spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7949

FFI Perkuat Kemitraan dengan Peternak Sapi Perah Lokal di Indonesia

0

JAKARTA, FOKUSJabar. co. id: PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menilai bahwa peternak sapi perah lokal di Indonesia merupakan salah satu mitra strategis yang mendukung perusahaan, baik untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan susu, maupun menumbuhkan bisnis.

Hal itu pulalah yang mendasari komitmen FFI untuk terus memperkuat kemitraan dengan peternak sapi perah lokal melalui koperasi maupun kelompok peternak sejak 1996 silam.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan enam koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Barat menjadi salah satu bentuk penguatan komitmen FFI ini.

“Peran peternak sapi perah lokal Indonesia sangatlah penting bagi kami di FFI. Merekalah yang memastikan kelancaran produksi produk susu kami dengan menyediakan bahan baku susu sapi segar berkualitas. Karena itulah kemitraan dengan koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah memang sudah dilakukan sejak lama dan akan terus berlanjut, ” kata Corporate Affairs Director FFI Andrew F. Saputro.

Andrew menambahkan, sebelum adanya Permentan No.26/2017, pihaknya telah dan akan terus melanjutkan kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal.

“Kemitraan ini tidak terbatas pada penyerapan bahan susu segar untuk produksi, namun menjadi upaya pemberdayaan peternak. Kami ingin mereka mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil susu ternaknya yang secara jangka panjang akan berdampak pada perekonomian mereka, ” kata dia.

Untuk mendukung hal itu, berbagai program telah dijalankan FFI, salah satunya denhan mendorong mereka untuk menjalankan tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice – GDFP).

“Kami bahkan sedang menyiapkan sebuah Desa Susu (Dairy Village) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini. Kami berharap Desa Susu ini nantinya bisa menjadi proyek percontohan GDFP bagi peternak di Indonesia,” jelas dia.

Komitmen kemitraan FFI baru-baru ini diperkuat melalui penandatanganan MoU dengan koperasi peternak sapi perah dan kelompok peternak di Jawa Barat.

Enam koperasi dan kelompok peternak sapi di Jawa Barat yang menghadiri penandatanganan MoU pada 1 Agustus 2018 lalu, yakni Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang; Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan; Koperasi Bayongbong Garut; Koperasi Saluyu Kuningan; Kelompok Peternak Sinar Mulya; dan Kelompok Peternak Lembah Kemuning.

Legal & Regulatory Affairs Director FFI Frida Oktaria Chalid menjadi wakil perusahaan yang menandatangani MoU, sedangkan Ketua ataupun Pemilik menjadi wakil dari masing-masing Koperasi dan Kelompok Peternak Jawa Barat.

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi mengapresiasi inisiatif FFI.

Melalui penandatanganan MoU ini, para peternak berkesempatan terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh FFI. Dengan demikian, mereka bisa mengembangkan diri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil susu ternaknya yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan peternak sapi perah.

“Kami berharap penandatanganan MoU ini bisa menjadi awal penguatan kemitraan jangka panjang serta mampu mendukung kehidupan yang lebih baik untuk para peternak sapi perah binaan kami,” kata Dedi seusai acara penandatanganan MoU.

Penandatanganan kesepakatan ini merupakan bagian dari Dairy Development Program (DDP), sebuah program yang memberikan pengetahuan teknik dan non-teknik serta pendampingan kepada peternak yang telah dijalankan FFI sejak tahun 1996.

Dari kesepakatan ini, terdapat berbagai kegiatan andalan FFI yang akan diikuti para peternak sapi perah, di antaranya:

• Farmer2Farmer, program berbagi ilmu antara peternak sapi perah Belanda dan peternak sapi perah lokal

• Young Farmer Academy, penjaringan dan pendampingan generasi muda untuk menjadi peternak sapi perah dan membangun organisasi peternak muda

• Milk Collection Point (MCP), penyediaan tempat penampungan susu yang dilengkapi dengan sistem otomasi

• BEWARA radio dan majalah, program komunikasi dan pembinaan dua arah bagi peternak sapi perah

• Dairy Village, program peternakan yang modern (menggunakan teknologi), berkelanjutan, dan juga ramah lingkungan

Menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat tahun 2016, terdapat lebih dari 123 ribu ekor sapi perah di wilayah Jawa Barat dengan jumlah peternak sapi perah yang terdaftar sebagai anggota koperasi sebanyak lebih dari 20 ribu orang.

Dengan kondisi alam yang ada di Jawa Barat, potensi pertumbuhan industri peternakan sapi perah masih sangat tinggi sehingga menjadi fokus area FFI dalam mendukung perkembangan peternak sapi perah Indonesia.

