spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7985

Jabar Bertekad Bangun Infrastruktur Besar-besaran

0
(Humas Jabar)

BANDUNG – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-73 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tahun ini menjadi momentum bagi Provinsi Jawa Barat untuk membangun infrastruktur secara besar-besaran. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus mendorong percepatan kesejahteraan rakyat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, Jawa Barat bertekad untuk membangun infrastruktur secara besar-besaran. Ada berbagai macam proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan di Jawa Barat.

“Kita bertekad untuk meningkatkan infrastruktur pembangunan besar-besaran mendukung sepenuhnya Pemerintah Pusat,” ujar Iwa ditemui usai menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI Tingkat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 di Halaman Depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat pagi (17/8/18).

“Yang pertama adalah 16 jalan tol. Yang kedua, melanjutkan dan meningkatkan pembangunan Bandara Kertajati yang dirancang nomor kedua terbesar di Indonesia, bahkan dimungkinkan suatu saat nanti lebih besar dari (Bandara) Soekarno-Hatta,” lanjutnya.

Proyek lainnya yaitu pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang sudah mulai groundbreaking. Pelabuhan ini digadang-gadang menjadi pelabuhan peti kemas terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Sementara untuk pembangunan ketahanan pangan, agar Jawa Barat tetap menjadi lumbung padi nasional terus dilakukan pembangunan waduk atau bendungan. “Sekarang sedang membangun mendukung sepenuhnya Pemerintah Pusat adalah (pembangunan) enam waduk. Empat waduk yang sedang on going process,” kata Iwa.

Iwa menyebutkan seperti pembangunan Waduk Leuwi Keris. Waduk yang terletak di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya ini untuk meningkatan produktifitas ketahanan pangan dan penyediaan air baku untuk wilayah Ciamis, Tasikmalaya, dan Banjar. Selain itu, ada waduk Sadawarna untuk wilayah Indramayu dan Subang.

“Lalu Waduk Ciawi untuk meningkatkan air baku dan pengendalian banjir, baik itu wilayah Bogor maupun juga lebih utama lagi Jakarta. Dan yang keempat adalah Waduk Sukamahi, ini juga dalam rangka pengendalian banjir sekaligus untuk mempertahankan ketahanan pangan di wilayah sana (Bogor) dan mengairi supaya sepanjang tahun sawah dan ladang kita itu mendapatkan air,” ungkap Iwa.

“Sehingga diharapkan nanti indeks panen itu dari dua mengarah kepada tiga kali dalam setahun. Termasuk Waduk Matenggeng untuk wilayah Kuningan dan sebagian Cilacap,” imbuhnya.

Iwa menambahkan, pembangunan infrastruktur lain seperti Kereta Api Cepat dari Jakarta sampai Tegal Luar diharapkan bisa dilakukan dengan lancar. Penetapan lokasi (penlok) pun sudah dilakukan dan secara fisik sudah mulai nampak.

Moda transportasi antarkawasan juga terus digenjot pembangunannya melalui Rencana Induk Kereta Api. Kereta Api Cepat nantinya akan tersambung dengan LRT Bandung Raya yang memiliki delapan jalur.

“Sehingga diharapkan nanti Bandung-Tanjungsari bisa 15 sampai 20 menit. Apabila itu (moda transportasi) terintegrasi maka langkah berikutnya transportasi massal akan tersedia buat masyarakat,” tukas Iwa.

“Dengan demikian tentu pengaturan mengenai angkot dan lain sebagainya termasuk (kendaraan) roda dua dimungkin untuk kita lakukan, sehingga kemungkinan nanti prediksi akan terjadi traffic jam di Bandung Raya tidak akan ada nantinya. Karena langkah-langkah antisipasi sudah kita siapkan,” sambungnya.

Ini menjadi salah satu solusi moda transportasi antarkawasan terintegrasi yang bisa mengurangi high cost economy terkait logistik. Terlebih dengan adanya Perpres Nomor 45 Tahun 2018 tentang Tata Ruang Cekungan Bandung yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan sebagian Kabupaten Sumedang menjadi langkah monumental.

