spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7984

Timnas Indonesia Kembali Raih Poin Penuh

0
ilustrasi (web)

BEKASI, FOKUSJabar.id : Timnas Indonesia U-23 berhasil mengamankan poin penuh pada pertandingan Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8/2018), seusai menaklukkan Laos 3-0.

Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang. Stefani Lilipaly mendapatkan peluang pertama. Namun, sepakan pemain Bali United ini masih bisa diselamatkan oleh penjaga gawang.

Skuad Garuda kembali membangun serangan dan beberapa kali mendapatkan peluang. Gol yang dinantikan akhirnya tercipta pada menit 14 melalui Alberto Goncalves, skor berubah untuk keunggulan Indonesia 1-0.

Tertinggal satu gol, Laos berusaha mengejar kertinggalannya dan beberapa kali membangun serangan ke jantung pertahanan Indonesia. Namun, hingga babak pertama usai belum ada gol yang tercipta bagi Laos.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol kedua ini dicetak kembali oleh Alberto Goncalves saat memasuki menit 47.

Timnas kembali membangun serangan untuk menambah pundi-pundi gol, pada menit 75 Ricky Fajrin memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 3-0. Skor tersebut tetap bertahan hingga laga usai.

(Arif/Bam’s)

Syahla Nabila Ajak Anak Bangsa Tingkatkan Rasa Nasionalisme dan Patriotisme

0
Syahla Nabila (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Menjadi tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tentunya tidak semudah menggoreskan pena. Selain tinggi badan, keterampilan seni dan penampilan juga sangat di perlukan. Sebanyak 23 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Satu di antaranya, Syahla Nabila, siswi kelas X SMA Al-Madinah Cibatu.

Menurut anak ke-empat dari pasangan Susi Susilawati dan Utang Suryadi, dia bangga terpilih menjadi anggota Paskibraka Kecamatan Cibatu tahun 2018.

Terlebih, dirinya bertugas pembawa baki bendera pusaka pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA:

MinyaKita di Pasar Manis Ciamis Menghilang?

“ Saya bangga dan senang menjadi tim Paskibraka,” kata Syahla Nabila di rumahnya, Kampung  Cilimushideung, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Sabtu (18/8/2018).

Syahla mengajak pada seluruh anak-anak bangsa agar lebih meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme untuk mencintai tanah air Indonesia.

Secara terpisah, Kepala SMA Al-Madinah Cibatu, Aep Saepudin mengaku bangga. Bagaimana tidak, tiga orang anak didiknya terpilih menjadi duta Paskibraka Kecamatan Cibatu. Ketiga anak didiknya itu yakni, Syahla Nabila, Neng Fahdan dan Silvi.

“ Tentunya bangga, tiga anak didik kami terpilih jadi tim Paskibraka Kecamatan Cibatu. Melaksanakan tugas pengibaran bendera bukanlah pekerjaan mudah. Mereka di tuntut memiliki rasa percaya diri yang kuat, keseriusan dan totalitas yang tinggi,” ucap Aep.

Menurut dia, setiap tanggal 17 Agustus, di seluruh daerah selalu di gelar upacara untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengibaran sang saka Merah Putih merupakan salah satu bagian penting dalam upacara tersebut.

Karenanya, tim Paskibraka setiap tahunnya selalu di bentuk dan di seleksi oleh panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN).

Anggota tim Paskibraka sambung Aep merupakan putra-putri terbaik. Pasalnya, tidak semua siswa bisa menjadi seperti mereka. Setelah melalui rangakain latihan yang tak kenal lelah, Paskibraka mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dan akan di bawa di kehidupan nanti di masyarakat.

“ Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semuanya harus melalui latihan dan ujian sebagai bekal pengalaman berharga. Bawalah pengalaman ini sebagai modal kelak di masyarakat,” pesan dia.

Untuk itu, para siswa lainnya agar bisa termotivasi sehingga bisa mengikuti jejak mereka. Bahkan tidak menutup kemungkinan jadi tim Paskibraka tingkat Kabupaten, Provinsi dan nasional.