“Kami ingin kemitraan dengan FFI ini tidak hanya akan berlanjut, namun juga dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lagi peternak sapi perah di Indonesia,” harap Dedi.

(LIN)

Persib Diundang Klub Australia, Ini Respon Manajemen

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung mendapat undangan dari klub asal Australia. Informasi tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil melalui akun instagram pribadinya, Rabu (29/8/2018).

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), melalui Direkturnya Teddy Tjahyono menyambut positif undangan tersebut. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui teknis kegiatan tersebut.

“Pada prinsipnya kami akan mendukung penawaran tersebut. Kami akan bahas details teknis pelaksanaan dan penyelenggaraannya seperti apa, kita harus diskusikan dulu details teknisnya seperti apa,” ucapnya, Kamis (30/8/2018).

“Dan kita belum ada pembicaraan dengan pihak Melbourne City maupun Pak Ridwan Kamil,” tambahnya.

Teddy menuturkan, undangan tersebut diharapkan tidak menganggu jadwal pertandingan Persib di Liga 1 2018. Sehingga, pihaknya akan membahas kegiatan tersebut agar berlangsung dengan lancar.

“Belum bicara dengan Gomez, tapi pada prinsipnya kita mendukung, hanya perlu pembahasan teknis dari kedua belah pihak, termasuk jadwal pelaksanaan, supaya tidak mengganggu jadwal Persib di Liga 1,” pungkasnya.

(Arif/DAR)

‎Igbonefo Tanggapi Positif Keputusan PSSI Pertahankan Luis Milla

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Keputusan PSSI yang mempertahankan Luis Milla sebagaii pelatih Timnas Indonesia, disambut positif oleh pemain belakang Persib Bandung, Victor Igbonefo. Menurut Igbonefo, Luis Milla merupakan sosok pelatih yang berkualitas dan membuat Timnas Indonesia mengalami perkembangan. Walupun di Asian Games 2018, hanya megantarkan Indonesia ke babak 16 besar.

Milla sendiri saat ini sedang berada di negaranya Spanyol, dia memutuskan pulang setelah Timnas terhenti di Asian Games.

“Sangat bagus, karena dia pelatih bagus dan semua orang bisa lihat sepak bola mereka. Ini keputusan sangat bagus,” kata Igbonefo, Kamis (30/8/2018).

Igbonefo sendiri mengetahui kualitas Luis Milla, pasalnya sebelumnya sempat dilatih langsung di Timnas U-23 pada masa persiapan Asian Games 2018.

“Jelas ada permainan yang sangat bagus. Dia bantu pemain punya percaya diri timnas, mereka bisa menguasai bola dari pada dulu,” jelasnya.

(Arif/DAR)

Tahun 2019 Guru PAUD di Kota Tasik Akan Terima Intensif

0
Milad Ke 13 Himpaudi, Walikota Inginkan Guru Paud Tingkatkan Keilmuan (fokusjabar-seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Para guru PAUD (pendidikan anak usia dini) di Kota Tasikmalaya meminta Pemkot tak pilih kasih memberikan intensif. Sebab dari 1.500 guru tutor (guru Paud) baru 1.200 yang sudah diberi intensif.

”Memang yang dikasih intensif baru 1.500 guru PAUD Pemkot Tasikmalaya baru mampunya segitu dulu nanti tahun depan semuanya akan diberikan insentif, ” kata Walikota Tasik Budi Budiman saat menghadiri Milad Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Tasikmalaya Ke 13 di Asia Plaza, jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya Kamis (30/08/18).

Menurut Budi, pemberian insentif bagi para guru tutor ini merupakan upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengapresiasi jasa para guru PAUD. Karena peran guru PAUD untuk mencerdaskan anak usia dini sangat bagus.

”Bagaimana pun juga guru-guru Paud ini kontribusinya sangat besar dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita, sehingga kita harus memberikan perhatian yang besar,”ujar Walikota.

Sementara itu Ketua Himpaudi Kota Tasikmalaya Rahma Mardiah  berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperhatikan keberadaan organisasi Himpaudi yang sudah berjasa dalam mendidik anak-anak generasi penerus bangsa.

”Himpaudi ini kan organisasi guru-guru Paud, kami juga harus diakui dan di perhatikan Pemerintah seperti lembaga-lembaga pendidikan lainnya seperti guru Madrasah dan guru sekolah Agama yang setiap bulannya mendapatkan honor insentif,”ungkap Rahma.

Ditambahkan, guru PAUD berprofesi ganda sebagai ibu rumah tangga dan pendidik, tentunya banyak berkorban tenaga dan waktunya untuk memperhatikan perkembangan anak-anak generasi penerus bangsa mendidik anak usia dini ini besar manfaatnya, di masa usia golden height ini sangat penting mendapatkan ilmu, jarang yang mau mengasuh dan mendidik anak usia dini dengan penuh kesabaran dengan hanya diberikan honor seadanya seperti yang kami lakukan ini.

