spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7907

Peringati Padukuhan Jagabaya, Ratusan Warga di Ciamis Gelar Hajat Bumi

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan warga Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis menggelar ‘Hajat Bumi’, Sabtu (15/9/2018). Hajat tersebut digelar sebagai peringatan hari jadi Padukuhan Jagabaya.

“Hajat ini sebagai rasa syukur kita atas nikmat yang diberikan Alloh SWT,” kata Kades Jagabaya Wawan Setiawan.

BACA JUGA:

Leg Pertama Championship Series, Persib Bawa 22 Pemain

Selain itu, peringatanan tersebut pun digelar untuk mengenang para leluhur pendiri Padukuhan Jagabaya. Terlebih, kata dia, peran leluhur sangat penting bagi berdirinya Padukuhan Jagabaya.

Adapun prosesi Hajat Bumi lanjut Wawan, diawali dengan doa bersama dilanjutkan dengan makan bersama kemudian hiburan.

(Husen Maharaja/LIN)

Dianggap Lukai Hati Guru Honorer, FKSS: Plt Kadisdik Garut Harus Diganti

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Pernyataan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Djajat Darajat bahwa guru honorer illegal hingga kini menjadi perbincangan sejumlah kalangan. Mereka menilai, pernyataan tersebut melukai para guru honorer.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Kabupaten Garut, Cecep Solahudin mengatakan, Plt Kadisdik tidak mengerti dan paham tentang dunia pendidikan.

Pernyataannya sangat melukai perasaan para pejuang pendidikan yang seharusnya di bantu dan di hargai kerja kerasnya membantu mencerdaskan anak bangsa.

Kepala SMA Darussalam ini menambahkan, berbicara kemampuan sebetulnya tidak ada perbedaan antara guru PNS dengan honorer.

“ Saya menilai kinerja para guru honorer maksimal dan penuh dedikasi karena merasa bahwa mereka digaji oleh sekolah/yayasan,” kata Cecep, Sabtu (15/9/2018).

Menurutnya, bantuan para guru honorer sangat besar terhadap dunia pendidikan di saat pemerintah belum mampu membangun sekolah negeri dan mengangkat guru PNS. Dengan sendirinya, peran sekolah swasta termasuk guru guru honorer sangat besar.

“ Sudah kurang mendapat perhatian, kini Plt Kadisdik Garut bicara ngawur  dan gagal paham. Nampak sekali kapasitas, kapabilitas serta kompetensinya di dunia pendidikan nol besar. Pak Djajat harus segera minta maaf sekaligus mencabut kembali steatmennya,” ucap Cecep.

“ Jika pemangku kebijakannya seperti itu, jangan harap pendidikan di Kabupaten Garut bisa maju dan berkembang,” tambahnya.

Bupati Garut segera berhentikan Plt dan mengangkat Kadisdik yang memiliki kemampuan, pengalaman, santun, mengayomi dan bijaksana dalam melayani guru.

(Andian/Bam’s)

Tandang Lawan Borneo FC, Bojan Tidak Main

0
foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung harus kehilangan Bojan Malisic pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018, menghadapi Borneo FC di Stadion Batakan, Balikpapan, Senin (17/9/2018).

Bojan mengaku kecewa tidak bisa memperkuat Persib, karena mendapatkan akumulasi kartu kuning seusai tampil pada pertandingan kandang menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (13/09/2018).

Meski kecewa, pemain berusia 33 tahun ini mengambil hikmah karena bisa tampil pada pertandingan kandang Liga 1 menghadapi Persija Jakarta, Minggu (23/9/2018).

“Saya kecewa dengan kartu kuning yang saya dapatkan, mungkin lebih baik saya mendapatkannya sekarang, daripada nanti lawan Borneo FC karena pasti saya tidak bisa main lawan Persija,” ucap Mali sapaan akrabnya.

Pertandingan menghadapi Persija sendiri merupakan laga yang dinantikan. Karena pertemuan kedua kesebelasan ini selalu menyuguhkan laga yang menarik dan juga gengsi yang tinggin.

(Arif/LIN)

Pemprov Jabar Dijatah 1.085 Lowongan CPNS

0
ciamis fokusjabar.id
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka lowongan untuk 1.085 Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari jumlah itu, sektor di bidang pendidikan mendapat kuota paling besar, 925 lowongan, kemudian 90 formasi untuk tenaga kesehatan, 69 untuk formasi teknis, seperti infrastruktur dan satu formasi untuk Kategori II. Penempatan kerja sudah ditentukan.

Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Sumarwan Hadisumarto mengatakan, jumlah lowongan itu diterima dari Badan Kepagawaian Negara (BKN).

“Tiga bidang yaitu bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” kata Sumarwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Dia mencontohkan, bagian pendidikan ada satu sekolah yang membutuhkan satu guru dengan kualifikasi yang ditentukan. Pelamar, harus menentukan pilihannya dan tidak bisa memasukan lamaran untuk posisi lain.

“Yang harus diperhatikan itu kualifikasinya harus sesuai. Kalau guru, ya guru dan dia mau mendaftar di sekolah mana,” jelasnya.

Kaitannya dengan waktu pembukaan pendaftaran, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari BKN. Karena, kebutuhan formasi untuk provinsi lain masih dalam pembahasan. Namun diprediksi lowongan baru akan dibuka pada 19 September 2018 serentak di seluruh Indonesia.