“Karena dari sisi tata ruang sudah ada landasan hukumnya, sehingga walaupun tata ruang, tata wilayah kabupaten/kota (di Bandung Raya) belum (ada) bisa mengacu kepada perpres tersebut,” tutur Iwa.

Progres pembangunan transportasi antarkawasan Bandung Raya sampat saat ini, Iwa menjelaskan sudah mencapai tahap pengajuan izin trase ke Kementerian Perhubungan RI. Proyek ini memerlukan anggaran cukup besar, sehingga tidak akan mengandalkan APBN dan APBD. Maka pola pembangunan yang akan dilakukan yaitu KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) atau investasi swasta.

Moda transportasi terintegrasi Bandung Raya ini menjadi mimpi besar bagi Jawa Barat. Targetnya akan selesai pada 2025. “Kita sedang rancang terus, tetapi paling tidak di tahun 2025 ini sudah terbentuk indikator negara maju ada di Jawa Barat. Itu mimpi terbesar Jawa barat, sehingga kita bisa menyamai Kuala Lumpur dan Bangkok, bahkan bisa melampaui,” tegas Iwa.

Sementara terkait pembangunan jalan tol, Iwa menyebut proyek tol seperti Tol Cisumdawu diharapkan bisa meningkatkan efektifitas Bandara Kertajati di Majalengka. Namun, tidak hanya itu tol ini juga diharapkan bisa meningkatkan arus barang dan orang dari Bandung-Cirebon dengan waktu tempuh maksimal satu jam atau bahkan Bandung-Kertajati bisa ditempuh dalam waktu 45 menit.

Untuk mendukung upaya itu, kata Iwa, pihaknya telah mengalokasi anggaran hingga Rp 60 Miliar untuk pembebasan lahan akses jalan nontol, sementara pembangunan jalannya akan dilakukan Kementerian PUPR RI.

“Ini langkah-langkah yang sedang terus kita lakukan. Sekarang sedang proses di Seksi Satu yaitu Cileunyi-Rancakalong, sedangkan Rancakalong-Sumedang untuk Seksi Dua Fase Satu itu sudah selesai, sekarang sudah mengacu pada Seksi Dua Fase Dua sampai ke Sumedang,” jelas Iwa.

Proyek Tol Bocimi juga tak luput dari percepatan pembangunan. Pemerintah Pusat telah melanjutkan pembangunan tol ini dari Sukabumi-Ciranjang dan Ciranjang-Padalarang. Sementara berdasarkan hasil studi, Iwa mengatakan Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) akan menjadi jalan tol sepanjang 185 km mulai dari Gedebage-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Cilacap.

“Tidak kalah pentingnya adalah wacana yang memang baru, mulai digagas 2015 lalu dirancang mengenai FS (feasibility study) 2016 dan FS-nya selesai 2017. Untuk hasil studi bukan Cileunyi-Garut-Tasikmalaya tetapi menjadi Gedebage-Majalaya-Garut-Tasik-Tasik-Ciamis-Banjar hingga Cilacap sepajang 185 km,” papar Iwa.

“Ini langkah besar-besaran momentum Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dan juga Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ke-73 yang jatuhnya pada tanggal 19 Agustus 2018,” katanya.

Berbagai pembangunan infrastruktur fisik tersebut adalah salah satu upaya mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Upaya lain yang dilakukan yaitu melalui peningkatan pelayanan publik. Pemda Provinsi Jawa Barat juga terus mendorong percepatan kesejahteraan melalui pelaksanaan pembangunan yang telah diprogramkan, serta peningkatan kualitas SDM.

“Momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018 yang ke-73, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan seluruh komponennya bertekad untuk terus mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” tutur Iwa.

“Ada dua hal. Yang pertama adalah percepatan infrastruktur, yang kedua meningkatkan pelayanan. Disamping juga tetap mempertahankan apa yang sudah diprogramkan termasuk pembangunan manusia seutuhnya baik lahir bathin maupun rohani,” pungkasnya.