(Seda/DAR)

HMI Ciamis: Lebih Baik PDAM Tirta Galuh Pangkas Jumlah Karyawan

0
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM Tirta Galuh Kabupaten Ciamis adalah salah satu institusi perusahaan yang menopang pembanguan dibidang air minum dengan memanfaatkan sumber kekayaan daerah.

Dengan demikian tentu dalam kinerjanya manajerial direksi perusahaan harus menanamkan nilai kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2017, pelanggan PDAM Tirta Galuh Ciamis sebanyak 27.098 orang. Ini sangat tidak sesuai dengan pernyataan pihak PDAM yang hanya mempunyai keuntungan 300 juta per tahun.

Rencana Manajmen PDAM Tirta Galuh Ciamis menaikan tarif antara 14 sampai 22 persen mulai September 2018 menjadi riskan ditengah – tengah kondisi masyarakat yang tengah terbebani dengan berbagai kenaikan kebutuhan lainnya. Diantaranya, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), Gas Elpiji dan naiknya harga kebutuhan pokok  (beras dan telur).

Manajemen PDAM Tirta Galuh Ciamis hendaknya memperhatikan keadaan ekonomi masyarakat saat ini. Bahkan ironis sekali, Kegiatan Temu pelanggan dalam rangka sosialisasi kenaikan tarif dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Ciamis.

“Bagi ukuran masyarakat Ciamis terbilang Mewah. Ini tidak relefan dengan pengakuan managmen PDAM yang mengaku hanya untung 300 juta setahun,” tegas  Ketua Umum HMI Cabang Ciamis, Hendri, Kamis (30/8/2018).

Manajmen PDAM Tirta Galuh Ciamis lanjut dia, mestinya memperbaiki dulu manajmen internal perusahaan. Misalnya dengan langkah efisiensi, memangkas jumlah karyawan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga biaya operasional bisa ditekan.

Selain itu, manajmen PDAM Tirta Galuh harus lebih terbuka dan transparan kepada masyarakat. Sebab ada penyertaan uang rakyat melalui APBD dalam perusahaan tersebut.

Untuk itu, pihaknya menyatakan sikap.  Yakni :

1. Mendesak kepada manajmen PDAM Tirta Galuh untuk menunda rencana kenaikan tarif hingga kondisi ekonomi masyarakat benar-benar stabil.

2. Mendesak kepada Manajmen PDAM Tirta Galuh untuk mengevaluasi kembali beban operasional perusahaan, sehingga tidak membebani masyarakat dengan menaikan tarif.

3. Meminta pemerintah untuk mengaudit tarif PDAM Tirta Galuh agar tarif yang ditetapkan sesuai dengan layanan yang diberikan.

4. Untuk menjaga keterbukaan dan Transparansi Perusahaan, HMI mendesak untuk dilakukan audit independen dan hasilnya diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

” Demikian pernyataan ini kami tegaskan, semoga menjadi bahan bagi berbagai pihak guna bertindak lebih bijak dan berorientasi pada kepentingan rakyat banyak,” pungkas Hendri.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

KONI Ajukan Kadeudeuh bagi Atlet Kabupaten Bandung yang berlaga di Asian Games 2018

0
(foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung sudah mengajukan usulan pemberian kadeudeuh bagi para atlet asal Kabupaten Bandung di ajang Asian Games XVIII tahun 2018.

Usulan pemberian kadeudeuh sendiri diharapkan bisa dialokasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung di tahun anggaran 2019.

Ketua KONI Kabupaten Bandung, Herda M Ghani mengaku, jumlah atlet asal Kabupaten Bandung yang membela Indonesia di ajang Asian Games XVIII tahun 2018 berjumlah sekitar 20 orang atlet. Mereka tersebut di beberapa cabang olahraga diantaranya angkat besi, menembak, karate, dan dayung.

‎”Kita memang tidak melakukan peninjauan secara langsung perjuangan atlet di ajang Asian Games XVIII karena keterbatasan anggaran yang kita miliki. Tapi kita tetap akan memberikan apresiasi bagi para atlet asal Kabupaten Bandung yang sudah berjuang demi Indonesia di Asian Games,” ujar Herda saat ditemui di sekretariat KONI Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/8/2018).

Beberapa nama atlet asal Kabupaten Bandung pun sudah menjadi langganan memperkuat Indonesia di beberapa ajang multieven olahraga. Mereka diantaranya Sri Wahyuni di cabang olahraga angkat besi, lalu M Naufal Mahardika di cabang olahraga menembak, serta Sandi Firmansyah di cabang olahraga karate.