“ Banyak manfaat yang bisa diraih. Diantaranya, menambah persaudaraan, ilmu, menanamkan kedisiplinan dan menumbuhkan sifat corsa,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Tujuh Napi Lapas Ciamis Langsung Bebas

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Mendapatkan remisi kemerdekaan, 9 narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 B Kabupaten Ciamis, Jawa Barat langsung sujud syukur . Napi yang  mendapatkan remisi bebas dari hukuman, yakni narapidana yang tinggal beberapa bulan lagi akan selesai menjalani masa hukuman. Dengan begitu, ketika pada moment Hari Kemerdekaan RI mendapat remisi, sisa hukuman yang tinggal beberapa bulan lagi itu langsung terpotong habis. Sehingga mereka dinyatakan bebas atau bisa kembali ke masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat kepada narapidana yang mendapat remisi. Bagi narapidana yang belum mendapat remisi, kami harap untuk bersabar. Karena tidak serta merta narapidana mendapat remisi. Mereka harus memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,”kata Kepala Lapas Kelas II B Ciamis, Gumilar Budi Rahayu, Jumat (18/8/2018).

Budi berharap narapidana yang dinyatakan bebas setelah dikurangi remisi bisa menjadi warga Negara yang baik dan tidak mengulangi lagi perbuatannya ketika sudah kembali ke masyarakat.

Salah seorang narapidana Iwan Herawan (22), warga Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, langsung menggelar sujud syukur ketika dinyatakan bebas dari hukuman. Menurutnya, masa hukuman dirinya sebenarnya masih satu bulan lagi, tetapi setelah mendapat remisi kebebasannya dipercepat. (husen maharaja/DAR)

 

Wagub Jabar Terpilih Marah PNS Pemkab Tasik Malah Jongkok Saat Upacara HUT RI

0
Tampak PNS Kab.Tasikmalaya duduk-duduk saat upacara HUT RI Ke 73 (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum marah besar melihat sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Tasikmalaya malah jongkok saat mengikuti Uparaca HUT RI di lapangan Sindangkerta, Kec.Pageurageung Kab.Tasikmalaya Jum’at (17/08/18).

“Saya menyesalkan dan merasa malu  atas perilaku PNS tersebut, rasa nasionalisme dan kebangsaan, patriotismenya patut dipertanyakan, apalagi dia ASN sebagai abdi masyarakat yang wajib memberi contoh yang baik kepada masyarakat, kami tidak mau ada oknum PNS seperti itu,” kata Uu sapaan akrabnya kepada wartawan.

Para PNS ini kedapatan berjongkok menghindari terik sinar matahari yang menyegat saat pelaksanaan upacara, selain jongko sebagian lainnya nampak bergerombol untuk berteduh di bawah pohon rindang di bagian belakang formasi barisan peserta upacara.t.

Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih ini juga meminta agar kebiasaan buruk oknum PNS ini bisa diubah dan tak lagi terjadi di masa yang akan datang. “Saya  akan memberikan sanksi tegas kepada para PNS yang kedapatan berbuat tidak terpuji saat pelaksanaan upacara bendera HUT RI,” tegasnya. Uu juga mempertanyakan rasa nasionalisme sebagian PNS Tasik yang tak disiplin itu.

(Seda/DAR)

Meriahnya Agustus di Gedung Sate

0
Lomba pecahkan balon. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Museum Gedung Sate menggelar perlombaan bagi anak usia 8-15 tahun di Parkiran Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (17/8/2018). Acara ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Imdonesia (RI) ke-73

Acara tersebut bertajuk Amazing Race “Membangun Semangat Juang Bersama”. Beberapa lomba khas kemerdekaan Kaulinan Rakyat seperti Makan Kerupuk, Balap Karung, Kelereng Sendok, Tarik Tambang dan Pecah Balon.

Acara dimulai sekitar pukul 11.00 WIB., setelah pelaksanaan upacara bendera pusaka di lapangan Gasibu kemudian digelar Treasure Hunt atau berburu harta karun dan mengenal Gedung Sate.

