spot_img
Selasa 3 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7595

Asyik Sebut Nomor 3 Sebagai Anugerah

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) memaknai nomor urut tiga yang mereka peroleh dengan positif.

Menurut Sudrajat, nomor tiga adalah nomor terbaik yang diberikan Allah untuk pasangan Asyik.

Dia pun mengaku senang dengan momen malam ini. Terlebih menurutnya semua kandidat terlihat bersahabat dan tampak saling bercanda.

BACA JUGA:

Nuansa Timur Tengah, Warnai Acara Halal Bihalal Keluarga Besar IDI Kota Tasikmalaya

“Ini pertanda baik bagi perhelatan demokrasi di Jabar yang selalu kondusif. Mudah-mudahan ini jadi contoh untuk perhelatan demokrasi di seluruh Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Ahmad Syaikhu menyebut bahwa nomor urut yang didapat adalah anugerah dari Alloh SWT.

“Ini adalah anugerah yang diberikan Alloh kepada kami. Ini nomor spesial. PKS dan Kang Aher sudah dua kali memimpin Jabar. Kami ingin hattrick. Insya Allah kami menang untuk ketiga kalinya,” kata Ahmad Syaikhu.

(LIN)

Pendukung Idola Longmarch Antarkan Iing – Oih Dapatan Nomor Urut 2

0
Ratusan Kader PDIP Ciamis longmarch dari Kantor DPC PDIP menuju sidang Pleno Pengambilan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati yang didukung partainya yakni H Iing Syam Arifin - H Oih Burhanudin di Islamic Centre Ciamis, Selasa (13/2/2018).

CIAMIS-Sekitar seribuan pendukung Idola (Iing dan Oih Lanjutkan) berjalan kaki menujua Gedung Islamic Center Ciamis. Mereka melakukan longmarch untuk mengantar pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Iing Syam Arifin-Oih Burhanudin pada Sidang Pleno Pengambilan Nomor Urut Pasangan Calon yang diselenggarakan KPU Kabupaten Ciamis, Selasa (13/2/2018).

Pendukung dari Partai PKB PPP Hanura dan Golkar serta relawan bergerak dari Markas Timgab (Tim Gabungan) Idola di Jalan Jendral Sudirman sementara pendukung dari PDIP bergerak dari Kantor DPC PDIP di Jalan Ahmad Yani.

Sepanjang jalan para pendukung Idola terus meneriakan yel-yel penyemangat untuk pemenangan pasangan petahana Iing – Oih.

Sekretaris Timgab Idola Baim Setiawan mengatakan, mengantarkan Iing – Oih dengan cara longmarch ini sebagai salah satu metoda untuk menunjukan kekompakan seluruh kader partai pendukung, simpatisan, dan para relawan serta membakar semangat perjuangan mereka.

“Ini bentuk militansi dan soliditas para pendukung. Kader Golkar, PKB, PPP, Hanura, berangkat dari Markas Timgab Idola sementara PDIP berangkat dari Kantor DPC PDIP.” kata Baim.

Melihat kekompakan para pendukung dan semangat mereka, menurut Baim tidak ada peluang untuk pasangan Iing-Oih kalah dari rivalnya. “Kita sudah punya modal kuat diatas kertas baik secara popularitas dan elektabilitas, tinggal soliditas yang sekarang kita jaga, ” kata Baim.

Sementar itu, Pengurus PDIP Ciamis Beni Setiawan, mengatakan kader PDIP Ciamis bergerak sendiri dari Kantor DPC PDIP untuk membuktikan bahwa kader dan simpatisan PDIP sangat siap dan solid mengantarkan kader terbaik yakni Oih Burhanudin yang mendampingi Iing Syam Arifin pada Pilkada 2018.

“Modal soliditas partai inilah yang menjadi jaminan bahwa kami akan menang. Tentu ditambah dukungan relawan Idola lainnya, ” ujar Beni.

Pada Sidang Pleno Pengambilan Nomor Urut Pasangan Calon yang diselenggarakan KPU Kabupaten Ciamis tersebut, pasangan Iing – Oih mendapatkan nomor urut 2, sementara rival nya pasangan Herdiat-Yana mendapatkan nomor urut 1.

