spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Martha Tilaar Tutup Usia, Ini Kiprahnya di Industri Kecantikan

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kabar duka datang dari industri kecantikan Indonesia. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group yang dikenal melalui kiprahnya dalam mengembangkan produk kosmetik lokal meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 89 tahun.

BACA JUGA:

Super Flu Terdeteksi di Jakarta, 11 Kasus Tercatat Sejak Januari 2026

Kepergian Martha Tilaar mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai pengusaha yang mengembangkan bisnis kecantikan dengan mengangkat kekayaan alam dan tradisi Indonesia.

Selama puluhan tahun, ia memperkenalkan pemanfaatan bahan alami, pengetahuan tentang jamu, serta teknik perawatan tradisional ke dalam industri kecantikan modern.

Jenazah Martha disemayamkan di rumah keluarga di kawasan Patra Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Pihak keluarga menjadwalkan pemakamannya pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus menjadi kehilangan bagi industri kecantikan nasional.

Putra Martha, Kilala Tilaar mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan ibunya mulai menurun sekitar sepekan sebelum meninggal dunia.

Pada awalnya, keluarga mengira Martha hanya mengalami flu ringan. Namun, kondisinya kemudian membutuhkan penanganan medis hingga ia menjalani perawatan di rumah sakit.

Di tengah suasana duka, Kilala menyampaikan permohonan agar masyarakat turut mendoakan ibunya.

“Kami mohon doanya supaya Ibu juga nanti damai di sisi Tuhan,”  pintanya.

Ia juga menyoroti besarnya kehilangan yang dirasakan Indonesia atas kepergian Martha.

“Tapi yang pasti, Indonesia juga kehilangan tokoh pionir beauty,” ujar Kilala.

Putra Martha lainnya, Bryan David Emil Tilaar, menjelaskan bahwa sang ibu sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar sembilan hari.

Ia turut memaparkan riwayat kesehatan Martha. Termasuk kondisi asma yang saat itu hampir pulih serta riwayat perdarahan sekitar 1,5 tahun sebelumnya yang membuatnya membutuhkan transfusi darah.

Meski demikian, keluarga tidak menyatakan bahwa salah satu kondisi tersebut menjadi satu-satunya penyebab kematian Martha.

BACA JUGA:

Musim Kemarau Bisa Bikin Kulit Perih dan Bersisik, Begini Cara Mencegahnya

Martha lahir di Kebumen, Jawa Tengah pada 4 September 1937. Perjalanannya di industri kecantikan dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta.

Salon berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut menjadi titik awal usaha yang kemudian berkembang menjadi bisnis kecantikan dengan berbagai lini.

Setelah merintis usaha salon, Martha memperluas bisnisnya ke bidang produksi dan pemasaran kosmetik serta jamu.

Perusahaannya juga berkembang mencakup pendidikan kecantikan, layanan spa, dan distribusi produk.

Pada 1981, Martha mendirikan PT Martina Berto bersama almarhum Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady.

Perusahaan tersebut memproduksi beragam produk kosmetik dan perawatan tradisional, termasuk Sariayu-Martha Tilaar.

Dalam mengembangkan produknya, Martha berupaya mempertemukan ilmu kecantikan modern dengan pengetahuan tradisional Indonesia.

Ia mengangkat pemanfaatan bahan-bahan alami, pengetahuan tentang jamu, serta resep perawatan yang terinspirasi dari tradisi Keraton Jawa.

Pendekatan ini menjadi salah satu ciri pengembangan produk yang menghubungkan kekayaan budaya Nusantara dengan kebutuhan industri kecantikan.

Kiprah Martha tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk kosmetik, tetapi juga dengan upayanya memperkenalkan tradisi kecantikan Indonesia kepada masyarakat luas.

Melalui bisnis yang dibangunnya, ia ikut mendorong pemanfaatan bahan lokal sebagai bagian dari pengembangan produk dalam negeri.

Perjalanan usahanya menunjukkan bagaimana bisnis yang bermula dari sebuah salon kecil dapat berkembang ke berbagai sektor industri kecantikan.

Selama puluhan tahun berkarya, Martha membangun usaha yang mencakup beragam kegiatan. Mulai dari produksi kosmetik hingga pendidikan kecantikan dan layanan perawatan tubuh.

Warisan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perkembangan kosmetik lokal Indonesia. Khususnya dalam memadukan inovasi modern dengan tradisi dan kekayaan alam Nusantara.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru