spot_img
Senin 9 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7508

DPRD Jabar Desak Perbaikan Tanjakan Emen Segera

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: DPRD Provinsi Jawa Barat meminta Dinas Binamarga segera membuat jalan lingkar di sekitar tanjakan Emen, Kabupaten Subang. Hal itu penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Yang paling memungkinkan itu membuat lingkar tanjakan sekitar 7 kilometer. Itu yang saya bahas ke Bina Marga sebagai solusi menekan kecelakaan di tanjakan Emen,” kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar Ali Hasan di Bandung.

Proyek itu harus selesai di tahun 2018 ini. Sedangkan untuk jangka pendek, Ali Hasan meminta Dishub segera melengkapi marka jalan di sepanjang tanjakan, sekaligus membangun pita kejut di ruas arah jalan turunan agar pengendara bisa menurunkan kecepatan laju kendaraannya.

Jika proyek lingkar tanjakan selesai semua kendaraan besar diwajibkan melintas ke arah sana. Sementara jalan yang lama hanya digunakan untuk mobil kecil.

Ali Hasan menyebut bahwa proyek itu sangat bisa selesai tahun ini. Apalagi pos anggarannya tidak akan lebih dari Rpqpp milyar. Posnya ada di anggaran perubahan jika tidak ada di anggaran murni.

“Kalau yang paling pertama, tanjakan aman dulu. Target 2018 sudah mulai, 2019 harus sudah beroperasi. Jangan lama-lama. Jangan menunggu ada kecelakaan lagi,” tegas dia.

Selain tanjakan Emen, ada 13 ruas jalan rawan yang tersebar di Jawa Barat, dua di antaranya Cipageran dan Leuwi Gajah Kota Cimahi yang menjadi kewenangan provinsi.

“Ini harus segera diperbaiki,” pungkasnya.

Pernyataan dari Ali Hasan ini merespon dari peristiwa kecelakaan lalu lintas yang kembali terjadi di tanjakan Emen tepatnya di Kampung Cicenang, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Senin (12/3) lalu.

Saat itu mobil elf mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Emen. Akibatnya, tujuh penumpang dalam mobil tersebut mengalami luka berat.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa supir berinisial AF ini tidak biasa membawa minibus dan baru pertama kali melewati jalur Emen.

Sementara itu, Pemprov Jabar mengaku sedang merancang pembangunan jalan lingkar di tanjakan Emen, Subang. Rencananya jalur baru sepanjang 7 kilometer itu akan dibangun di tahun depan dengan anggaran sekitar Rp150 milyar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pekerjaan Umum Jabar M Guntoro mengatakan, rencana pembuatan jalan lingkar tersebut sudah dibahas dengan berbagai pihak. Mereka menyepakati pembangunan jalan itu sebagai solusi mengurangi kecelakaan di tanjakan Emen.

“Kita sudah bahas dengan Mabes Polri, Polda Jabar, Perhubungan, terus PTPN juga. Alhamdulilah pada datang semua dan disupport semuanya,” kata Guntoro saat dihubungi, Jumat (16/3)

Rencananya, kata dia, jalan lingkar akan dibangun dengan menerobos perkebunan teh milik PTPN. Jalur lingkar akan dimulai mulai dari objek wisata Gunung Tangkuban Parahu hingga Ciater sepanjang 7 kilometer.

“Nanti panjangnya sekitar 7 kilometer. Jadi menerobos kebun teh punya PTPN. Mereka (PTPN) sudah menyetujui lahannya untuk dipakai,” ungkap dia.

Ia mengatakan persiapan pembangunan jalan lingkar ini dilakukan tahun ini mulai dari amdal, pengukuran lahan hingga lelang proyek. Pembangunan baru akan dilakukan di tahun 2019 menggunakan anggaran APBD Rp150 milyar.

Sambil menunggu jalan lingkar dibangun, Pemprov Jabat akan membuat jalur penyelamat (escape road) sepanjang 300 meter di KM 179+600 arah Jakarta.

(LIN)

Libur Akhir Pekan, Objek Wisata Cipanas Garut Diserbu Pengunjung

0
objek wisata cipanas fokusjabar.id
Sarana bermain di Objek Wisata Cipanas Garut (Foto. Andian)

GARUT,FOKUSJabar.id: Kawasan penginapan dan objek wisata Cipanas, Kabupaten Garut libur pekan ini diserbu wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

objek wisata cipanas fokusjabar.id
sarana permainan di kawasan objek wisata cipanas garut (Foto: Bambang Fouristian)

Mereka memadati objek wisata kebanggaan warga Kota Intan bersama keluarga hanya sekedar mengisi liburan dengan asik berendam.

Baca Juga: Polda Kalteng Amankan 59 Sak Pupuk Tanpa Dokumen

Salah satu pengunjung asal Jakarta, Refha mengatakan, dirinya bersama keluarga jauh dari Ibu Kota guna memanjakan diri berendam di Cipanas Garut.

” Saya bersama keluarga rekreasi berendam sekaligus menikmati panorama alam Cipanas Garut,” kata Refha kepada FOKUSJabar.id, Sabtu (17/3/2018).

