spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7595

Isi Kekosongan Sekda,  Pemkot Bandung Adakan Seleksi Terbuka

0
BANDUNGFOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan pembukaan seleksi terbuka untuk Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Bandung, Jumat (6/4/2018). Tahap pertama, yakni pengumpulan berkas, dimulai pada 6-26 April 2018.
Para Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Pemkot Bandung, Pemerintah Kabupaten/Kota di Jabar maupun Pemprov Jabar yang memenuhi syarat berhak mendaftarkan diri. Salah satu syaratnya adalah memiliki pangkat sekurang-kurangnya Pembina Tingkat I Golongan/Ruang IV/b dan diutamakan memiliki pangkat Pembina Utama Muda Golongan/Ruang IV/c.
Pelamar pun harus pernah atau sedang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II B) atau Jabatan Fungsional Madya minimal selama dua tahun. Ia juga harus berusia maksimal 56 tahun per Juli 2018.
Untuk kualifikasi pendidikan, calon minimal berpendidikan S1/DIV yang relevan dengan jabatan sekretaris daerah. Kendati begitu, tim penilai akan memberikan bobot lebih kepada pelamar yang berpendidikan lebih tinggi dari S1.
Tidak hanya itu, para pelamar juga harus memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan Jabatan Sekda secara kumulatif minimal selama lima tahun serta telah mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II untuk peserta dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
Hal yang tak kalah penting adalah memiliki nilai minimal ‘baik’ dalam semua unsur penilaian prestasi kerja dalam dua tahun terakhir dengan melampirkan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PPKPNS) Tahun 2016 dan 2017. Pelamar harus memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik dan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin.
Kabid Humas Setda Kota Bandung Yayan A Brillyana menjelaskan, segala kriteria itu dirancang untuk mendapatkan calon pemimpin terbaik. Sebagai ibukota Provinsi Jabar, Kota Bandung haruslah memiliki sekretaris daerah yang teladan dan profesional.
“Sekda ini adalah nakhoda bagi seluruh ASN di Kota Bandung. Dia harus memiliki kemampuan manajerial di atas rata-rata serta mampu menjawab tantangan pemerintahan era masa kini. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi proses Pilkada yang tentu membutuhkan energi ekstra. Kita perlu pemimpin terbaik,” jelas Yayan.
Proses seleksi akan berlangsung hingga 30 Mei 2018. Panitia seleksi yang diketuai oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja selaku Ketua Panitia Seleksi telah menyusun jadwal kegiatan agar rangkaian istimewa ini bisa berlangsung optimal.
“Panitia akan menyeleksi berkas yang masuk hingga 27 April 2018. Tim akan menelusuri rekam jejak jabatan, moralitas, dan integritas sehingga bisa dinyatakan lulus secara administratif,” kata dia.
Para calon Sekda akan menjalankan seleksi kompetensi bidang melalui uji gagasan tertulis pada tanggal 2 Mei 2018. Hasil ujian tertulis akan diumumkan pada 7 Mei 2018. Peserta juga akan menempuh seleksi kompetensi manajerial pada tanggal 8-9 Mei 2018 dan hasilnya akan dipublikasikan pada tanggal 23 Mei 2018. Setelah itu, akan ada wawancara akhir pada tanggal 25-26 Mei 2018 sehingga pada tanggal 30 Mei 2018 sudah ada pengumuman hasil 3 besar.
(Budi/LIN)