(DH)

Dua DM Maknai Nomor 4 sebagai Tanda Kebaikan

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Cagub-cawagub Jabar koalisi Demokrat Golkar Deddy Mizwar (Demiz) -Dedi Mulyadi memaknai nomor urut 4 sebagai tanda mengulang kemenangan.

“Di Pilgub 2013 saya dengan Kang Aher mendapat nomor urut 4 dan menang. Ini sudah rancangan Alloh SWT. 2 DM For Jabar,” kata Demiz, Selasa (13/2/2018) malam.

BACA JUGA:

Nuansa Timur Tengah, Warnai Acara Halal Bihalal Keluarga Besar IDI Kota Tasikmalaya

Demiz memaknai nomor 4 sebagai tanda-tanda kebaikan, tidak ada nomor keramat.

Kaitannya dengan makna koalisi sejajar, Dedi Mulyadi menyebut bahwa sejajar mengandung makna kesetaraan.

” Hari ini kita tidak ingin ada perbedaan, tidak ada ningrat atau lainnya, kita semua sama di sisi Alloh SWT,”

(LIN)

Rindu Sebut Nomor 1 Sesuai Harapan Simpatisan

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Ridwan Kamil (Emil)-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) bersyukur dengan nomor urut 1.

Keduanya mengaku bahwa nomor itu sesuai dengan harapan para simpatisannya.

” 90 persen pendukung Rindu ingin nomor 1,” jelas Emil, Selasa (13/2/2018) malam.

Dia pun menegaskan bahwa raihan nomor ini merupakan gambaran visi dan misinya jika terpilih sebagai pemimpin Jawa Barat.

“Jabar juara 1, bukan 2, 3, atau 4,” katanya.

Emil menambahkan, jika terpilih, dia tidak akan meninggalkan program pemimpin sebelumnya.

BACA JUGA:

Nuansa Timur Tengah, Warnai Acara Halal Bihalal Keluarga Besar IDI Kota Tasikmalaya

“Yang baik dari Kang Aher akan diteruskan,” tegasnya.

Namun, menurutnya setiap pemimpin memiliki cara baru dalam menjalankan tugasnya.

” Dan saya punya cara baru,” tutur dia.

(LIN)

Hasanah: Dua Kemenangan, Dua Kali Jokowi

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Jabar TB Hasanuddin (Hasan) -Anton Charliyan (Hasanah) mendapat nomor urut 2 di Pilgub Jabar 2018.

Nomor didapat setelah pengundian di rapat pleno pengundian nomor urut di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (13/2/2018) malam.

Hasan mengaku bahagia karena nomor urut dua sesuai harapan. Dia memaknai nomor dua sebagai kesimbangan.

BACA JUGA:

Nuansa Timur Tengah, Warnai Acara Halal Bihalal Keluarga Besar IDI Kota Tasikmalaya

“Ini keseimbangan, ada laki-laki dan perempuan, ada siang ada malam. Dua ini lambang kemenangan,dua juga berarti dua kali untuk Pak Jokowi,” kata Hasan seusai pengundian nomor urut.

Sementara itu, Anton berharap nomor dua ini sebagai tanda kebaikan.

“Kami ini dua doktor, dan dua jenderal. Mudah-mudahan ini menjadi tanda kemenangan,” kata Anton.

(LIN)

Koperasi PNS Jabar Beli Saham Bandara Kertajati

0
ilustrasi (web)

BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan saham PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) akan dimiliki ribuan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KPPS).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan setelah PT Angkasa Pura II dipastikan masuk sebagai pemegang saham BUMD PT BIJB maka pemegang saham lain masih diperlukan setelah mayoritas Pemprov menguasai 51%. “Dana akan mengucur lagi dari dana Koperasi PNS,” katanya di Bandung, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya direncakan koperasi yang terbentuk sejak dua tahun lalu tersebut akan mengambil porsi 2% saham PT BIJB senilai Rp50 miliar. Dana segar tersebut dinilai Heryawan bisa membuat penuntasan sisi darat Bandara Kertajati makin cepat.

“Sebelumnya dana segar datang dari sindikasi perbankan syariah, lalu selain koperasi juga akan dirilis reksa dana penyertaan terbatas [RDPT],” ujarnya.