“Untuk apresiasi bagi mereka berupa kadeudeuh, kami sudah mengajukan ke Pemkab Bandung. Semoga saja bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2019 dan Bupati (Dadang Naser) sendiri sudah memberikan respon positif,” terangnya.

Pemberian kadeudeuh bagai para atlet, pelatih atau ofisial asal Kabupaten Bandung yang berjuang atas nama Indonesia di ajang internasional, sudah menjadi hal rutin dilakukan Kabupaten Bandung. Seperti halnya pascapelaksanaan SEA Games 2017 lalu di Malaysia. Dimana Pemkab Bandung pun memberikan kadeudeuh bagi para atlet yang sudah berjasa dan berprestasi di ajang multieven olahraga tingkat Asia Tenggara tersebut.

“Jadi, Insha Allah akan kami siapkan. Kalau dari sisi besarannya, kami belum mengetahui karena kami sendiri baru mengajukannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada ajang SEA Games 2017 di Kualumpur, Malaysia, beberapa atlet Kabupaten Bandung berhasil meraih prestasi. Diantaranya M Naufal Mahardika yang meraih medali emas di cabang olahraga menembak dan Sandi Firmansyah yang meraih medali perak di cabang olahreaga karate.

Pada ajang SEA Games edisi ke-29 tersebut, Indonesia pun menempati peringkat lima dengan raihan 38 medali emas, 63 perak dan 90 perunggu. Sementara di ajang Asian Games 2018, hingga saat ini, Indonesia masih menempati peringkat empat dengan raihan 30 medali emas, 22 medali perak, dan 37 medali perunggu.

(ageng/bam’s)

KONI Kabupaten Bandung Rasionalisasi Jumlah Atlet yang Berangkat ke Porda XIII Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung terus melakukan verifikasi dan rasionalisasi atlet di sejumlah cabang olahraga yang berhak diberangkatkan dan mendapatkan dukungan dana pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jabar tahun 2018.

KONI Kabupaten Bandung sendiri sudah melakukan pendaftaran atlet ke PB Porda XIII Jabar, baik secara online maupun manual.

Ketua KONI Kabupaten Bandung, Herda M Ghani menuturkan, pihaknya sudah melakukan pendaftaran atlet ke PB Porda XIII Jabar. Baik secara online maupun manual.

“Namun atlet yang kita daftarkan itu, masih ada yang masuk kategori kampus dan non-kampus. Untuk atlet yang masuk kategori kampus yakni mereka yang diberangkatkan dan mendapatkan dukungan pendanaan sejak persiapan. Sedangkan atlet non-kampus yakni atlet yang diberangkatkan namun tidak kita dukung dari sisi pendanaan saat persiapan,” ujar Herda saat ditemui di sekretariat KONI Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/8/2018).

Dari jumlah yang didaftarkan tersebut, lanjutnya, kontingen Kabupaten Bandung masih mengalami kelebihan jumlah ofisial maupun atlet mencapai 200 orang. Jumlah keseluruhan kontingen Kabupaten Bandung sendiri maksimal di angka 710 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial.

“Untuk itu, kita terus melakukan rasionalisasi dari jumlah yang sudah didaftarkan. Kenapa kita batasi, karena kita menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang kita miliki. Kita ingin memberikan yang terbaik bagi para atlet maupun pelatih,” terangnya.

Untuk itu, Herda pun meminta kepada setiap cabang olahraga untuk konsisten dalam menentukan atlet yang akan diberangkatkan. Jika atlet yang bersangkutan tidak ditargetkan atau peluang meraih medali sangat kecil, maka tidak perlu memaksakan untuk diberangkatkan

“Kita sudah sepakat jika parameter bagi atlet yang berangkat itu yakni menempati peringkat satu sampai lima di babak kualifikasi, atlet berprestasi di Porda sebelumnya tahun 2014, atau eks atlet PON XIX. Kalau memang memaksa atlet diluar parameter itu diberangkatkan, maka silakan cabang olahraga yang menanggung semua biaya persiapan dan kalau benar berprestasi di Porda XIII Jabar maka akan kami bayar hak mereka selama persiapan yakni sembilan bulan,” paparnya.

KONI Kabupaten Bandung sendiri, sudah mendaftarkan sekitar 900 orang atlet, pelatih dan ofisial ke PB Porda XIII Jabar tahun 2018. Dari jumlah tersebut, pihaknya akan mengikis jumlah kontingen hingga sekitar 700 orang yang sebanyak 500 orang diantaranya merupakan atlet.

“Tapi kalau pun jumlahnya tetap harus 900 orang, konsekuensi yang diterima yakni pengurangan dukungan bantuan bagi atlet, pelatih dan ofisial. Salah satunya dari sisi uang saku. Ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki,” tegasnya.

(ageng/bam’s)