spot_imgspot_img
Sabtu 17 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8050

Pani Deviyani Putri Nyaleg DPRD Garut Terinspirasi 2 Tokoh Perempuan

0
Pani  Deviyani Putri

GARUT,FOKUSJabar.id: Sejumlah kader dan pengurus Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu sudah di daftarkan jadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) periode 2019-2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Begitupun dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Garut. Salah satunya, Pani  Deviyani Putri. Dirinya terdaftar sebagai Bacaleg DPRD Garut Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Banyuresmi, Pasirwangi, Samarang, Tarogong Kidul dan Kecamatan Tarogong Kaler.

Bagi dirinya, menjadi anggota DPRD tidak terlalu mempersoalkan masalah gaji. Tujuan utamanya, ingin memberdayakan kaum perempuan, membangun generasi muda kreatif dan mengembangkan home industri.

BACA JUGA: PPKM Darurat, Aktivitas Masyarakat Garut di Luar Rumah Turun Signifikan

“ Banyak faktor yang mendorong saya agar mencalonkan wakil rakyat. Di antaranya, ingin memberdayakan kaum perempuan, membangun generasi muda kreatif dan mengembangkan home industri,” ungkap Pani kepada FOKUSJabar, Jumat (20/7/2018).

Menurut karyawati sebuah perusahaan swasta di Garut, dirinya berniat untuk berbakti kepada masyarakat. Terkhusus kaum perempuan.

Pani mengaku terinspirasi seorang dua tokoh perempuan. Yakni, RA Kartini dan RA Lasminingrat. Keduanya merupakan sosok wanita hebat sebagai pelopor kebangkitan kaum perempuan pada masanya.

“ Sebagai perempuan zaman now, kita mesti memiliki sikap serta semangat seperti RA Kartini dan RA Lasminingrat,” kata Pani.

Pani berharap, kedua sosok perempuan tersebut bisa menimbulkan rasa nasionalisme kepada seluruh generasi muda zaman now.

“ Semoga apa yang di lakukan RA Kartini dan RA Lasminingrat bisa menumbuhkan semangat untuk mengikuti jejak para pejuang terdahulu yang sudah berjasa kepada bangsa,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

BJB Wide Screen gelar nonton bareng “22 menit”

0
foto Corsec bjb

BANDUNG, FOKUSJabar.id :  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (IDX : BJBR) menggelar acara nonton bareng (Nobar) film “22 Menit” bagi seluruh karyawannya di CGV Paskal 23 Mall, Bandung, Kamis (19/7/18). Acara nobar film “22 Menit” terjalin atas kerjasama antar bank bjb dengan POLDA JABAR,

Kerjasama antara bank bjb dan POLDA JABAR telah terjalin sejak lama dan kali ini melalui momentum film “22 Menit” bank bjb kembali melakukan sinergi dalam bentuk promosi pada gelaran tayangan film “22 Menit” yang mengedukasi masyarakat.

Nobar yang diselenggarakan bertepatan dengan launching resmi film tersebut, menurut Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan, sebagai bukti dukungan dan apresiasi bank bjb terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dalam memberantas terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Melalui acara ini, bank bjb juga hendak membangun kesadaran masyarakat, dimulai dari internalnya untuk bersama-sama penegak hukum memberantas segala bentuk terorisme. Selain dukungan kepada POLRI, acara nobar ini juga sebagai bentuk dukungan aktif bank bjb terhadap industri film tanah air. Sejak beberapa tahun belakangan ini, bank bjb kerap menyelenggarakan acara nobar berbagai film karya anak bangsa, melalui program bjb WideSCREEN, nonton bareng, dan sebagainya. Karenanya, Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan menegaskan, bank bjb sebagai lembaga perbankan selalu peduli karya anak bangsa. Termasuk dengan turut andil mendukung pengembangan industri film tanah air, film-film tersebut di antaranya AADC 2, Warkop DKI Reborn, Kartini, The Nekad Traveller, Seteru dan lainnya. “Kita sudah lama mendukung industri film di Tanah Air melalui salah satu program bank bjb yang rutin dilakukan yakni bjb WideSCREEN,”, ujar Irfan, di Bandung, Kamis (19/7).