Orangtua dari salah satu peserta, Rini Arnita (35) yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut mengaku terhibur. Selain untuk menyemarakkan hari kemerdekaan RI, bagi Rini acara itu juga untuk melatih kepribadian anak.

“Untuk menyemarakkan hari Kemerdekaan Indonesia ini selalu diisi dengan perlombaan yang sangat positif bagi anak,” ujarnya.

(Ibenk)

Dapat Remisi HUT RI 73, 258 Napi di Jabar Bebas

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun, secara simbolis menyerahkan remisi dalam rangka HUT ke 73 Kemerdekaan Indonesia, di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) klas II A Bandung jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, Jumat (17/08/2018).

Dari total 11.995 narapidana yang mendapat remisi HUT ke 73 Kemerdekaan Indonesia, dari 6 rumah tahanan negara dan 27 lembaga permasyarakatan. Ada dua jenis remisi yang diberikan. Yaitu Sebanyak 11.737 mendapat remisi umum I dan 258 narapidana di antaranya menerima remisi umum II, atau bebas.

“Hari ini saya berada di Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin. Memang tugas saya hari ini membedikan remisi secara simbolis kepada warga binaan yang mendapatkan hak -nya,” ungkap Pj Mochamad Iriawan.

“Ada 258 se-Jawa Barat yang mendapat remisi bebas hari ini. Jadi selamat untuk warga binaan yang bebas hari ini,” katanya.

Iriawan pun menyebut pembinaan di rutan atau lapas, bukan untuk membalas perbuatan yang dilakukan. Tapi bagaimana mengembalikan masyarakat ke jalan yang benar, dengan bekal keahlian yang diberikan.

Sebagai contoh, Iriawan mengungkapkan rasa bangganya saat melihat berbagai keahlian yang ditampilkan warga binaan. Mulai dari kesenian, kerajinan tangan, hingga berbagai produk lainnya.

“Kita cukup bangga melihat inovasi warga binaan ada tari-tarian, ada kerajinan, dan semua yang ada di sini. Ini jadi hari yang indah bagi mereka,” Katanya.

Sementara itu, pemberian remisi sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang perubahan atas PP Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun, mengatakan bahwa harus diberikan informasi kepada publik terkait hak remisi yang diatur undang- undang ini.

Ia menyebut, dari 6 rumah tahanan negara dan 27 lembaga permasyarakatan, berpenghuni warga binaan yang seluruhnya berjumlah 22.880 orang. Mereka terdiri dari tahanan 17.390 orang, dan narapidana sebanyak 5.489 orang.

“Dengan klasifikasi pidana umum sebanyak 14.613 orang, dan pidana khusus 8.214 orang,” Sebutnya.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari Tipikor sebanyak 647 orang, narkotika bandar 7.229 orang, narkotika pemakai sebanyak 3.356 orang.

“Sementara terorisme berjumlah 132 orang,” paparnya.

Turut hadir pada kegiatan ini , Kepala Divisi Pemasyarakatan, Krismono, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Bandung Raya, serta unsur Forkopimda Jawa Barat.

(HUMAS JABAR)

17an Bermanfaat ala “The Amazing Race at Museum Gedung Sate”