Sumarwan menyebut, Kota Bandung menjadi daerah di Jabar dengan pengajuan CPNS terbanyak, yakni 714. Sedangkan terkecil adalah Kabupaten Sukabumi hanya 111 CPNS. Sedangkan Kabupten Cianjur dan Kabupaten Kuningan tidak akan mengadakan perekrutan baru.

“Dari lowongan yang disediakan, kami memprediksi satu formasi itu bisa diperebutkan oleh lima orang, makanya sebelum nanti masuk tahap testing, berkas pendaftaran akan diverifikasi dulu,” katanya.

Untuk tempat testing, rencananya Provinsi Jabar akan menggelar di lima tempat. Yakni di kampus STT Telkom, Kabupaten Bandung; Stadion Olahraga Arcamanik, Kota Bandung ; Hotel Radiant, Cirebon; Gedung Serbaguna Pemkab Tasikmalaya dan Kantor Pemda Kabupaten Bogor.

(LIN)

Persib Temukan Kendala sebelum Bertemu Borneo FC

0
Foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan melakoni pertandingan tandang Liga 1 2018 pekan ke-22 menghadapi Borneo FC, Senin (17/9/2018) mendatang.

Menjelang pertandingan tersebut, pelatih Persib Mario Gomez langsung mempersiapkan pasukannya dengan menggelar latihan di Sosi Universe Fitness, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018). Walaupun, satu hari sebelumnya baru saja melakoni laga kandang kontra Arema FC.

Asisten pelatih Persib, Fernando Soler beserta staf pelatih menginginkan anak asuhnya menggelar latihan dulu sebelum berangkat ke Kalimantan. Namun, skuad Maung Bandung kesulitan mendapatkan lapangan.

“Kita besok pagi rencana ingin berlatih tapi tidak ada info (lapangan), karena itu besok pagi tidak ada latihan karena tidak punya lapangan untuk latihan,” kata Soler di Sosi Universe Fitness, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Soler menjelaskan, lapangan yang biasa digunakan sebagai tempat latihan Persib, untuk besok hingga beberapa hari kedepan tidak ada yang bisa digunakan. Sehingga, kemungkinan besar akan langsung berangkat ke Kalimantan.

“Tidak ada di mana-mana sudah ada orang lain yang pakai ya, untuk Persib tidak ada lapangan,” jelasnya.

(Arif/DAR)

Febri Tak Menemui Kesulitan Seusai Membela Timnas

0
foto: web

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelandang Persib Bandung, Febri Hariyadi sudah terlihat berlatih kembali dengan tim Pada sesi latihan di Sosi Universe Fitness, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018),

Sebelumnya, Bow sapaan akrabnya harus memperkuat Timnas Indonesia di Asian Games 2018 dan tampil pada pertandingan uji coba internasional menghadapi Mauritius.

Menurut Febri, kembali berlatih dengan tim Maung Bandung tidak ada kendala yang dihadapinya. Pasalnya, kondisi di tim Persib tidak mengalami perubahan.

“Tidak asing lagi situasi seperti ini, kemarin berlatih di Timnas, sekarang balik lagi menurut saya bukan awal untuk saya,” kata Febri seusai berlatih.

Secara kondisi Bow sapaan akrabnya dalam keadaan bugar, sehingga jika pelatih mempersiapkannya untuk menghadapi Borneo FC pada laga tandang Liga 1 2018, Senin (17/9/2018), dia sudah siap tempur.

“Kondisi tidak ada masalah, kemarin saya habis main di Timnas buat saya bisa mengikuti dan tidak khawatir untuk kondisi,” jelasnya.

(Arif/DAR)

BKKBN Sosialisasikan KBKR di Cibadak Sukabumi

0

SUKABUMI, FOKUSJabar. co. id: Kajian kesehatan reproduksi terus disosialisasikan oleh BKKBN. Setelah berjalan di beberapa daerah, Jumat (14/09/2018) Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi yang mendapat giliran.

Penyelenggaraan program sosialisasi tersebut bertema ‘Promosi dan Pelayanan KB dan KR dalam era JKN’.

Acara yang berlangsung di lapangan sepak bola Babakan Karang Tengah ini dihadiri oleh Ribka Tjiptaning, Rukman Heryana dan Titin M. Andarari yang mewakili instansi masing-masing.

“Saya senang, sekarang KB kembali memiliki gaung. Dulu, KB itu selalu digalakkan ke setiap pelosok. Tapi, hampir dua dasawarsa kampanye KB seolah hilang. Sekarang, di era Pak Jokowi, KB bergaung kembali,” ujar Ribka diawal sambutannya.

Wanita yang kini duduk sebagai anggota komisi IX DPR RI tersebut menginginkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pemerintah merevitalisasi KB sebagai sarana mengendalikan jumlah penduduk.

Sementara itu Kepala Bidang KB dan Kespro DPPKB Kabupaten Sukabumi Titin M. Andadari mengatakan tingginya jumlah penduduk Indonesia menempati peringkat ke empat di dunia.

“Secara logis, semakin banyak jumlah penduduk, semakin besar pula beban sebuah negara. Hal yang sama juga berlaku untuk keluarga, semakin banyak jumlah anak, semakin besar pula beban keluarga”. Ucap Titin.

Lebih lanjut Titin yang merupakan seorang Dokter ini mengajak masyarakat untuk memperhatikan kesehatan reproduksi. Menurutnya, kesehatan reproduksi tidak bisa dilepaskan dari program keluarga berencana.

Acara yang juga diisi oleh pemberian pelayanan KB secara cuma-cuma ini, ditutup dengan pembagian berbagai dorprize yang diperebutkan oleh peserta.

(Budi)