Pembelian saham PT BIJB oleh koperasi PNS menurutnya akan terus ditingkatkan hingga 5%  dalam tiga tahun ke depan. Target ini dilihat dari besarnya omzet yang dikelola KPPS sehingga angka Rp125 miliar dianggap memungkinkan.

“Yang sekarang setara 2%, tambahannya masih terbuka. Saya berharap sampai 5%,” tuturnya.

Pemprov sendiri belum mendapat kepastian berapa besaran saham yang akan diambil oleh PT AP II dan RDPT. Karena selain saham, AP II pun memiliki kewajiban menggelontorkan dana untuk membangun sisa runway 500 meter guna melengkapi landasan pacu Kertajati yang saat ini sudah 2500 meter.

“Sesuai harapan Presiden, perpanjangan runway 500 meter lagi agar bandara Kertajati bisa untuk penerbangan haji. Dan sesuai perjanjian ini akan dibangun AP II,” paparnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua KPPS Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pembelian saham PT BIJB tersebut datang setelah pihak PT BIJB mengajukan surat permohonan agar koperasi bisa menyertakan modal di BUMD tersebut.

“Atas dasar surat tersebut kami bahas di rapat pengurus, selanjutnya kami menerima dengan melapor ke Gubernur,” tuturnya.

Iwa mengatakan, pihaknya sepakat menyertakan modal sebesar 2% dari total kebutuhan PT BIJB sekitar Rp2,5 triliun atau setara dengan dana sebesar Rp50 miliar.

Pihaknya saat ini tinggal menunggu surat balasan dari direksi PT BIJB agar mereka membahas rencana pembelian saham tersebut di RUPS. “Ini jadi dasar direksi membalas surat KPPS,” ujarnya.

Langkah menyetorkan modal ini dinilai Iwa menjadikan KPPS sebagai satu-satunya koperasi di Indonesia yang pertama kali memiliki saham di bandara besar. Pihaknya memutuskan untuk menggelontorkan dana karena ada keuntungan lain selain deviden yang bisa didapat. “Apakah kita bisa berperan di hal-hal yang bisa dikuasai di bandara seperti jasa cleaning service dan lain-lain,” katanya.

Memiliki anggota 12.800 PNS Iwa merencanakan langkah koperasi ini demi target masuk dalam lima besar koperasi di Indonesia. Saat ini pihaknya memutarkan dana koperasi hanya pada layanan simpan pinjam sekitar 1500 PNS yang menjadi nasabah.

“Penyetoran modal ini tidak akan mengganggu layanan buat anggota, karena KPPS tak hanya konsumen tapi juga koperasi investasi,” tuturnya.

Pihak KPPS menargetkan dalam waktu tiga tahun PT BIJB yang mengelola Bandara Kertajati bersama AP II sudah bisa menangguk keuntungan.

“Ini koperasi pertama di Indonesia yang memiliki saham di pembangunan bandara,” pungkasnya.

(DH)

Investasi, Aher: Pemerintah Harus Rajin Promosi

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG — High Level Meeting (HLM) Forum West Java Incorporated (WJI) 2018, digelar di Ruang Rapat Sanggabuana, Gedung Sate Bandung (13/02/2018).

HLM kali ini mengusung tema “Peluang dan Tantangan Investasi di Jawa Barat”. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi kegiatan Forum WJI 2017 dan progres penanaman modal dalam negeri dan asing di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), sebagai Dewan Pembina Pembina WJI menuturkan, peningkatan investasi di suatu daerah, erat kaitannya dengan dukungan promosi investasi yang dilakukan Pemerintah. Hal ini menjadi penting demi menjaga persepsi positif investor.

“Di Jawa Barat, investasi tidak ada hambatan yang berarti, yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah memasarkannya kepada investor,” kata Aher.

Terlebih, sambung Aher, pemerintah harus gencar promosi khususnya untuk investasi proyek-proyek yang terkait dengan publik. Seperti proyek jalan tol, atau apapun investasi publik lainnya.

Selanjutnya Aher pun minta para Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( Dinas PMPTSP) se-Jawa Barat, untuk aktif memberikan informasi kepada pihak-pihak regulator, termasuk Pemerintah Daerah, terkait peluang investasi yang berpotensi.

“Sehingga, ketika diperlukan biaya awal untuk suatu proyek yang ditawarkan kepada investor yang layak investasi misalnya, perlu FS (Feasibility Study) diantaranya, pembiayaan tersebut bisa dari APBD masing-masing,” katanya.