“Film ini sangat baik untuk mengedukasi upaya dalam memberantas aksi terorisme (anti teroris) dengan menampilkan aksi-aksi heroik Polisi yang secara profesional mampu memukul mundur para teroris sehingga menimbulkan rasa aman bagi masyarakat apabila terjadi tindakan atau aksi terorisme di masa yang akan datang.

Film “22 Menit” yang disutradarai Eugene Panji dan Myrna Paramita dari Buttonijo Film ini terinspirasi dari kisah nyata polisi dalam menangani aksi teror yang terjadi pada Januari 2016 lalu, di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Meski inspirasinya diambil dari kisah nyata, Eugene menegaskan bahwa “22 Menit” tidak dimaksudkan sebagai dokumentasi dari kejadian tersebut.

Pasalnya film ini juga dibumbui sedikit jalan cerita agar lebih menarik bagi masyarakat. Sebagaimana diungkapkan Myrna Paramita. “Kami menggunakan CGI untuk banyak adegan action di '22 Menit.' Contohnya, adegan baku tembak antara polisi dan teroris. Lalu, karena ledakan kedai kopi dan pos polisinya beneran, kami juga harus pakai green screen untuk menggambarkan situasi Thamrin saat itu,” Myrna menjelaskan. Film ini menggaet aktor ternama Ario Bayu yang berperan sebagai tokoh utama, yaitu Ardi, anggota pasukan anti terorisme kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan ibukota dari ledakan bom tersebut. Pemeran lainnya dibintangi oleh sejumlah anggota POLRI dan Pejabat POLRI.

(HW)

Dilaporkan Tidak Netral, Sekda Kota Bekasi Segera Disidang

0
Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan saat meninjau proses daftar ulang siswa baru di SMA Negeri 5 Bandung, Selasa (3/7/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempersiapkan Sidang Majelis Etik sebagai tindak lanjut adanya laporan dugaan ketidaknetralan Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, pada Pilwalkot Bekasi 2018.

Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan mengatakan bahwa berdasarkan sejumlah laporan, Rayendra diduga tidak profesional dalam menyelenggarakan Pilwalkot Bekasi 2018.

Oleh karenanya dalam sidang tersebut, Majelis Etik akan bertanya kepada sejumlah saksi.

“Sesuai dengan apa yang ditemukan, kita akan sidangkan nanti. Karena harus kita laporkan ke pusat mengenai apa yang dilakukan Sekda Kota Bekasi. Di dalam sidang akan ditemukan apa. Waktu itu diduga tidak profesional dalam pilkada, diduga,” kata Iriawan seusai menggelar rapat pembahasan rencana sidang tersebut di Gedung Sate, Jumat (20/7/2018).

Kaitannya dengan dugaan makar yang dilakukan Rayendra kepada Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah, Iriawan mengaku belum mengetahui secara jelas.

Namun, dugaan itu akan didalami dalam persidangan nanti.

“Benar atau tidaknya akan terbukti nanti. Akan terlihat dalam sidang. Hasil sidangnya nanti kita akan laporkan ke pemerintah pusat,” jelas dia.

Pihaknya akan mengupayakan agar sidang cepat dilakukan. Pihaknya pun akan memperdalam kasus tersebut di Kota Bekasi setelah menerima sejumlah laporan mengenai hal itu.

Iriawan bersama Sekda Jabar Iwa Karniwa dan pejabat lainnya dalam kesempatan itu menggelar rapat untuk membahas pelanggaran yang dilakukan Sekda Kota Bekasi terkait netralitas aparatur sipil negara pada Pilkada.

Jika semua dugaan pelanggaran itu terbukti, Pemprov Jabar akan memberi sanksi, mulai dari yang paling ringan hingga sanksi terberat sesuai jenis pelanggarannya.

Terlepas dari semua permasalahan itu, roda pemerintahan di Kota Bekasi tetap berjalan dengan baik. Pelayanan kepada masyarakat juga tetap berjalan.

