spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8035

Dojo Baraya Garut Fokus Latih Atlet O2SN dan BKC Bank BJB, Haikal: Saya Ingin Jadi Karateka Nasional

0
Dojo Baraya fokus latih atlet O2SN dan BKC BJB (Foto. Andian)

GARUT,FOKUSJabar.id: Salah satu tempat latihan beladiri Karate di Kecamatan Karangpawitan, Dojo Baraya, SMKN 4 Garut di bawah asuhan pelatih  Agus dan Nia (Kang Agus-Teh Nia).

Dengan penuh semangat, kedua pelatih yang kebetulan suami istri itu menggembleng seluruh anak didiknya yang akan bertanding di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Garut yang akan digelar awal Mei 2018 mendatang.

Baca Juga: BPBD Kota Tasikmalaya Mulai Antisipasi Kekurangan Air

Selain itu kata Kang Agus, untuk menghadapi kejuaraan BKC Bank BJB open se-Jawa Barat, Jumat-Minggu (13-15/4/2018) di Sorda Jabar Arcamanik Bandung.

“ Kami fokus melatih dan menggembleng para atlet yang akan mengikuti kejuaraan di Bandung dan O2SN tingkat Kabupaten Garut,” sebut Kang Agus, Senin (19/3/2018).

Secara terpisah, salah satu orangtua atlet Karate, Dadan Farid Ridwan ayahanda M. Haikal Al Hilal Hasbi mengapresiasi kedua pelatih Dojo Baraya. Bagaimana tidak, pemusatan latihan tersebut sangat baik untuk mematangkan para atlet.

“ Latihan ini sangat baik untuk persiapan jelang kejuaraan tingkat Jawa Barat dan O2SN Kabupaten Garut. Anak saya sendiri akan berjuang mewakili Kecamatan Wanaraja di tingkat Kabupaten Garut,” imbuhnya.

Sementara atlet berbakat M. Haikal Al Hilal Hasbi yang kini duduk di bangku kelas 3 SDN 1 Wanaraja bercita-cita ingin menjadi atlet Karate nasional dan dunia.

(Andian/Bam’s)

Emil: Daerah Butuh Hub untuk Ruang Kreasi Anak Muda

0
Cagub Jabar Ridwan Kamil (Foto IST)
Cagub Jabar Ridwan Kamil (Foto IST)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Pimpinan Jatiwangi Art Factory (JAF) Arif Yudi menyebut bahwa anak-anak muda butuh ruang kreasi. Alhasil JAF dibantu Berkaf membangun ruang kreasi di area JAF.

“Tempat ini menjadi hub untuk ngumpul anak-anak muda yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif, membuat pertunjukan musik, hingga diskusi politik,” kata dia di JAF Jatiwangi, Selasa (19/3/2018).

Menurut dia, anak-anak sekarang juga mulai banyak yang suka dengan politik. Buktinya, diskusi- diskusi politik tumbuh di sini. Diskusi ini bisa menjadi edukasi politik bagi masyarakat.

“Sekarang mencari pemimpin itu adalah mencari orang yang bisa kerja dan tahu cara mengerjakannya, agar dia bisa ajarin rakyatnya kerja,” kata Arif Yudi.

Tidak hanya itu, ekonomi kreatif pun tumbuh di kalangan anak muda.

Sementara itu Manager Apa Mart Pandu Rahadian menambahkan bahwa Apa Mart yang digelar di aula JAF ini sudah berlangsung 3 bulan lalu. Kegiatannya digelar satu bulan sekali. Yang jualan anak-anak muda di Jatiwangi.

“Ide awal hanya menangkap aspirasi anak muda di Jatiwangi yang kreatif membuat produk tapi bingung cara menjualnya. Maka JAF menangkap aspirasi tersebut sehingga jadilah Apa Mart di lokasi ini,” kata Pandu.

Apa Mart yang digelar di aula JAF itu tak sekadar tempat nongkrong biasa. Untuk bertransaksi, pengunjung harus membeli mpleng, mata uang pecahan 3 ribu, 15 ribu dan 30 ribu. mpleng yang terbuat dari tanah liat ini menjadi mata uang untuk transaksi di setiap gerainya.
Barang yang dijual mulai dari kaos oblong, penganan, hingga handycraft.