Selain itu, Aher juga sempat menyinggung pentingnya penguasaan teknologi. Ia menyebut, sumber daya alam di suatu daerah, akan bernilai tinggi, bila diolah oleh sumber daya manusia dengan penguasaan teknologi yang baik.

“Bahan dasar investasi, yang hebat itu bukan cuma punya sumber daya alam, yang hebat itu memiliki sumber daya manusia, serta teknologi untuk mengolah sumber daya tersebut,” katanya.

“Sumber daya alam sebanyak apapun, tentu harus diolah menggunakan teknologi mutakhir, tanpa itu, kita tidak bisa manjajakan yang kita punya,” tambah Aher.

Siapapun di dunia, kata Aher, negara yang memiliki sumber daya manusia yang memiliki penguasaan teknologi yang baik, dialah yang akan mengekspor, tampil menjadi pemenang kelompok masyarakat yang mendapat manfaat dari sumber daya alam.

Karenanya, Aher menekankan pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi satu di antara faktor penting perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat, memaparkan kondisi perekonomian Jawa Barat terkini. Ia menyebut Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat meningkat dari 5,20% (yoy) pada triwulan III 2017 menjadi 5,32% (yoy) pada triwulan IV 2017. LPE Jawa Barat pada triwulan IV 2017 ini kembali mengungguli Nasional yang tumbuh 5,19%. Melambat dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh sebesar 5,66%.

“Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV dibanding triwulan sebelumnya, didorong oleh konsumsi rumah tangga pada momen libur akhir tahun, serta investasi yang bersifat bangunan seiring dengan percepatan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur, serta finalisasi sejumlah venue Asian Games di Jawa Barat,” kata Wiwiek.

Sementara dari sisi lapangan usaha, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV didorong terutama oleh industri pengolahan, konstruksi, serta transportasi & pergudangan sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan menjelang akhir tahun dan momen liburan.

Perlambatan ini terutama disebabkan, bukan oleh base effect di mana pada tahun 2016, pertumbuhan Jawa Barat meningkat cukup tinggi seiring dengan diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-15.

Sementara dari sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Barat tercatat mengalami inflasi sebesar 0,83% (mtm) atau 3,69% (yoy) pada bulan Januari 2018. Tekanan inflasi bulanan Jawa Barat terutama disumbang oleh kelompok volatile food yang memberi andil sebesar 0,58%, disusul oleh kelompok core dengan andil sebesar 0,25%, dan kelompok administered prices sebesar 0,004%.

“Tekanan inflasi dari kelompok volatile food terutama didorong oleh harga beras yang dipengaruhi oleh rendahnya pasokan di tengah berlangsungnya musim tanam,” Ujarnya.

Akan tetapi, kata Wiwiek, harga beras ini sudah bergerak turun pada akhir bulan karena adanya kebijakan impor. Adapun beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi bulanan terbesar dari kelompok VF selain beras adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.

Semantara pada kelompok core, kenaikan tekanan inflasi terjadi pada beberapa komoditas di kelompok food related seperti ayam goreng, mie, dan nasi dengan lauk. Hal ini ditengarai sebagai dampak lanjutan dari meningkatnya harga bahan makanan di kelompok volatile food.

Untuk keseluruhan tahun 2018, Wiwiek meramalkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan meningkat, yaitu pada kisaran 5,2% – 5,6% (yoy). Meningkatnya LPE Jawa Barat di tahun 2018 terutama ditopang oleh berlangsungnya sejumlah event yang dapat memberikan multiplier effect baik pada kegiatan ekonomi maupun pendapatan masyarakat.

Beberapa event dimaksud meliputi; Pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pilkada di 16 Kab/Kota di Jawa Barat pada bulan Juni 2018 dan, Pelaksanaan Asian Games 2018 pada bulan Agustus 2018 di mana Jawa Barat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pertandingan 6 (enam) cabang olahraga.

“Sedangkan inflasi Jawa Barat pada tahun 2018 diperkirakan stabil dan terjaga dalam batas target inflasi 2018 yaitu 3,5±1%. Proyeksi inflasi tersebut didukung dengan kuatnya sinergi dan koordinasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah,” Katanya.

(DH)