spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7922

Kesuksesan Jokowi Jadi Modal Tim untuk Kampanye

0
Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana (Foto: LIN)
Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana (Foto: LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tim Kampanye Jokowi – Ma’ruf di Jawa Barat ‘dagangkan’ kesuksesan program Jokowi selama empat tahun menjadi presiden sebagai kunci kemenangan di Jawa Barat.

Sekretaris Tim Kampanye Jokowi – Ma’ruf Amin, Abdy Yuhana mengatakan, kesuksesan Jokowi selama empat tahun menjadi modal bagi tim sebagai bahan kampanye kepada masyarakat, terlebih kebijakan presiden untuk Jabar sangat banyak.

“Kan sudah jelas presiden membangun di Jawa Barat, mulai dari tol, bendungan hingga bandara,” kata Abdy dalam konferensi pers di sekretariat DPW PPP Jawa Barat, Senin (10/9/2018).

Abdy optimistis jika tim kampanye Jokowi-Ma’ruf akan memberikan kontribusi suara yang signifikan bagi kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpreals 2019.

Untuk diketahui, pasangan Jokowi-Ma’ruf diusung sembilan parpol di Pilpres 2019, yakni PDIP, Golkar, PPP, PKB, NasDem, Perindo, PSI, dan PKPI.

“Yang jelas, di Jabar akan terjadi kejutan-kejutan terkait Jokowi-Ma’ruf Amin,” ucap dia.

Abdy menyatakan, dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, pihaknya telah memetakan potensi suara Jokowi-Ma’ruf di seluruh kabupaten/kota di Jabar. Berdasarkan pemetaan itu, Abdy yakin, Jabar bakal menjadi lumbung suara bagi Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Kita bertekad memenangkan Pilpres dan memberikan kontribusi signifikan bagi raihan suara di tingkat nasional,” ucap dia.

Pihaknya pun akan mensosialisasikan Jokowi-Ma’ruf melalui cara-cara bersih, merakyat dan kerja nyata. Abdy pun meyakinkan bahwa kampanye Jokowi-Ma’ruf tidak akan diwarnai fitnah dan kabar bohong (hoax).

“Kita ingin Pilpres yang damai dan gembira. Kita ingin kampanyekan hal-hal positif menggunakan akal sehat, rasional serta kontestasi visi, gagasan, dan program,” tutur dia.

Sementara itu juru bicara tim kampanye MQ Iswara mengatakan, semua tim akan bekerja maksimal dengan dibantu oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta sejumlah tokoh, mulai tokoh agama hingga mantan – mantan Gubernur Jawa Barat.

“Berbagai lapisan masyarakat akan kami libatkan, kami juga sudah menjalin komunikasi dengan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, yang menyatakan siap dilibatkan dalam tim kampanye ini,” kata Iswara.

(LIN)

Sembilan Partai di Jabar Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tim kampanye pasangan bakal calon presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin di Jawa Barat terbentuk dengan sembilan partai koalisi tingkat Jawa Barat. Kursi ketua tim tersebut masih kosong dan masih menunggu petunjuk dari tim kampanye pusat.

Sembilan partai itu, yakni PDIP, Golkar, PPP, PKB, Hanura, Nasdem, PKPI, PSI dan Perindo. Kepengurusan tim kampanye Jokowi – Ma’ruf Amin ini diisi oleh wakil ketua dan sekretaris dari sembilan partai koalisi tersebut.

Juru Bicara Tim kampanye Jokowi – Ma’ruf Amiin, MQ Iswara mengatakan, struktur personalia tim kampanye Jokowi – Ma’ruf sudah terisi dari mulai wakil ketua, sekretaris hingga wakil-wakil sekretaris. Namun untuk ketua tim masih dikosongkan.

“Kami mengosongkan kursi ketua tim karena akan ditunjuk dari tim kampanye pusat,” kata Iswara dalam konferensi pers, di sekretariat DPW PPP Jawa Barat jalan Pelajar Pejuang, kota Bandung, Senin (10/9/2018).

Pihaknya pun akan mengajukan tiga nama untuk ditunjuk menjadi ketua tim kampanye Jabar. Ketiga nama itu, yakni Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa, dan Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin.

