spot_imgspot_img
Jumat 16 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8059

Penjabat Gubernur Jabar: Stadion Si Jalak Harupat Paling Siap untuk Asian Games

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Progres renovasi Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung sudah mencapai 99 persen. Untuk diketahui, Si Jalak Harupat akan digunakan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan mengapresiasi hal tersebut. Dia mengungkapkan, dari semua venue sepak bola di Jawa Barat, stadion berkapasitas 27 ribu penonton itu paling siap menggelar pertandingan.

“Ini paling siap ya, rumputnya bagus dan fasilitas lainnya juga lengkap,” kata Iriawan di sela kunjungannya ke Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (16/7/2018).

Iriawan mengatakan bahwa semua stadion di Jabar yang akan menggelar pertandiangan di Asian Games 2018 secara umum siap untuk digunakan. Stadion tersebut antara lain, Pakansari, Patriot Candrabaga, Wibawa Mukti dan Si Jalak Harupat.

“Sebelum ke sini (si Jalak Harupat) tadi saya juga mengecek stadion Patriot dan Wibawa Mukti, secara umum semuanya siap digunakan di babak penyisihan tanggal 14 Agustus nanti,” kata Iriawan.

(LIN)

Artis Cantik Olla Ramlan Nyaleg dari NasDem

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pesinetron cantik Olla Ramlan ramaikan perhelatan pemilihan Calon Anggota Legislatif 2019. Kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu maju di Pileg 2019 untuk DPR RI dari Dapil Jawa Barat.

Ketua DPW NasDem Jawa Barat Saan Mustopa menjelaskan, kehadiran Olla dalam suksesi Pileg sangat menguntungkan bagi Partai. Setelah suksesi Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018 dan menang, NasDem Jawa Barat kembali bertarung untuk pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

“Olla Ramlan sudah menjadi bagian NasDem, terutama di Jawa Barat dan juga maju untuk DPR RI Dapil 4 Jabar (Kota Sukabumi-Kabupaten Sukabumi),” kaat Saan seusai menyerahkan berkas pendaftaran 120 Bacaleg ke KPU Provinsi Jawa Barat Kota Bandung, Senin (16/7/2018).

Selain Olla, NasDem pun mencalonkan beberapa artis di Pileg 2019 Dapil Jawa Barat dengan tujuan menambah suara 32 persen di Jawa Barat yang dimenangkan Ridwan Kamil dalam Pilgub Jawa Barat.

Mereka adalah Syahrul Gunawan, Farhan, Haji Qomar, Krisna Mukti, Lucky Hakim.

Saan menjelaskan, distribusi artis untuk pemenangan Pileg 2019 oleh NasDem Jawa Barat tidak dijalankan dengan rekrutmen seenaknya mengedepankan nilai popularitas. Sebelum ditetapkan jadi Bacaleg, baik Olla Ramlan maupun artis lainnya harus melalui tahap dialog untuk mengukur dan memahami pandangannya soal politik.

“Jadi ini bukan hanya strategi partai, partai mencari publik figur yang tidak hanya punya nilai popularitas, tetapi punya nilai elektabilitas yang memadai. Orang populer belum tentu punya elektabilitas, nah itu yang kita cari. Bagaimana artis ini punya hasrat, punya kemauan untuk terjun ke dunia politik,” kata dia.

(LIN)

Helmi Budiman Resmikan RKB SMA Al-Madinah Cibatu

0
Wakil Bupati Garut saat resmikan RKB SMA Al-Madinah Cibatu

GARUT, FOKUSJabar.id : Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman usai membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) peserta didik baru SMP dan SMA Al-Madinah Cibatu, Senin (16/7/2018).

Helmi mengapresiasi Kepala SMA Al-Madinah Cibatu, Aep Saepudin yang telah mendaulat dirinya membuka MPLS. Dia juga mengucapkan selamat kepada para peserta didik baru.

“ Selamat buat seluruh siswa baru, semoga kalian betah dan tuntas menimba ilmu, cerdas, berbudi pekerti dan berprestasi,” kata Helmi Budiman.