Sambil menikmati penganan, pengunjung pun akan dihibur oleh band-band lokal yang menyanyikan lagu-lagu indie ciptaan mereka.

Cagub Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil yang berkunjung ke JAF merasa takjub dengan tempat itu. Menurut dia, masyarakat harus diberi tempat berkreasi. Melalui tempat seperti ini, mereka akan datang membuat karya – karya kreatif.

“Bayangkan kalau tidak ada tempat seperti ini, masyarakat mau berekspresi di mana. Gagasan ini akan saya bawa ke kota kabupaten di Jabar,” kata dia.

Dengan anak muda nongkrong positif, menurut dia, akan menghasilkan energi positif. Di JAF ini misalnya, tanah liat tidak harus menjadi genteng , dengan diolah secara kreatif ditambah citarasa seni bisa maka bisa menjadi aneka barang kesenian yang memiliki nilai jual tinggi.

“Ketika idenya kreatif, bisa menambah nilai ekonomi yang tinggi. Itulah yang menjadi semangat saya membangun Jabar melalui pariwisata, ekonomi keeatif dan perdagangan secara digital, untuk mencapai market yang lebih luas,” kata Emil.

(LIN)

Wujudkan Jabar Seubeuh, Cawagub Anton Charliyan Tinjau Pengolahan Padi di Cisayong

0
Cawagub Anton Charliyan (foto IST)
Cawagub Anton Charliyan (foto IST)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tinjau Pengelolaan Padi, di Kampung Cirando, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (19/3/2018) Cawagub Jabar nomor urut 2 Anton Charliyan (Anton) ingin mengetahui proses padi menjadi beras.

Terlebih Anton yang berpasangan dengan Cagub Jabar TB Hasanuddin (Hasanah) memiliki program Jabar Seubeh, yang salah satunya mempertahankan Jawa Barat sebagai lumbung padi serta memberikan kesejahteraan untuk para petani.

“Makanya saya ingin mengetahui prosesnya seperti apa pengolahan padi menjadi beras,” kata Anton melalui rilisnya kepada FOKUSJabar.id.

Dia menjelaskan, program Jabar Seubeh digagas untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Jabar. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk merealisasikan program Jabar Seubeh, yakni akan memperbaiki irigasi dalam rangka dukungan terhadap pasokan air di daerah pertanian. Kemudian memberikan subsidi pupuk , sarana pertanian dan bibit untuk petani secara gratis.

“Sehingga kita bisa menjaga harga pangan yang berkeadilan antara petani dan konsumen dengan memotong para spekulator,” kata Anton.

Nantinya kata dia, pasangan Hasanah pun akan menyediakan program pinjaman modal untuk petani dan nelayan tanpa agunan melalui BUMD, BUMDes dan kelompok tani.

Modal tersebut kata dia, diberikan demi meningkatkan pendapatan petani yang bisa memproduksi produk turunan dari hasil taninya. Dengan begitu akan bisa memberikan perlindungan yang baik kepada petani dan nelayan berbasis ekspor.

Untuk diketahui, selain Jabar Seubeuh, pasangan Hasanah pun memiliki program lainnya, yakni Boga Gawe , Jabar Cageur , Sakola Gratis , Imah Reumpeug , Turkamling dan Budaya serta Molototcom.

(LIN)

Popda Jabar 2018 Digelar Akhir Juli dan Dipusatkan di SPOrT Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Multievent olahraga tingkat daerah khusus bagi atlet pelajar, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2018 akan kembali digelar. Multieven olahraga pelajar tingkat Jabar ini akan dilaksanakan pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2018 mendatang.