“Kriterianya kita tidak tahu, pusat hanya meminta nama yang akan dijadikan ketua tim,” jelas dia.

Tidak hanya itu, tim kampanye Jokowi-Ma’ruf di Jabar pun melibatkan tokoh dari kalangan politisi, tokoh maayarakat, tokoh keagamaan serta mantan gubernur dan kepala daerah.

Menurut dia, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dilibatkan sebagai pengarah tim.

Kemudian 22 kepala daerah dipastikan membantu tim kampanye Jokowi – Ma’ruf Amin, dan Iswara memberi nama untuk 22 kepala daerah itu sebagai koordinator penggalang sektoral.

“Kami juga pastikan mantan wakil Gubernur Jawa Deddy Mizwar ada di dalam bagian kami, karena sudah jelas beliau ditunjuk sebagai juru bicara di tim pusat. Pak Deddy ini saya sebut karisma elektoral,” tutur dia.

Sementara itu sekretaris tim kampanye Abdi Yuhana menjelaskan, akan melibatkan seluruh caleg dari mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga caleg DPR RI. Abdi memastikan, semua caleg akan bergerak mengampayenkan pasangan yang diusung oleh PDIP.

“Di PDIP saja ada 1400 caleg dari kabupaten, provinsi dan RI. Untuk teknisnya kita akan konsultasi dulu ke KPU apakah bisa gambar caleg disertai gambar calon presiden,” ucap Abdi.

Dari informasi yang dihimpun wartawan tim kampanye tersebut akan mengelar rapat koordinasi di Hotel Papandayan jalan Gatot Subroto Rabu (12/9/2018.

Rakor itu akan digelar dengan agenda membahas program kampanye dan merilis nama tokoh Jawa Barat yang akan dilibatkan dalam tim kampanye.

(LIN)

Belum Terbiasa, Uu Hampir Salah Sebut

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Perdana ngantor sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, mantan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengaku hampir salah sebut.

“Tadi saat sambutan hampir saja saya sebut Kabupaten Tasikmalaya. Maklum masih baru, kemarin pas Sertijab saja masih kaget, terus terang saya belum terbiasa,” kata Uu seusai menjadi pembina upacara pada peringatan Haornas di Gedung Sate Bandung, Senin (10/9/2018).

Kendati begitu, Uu mengaku bahwa hal itu akan terbiasa seiring berjalannya waktu. Namun, kata dia, yang paling penting adalah bagaimana mengubah paradigma dengan cepat.

“Jika kemarin hanya memikirkan satu kabupaten (Tasikmalaya), sekarang harus memikirkan semua kabupaten/kota se Jabar,” jelas Uu.

Kaitannya dengan tempat tinggal, Uu mengaku bahwa saat ini dirinya fokus kerja, dan melaksanakan sebaik mungkin tugas pokok dan fungsinya sebagai Wagub Jabar.

” Pembagian tugas dengan Pak Gubernur secara resmi belim, tetapi kita sudah paham porsi masing-masing. Wacananya saya mengurus desa, pesantren dan lembaga-lembaga. Tapi belum resmi dibicarakan dengan Kang Emil,” kata Uu.

Pihaknya mengaku sangat memahami posisinya dan dia akan bekerjasama dengan Gubernur.

” Sami’na wa ato’na Insya Alloh, ” tutur dia.

(LIN)

Wagub Jabar Ingin Atlet dan Pelatih Jaga Hubungan Emosional

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku bangga menjadi pembina upacara di Hari Olahraga Nasional sebagai Wagub Jabar setelah dirinya dilantik bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil 5 September 2018 lalu.

Selain hari ini, dirinya pun diberi kesempatan mengikuti rapat dengan Presiden RI di istana sebagai Wagub Jabar.

Dalam sambutannya, Uu berharap para atlet asal Jabar yang sudah berprestasi agar tetap menjaganya. Terlebih seorang atlet Pencak Silat asal Jabar Hanifan dianggap mampu menyatukan dua kandidat Capres yang dikenal kental dengan rivalitas.

“Saya berharap moment itu juga mampu menyatukan batin keduanya,” jelas Uu saat menjadi pembina upacara Haornas, di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (10/9/2018).

Uu pun berharap para atlet yang belum berprestasi agar terus berlatih dan tidak putus ada.