Setelah membuka MPLS, Wakil Bupati selanjutnya meresmikan penggunaan Ruang Kelas Baru (RKB) hasil swadaya masyarakat setempat.

Kepala SMA Al-Madinah Cibatu, Aep Saepudin mengaku bangga. Bagaimana tidak, ditengah kesibukannya memimpin Garut, Wakil Bupati menyempatkan diri di sekolah tife S5 (Sekolah Sisi Sawah dan Sisi Solokan) sekaligus membuka secara resmi MPLS tahun ajaran 2018.

Aep pun meminta Helmi Budiman mengalokasikan anggaran pembangunan RKB serta sarana prasarana penunjang pendidikan lainnya.

“ Kami masih kekurangan ruang kelas. Semoga kehadiran Pak Wakil membawa angin segar bagi warga Kecamatan Cibatu umumnya,” ujar Aep.

Senada disampaikan Ketua Komite SMA Al-Madinah Cibatu, Agus M Sholeh. Menurutnya, masih banyak program sarana prasarana yang harus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“ Alhamdulillah, berkat kerja sama dengan semua pihak, selama dua bulan bekerja kami telah berhasil membangun RKB hasil swadaya masyarakat dan diresmikan langusng Pak Wakil Bupati,” singkatnya.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Cibatu, para Kades, Ketua PCM, PCA, Kepala Sekolah TK, PAUD, Madrasah Diniyah, SDM Cibatu dan sejumlah warga sekitar.

(Andian/Bam’s)

NasDem Jabar Daftarkan 120 Bacaleg ke KPU

0
Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menyerahkan berkas pendaftaran Bacaleg ke KPU Jabar (foto LIN)
Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menyerahkan berkas pendaftaran Bacaleg ke KPU Jabar (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Partai Nasional Demokrat (NasDem) resmi mendaftarkan bakal calon anggota legislatif 2019 tingkat provinsi ke kantor KPU Jabar, Jalan Garut no 11 Kota Bandung, Senin (16/7/2018).

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa langsung menyerahkan berkas persyaratan ke meja KPU di Aula Setya Permana, KPU Jawa Barat. Saan mengatakan, untuk DPRD Provinsi Jawa Barat pihaknya mendaftarkan 120 bacaleg yang akan bertarung di 15 daerah pemilihan (Dapil).

Bacaleg yang didaftarkan Saan terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari kader NasDem, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, public figur hingga mantan olahragawan. Dari 15 dapil tersebut, NaDem menargetkan 15 kursi, atau satu calegnya terpilih di setiap dapil.

“Target setiap dapil terisi. Minimal 15 yang terpilih dari 120 anggota DPRD Jawa Barat,” kata dia.

Dia mengaku tidak kesulitan dalam menghimpun 120 bacaleg, terlebih selama ini partainya cukup akfit melakukan pengkaderan. Apalagi, kata dia, banyak dari kalangan eksternal yang tertarik untuk menjadi anggota legislatif dari partainya.

Dia pun menyebut Partai NasDem telah menyiapkan bacalegnya sejak setahun yang lalu.

“Kita terus menerus menyiapkan proses ini agar calegnya memiliki komitmen, integritas, dan kapabilitas. NasDem ingin mengubah wajah politik supaya tidak dipersepsikan negatif. Makanya kita ingin punya calon yang baik dari semua level,” jelas dia.

Sehingga, dia memastikan para bacalegnya ini terbebas dari mahar politik untuk menjaga karakteristik tersebut. Dia meminta para legislatornya ini bekerja untuk kepentingan masyarakat ketika terpilih nanti.

“Kami tidak ingin mereka terbebani secara pragmatis oleh partai. Dia jadi korban karena diminta uang dari awal korban, makanya setelah terpilih harus melunasi dengan korupsi. Kita tidak ingin seperti itu,” kata Saan.

Lebih lanjut Saan mengatakan, syarat keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen harus dievaluasi demi terjaganya kualitas calon legislator. Dia mengaku disulitkan dengan persyaratan ini karena masih minimnya minat kaum ibu untuk berpolitik.