(LIN)

Ucapkan Bela Sungkawa, Aher Kunjungi Rumah Duka Mantan Anak Buah Korban Kecelakaan

0
Melayat ke rumah duka Kabid KPP Jabar, Aher pimpin Salat Jenazah (foto Ibenk)
Melayat ke rumah duka Kabid KPP Jabar, Aher pimpin Salat Jenazah (foto Ibenk)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ahmad Heryawan (Aher) melayat ke rumah duka mantan anak buahnya, Asep Abdullah Fathul Alim. Asep adalah Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciawi , Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (19/7/2018).

Aher mengungkapkan dukacitanya pada keluarga Asep di rumah duka di Ciwastra, Kota Bandung, Kamis (19/7/2018) malam. Asep meninggal setelah mobil Avanza bernopol D 1111 B (plat merah) yang dikemudiakannya bertabrakan dengan satu unit Bus PO Budiman bernopol Z 7894 HC.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga Kang Aher mengucapkan bela sungkawa kepada almarhum Ir. Raden Asep Abdullah Fathul Alim yang wafat tadi siang, semoga Alloh SWT menerima Iman, Islamnya, menerima amal solehnya, mengampuni segala khilaf dan alfanya dan dosanya,” kata Aher di rumah duka.

Dia berharap dengan Iman dan Islam serta amal soleh yang dibawa almarhum ketika di dunia, Alloh akan memasukkannya ke dalam surga-Nya.

“Alloh tentu dengan kekuasaan, dengan rahmat dan karuniaNya memasukan ke dalam surgaNya dan mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” katanya.

Aher melanjutkan, kejadian yang menimpa Asep Abdullah bisa menjadi pelajaran bagi semua bahwa manusia akan meninggal dunia.

Termasuk semua yang ditinggalkan mendapat pelajaran bahwa hari ini gilirannya Pak Asep Abdullah.

“Tentu hari-hari ke depan adalah bagian yang masih hidup, bagian kita. Mudah-mudahan kita semua hidup dalam keadaan Iman dan Taqwa kepadaNya,” ucap Aher.

Sebelumnya diberitakan, Asep Abdullah Fathul Alim mengalami kecelakaan lalu lintas. Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono menyampaikan bahwa akibat kejadian tersebut, pengemudi Avanza yang bernama Abdulah Fathul Alim meninggal dunia.

(Ibenk/LIN)

Rumah Miring Nyaris Ambruk, Keluarga Ini Butuh Bantuan

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rumah panggung milik Endi (71) di Dusun Sukaharja RT 02/RW 01 Desa Petir Hilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis kondisinya sangat memprihatinkan. Selain sudah lapuk dimakan usia, rumah Endi pun sudah miring dan butuh perbaikan.

” Sejak lima tahun lalu rumah yang saya tempati kondisinya seperti ini,” kata Yayah Siti Sofiyah (35) anak dari Endi, Kamis (19/7/2018)

Yayah dan keluarga hanya bisa berdoa dan pasrah dengan kondisi rumahnya itu. Terlebih untuk memperbaiki rumah itu, dirinya dan keluarga tidak memiliki biaya.

“Jangankan memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja sulit. Bapak saya tidak bekerja, suami saya pun hanya buruh pabrik dengan penghasilan tidak seberapa” kata dia.

Yayah mengaku bahwa beberapa tahun ke belakang pernah ada yang mendata untuk mendapat bantuan perbaikan rumah. Namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

(Husen Maharaja/LIN)

Pj Gubernur Jabar IKut Memandikan PNS Korban Kecelakaan di Ciawi

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan mengunjungi rumah  duka korban kecelakaan, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar, Asep F.A Abdullah, Kamis (19/7/2018) malam.

Asep Abdullah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciawi tepatnya di Panyusuhan, Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, sepulang dari acara kontes ternak di Lapang Dadaha, Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (19/7/2018 ).