Sudrajat Tawarkan Program Bank Tanah untuk Daerah Rawan Longsor

0
BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat menawarkan program Bank Tanah sebagai solusi menangkal potensi longsor di kawasan permukiman.
Sudrajat menjelaskan, program Bank Tanah ini secara langsung akan membatasi ruang gerak para pengembang yang sembarangan membangun di lokasi rawan longsor. Salah satu daerah yang menjadi perhatian, yakni Kawasan Bandung Utara (KBU).
“Dengan Bank Tanah, pengembang yang tidak bertanggungjawab tidak bisa sembarangan lagi (membangun),” kata Sudrajat, Sabtu (7/4/2018).
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan, yakni titik longsor di Dago Resort. Menurut dia, kawasan tersebut merupakan daerah resapan air.
“Baru 20 tahun sudah banyak bangunan yang dikuasai oleh pengembang, bahkan puluhan hektar sudah dikuasai pengembang,” terangnya.
Menurut dia, ketegasan dalam menjaga lahan tersebut sangat diperlukan, karena proses pembangunan yang berjalan kerap mengenyampingkan aspek lingkungan.
“Yang perlu dipahamai itu bukan hanya lingkungan alamiah, tetapi bagaimana masyarakat tradisional yang sudah lama di daerah tersebut tidak terganggu kenyamanan hidupnya,” jelas dia.
Pihaknya berharap, Jabar ke depan semakin aman dari bencana, pembangunan berkelanjutan pun diperhatikan,” kata dia.
(Adie/LIN)

MUI: Potensi Konflik Pilkada di Medsos Sulit Dihindari?

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menyatakan,  potensi konflik di Pilkada Serentak 16 kabupaten/kotakdandpilgub Jabar 2018 melalui media sosial tidak bisa dihindari.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar menjelaskan, arus informasi berbau Pilkada di media sosial terpantau sudah penuh dengan konten kebencian dan fitnah.

“Banyak yang datang ke MUI, terutama melaporkan medsos yang terkesan liar,” kata Rafani di Bandung, Jumat (6/4/2018).

Pihaknya mengimbau masyarakat agar santun dalam bermedia sosial. Bahkan, untuk membatasi ruang tersebut MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang penggunaan media sosial.

“Jauh – jauh hari sudah punya fatwa, bagaimana bermuamalah untuk media sosial. Janganlah Pilkada ini dicemari, dikotori media sosial yang tidak bertanggungjawab,” terangnya.

(Adie/LIN)

Kerap Minta “Uang Damai”, Babinsa Ciamis Serahkan Polisi Gadungan ke Polres Ciamis

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang warga asal Cikoneng, Kabupaten Ciamis diamankan Babinsa dan diserahkan ke  polisi. Warga bernama Dedi Irawan (41) itu ditangkap karena mengaku sebagai anggota Satres Narkoba dari Polda Jabar berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan meresahkan masyarakat.

“Kami sudah lama mengawasi polisi gadungan ini, hingga akhirnya kami serahkan ke polisi,” kata Sertu Ajat Sudrajat Babinsa di Kelurahan Ciamis, Jumat (6/4/2018).

Selama tinggal di rumah istrinya di kawasan Cilame, Kelurahan Ciamis, pelaku kerap meminta uang damai kepada orang yang terlibat masalah hukum.

“Melihat perilaku itu, kami mencurigai bahwa pelaku bukan anggota polisi,” kata Ajat.

Karena sudah lama memantau dan semakin mencurigakan, warga yang melihat keberadaan pelaku di rumah istrinya melaporkan ke Koramil 1301 Ciamis.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya langaung berkoordinaai dengan anggota Polres Ciamis, terlebih hal itu menjadi ranah kepolisian.

“Setelah saya laporan ke pihak polisi, merekalah yang menangkap polisi gadungan itu,” jelas Ajat.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto tidak menampik bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku.

Penangkapan dilakukan atas laporan istri siri nya yang merasa tertipu oleh pelaku.

(Husen Maharaja/LIN)

MUI Imbau Masyarakat Jabar Jangan Dzalimi Sukmawati

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak berlebihan menyikapi puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Putri mantan Presiden Indonesia Ir. Soekarno, Sukmawati Soekarno Putri.

“Ada prinsip norma Islam, apabila dia sudah minta maaf, mau memperbaiki dan karena ketidaktahuan itu maafkan saja. Dosanya antara dia dengan Allah, jangan sampai kita ikut – ikut menghakimi di luar batasan – batasan agama,” tegas Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei di Bandung, Jumat (6/4/2018).