“Syarat 30 persen itu jadi tantangan tersendiri. Saat ini NasDem mendaftarkan 48 perempuan untuk menjadi bacaleg di Jawa Barat,” tutur dia.

Saan pun meminta agar para aktivis perempuan mau terjun ke dunia politik, dengan begitu, para aktivis itu bisa menyiapkan diri agar lebih berkualitas sesuai yang diharapkan.

Sementara itu, Komisioner KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq mengatakan, Partai NasDem menjadi yang kedua mendaftarkan bacalegnya setelah PKB. Pihaknya akan menutup pendaftaran bacaleg DPRD Provinsi Jawa Barat pada Selasa (17/7/2018).

Selanjutnya, seluruh berkas yang didaftarkan akan diteliti sampai 18 Juli.

“Ketika ada yang daftar, kami langsung teliti,” kata Endun.

Setelah melalui penelitian, pihaknya akan menyampaikan kekurangan persyaratan kepada masing-masing partai. Lalu partai mengajukan perbaikan dari 22-31 Juli.

Setelah melakukan verifikasi secara menyeluruh, KPU Jawa Barat akan mengumumkan daftar calon sementara (DCS) pada 8-12 Agustus.

“Pengumumannya (daftar calon tetap) 12-14 Agustus,” kata dia.

(LIN)

KONI Kota Bandung Siapkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali di Asian Games 2018

0
Foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 49 atlet dari 21 cabang olahraga asal Kota Bandung memperkuat Indonesia pada ajang Asian Games XVIII Agustus 2018 mendatang. KONI Kota Bandung berharap para atlet bisa mempersembahkan prestasi terbaik bagi Indonesia di multieven olahraga terakbar antar negara-negara di Asia tersebut.

“Jumlah atlet saat ini menjadi yang terbanyak dibanding kabupaten/kota lain di Jabar. Kita berharap secara kualitas pun kita unggul dan bisa menyumbang medali,” kata Ketua KONI Kota Bandung Aan Johana di Sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Senin (16/7/2018).

Dia mengatakan bahwa momen sebagai tuan rumah Asian Games 2018, harus benar-benar dimanfaatkan maksimal agar Indonesia bisa memperbaiki peringkat di ajang multieven olahraga tingkat Asia ini.

“Kalau untuk bonus, seperti halnya atlet kita yang berlaga di SEA Games 2017 lalu, kita akan siapkan. Apalagi mereka bertanding di rumah sendiri, di Indonesia,” tambahnya.

Dia menyebut akan ada bonus spontan yang diberikan kepada atlet Kota Bandung saat berhasil meraih medali di Asian Games XVIII/2018, bonus itu sebagai salah satu bentuk dukungan kepada atlet yang berlaga.

“Kita akan pantau mereka langsung di venue dengan menurunkan tim monitoring khusus, baik di Jakarta, Palembang, maupun venue yang ada di Jabar,” jelas dia.

(Ageng/LIN)

Pasangan OYA Siap Dukung Pembangunan Olahraga di Kota Bandung

0
Foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bidang olahraga menjadi salah satu konsentrasi pembangunan yang diusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung 2018-2023, Oded M Danial dan Yana Mulyana.

Pasangan dengan jargon OYA itu sudah dipastikan akan memimpin Kota Bandung dalam lima tahun ke depan setelah ditetapkan sebagai pemenang pada Pilwalkot 2018 oleh KPU Kota Bandung.

Calon Wakil Wali Kota Bandung 2018-2023 Yana Mulyana menuturkan, pihaknya akan terus mempertahankan predikat Kota Bandung sebagai daerah yang kerap melahirkan atlet-atlet potensial di berbagai cabang olahraga. Yana yang juga Ketua Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Bandung itu pun akan menjadikan pembangunan keolahragaan di Kota Bandung sebagai salah satu konsentrasi dirinya dan Wali Kota Bandung terpilih Oded M Danial.

“Kita akan pertahankan predikat Kota Bandung sebagai pencetak atlet-atlet potensial di berbagai cabang olahraga, atau bahkan akan kita tingkatkan lebih baik lagi. Untuk itu, olahraga ini jadi salah satu prioritas pasangan OYA,” kata Yana saat ditemui di salah satu hotel di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Senin (16/7/2018).