Kepala Bidang ‎Peningkatan Olahraga Prestasi pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, Imam Solihin menuturkan, kegiatan Popda Jabar sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap dua tahun sekali. Popda Jabar sendiri menjadi bagian dari evaluasi pembinaan atlet pelajar di setiap kota/kabupaten sekaligus menjadi persiapan Jabar menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Jadi semua persiapan sudah dilakukan, termasuk penetapan cabang olahraga. Kita tinggal melakukan pertemuan koordinasi terakhir dengan pengurus cabang olahraga dan kota/kabupaten untuk menentukan nomor pertandingan,” ujar Imam saat ditemui di ruang kerjanya, komplek SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

Kepala Seksi Pembibitan Olahraga Prestasi, Nandang Roekanda menambahkan, Popda Jabar 2018 sendiri mempertandingkan sebanyak 21 cabang olahraga. Sama seperti cabang olahraga yang dipertandingkan di Popnas.

“Dari 21 cabang olahragatersebut, sebanyak delapan cabang olahraga melalui babak kualifikasi atau melalui Popwilda Jabar. Yakni bola basket, bola voli, sepakbola, sepaktakraw, tennis lapangan, tenismeja, bulutangkis dan pencak silat,” ujar Nandang.

‎Untuk lokasi pertandingan, lanjut Nandang, akan dipusatkan di komplek SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung. Selain itu, beberapa venue pun akan mempergunakan GOR dan venue cabang olahraga di sekitar Bandung Raya.

“Seperti di komplek olahraga Pajajaran, GOR Bandung, lapangan sepakbola Lodaya, dan situ Ciburuy, Padalarang. ‎Rencananya, kita akan gelar pertemuan teknik dengan daerah dan cabang olahraga pada bulan ini untuk menentukan nomor pertandingan sekaligus kepastian venue diluar komplek SPOrT Jabar, Arcamanik,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Sebelum Puasa, Kota Bandung Kukuhkan Tim Inti Porda XIII

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung berencana melakukan penetapan dan pengukuhan tim inti Porda Jabar XIII Kota Bandung sebelum buan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. Rencananya, tim inti Porda Jabar XIII Kota Bandung akan dikukuhkan pada medio Mei 2018 mendatang.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana menuturkan, pada bulan Maret dan April ini, pihaknya masih terus melakukan verifikasi terhadap cabang olahraga terkait keikutsertaannya pada babak kualifikasi Porda Jabar XIII. Penentuan tim inti sekaligus pengukuhan pun, menunggu ketetapan pasti dari aturan-aturan yang akan diterapkan ‎di ajang multieven olahraga empat tahunan di Jabar ini.

“‎Sampai saat ini kan belum ada keputusan pasti dari KONI Jabar terkait pembatasan usia, kepastian nomor, entry by name dan entry by number semua kota dan kabupaten, dan beberapa hal lain yang menyangkut Porda Jabar XIII. ‎Setelah semua itu ada kepastian, maka kita akan segera buat SK tim inti Porda Jabar XIII sekaligus melakukan pengukuhan tim inti,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

Aan menambahkan, untuk penentuan tim inti, pihaknya akan melakukan perampingan tim. Dengan demikian, tim inti Porda Jabar XIII Kota Bandung akan lebih ramping, efisien dan efektif.

“Atlet yang lolos babak kualifikasi, tidak otomatis akan kita kirim ke Porda Jabar XIII di Kabupaten Bogor. Kita sudah tetapkan klasifikasinya,” terangnya.

Pihak KONI Kota Bandung, lanjutnya, hanya akan mengirimkan atlet yang berhasil menempati posisi lima besar di nomor di cabang olahraga masing-masing. Baik untuk kategori olahraga terukur maupun cabang olahraga penilaian.

“Kalau atlet menempati ranking diatas lima besar pada babak kualifikasi, tidak akan kita kirimkan. Kecuali, cabang olahraga yang bersangkutan berani memberikan jaminan dan menandatangani kesepakatan untuk menjamin atlet yang bersangkutan bisa meraih medali. ‎Nanti kita siapkan reward bagi yang berpestasi, dan punishment yang bersifat mendidik bagi mereka yang gagal agar prestasi mereka meningkat,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

KONI Kota Bandung Berharap Hasil Verifikasi Mutasi Atlet Porda Jabar XIII Segera Diumumkan

0
ilustrasi (web)