(HUMAS JABAR)

Akan Tinggalkan Bandung, Emil Titipkan Tiga Hal

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Satu bulan kedepan, Ridwan Kamil (Emil) akan melepas jabatannya sebagai Wali Kota Bandung dan menduduki jabatan baru sebagai Gubernur Jabar periode 2018-2023.

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Bandung tahun 2018 pun menjadi momen Emil menyampaikan pesan dan amanat terakhirnya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung.

Saat memberikan sambutan sebagai Inspektur Upacara, Emil menitipkan tiga hal bagi para ASN di lingkungan Pemkot Bandung.

“Yang pertama, saya titip agar ASN Kota Bandung menjaga integritasnya. ASN Kota Bandung itu sudah membuat iri para ASN di seluruh Indonesia‎, karena pendapatannya sudah cukup besar dengan tambahan beberapa tunjangan. Bahkan para camat di Kota Bandung yang ingin umrah, cukup tiga bulan menabung‎ saja,” kata Emil dihadapan peserta Upacara Peringatan HUT RI ke 73 di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (17/8/2018).

Jika berharap untuk bisa kaya raya‎, lanjut Emil, maka jangan menjadi seorang ASN. Tapi kalau untuk sejahtera, pihak Pemkot Bandung telah dan terus berupaya mencukupkan kebutuhan hidup para ASN sehingga tida kekurangan.

“Karena itu, saya titip jaga integritas dimulai dari pikiran, sejak dari hati, sejak melangkah dari rumah, tahan godaan-godaan, jaga marwah dan martabat Pemkot Bandung serta lencana ASN yang ada di dada kalian,” jelas dia.

Hal‎ kedua yang dititipkan Emil, yakni melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Sebagai pelayan publik, sudah menjadi ‎risiko bagi ASN untuk menghadapi masyarakat yang berbeda-beda karakter‎.

“Karena itu, layani mereka dengan hati, dimulai dengan senyum‎ karena sodaqoh termurah itu adalah senyum. ‎Tarik urat pipi kita untuk senyum meski yang dihadapi adalah masyarakat yang tidak kita sukai cara mereka berkomunikasi. Layani mereka dengan sepenuh hati,” terangnya.

Hal terakhir yang dititipkan Emil yakni profesionalitas sebagai ASN. Dia berharap, ASN Kota Bandung lebih pintar dari hari ke hari serta memahami teknologi, karena di zaman sekarang  semua akan bergeser ‎menjadi sebuah digital government.

“Jika tiga nilai tadi dimiliki, Insya Alloh kualitas ASN Kota Bandung tidak akan pernah disusul oleh seluruh ASN se-Indonesia.‎ Itu pesan saya, termasuk rasa terimakasih kepada Forkompimda‎ yang telah menjaga kondusivitas selama lima tahun‎. Terimakasih juga untuk seluruhnya yang sudah bekerja keras sehingga Kota Bandung sekarang lebih aman, nyaman dan sangat kondusif,” pungkasnya.

(Ageng/LIN)

Jual Ciu, Pemuda Ini Rayakan Idul Adha di Penjara

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id: Menjual Miras jenis Ciu, warga Dusun Bojongjati, Desa Pananjung, Pangandaran Dede Sutriono (32) diciduk polisi.

Kapolres  Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pihaknya menangkap pelaku setelah mendapat laporan warga yang resah dengan peredaran Miras di kawasan itu.

“Jajaran kami mendapat laporan bahwa tersangka suka menjual miras (Ciu) di warungnya,” kata Bismo di Mapolres Ciamis, Jumat (17/8/2018).

Laporan dari masyarakat itu kemudian ditindaklanjuti dan didapati Ciu di warung Dede, sepertu yang dilaporkan warga.

” Karena terbukti menjual Ciu, kami pun mengamankan pelaku untuk prosea hukum selanjutnya,” jelas dia.

