spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7990

Dua Paskibraka asal Jabar Jadi Pengibar Bendera di Istana Negara

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dua anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) asal Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan menjadi pengibar bendera di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Istana Negara,17 Agustus 2018.

Ke dua anggota Paskibraka itu adalah Ahmad Syahrul Mukarom (16), pelajar kelas X asal SMAN 11 Garut, dan Tarisa Maharani Dewi (16) pelajar kelas X SMAT Krida Nusantara Bandung.

Kedua pelajar itu dikirim Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda) Provinsi Jawa Barat ke tingkat nasional karena dianggap memiliki nilai lebih dari anggota Paskibra lainnya.

Sementara, sebanyak 36 Paskibraka Provinsi Jabar telah dikukuhkan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar M. Iriawan di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Bandung, Rabu (15/8/2018).

Seleksi untuk anggota Paskibraka di Jabar sendiri telah dilaksanakan sejak 11-14 Mei 2018. Dari 81 peserta seleksi terpilih 38 peserta yang merupakan perwakilan pelajar dari 27 kabupaten/kota di Jabar. Dua pelajar lolos seleksi ke tingkat Nasional.

(Ibenk/LIN)

Pj Gubernur Jabar Kukuhkan 36 Anggota Paskibraka Jabar 

0
(FOKUSJabar/Ibenk)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat  M. Iriawan mengukuhkan 36 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jabar di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Bandung, Rabu (15/8/2018).

Ke 36 anggota Paskibraka itu merupakan siswa/siswi terpilih perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Kepada puluhan anggota Paskibraka, Iriawan berpesan agar menjaga kebersamaan, sehingga pada pelaksanaan upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2018 nanti bisa berjalan dengan sukses.

“Harapan saya tentu sama dengan masyarakat Jawa Barat, semoga pada pelaksanaan nanti bisa berjalan lancar, sukses, kemudian khidmat. Makanya saya tekankan untuk terus menjaga kebersamaan. Karena tanpa kebersamaan tidak akan bisa sukses dan lancar,” ucapnya.

Bagi Iriawan, upacara kemerdekaan 17 Agustus 2018 nanti merupakan momen yang tak akan terulang lagi. Selain untuk pertamakalinya dia menjadi pembina upacara sebagai Pj Gubernur Jabar, dia pun mengatakan bahwa bendera pusaka yang dipakai untuk upacara Kemerdekaan nanti akan berangkat dari Gedung Sate setelah 20 tahun berada di Pemerintah Kota Bandung.

“Sehingga ini merupakan momen yang langka dan jarang. Saya sudah kontak dengan Gubernur Jabar terpilih agar menyimpan bendera pusaka ini di Gedung Sate,” ujarnya.

(Ibenk/LIN)

Dinas Peternakan Klaim Hewan Kurban di Ciamis Penuhi Syarat

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis periksa sejumlah Sapi hewan kurban yang dijual para pedagang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Sapi kurban di Desa Panyingkiran ditemukan sapi belum cukup umur untuk dijadikan hewan kurban.

“Tim kami masih menemukan hewan kurban yang belum cukup umur,” kata  Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Makmun, Rabu (15/8/2018).

Kendati begitu, secara keseluruhan hewan yang diperiksa semua dinyatakan sehat.

“Kami tidam menemukan hewan sakit, semua siap dijual sebagai hewan kurban,” kaya dia.

Adapun syarat sapi bisa dijadikan hewan kurban secara syariat, di antaranya bebas dadi penyakit dan cukup umur.

(Husen Maharaja/LIN)

PKS Optimistis Sandiaga Uno Dulang Suara Milenial Jabar di Pilpres 2019

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim figur Bakal calon wakil presiden (Bacawapres) Sandiaga Uno akan menang di Jawa Barat pada Pilpres 2019 dengan mendulang suara generasi milenial.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Jabar Oded M Danial menilai, pemenangan Prawbowo Subianto dan Sandiaga Uno di Jabar menjadi prioritas mutlak internal PKS.

“Saya berharap pesta politik bisa lancar, dan tentunya yang terbaik. Sebagi orang partai, saya punya usungan, itu yang (akan) menang,” kata Oded di Bandung, Rabu (15/8/2018).

Menurut Oded, sosok Sandiaga Uno memiliki peluang besar sukses di Jabar dibandingkan pasangan lawan. Dari segi penerimaan masyarakat, kata dia, kehadiran Sandiaga Uno optimistis akan mengulang kemenangan Pilpres di Jawa Barat.

“Kenapa optimis menang? Secara umum pemilih banyak milenial, sementara di antara dua pasangan yang punya (kans) bisa diterima milenial ya Sandiaga Uno,” terangnya.