Lebih dari itu Uu menekankan agar seluruh atlet tetap menjaga hubungan emosional dengan para pelatihnya, begitupun dengan Koni.

“Saya bersama Pak Gubernur sudah punya program memajukan olahraga (Jabar Juara) di semua bidang, termasuk olahraga,” kata dia.

Adapun dukungan pemerintah terhadap olahraga, yakni dukungan anggaran, kebijakan. Tentunya dengan seluruh sarana pra sarananya.

“Olahraga harus sukses tapi sarananya tidak diperhatikan, kan nggak nyambung. Jadi sarana dan prasarananya pun harus diperharikan,” jelas dia.

(LIN)

Peringati HUT ke-17, DPC Partai Demokrat Ciamis Gelar Doa Bersama

0
DPC Partai Demokrat Ciamis gelar doa bersama

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Ciamis, gelar silaturahmi, konsolidasi dan doa bersama seluruh pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan seluruh Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), Minggu (9/9/2018) kemarin.

Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis

Kegiatan tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17  dan HUT ke-69 Pendiri sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketua DPC PD Kabupaten Ciamis, Sopwan Ismail mengatakan, doa bersama penting dilakukan jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), 17 April 2019 mendatang agar melahirkan para wakil rakyat yang amanah, berkapasitas dan berintegritas.

” Kami bertekad para wakil rakyat Demokrat bisa berkontribusi untuk kesejaheraan rakyat,” kata Sopwan di Kantor DPC Demokrat, Jalan Drs. H. Soejoed, Kertasari, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Senin (10/9/2018).

Selain itu, doa bersama sebagai wujud syukur Demokrat. Selama ini, pihaknya terus berusaha mendengarkan aspirasi, dekat dengan masyarakat, peduli dan beri solusi. Karenanya, dia optimistis jumlah kursi di Ciamis akan bertambah.

Pihaknya terus melakukan grass root dengan memaksimalkan kerja mesin partai dan para Bacaleg.

“ Menjadi pemenang memang tidak mudah. Tapi, kami terus berupaya memaksimalkan kinerja partai dan para Bacaleg,” beber Sopwan.

Mengakhiri bincang-bincangnya, Sopwan berpesan, seluruh Bacaleg Demokrat agar tetap mengedepankan visi misi  dan menjaga marwah partai di mata masyarakat.

Acara silaturahmi, konsolidasi dan doa bersama diakhiri dengan potong tumpeng.

(Bam’s)