Selain mengamankan pelaku, polisi pun menyita barang bukti sebanyak 23 plastik Ciu. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Ciamis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat pasal 204 jo 62 jo pasal 8 UU RI no /1999 tentang pelindungan konsumen, dengan ancaman hukuman delapan (8) tahun penjara.

(Husen Maharaja/LIN)

Dilantik jadi Dewan, Kader Gerindra Ini Siap Terjun ke Masyarakat

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kader Partai Gerindra Eni Rif’ati dilantik sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menggantikan posisi Almarhum Sunatra.

Eni dilantik di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (16/8/2018).

Sunatra adalah anggota DPRFlD Jabar fraksi Gerindra yang meninggal saat melaksanakan Umroh di Makkah 27 Februari 2018 lalu.

Jabatan yang diemban Eni di Komisi V DPRD Jabar akan berlangsung selama setahun ke depan dan dia berjanji segera bekerja dan menyesuaikan diri dengan anggota dewan lainnya.

“Banyak sekali yang harus diperbaiki mulai dari pendidikan dan kesehatan. Insya Alloh saya terjun langsung untuk membantu mereka,” kata dia.

Eni berharap amanah yang diembannya bisa dijalankan dengan baik dan berguna bagi bangsa dan negara.

“Saya ingin bergabung dengan masyarakat, merubah tingkat kesejahteraan masyarakat. Di Bandung masih banyak warga yang tingkat ekonominya di bawah standar,” ucapnya.

(Ibenk/LIN)

Atlet Jabar Berpeluang Sumbang 9 Medali Emas di Asian Games XVIII

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Selain menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi Indonesia di Asian Games XVIII, atlet asal Provinsi Jabar pun ‎diprediksi akan memberikan kontibusi medali emas terbanyak. Setidaknya, atlet asal Jabar yang berlaga di Asian Games XVIII diprediksi sumbang sembilan medali emas.

“Dari total 16 medali emas yang menjadi target minimal Indonesia di Asian Games XVIII untuk menembus jajaran 10 besar, kami prediksi sebanyak sembilan medali emas akan disumbangkan atlet asal Jabar,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jabar, Yunyun Yudiana saat ditemui usai Verifikasi Cabang Olahraga dalam rangka Asian Games XVIII tahun 2018 dan Persiapan PON XX tahun 2020 di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (16/8/2018).

‎Dengan demikian, lanjut Yunyun, atlet asal Jabar akan menjadi tumpuan bagi Indonesia dalam perolehan medali emas Asian Games XVIII. Hal ini berdasar pada lebih dari separuh medali emas yang ditargetkan Indonesia di Asian Games XVIII akan berasal dari atlet asal Jabar.

‎”Sembilan medali emas itu, kita prediksi dari Pencak Silat sebanyak tiga emas, lalu Bridge sebanyak dua emas, serta satu medali emas dari soft tenis, panjat tebing, dayung, angkat besi, dan panahan. Bahkan bukan tidak mungkin dari cabang olahraga taekwondo di nomor poomsae,” terangnya.

Yunyun menambahkan, pada gelaran Asian Games XVIII tahun 2018, Indonesia sebagai tuan rumah sangat memungkinkan untuk meraih lebih dari 16 medali emas. Pasalnya, berdasarkan proyeksi masing-masing cabang olahraga, setidaknya Indonesia punya potensi mendulang medali emas antara 32 keping sampai 37 keping.

“Target 16 emas itu kan target minimal untuk bisa menembus 10 besar, karena biasanya perolehan medali di Asian Games ‎itu jomplang. Apalagi dengan kekuatan China, Korea Selatan dan Jepang yang diprediksi akan menjadi penghuni tiga besar klasemen raihan medali. Jadi, dengan keuntungan sebagai tuan rumah, Indonesia punya peluang meraih medali emas lebih dari 16 keping,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Ini Harapan Emil bagi Pemuda Kota Bandung dan Indonesia

0
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial berfoto bersama anggota Paskibra Kota Bandung usai Upacara Peringatan HUT ke-73 Kemerdekan RI tingkat Kota Bandung . (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Selain menitipkan tiga hal kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun memiliki harapan tersendiri bagi masyarakat Kota Bandung, khususnya pemuda. Hal tersebut disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (17/8/2018).

