spot_imgspot_img
Rabu 8 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7568

DPRD Jabar akan Terus Mendorong Realisasi Listrik Masuk Desa

0
DPRD Jabar saat monitoring program listrik masuk desa di Saguling KBB (Foto IST)
DPRD Jabar saat monitoring program listrik masuk desa di Saguling KBB (Foto IST)

DPRD Jabar Monitoring Program Listrik Masuk Desa

BANDUNG,FOKUSJabar.id: DPRD Provinsi Jawa Barat lakukan monitoring terkait implementasi program Bantuan Listrik Masuk Desa di Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/4/2018).

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, monitoring program Bantuan Listrik Masuk Desa itu dilakukan untuk mengetahui langsung respon masyarakat, sekaligus sebagai wujud komitmen Pemprov Jabar dalam memberikan akses listrik kepada masyrakat miskin dan tidak mampu. Selain itu sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi Jabar menuju 100 persentahun 2019.

Program Bantuan Listrik Masuk Desa, kata Ineu, mendapatkan respon baik dari masyarakat, terlebih mereka merasa terbantu. Masyarakat pun berterimakasih kepada Pemprov Jabar, terlebih listrik merupakan kebutuhan.

Walaupun dalam kesempatan monitoring tersebut masih ditemukan beberapa rumah yang belum teraliri listrik sepenuhnya, Ineu optimistis bahwa secepatanya program tersebut bisa terealisasi dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.

“Kami akan terus mendukung realisasi program ini. Namun kaitannya dengan luas wilayah Jabar yang cukup besar, realisasi program akan dilakukan bertahap,” kata Ineu.

Sejak Tahun Anggaran 2008 hingga Tahun Anggaran 2017, Pemprov Jawa Barat telah melaksanakan penyambungan listrik terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu sebanyak 234.109 rumah yang tersebar di 18 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Barat. Total anggaran yang sudah diserap lebih dari Rp320,4 milyar.

(LIN)

Deddy Ingin Asuransi Gagal Panen Untuk Petani

0
Pelaku UMKM
Cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar saat menyapa warga Kabupaten Bekasi (Foto IST)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar bertekad memberikan asuransi padi kepada petani sebagai antisipasi gagal panen.

“Paling tidak, ini untuk mengurangi kerugian besar atau minimal untuk mengganti menanam kembali,” kata Deddy saat berkunjung ke Tembelang, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/4/2018).

Menurut dia, hal seperti itu harus sudah bisa diantisipasi oleh pemerintah setempat dan harus betul-betul ada programnya. Untuk itu harus didata berapa kelompok tani yang ada dan berapa lahan yang tersedia.

BACA JUGA: Polres Banjar Berikan Bantuan Beras kepada Petani Rawa Onom

Deddy pun siap mendukung program intensifikasi pertanian. Dengan begitu, tidak banyak hasil panen yang terbuang. Lebih dari itu yang terpenting dalam pertanian adalah mempertahankan lahan pertanian yang berkelanjutan.

“Jangan sampai lahan pertanian mengalami alih fungsi dan petani kita kehilangan lahannya,” kata dia.

Penciptaan tata ruang pertanian ini adalah misi yang ketiga dalam pencalonannya sebagai Gubernur Jabar 2018, yakni penciptaan tata ruang dan infrastruktur yang berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut , Deddy pun menyempatkan diri mengunjungi kegiatan senam sehat dan UMKM binaan Kartini Perindo Kabupaten Bekasi.

Lebih lanjut dia berharap Perindo bisa diterima dan dicintai masyarakat.

(LIN)

Aher Minta BBNKB Digratiskan

0
bbnkb
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) ingin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) membuat program bebas biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) ke-2.

Kebijakan tersebut, kata Aher, harus segera digulirkan agar masyarakat dapat menyelesaikan administrasi dan kewajiban pajaknya.

“Jadi inovasi diperlukan juga buat dorongan dan dukungan untuk masyarakat lewat pembebasan BBNKB dan bebas denda pajak bagi para penunggak pajak kendaraan bermotor,” ujarnya di Samsat Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/4/2018).

Dia mengungkapkan, sekitar 70 persen pendapatan asli daerah (PAD) Jabar berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

Lalu, katanya, jika masyarakat dimudahkan memindahkan atau mutasi nama kendaraan motornya, maka sumber pajak dari kendaraan bermotor akan lebih meningkat.