Perselisihan NPCI dengan ‎Enam Atletnya Berujung Damai

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : ‎Permasalahan antara enam atlet paralimpik Jawa Barat dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) berujung damai. Difasilitasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), nota kesepakatan perdamaian telah ditandatangani kedua belah pihak.
Staf Bidang Hukum Kemenpora, Emir Hadi menuturkan, nota kesepakatan perdamaian disambut positif kedua belah pihak dan menjadi komitmen dari Menpora melalui Sesmenpora dalam memperjuangkan niat baik atlet paralympic sesuai aturan perundang-undangan. Baik itu UU tentang Sistem Keolahragaan Nasional maupun UU tentang ‎penyandang disabilitas.
” Melalui nota perdamaian ini, enam atlet paralympic ini kembali ke dalam satu wadah organisasi olahraga disabilitas yakni NPCI serta memiliki kesempatan untuk kembali berkiprah sebagai atlet di berbagai event olahraga disabilitas,” ujar Emir saat ditemui di Bandung, Minggu (9/9/2018) malam.
Setidaknya ada tiga even yang akan dihadapi mereka. Yakni, Peparda Jabar tahun 2018, Kejurnas dan Asean Paragames 2019 di Philipina
‎”Tentu saja, atlet yang bersangkutan harus melalui prosedur seperti atlet lainnya. Harus ikut seleksi mulai tingkat daerah hingga nasional. Jadi berjuang lebih dulu, kalau memang pantas ya masuk dan kalau tidak ya tidak. Termasuk dalam hal kesempatan menjadi ASN atau PNS melalui jalur atlet berprestasi yang disediakan Menpan,” terangnya.
Sekretaris Umum NPCI Jawa Barat, Supriatna Gumilar menambahkan, nota perdamaian yang diteken kedua belah pihak menjadi langkah positif dalam penyelesaian permasalahan diantara keduanya. Untuk itu, pihaknya menerima keenam atlet tersebut dengan tangan terbuka untuk kembali berkiprah di dalam olahraga bersama NPCI.
“Dengan nota perdamaian ini, kami siap memfasilitasi mereka sebagai atlet NPCI untuk berprestasi di bidang olahraga‎. Mereka pun sepakat untuk menabur gugatan yang sudah mereka layangkan,” ujar Supriatna.
Salah seorang atlet, Farid Surdin pun menyambut baik perdamaian ‎yang difasilitasi dengan Kemenpora. Atlet peraih medali emas pada Peparnas XV tahun 2016 itu pun berharap, NPCI bisa konsisten dan sportif dengan apa yang tertuang dalam nota perdamaian.
“Ini kemerdekaan dan kemenangan bagi semua atlet, tidak hanya kami. Kami pun berharap tidak ada lagi setoran, pungli, atau apapun kepada atlet sebelum ada kesepakatan atau ketentuan dari pengadilan,” tegas Farid.
Seperti diketahui, ‎sebanyak enam atlet paralimpik asal Jabar yang merupakan peraih medali emas di Peparnas XV tahun 2016 menggugat NPCI karena tidak terpanggil ke Pelatnas Asean Paragames 2017 di Kualumpur dan Asian Paragames 2018 di Jakarta. Ketidakikutsertaan mereka, diduga sebagai akibat karena menolak pembayaran ‘subsidi’ sebesar 25 persen dari bonus peraih medali yang mereka terima kepada NPCI Jabar maupun NPCI Pusat.
Para atlet ini menilai, subsidi 25 persen yang harus mereka bayarkan melanggar pasal 142 Undang-undang RI Nomor 8 tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas. Selain melalui berbagai upaya persidangan di Pengadilan Negeri kelas 1 Bandung, para atlet ini pun melakukan longmarch dari Bandung menuju kantor Kemenpora di Jakarta sebelum ditemui Sesmenpora di daerah Purwakarta.
(ageng/bam’s)

Mang Oded Yakin Puskesmas di Kota Bandung Sesuai Standar

0
Oded M Danial usai memimpin rapat pimpinan pertamanya sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Oded M Danial mendorong Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terus meningkatkan kualitasnya. Hal itu seiring dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memberikan pelayanan kesehatan.

“Sebanyak 32 Puskesmas yang diakreditasi di Kota Bandung, Mang Oded yakin mampu meningkatkan mutu Pelayanan Kesehatan yang ada di Kota Bandung. Pelayanan Kesehatan yang berkualitas menjadi komitmen kami. Hal ini seiring dengan rencana Kementerian Kesehatan mengakreditasi 32 Puskesmas di Kota Bandung dan Mang Oded yakin Puskesmas di Kota Bandung telah sesuai standar,” ujar Mang Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Siska Gerfianti menambahkan, akreditasi terhadap Puskesmas telah dilakukan sejak 2016. Pada tahun 2016, sebanyak tiga Puskemas di Kota Bandung memperoleh penilaian Puskesmas Dasar dan Madya. Sementara pada tahun lalu, Puskesmas Kopo telah terakreditasi sebagai Puskesmas Paripurna dan menjadi satu-satunya Puskesmas berlabel Paripurna di Jawa Barat.

“Tim akreditasi akan menilai Puskesmas di Kota Bandung mulai 18 September mendatang. Sebelum melakukan akreditasi, 32 Puskesmas tersebut akan mengisi aplikasi Sistem Informasi Akreditasi Fasilitas (SIAF) Kesehatan Tingkat Pertama,” terangnya.

Untuk akreditasi sendiri, setiap tiga hari, sebanyak empat Puskesmas di Kota Bandung akan diakreditasi. Dengan demikian, akreditasi Puskesmas di Kota Bandung diharapkan bisa selesai di minggu ke-4 pada bulan November 2018.

“Pada akreditasi tahun ini, tak hanya melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bandung tapi seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Pemkot Bandung. Jadi lintas sektor. Camat, Lurah dan Muspicam pun bersama-sama hadir untuk menambah subjektifitas penilaian. Itu untuk menunjukan pemerintah hadir untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

(ageng)