‎Sebelum menyampaikan harapannya kepada para pemuda Kota Bandung, wali kota yang akrab disapa Emil ini mengutip salah satu pernyataan dari Bung Karno. yakni beri saya 1000 orang tua maka akan kucabut Semeru dari akarnya, tapi beri aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia.

“Mudah-mudahan 10 pemuda yang diidamkan Bung Karno itu ada diantara yang ikut upacara hari ini,” ujar Emil saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (17/8/2018).

Untuk itu, Emil menitipkan beberapa hal bagi para pemuda di Kota Bandung. Diantaranya jadilah pemuda yang bermanfaat, jdilah pemuda pencari solusi bukan pemuda yang pemaki-maki dan jadilah pemuda yang turun tangan bukan pemuda yang tunjuk tangan.

“Memaki-maki itu gampang dan semua orang bisa, karena itu jadilah pemuda pencari solusi karena Indonesia ini masih banyak masalah‎. Lalu jadi pemuda yang turun tangan saat ada masalah seperti saat melihat hal kotor langsung bersihkan, kalau ada yang riweuh bantu urai, kalau ada kerelawanan maka ikut turun‎,” tuturnya.

Selain itu, Emil meminta pemuda Kota Bandung untuk menjadi pemuda yang ‎merangkul masyraakat bukan menjadi pemuda yang memukul masyarakat. Selain itu, pemuda Kota Bandung pun harus produktif bukan malah menjadi pemuda yang pasif.

“Jika resep-resp ini digunakan dan diterapkan, Insya Allah akan ada pemuda di Kota Bandung yang menjadi satu dari 10 pemuda yang Bung Karno impikan,” tambahnya.

Secara khusus, Emil meminta para pemuda Kota Bandung untuk menghormati, menghargai dan memuliakan para orang tua. Khususnya para veteran yang sudah berjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Tanpa mereka (veteran), anda semua tidak bisa menikmati matahari dan segalan hal di Kota Bandung ini dengan nyaman. Untuk itu mari kita hormati, hargai dan muliakan orang tua kita yang kita buktikan dengan kinerja. Kami persembahkan 338 perubahan di Kota Bandung sebagai jawaban dari kami para pemuda ‎terhadap cita-cita bapak ibu berjuang membela Republik Indonesia,” tegasnya.

(ageng)

Gomez Senang Kim Kembali Merumput

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan akhirnya kembali merumput, setelah sebelumnya absen cukup lama karena pemulihan cedera patah tulang fibula.

Pemain keturunan Jerman ini kembali dirurunkan saat Persib tampil menghadapi PSKC Cimahi pada babak 128 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu (15/8/2018).

Pelatih Persib, Mario Gomez mengaku senang pemain bernomor punggung 23 ini bisa kembali memperkuat tim Maung Bandung.

“Step by step. Saya ingin dia merasakan kembali atmosfer pertandingan. Merasakan berada di hadapan Bobotoh, masuk ruang ganti, menjalani pemanasan bersama yang lain. Saya rasa itu awal yang sangat baik untuk Kim,” kata Gomez dikutip laman Persib, Kamis (16/8/2018).

Pelatih yang mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara AFC Cup 2018 ini merasa optimis, Kim bisa pulih dan bisa kembali tampil memperkuat Maung Bandung di kompetisi Liga 1 2018.

“Dia berjuang begitu keras selama masa penyembuhan. Dia menunjukkan keinginan untuk kembali bermain dengan motivasi yang luar biasa. Saya harap, di sisa kompetisi ini dia sudah bisa bermain permanen bersama tim,” ucapnya.

(Arif/dar)