“Masyarakat perlu dimudahkan untuk BBNKB,” kata Aher.

BACA JUGA: Pemprov Jabar Bebaskan BBNKB dan Denda PKB Juli-Agustus Ini

Saat ini, kata dia, sudah ada inovasi dan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Dengan inovasi tersebut, PAD Jabar meningkat hingga 10 persen atau lebih dari Rp1 triliun.

“Sekarang ada inovasi pembayaran, serba lewat aplikasi, membayar pajak bisa hanya dengan Handphone kan. Itu membuat PAD kita bertambah hingga 10 persen,” ujar Aher.

Selain membuat aplikasi pembayaran pajak kendaraan bermotor, katanya, Pemerintah Provinsi Jabar juga sudah membangun gedung Pusat pengelolaan pendapatan daerah/Samsat di empat kabupaten/kota.

Sementara, Kepala Bapenda Jabar Dadang Suharto mengungkapkan, usulan Aher akan segera ditindaklanjuti. Dengan melihat regulasi dan kesiapan dari Bapenda Jabar sendiri.

“Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan ya, usulan beliau harus kita tindaklanjuti sesegera mungkin,” ujarnya.

(Ibenk/DAR)

Pentas PAI: Sarana Ukuwah Islamiah Watoniah

0
Ukuwah
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Proses pembangunan pendidikan Agama Islam yang diajarkan terhadap peserta didik hendaknya mengacu kepada pembangunan manusia seutuhnya sebagai subyek yang bermutu. Demikian dituturkan Penjabat Bupati Ciamis Dedi Mulyadi saat membuka pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat. Rabu (18/4/2018).

“Kegiatan pentas PAI ini dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan kesadaran untuk memepererat tali persaudaraan sesama insan cerdik cendikia dengan menuju manusia yang berahlaqul karimah,” katanya.

Dedi mengatakan, kepada seluruh peserta lomba diharapkan untuk bersikap sportif dalam mengikuti perlombaan tersebut.

BACA JUGA: Tingkatkan Ukuwah Islamiyah Operasi TMMD Rehab Masjid di Nyalindung

“Jadikan lomba ini sebagai wahana aktualisasi dan ekpresi kemampuan dan bakat para peserta anak didik,” ucapnya.

Dedi melanjutkan, para peserta harus menjungjung tinggi nilai persahabatan dan pesaudaraan.

“Utamakan ukuwah Islamiah dan ukuwah watoniah, menang dalam kejuaraan ini pasti menjadi harapan. Namun kemenangan yang hakiki sudah diraih manakala sikap kita semakin hari semakin baik,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Pers Seperti Kelaparan di Ladang Padi

0
Pers
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anggota Bawaslu Jabar Warsikin Marzuki meminta Pers menyukseskan Pilkada demi kepentingan masyarakat. Wartawan juga jangan hanya diam di luar pagar, tapi harus berani masuk ke dalam pagar, menjadi bagian dari regulasi untuk memudahkan komunikasi antar lembaga dan pers, juga informasi akan dikemas dengan baik dan menyeluruh tepat sasaran.

“Wartawan atau pers dalam Pilkada jangan jadi penonton sebab ada lima unsur yang menjadi bagian dari Bawaslu, yakni unsur dari Kejaksaan, Kepolisian Akademisi atau Pendidikan, Pers dan Masyarakat, maka dari itu ini saatnya bagi pers berperan dalam mensukseskan Proses Demokrasi,” kata Warsikin Dalam Workshop Peranan Pers Dalam Pilkada Serentak 2018 di Hotel Homan Jalan Asia Afrika, Panelis Workshop yang juga Bawaslu Jawa Barat Warsikin Marzuki menegaskan kepada wartawan untuk berperan serta dalam proses Pilkada dengan menjadi bagian dari Bawaslu.

Warsikin mengaku, saat ini regulasi menghambat peran pers dalam mempromosikan proses demokrasi, pers sekarang layaknya kelaparan di Ladang Padi Yang sedang Panen.

BACA JUGA: Hadapi New Normal, Dewan Pers Ingatkan Perlindungan Jurnalis

“Zaman dulu, sebelum PKPU mengatur tentang pembatasan iklan, tiga perempat nasib Calon dalam konsestasi demokrasi ataupun pesta politik ini ditangan Pers, tapi sekarang regulasi membuat pers kebingungan,” ucapnya.