Mobil Avanza bernopol D 1111 B yang dikemudikan almarhum bertabrakan dengan Bus PO Budiman Z 7894 HC yang dikemudikan Denis Rahman.

Iriawan mengaku sangat kehilangan Abdullah, terlebih kata dia, almarhum salah satu putra terbaik yang dimiliki Jabar.

“Saya sama beliau dari pagi di Tasik, jadi Pak Asep Abdullah yang menjelaskan kepada saya tentang kontes ternak bersama Ibu Kadis Peternakan. Sehingga saya bisa memberikan arahan kepada peserta. Dia putra terbaik yang dimiliki Jabar, kami sangat kehilangan,” tutur Iriawan di rumah duka di Jalan Mulya Graha 2 Nomor 12 A, Perum Cipaganti Graha, Ciwastra, Bandung.

Iriawan datang ke rumah duka bersama Sekda Jabar Iwa Karniwa dan jajajran pegawai di Pemerintah Provinsi Jabar.

Iriawan menceritakan bahwa pada saat di Kota Tasikmalaya, dia dan Asep Abdullah mengunjungi kontes ternak, setelah itu Iriawan sempat mengunjungi Bandara Landasan Udara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya.

“Setelah itu, kami ke Ciamis untuk melihat pembangunan Leuwi Keris. Pak Abdullah pulang. Saya kaget mendapat kabar beliau kecelakaan di Ciawi,” kata dia.

Mendengar kabar duka itu, dirinya langsung bertolak ke Ciawi untuk mengurus jenazah korban. Sesampainya di lokasi kejadian, Iriawan sempat mengurus almarhum dan ikut memandikan di puskesmas setempat hingga mengantarkan ke rumah duka.

“Masih ada almarhum di mobil, saya sempat mengurusnya dan memandikan di puskesmas setempat. Sampai mengantarnya ke rumah duka,” ungkap Iriawan.

Dia mengatakan Asep Abdullah meninggal saat sedang menjalankan tugas negara. Sehingga Pemerintah Provinsi Jabar memberikan penghargaan setinggi-tingginya dengan menaikkan pangkat almarhum.

“Beliau itu gugur saat menjalankan tugas negara. Sebenarnya layak kalau dimakamkan di taman makam pahlawan. Tapi mungkin permintaan keluarga dimakamkan di dekat rumahnya. Saya mendoakan semoga almarhum diterima di sisi Alloh SWT, dan keluarganya diberi kekuatan,” ucapnya.

(Ibenk/LIN)

PJ Gubernur: Selain Penampung Air, Leuwikeris Bisa Jadi Destinasi Wisata di Jabar

0
Pj Gubernur Iriawan saat meninjau pembangunan Leuwikeris di Desa Nasol (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat M. Iriawan mendorong mega proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris di Desa Nasol, perbatasan Ciamis-Kabupaten Tasikmalaya segera selesai agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Bendungan ini sangat bermanfaat bagi pembangunan di Jabar. Selain sebagai penampungan air (irigasi), bendungan ini pun bisa menjadi destinasi baru,” jelas Iriawan saat meninjau Leuwikeris, Kamis (19/7/2018).

Dia berharap, pembangunan bendungan tersebut terus digenjot agar selesai sesuai rencana. Terkait persoalan gugatan dari masyarakat, semua sudah diproses perdata di pengadilan dan hal itu biasa.

“Namun kita akan menyelesaikan secara persuasif secepatnya dengan masyarakat agara segera clear,” tutur dia.

Untuk diketahui, bendungan Leuwikeris ini sangat banyak manfaatnya, seperti untuk irigasi, pengendalian banjir, penyediaan air baku, termasuk penyediaan tenaga listrik. Pihaknya pun berterimakasih kepada pelaksana proyek yang terus mengerjakan. Terlebih bendungan tersebut sangat dibutuhkan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau sudah selesai nanti, manfaatnya sangat besar,” terang dia.

Bendungan yang ditargetkan selesai 2021 itu memiliki luas mencapai 1000 hektar atau lebih luas dari bendungan yang ada di Kuningan.

(Seda/LIN)