“Dengan situasi kekinian, peta politik hari ini, mudah – mudahan di Jawa Barat pasangan yang diusung PKS menang Insya Alloh,” tambahnya.

(LIN)

PPP Ajukan Tokoh Masyarakat Tasik Selatan Jadi Wabup

0

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menjelang dilantiknya Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai Wagub Jabar dan digantikan posisinya oleh Wabup Tasikmalaya Ade Sugianto.

Kaitannya dengan kursi Wakil Bupati Tasikmalaya, politisi PPP Kabupaten Tasikmalaya Ikbal Nasihin menyebut bahwa PPP sudah menyiapkan Ujang Mulyana.

Nama Ujang Mulyana muncul melalui keputusan Rapimcab PPP Kabupaten Tasikmalaya yang dihadiri seluruh pengurus DPC dan PAC PPP se Kabupaten Tasikmalaya.

“Suara PPP bulat mengajikan Ujang ke partai koalisi pengusung Huda jilid 2 untuk menjadi Wabup Tasikmalaya yang akan dipilih DPRD,” jelas dia.

Selain itu, Ujang pun sudag tidak asing lagi di kalangan politisi lintas partai di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sebagai tokoh Tasikmalaya Selatan Ujang Mulyana dikenal sangat dekat dengan masyarakat terutama para kader PPP di arus bawah,” tegasnya.

Ketokohan dan kebersahajaan Pemimpin Lembaga Pendidikan Bina Insani itu pun begitu di cintai masyarakat Tasik Selatan.

Hal itu pulalah yang membuat seluruh kader mendorong dan akan mengantarkan Ujang ke partai koalisi sebagai kandidat Wabup menggantikan Ade Sugianto

(Nanang Yudi/LIN)

Kasus Dugaan Suap Mencuat, Wali Kota Tasikmalaya Tidak Masuk Kantor

0
Tampak Ruangan Kerja Walikota Budi Budiman Kosong molompong (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Sejak mencuatnya kasus dugaan suap dan mafia anggaran dan diperiksanya beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, termasuk dugaan keterlibatan wali kota, sejak Senin (13/8/2018) Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman dikabarkan jarang masuk kantor.

Dari keterangan Sekpri wali kota Dikki Muttakiin, sejak Senin lalu Wali Kota sudah tidak pernah lagi masuk kantor.

“Saya dengar kabar bahwa bapak (wali kota) banyak acara di luar. Jadi nggak sempat ke kantor,” jelas Dikki, Rabu (15/8/2018).

Dikki mengaku tidak tahu menahu ada acara apa saja.

“Mungkin Pak Wali lagi sibuk ke sana ke mari, sehingga nggak sempat ke kantor,” kata dia.

Seperti diketahui, Selasa (14/8) kemarin, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan.

Budi dipanggil sebagai saksi terkait kasus tindak pidana korupsi suap usulan dana perimbangan daerah pada RAPBN Perubahan tahun 2018 dengan tersangka Pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

Yaya diamankan dalam operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu.

(Seda/LIN)

Aher dan AHY Kandidat Kuat Ketua Timses Prabowo

0
Aher Prabowo dalam kampanye akbar pasangan ASyik
Aher Prabowo dalam kampanye akbar pasangan ASyik

JAKARTA. FOKUSjabar.co.id: Mantan Gubernur Jabar dua periode Ahmad Heryawan (Aher) dan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut-sebut akan jadi ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Ya, Mas AHY berpotensi, Kang Aher punya potensi, dan beberapa nama lagi saya tidak hapal punya potensi ya. Nah siapa yang dipilih tentunya berpulang dengan keputusan beberapa ketum partai koalisi dan pak Prabowo sebagai capresnya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Andre Rosiade  seperti dikutip sindonew.com.

Menurut dia, keduanya berpotensi menjadi ketua timses untuk pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Namun nama-nama yang muncul bakal ketua timses Prabowo-Sandi, menurut Andre sudah dirampungkan dan akan di diskusikan kembali dengan ketua umum partai politik serta capres dan cawapresnya.

“Ya pembentukan tim sukses pak Prabowo dan Sandi alhamdulillah sudah matang, mungkin 1-2 hari ini pimpinan akan mendiskusikan siapa yang akan jadi ketua timnya,”katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut beberapa kriteria yang cocok untuk menjadi ketua tim sukses pemenangan bakal calon presiden Prabowo dan bakal calon wakil presiden Sandiaga, salah satu syaratnya yaitu bisa full time.

“Kita berharap nanti ketua dan tim itu yang full time yang di harapkan itu orang yang bisa full time jadi 100 persen fokusnya disini (pemilihan presiden 2019),” kata Fadli.

(dar)