Maka dari itu Warsikin mengajak rekan Wartawan untuk melawa peratran itu, ajukan ke Mahkamah Agung, jangan sampai jadi melanggar.

Sementara itu Komisioner KPU Jawa Barat Endun Abdullah menerangkan, memang kebijakan terkait iklan ini harus diterapkan, semua terkait sinergi bersama rekan Media.

” Sebenarnya kebijakan terkait iklan itu kita tidak bisa berbuat apa-apa karena itu sudah ditetapkan dalam regulasi PKPU no 4, maka kita memilah – milah media yang benar-benar bersinergi, kendati demikian permasakahan ini ada di iklan, saya kira Media bisa berinovasi dengan bekerjasama dengan calon dengan strage news, dengan pemberitaan – pemberitaam,” ungkapnya.

(Riza M Irfansyah/DAR)

Inovasi Bapenda Jabar Tingkatkan PAD

0
Bapenda
Gubernur Jawa Barat (tengah) didampingi istri Netty Heryawan (kiri). (FOKUSJabar/Ibenk)

CIREBON, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan inovasi agar masyarakat semakin mudah melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, adanya inovasi dan kemudahan bagi masyarakat khususnya dalam membayar pajak kendaraan bermotor mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat hingga 10 persen atau lebih dari Rp1 triliun.

“Kenaikan PAD bisa 10 persen dari Rp14 triliun. Ini sesuatu yang luar biasa ya. Sebuah prestasi besar,” kata Aher usai mengikuti acara Peresmian gedung pusat pengelolaan pendapatan daerah/ Samsat Provinsi Jawa Barat dan Launching inovasi Samsat Jabar di Kabupaten Cirebon, Rabu (18/4/2018).

BACA JUGA: KTMDU, Sekda Jabar Minta Bapenda Koordinasi dengan Leasing

Bahkan, lanjutnya, sekitar 70 persen pendapatan daerah (PAD) di Jawa Barat berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Gubernur Jabar menjelaskan pada tahun 2008 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar hanya sebesar Rp8 triliun. Namun dengan adanya inovasi yang dilakukan khususnya di bidang perpajakan maka APBD Jabar sudah mencapai Rp34 triliun.

“Artinya apa yang saya katakan betul terjadi. Adanya inovasi pembayaran pajak ini memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan meningkatan PAD Jabar,” ungkap Aher.

Aher juga mengungkapkan beberapa inovasi yang bertujuan untuk memudahkan layanan publik. Diantaranya, digulirkannya program Samling, Samdong, E-samsat ,T-Samsat, Sipolin, Sambara (aplikasi pembayaran pajak sekaligus), Simpeda, dan Ketepel (KTP Elektronik ditempel).

“Awalnya pembayaran pajak kendaraan bermotor harus dilakukan di kantor Samsat sekarang bisa dilakukan drive true. Semuanya untuk memudahkan pelayanan publik,” ujar Aher.

(Ibenk/DAR)

Pembuat Oplosan Harus Diproses Hukum Agar Jera

0
Oplosan
Cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar (Foto IST(

BEKASI, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar mendukung aparat kepolisian memeroses secara hukung dengan seadil-adilnya terhadap pelaku pembuat minuman keras (Miras) oplosan yang memakan puluhan korban jiwa.

Demikian disampaikan Deddy menyusul dibekuknya belasan pelaku pembuat miras, khusunya di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Menurut dia, proses hukum harus dilakukan untuk memberikan efek jera agar hal serupa tidak terulang.

BACA JUGA: Disperindagin Kota Depok Antisipasi Daging Oplosan

“Ini penting untuk menciptakan kepekaan masyarakat terhadap aktivitas oplosan yang ada di lingkungannya. Ini bukan hanya tugas polisi, tetapi masyarakat pun harus pro aktif melaporkan hal seperti itu,” kata Deddy saat berkunjung ke Bekasi, Rabu (18/4/2018).

Dia menegaskan bahwa sudah semestinya masyarakat aktif melaporkan jika menemukan aktivitas pembuatan miras. Jangan sampai jatuh korban untuk kesekian kalinya. Tidak hanya itu, Deddy pun meminta masyarakat diikutsertakan dalam mengawasi lingkungannya.

“Kalau memang ada, segera laporkan ke polisi, dan polisi cepat bertindak agar tidak ada korban jiwa,” tegas dia.

(LIN)