‎BANDUNG, FOKUSJabar.id : Hasil verifikasi tim Pokja Mutasi Atlet KONI Jabar jelang Porda Jabar XIII diharapkan bisa disampaikan secara resmi kepada setiap pengurus KONI Kota/Kabupaten sebagai peserta multieven olahraga empat tahunan di Jabar. Dengan demikian, setiap kota/kabupaten bisa mengetahui secara pasti jumlah atlet yang melakukan mutasi menjelang Porda Jabar XIII/2018.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana menuturkan, pihaknya baru mendapatkan pemberitahuan secara ‎informal dari KONI Jabar terkait atlet yang masuk dan keluar Kota Bandung jelang Porda Jabar XIII. Namun terkait atlet dari cabang olahraga apa atau atlet dari mana dan kemana, pihaknya belum mengetahuinya.

“Dari pemberitahuan informal itu, KONI Jabar menyebut jika ada sembilan atlet yang pindah ke Kota Bandung dan 21 atlet Kota Bandung yang pindah ke daerah lain. Tapi kalau pemberitahuan secara formal, kami belum menerimanya. Baik dari pengcab olahraga yang bersangkutan, maupun dari tim Pokja Mutasi KONI Jabar,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

‎Meski KONI Jabar memastikan ada sembilan atlet yang ‘masuk’ ke Kota Bandung, namun Aan meyakini jika pihak cabang olahraga tidak pernah ada kesengajaan untuk ‘merekrut’ mereka jelang Porda Jabar XIII. Bahkan pihaknya pun belum mengecek kualitas dari kesembilan atlet yang dikabarkan ‘masuk’ ke Kota Bandung.

“Kalau ternyata kualitas mereka dibawah rata-rata atlet binaan kami dan datang ke Bandung hanya untuk nibrung rame di Porda Jabar XIII, tentu tidak akan kami terima. Begitu pun bagi 21 atlet yang keluar. Kami ingin semua atlet yang berlaga di Porda Jabar memberikan sumbangsih berarti bagi Jabar untuk PON XX, bukan hanya untuk kontingen daerahnya saja,” paparnya.

‎Aan menuturkan, pihaknya pun pesimistis jika permasalahan mutasi atlet ini bisa diselesaikan tuntas oleh tim Pokja Mutasi. Pasalnya, hingga Februari lalu, baru sekitar 10 kasus yang diselesaikan dari 300 kasus mutasi atlet yang terjadi menjelang Porda Jabar XIII.

“Kita ‎pesimis juga bisa tuntas dengan jumlah mutasi yang sangat banyak. Tapi kami tetap berharap, hasil verifiKsi mutasi atlet ini untuk segera diumumkan secara formal sesuai dengan janji Ketua Umum KONI Jabar, Pak Ahmad Saefudin yang akan membuka seluruh atlet yang berlaga di Porda Jabar XIII. Dengan demikian, kita bisa menghitung potensi kita dan lawan untuk Porda Jabar XIII nanti,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Sejumlah Kades Datangi Panwaslu Kabupaten Ciamis

0
(FOKUSJabar/Heusen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sejumlah Kepala Desa (Kades) yang tergabung pada Aliansi Kuwu dan Perangkat Desa Kabupaten Ciamis datangi Sekretariat Panwaslu yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ciamis, Senin (19/3/2018).

Menurut Ketua Aliansi Kuwu dan Perangkat Desa Kabupaten Ciamis, Muhamad Abdul Haris yang juga Kades Karangkamulyan, pihaknya mempertanyakan aturan Panwaslu terhadap para Kades sebagai pejabat publik bila kedatangan calon peserta Pilkada.

Hal itu menyusul adanya aturan bahwa Kades tidak boleh berpolitik praktis. Sementara seorang Kades dipilih oleh rakyat yang harus mengayomi semua masyarakat.

” Kalau ada kegiatan kemasyarakatan para calon Bupati-Wakil Bupati seperti pengajian, jika dihadiri dianggap melanggar aturan. Jika tidak dihadiri dianggap golput,” ucapnya.

Pihaknya meminta Panwaslu untuk bisa menyikapi kegundahan para Kades.

” Panwaslu harus selektif dalam menerima laporan pelanggaran yang dilakukan Kades. Artinya, jangan sampai laporan itu pada akhirnya tidak terbukti. Sehingga kinerja kami terganggu,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)