Menurutnya, hal wajar jika umat Islam atau banyak kalangan jika ingin Sukmawati ditindak tegas karena melecehkan agama dalam puisinya. “Jangan sampai melebihi, kalau melebihi berarti mendzalimi,” katanya.

“Ada skala prioritas, hal besar harus diutamakan, kedamaian dulu. Saling menghormati. Tidak beriman jika tidak saling menyayangi dan nabi pun mengatakan harus sebarkan kedamaian di antara kamu,” tambahnya.

Sebelumnya, puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dia baca di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, menuai kontroversi. Pasalnya, dari bait puisi yang dibacakan putri Proklamator RI itu menyinggung-nyinggung syariat Islam, seperti azan dan cadar. Belakangan, Sukma sudah meminta maaf kepada umat Islam.

(Adie/DAR)

Igbonefo dan Kim Pulih dari Cedera

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dokter Persib Bandung, Rafi Ghani menuturkan kondisi Kim Jeffrey Kurniawan dan Victor Igbonefo sudah pulih, setelah sebelumnya mengalami cedera dan harus berlatih terpisah dari pemain lainnya.
Kim sebelumnya mengalami cedera patah tulang fibula, sedangkan Igbonefo mengalami cedera di bagian lutut. Setelah menjalani pemulihan, keduanya sudah bisa berlatih dengan normal.
“Sudah tidak perlu pemeriksaan lagi. Pembetukan kalusnya sudah sempurna, kadang masih suka ada keluhan di bagian cedera,” kata Rafi di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (6/4/2018).
“Kemarin dilakukan untuk penyembuhan PRP, untuk yang terakhir. Jadi cedranya sudah sembuh Kim,” tambahnya.
Kedua pemain tersebut menurut Rafi belum ditentukan tampil pada pertandingan kandang menghadapi  Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018). Karena, kondisi fisiknya perlu ditingkatkan lagi, setelah lama absen.
“Sama Victor (sudah pulih) cuma kita lihat kebugaran sama kondisi fisik. Nanti pelatih kepala sama pelatih fisik yang menentukan,” ucap Rafi.
(Arif/DH)

Faktor Umur, Persib Gak Butuh Firman Utina ?

0
firman utina fokusjabar.id
Firman Utina
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Melihat prestasi Persib Bandung yang kurang maksimal di dua pertandingan perdana Liga 1 2018, membuat Bobotoh menginginkan Firman Utina untuk kembali ke tim Maung Bandung.
Meski keinginan Bobotoh sudah didengar pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, namun, dia memastikan gelandang senior tersebut tidak akan masuk dalam skemanya untuk musim 2018.
“Tidak (direkrut). Saya sudah dengar itu, tapi kami tidak butuh di sini,” tegas Gomez, Jumat (6/4/2018).
Pelatih asal Argentina ini mengakui Persib membutuhkan tambahan pemain, hanya saja usia Firman yang cukup tua, membuatnya tidak bisa merekrut mantan pemain Bhayangkara FC tersebut.
“Kami tidak butuh dia di sini, kami sudah punya pemain di posisi itu. Dia pemain yang bagus tapi sudah berusia 36 tahun. Kami lebih condong mencari pemain yang lebih muda untuk masa depan, bukan hanya untuk Persib tapi untuk masa depan, mungkin usia 26-27-28,” jelasnya.
Kualitas Firman diakui oleh Gomez, hanya saja Persib tidak membutuhkan tenaga pemain yang sempat berkostum Timnas Indonesia ini.
“Tapi saya tahu dia pemain yang bagus. Dia pemain yang bagus tetapi kami butuh pemain lain di tim. Saya tidak mau bicara dia pemain yang buruk, dia tetap pemain yang bagus,” jelasnya.
(Arif/DH)