0
Foto2 Humas Jabar
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ada banyak cara memperingati Hari Kemerdekaan RI. Berbagai gaya diekspresikan sebagai rasa syukur dan sukacita menjalani tahun ke-73 kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Apapun itu, dipastikan menambah rasa memiliki dan wawasan kita dalam hidup bernegara. Inilah yang menjadi dasar pemikiran Museum Gedung Sate menggelar “The Amazing Race at Museum Gedung Sate” dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar untuk berkompetisi di area Gedung Sate, tepat di hari peringatan kemerdekaan RI.
Kepala Bagian Publikasi Setda Jawa Barat Azis Zulficar mengatakan dengan kompetisi ini pihaknya berharap generasi muda mendapatkan pengetahuan dengan cara yang fun (Menyenangkan dan disukai) mengenai sejarah. Sebanyak 80 orang peserta berpartisipasi dalam kegiatan yang baru digelar perdana ini.
“Gedung Sate adalah bagian dari sejarah republik ini, jadi tepat rasanya kita memasifkan informasi mengenai Gedung Sate melalui cara yang berbeda, yaitu dengan kompetisi,” katanya di Gedung Sate Kota Bandung, Jumat (17/8/18).
Lebih jauh Azis menjelaskan ada dua segmen usia dan beberapa permainan yang dapat diikuti. Untuk 5-10 tahun dapat mengikuti Kaulinan Rakyat, seperti Lomba Makan Kerupuk, Balap Karung, Lomba Balap Kelereng, Tarik Tambang, dan Pecah Balon.
“Untuk usia 8-15 tahun, ada permainan yang lebih kompleks bertajuk Treasure Hunt. Permainan ini dilakukan berkelompok, dengnan mengumpulkan 17 kartu bergambar Gedung Sate dengan warna yang sudah ditentukan di sekitar area Gedung Sate,” jelasnya.
“Untuk permainan ‘Mengenal Gedung Sate’, dibagi ke dalam beberapa kelompok, tiap kelompok harus menjawab pertanyaan seputar Sejarah Gedung Sate dan Peringatan Kemerdekaan RI di 5 Pos yang tersebar di sekitar Halaman Gedung Sate,” jelasnya.
Peserta yang berpartispasi, menurut Azis, berasal dari kalangan umum, keluarga PNS di lingkungan Gedung Sate dan undangan ke beberapa sekolah dan komunitas.
Salah seorang tua dari peserta, Dita (35), mengatakan dirinya dan anak-anaknya ikut kompetisi ini tanpa target menang, yang penting adalah nilai perjuangan yang mereka ambil. “Seru, anak-anak senang. Intinya kita mengajarkan kalau ingin meraih sesuatu itu harus melalui perjuangan dulu,” katanya.
Azka, peserta yang juga siswa kelas 4 SD Moh. Toha, juga merasakan senang karena berkesempatan ikut lomba 17an di Gedung Sate. “Kalau di rumah atau di sekolah kan sudah biasa,” katanya.
Berada di Gedung Sate Jumat, 17 Agustus 2018, serasa sedang memasuki mesin waktu dan kembali ke era 1945. Para pelaku sejarah pejuang kemerdekaan dan prajurit berseragam Belanda dan Jepang terlihat hilir mudik. Bedanya, mereka tidak sedang berperang, mereka malah asyik bersenda gurau.
Ada yang berbeda dengan penampilan para petugas museum dan tim kreatif Humas Jabar yang dikomandani Kepala Bagian Publikasi Setda Jabar Azis Zulficar. 17an kali ini, mereka menjelma menjadi pejuang kemerdekaan dan prajurit kompeni dan Jepang.
Azis mengatakan permainan kostum (costume play/cosplay) ini dalam rangka turut memeriahkan 17an di area Gedung Sate sekaligus ajang untuk unjuk kreativitas.
“Kita sekali-kali berpenampilan beda sesuai dengan tema, intinya sih agar kita bisa menjaga kebersamaan dan kreativitas yang ujung-ujungnya semoga semakin dapat merangsang produktivitas kerja,” katanya sambil memamerkan kostum tentara Jepang yang dipakainya.
Cosplay ini juga masih dalam rangkaian “The Amazing Race at Museum Gedung Sate” dengan tujuan lain membangun ambience suasana perjuangan tempo dulu. Sedikitnya ada lima komunitas yang berpartisipasi: Komunitas Jeep Militer, sepeda ontel, Wajada, Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI), Kofaba, Kominitas FBT (Forum Bandung Teritori) 1945, dan Food truck.
Erik (38) dari Komunitas Jeep Militer Bandung berharap acara semacam ini dapat membuat anak-anak tertarik belajar sejarah. “Acaranya keren, sangat mengedukasi terutama buat anak-anak kecil ini. Dengan adanya mobil-mobil (eks) militer ini mereka bisa langsung belajar sejarah. Bisa dibilang museum berjalan kan. Dengan begini mudah-mudahan anak-anak rasa patriotismenya bisa lebih tinggi lagi,” katanya.
Humas Jabar