Salah satu upaya yang akan dilakukan pasangan OYA untuk mempertahankan predikat tersebut, yakni peningkatan pembinaan usia dini. Pasalnya, atlet-atlet di usia dini lebih mudah dibentuk dibanding atlet yang sudah memasuki kategori junior atau bahkan senior.

“Kota Bandung itu tidak pernah ‘beli’ atlet, tapi kita melakukan pembinaan dan melahirkan atlet sejak usia dini. Tapi di sisi lain, banyak atlet potensial dari Kota Bandung yang justru ‘dibeli’ atau ‘dibajak’ oleh kota dan kabupaten lain untuk menghadapi multieven olahraga seperti Porda Jabar,” tuturnya.

Untuk menjaga serta memelihara atlet potensial Kota Bandung, Yana berharap ada regulasi yang ketat dalam mengatur mutasi atlet. Pihaknya sudah memiliki konsep dalam menjaga dan memelihara atlet potensial.

Kaitannya dengan fasilitas serta infrastruktur olahraga, pihaknya akan berkoordinasi dengan KONI Kota Bandung sebagai induk cabang olahraga. Hal itu dilakukan, karena Pemkot memiliki keterbatasan, sehingga tidak mungkin memenuhi semua keinginan cabang olahraga untuk penyediaan infrastruktur latihan maupun pertandingan.

“Nanti kita punya skala prioritas, cabang olahraga mana yang memang benar-benar membutuhkan sarana prasarana untuk latihan. Kita akan inventarisasi bersama KONI Kota Bandung yang lebih paham,” jelas dia.

(Ageng/LIN)

Komisi A DPRD Kota Bandung: Sekda Harus Memiliki Kemampuan Koordinatif

0
Foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil harus benar-benar mempertimbangkan kapabilitas dan integritas dalam penunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung yang baru. Demikian diungkapkan anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Ade Fahruroji di Graha DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Senin (16/7/2018).

“Sekda itu jabatan strategis, sehingga harus benar-benar memiliki kapabilitas dan integritas yang teruji. Sekda harus jadi unsur penguat, sehingga harus memiliki fungsi koordinasi yang baik dalam menyukseskan rencana pembangunan Kota Bandung yang sudah disusun wali kota dan wakil wali kota kepada setiap SKPD dan dewan,” tegas dia.

Kemampuan koordinasi dari seorang sekda akan terlihat jika memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni. Sekda sebagai jabatan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu menjabarkan program pembangunan dari wali kota dan wakil wali kota kepada setiap SKPD maupun kepada pihak legislatif.

“Apalagi untuk lima tahun ke depan akan dipimpin oleh wali kota dan wakil wali kota baru hasil Pilwlakot 2018 kemarin. Pihaknya meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempertimbangkan dengan matang dalam menentukan Sekda. Sekda yang baru ini, nanti akan ‘digunakan’ oleh wali kota dan wakil wali kota yang baru. Bukan oleh Pak Emil,” terang dia.

Dengan kemampuan koordinasi yang dimiliki seorang sekda, maka arah pembangunan yang sudah disusun wali kota dan wakil wali kota Bandung yang baru ini mampu terjabarkan di setiap SKPD. Pasalnya, setiap pembangunan di Kota Bandung akan saling berkaitan antara satu SKPD dengan SKPD lain.

“Pemahaman seorang Sekda terkait pembangunan fisik di Kota Bandung itu harus benar-benar bagus dan teruji. Semua persoalan yang ada di Kota Bandung, termasuk arah pembangunan, akan saling terkait dari satu SKPD dengan SKPD lain. Mulai dari sisi tata ruang, zonasi pembangunan, dan hal lain,” kata dia.

Seperti diketahui, Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah merilis hasil akhir Seleksi Terbuka JPTP Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung pada Rabu (30/5/2018) lalu. Tim Pansel menetapkan tiga nama untuk diajukan kepada Wali Kota Bandung selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Ketiga nama tersebut adalah Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Mohamad Salman Fauzi, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar.

(Ageng/LIN)