Kebon Jati, Pemkot Bandung Cari Solusi
Frekuensi penyaluran juga di harapkan bisa di tingkatkan agar manfaatnya semakin di rasakan masyarakat.
“Mudah-Mudahan tahun depan bisa ada penambahan jumlah penerima. Termasuk dari sisi kuantitas bantuan. Saat ini baru dua kali penyaluran. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih dari dua kali,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemkot Bandung berharap kebutuhan pangan keluarga dapat lebih terpenuhi dan asupan gizi masyarakat meningkat.
Perhatian khusus di berikan kepada kelompok rentan yang berisiko mengalami masalah gizi maupun stunting. Sehingga bantuan bahan pangan segar di harapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Manfaat bantuan di rasakan langsung oleh Dede Yani (40), warga Kelurahan Cigondewah Kaler. Ia mengaku bersyukur karena paket pangan yang di terimanya dapat membantu mengurangi beban kebutuhan rumah tangga. Terutama untuk memenuhi konsumsi keluarga.
“Alhamdulillah, sangat terbantu. Mudah-mudahan masih ada lagi dan programnya bisa berlanjut,” kata Dede.
Menurut Dede, bahan pangan yang di terima. Mulai dari beras hingga ikan, telur, dan daging ayam dapat di gunakan untuk memenuhi kebutuhan lauk-pauk keluarganya selama beberapa hari.
Apabila diatur dan digunakan secara bergantian, paket tersebut diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan hingga sekitar satu minggu.
Pengalaman serupa disampaikan A Sunarya (50), warga Kelurahan Cibuntu. Ia mengaku senang memperoleh bantuan Pangersa karena dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan di tengah pengeluaran rumah tangga yang harus terus dipenuhi.
BACA JUGA:
Ini Pesan Farhan Bagi PKL Kircon Bandung
Sunarya berharap program tersebut tetap dilanjutkan dan penyalurannya bisa lebih sering dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sangat gembira dalam situasi seperti ini ada bantuan Pangersa. Mudah-mudahan bantuan seperti ini terus ada dan lebih sering membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
(Jingga Sonjaya)