Refha mengaku, sudah beberapa kali menginjakan kakinya di kawasan Cipanas Garut. Bahkan rencananya besok sebelum bertolak ke Jakarta akan menyempatkan diri ke objek wisata lainnya.

” Besok saya akan ke kawasan Darajat sebelum pulang ke Jakarta,” singkatnya.

Hal senada diungkapkan pengunjung asal Kecamatan Limbangan, Yuli. Dia datang guna berendam air panas.

” Saya kesini bersama keluarga guna mengisi liburan akhir pekan,” singkat Yuli.

(Andian/Bam’s)

Kadisdik Ciamis Imbau Guru Fokus Persiapan Siswa Jelang UNBK

0
Kadiskdik Ciamis Fokus Pembinaan Siswa Menjelang UNBK, (FOKUSJabar/Ibenk)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Wawan Arief berharap kasus yang menimpa Siswi SMP di Ciamis tidak menganggu persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar April 2018.

Demikian disampaikan Wawan menyusul kasus dugaan pencabulan kepada siswi SMP di Ciamis yang saat ini ditangani kepolisian.

Dia pun berharap siswi yang menjadi korban bisa ikut melaksanakan UNBK dengan baik. Untuk itu pihaknya mengimbau agar teman sekolah dan di sekelilingnya tetap memberikan semangat dan menjaga kebersamaan.

“Saling tolong menolong serta saling melindungi di antara siswa,” kata Wawan kepada FOKUSJabar.id.

Wawan pun berpesan agar para guru di Kabupaten Ciamis tetap menjaga kondusifitas belajar mengajar. Dengan begitu, psikologis siswa terjaga.

“Untuk para guru agar tetap menjaga kondusifitas proses belajar mengajar serta menjaga psikologis siswa, serta bisa mengambil hikmah dari kejadian yg menimpa,” ucap Wawan.

Sebelumnya, seorang siswi berinisial R (16) diduga dicabuli gurunya berinisial Abd. Kasus tersebut diduga melibatkan dua guru korban lainnya N dan Y yang diduga memperdayai korban agar niat cabul pelaku terlaksana.

Dalam rilis Polres Ciamis, terungkap bahwa korban dicabuli Abd di rumah guru N, di Perum B Regency, Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis pada Januari 2018 lalu.

(Ibenk/LIN)

Persib Akan Rekrut Pemain Asing Tambahan

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung berencana menambah pemain lokal dan asing untuk musim kompetisi Liga 1 2018, hal itu disampaikan oleh Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono.

Kuswara menyebut bahwa pemain asing akan datang dalam waktu dekat. Namun, dia masih merasahasikannya dan akan memperkenalkan setelah pemain tersebut ada di Bandung.

“Selain nanti ada pemain tambahan (lokal). Termasuk nanti ada pemain asing. Tapi ini yang masih kita tunggu, mungkin begitu sudah sampai Bandung nanti kita sampaikan,” kata Kuswara, Jumat (16/3/2018).

Manajemen berusaha mendatangkan pemain asing tanpa melanggar regulasi. Selain itu, rencanannya saat menghadapi Arema FC pada laga uji coba yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (18/3/2018), pemain asing tersebut akan diturunkan.

“Ini kan jadi kejutan. Ini yang lagi dimatangkan. Dia masih aktif bermain. Ini pemain yang intinya siap tempur. Bahkan pelatih menyampaikan akan dicoba lawan Arema. Kemungkinan akan datang. Kalau nggak malam ini, besok,” jelasnya.

(Arif/LIN)

Selain Launching Persib, Ini yang Akan Dikenalkan Manajemen

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) akan menggelar launching tim Persib Bandung di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (17/3/2018).

Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono mengatakan, sejauh ini persiapan untuk acara launching sudah hampir rampung dan diharapkan bisa berjalan lancar seusai rencana.

“Insya Alloh sekarang sudah dalam tahap persiapan akhir. Sesuai jadwal acara akan dimulai jam 4 sore. Jadi launching tim, jersey dan sponsor,” kata Kuswara, Jumat (16/3/2018).

Selain memperkenalkan tim, jersey dan sponsor Persib untuk mengarungi musim 2018. Manajemen pun akan meresmikan kantor dan kafe yang baru renovasi.

(Arif/LIN)

Puluhan Ribu Pemilih Potensial di Ciamis Tidak Punya KTP

0
Ketua KPUD Ciamis Kikim Tarkim. (FOKUSJabar/Ibenk)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 31.258 potensi pemilih di Ciamis belum memiliki e-KTP.

Demikian diungkapkan Ketua KPU Ciamis Kikim Tarkim seusai rapat pleno pemutakhiran data pemilih sementara (DPS), Jumat (15/3/2018).

Dari DPS Ciamis sebanyak 921.928, 31.258 nya tidak memiliki e-KTP.

“Disamping mengidentifikasi berapa DPS, petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PDPP) pun mengidentifikasi berapa pemilih potensial yang belum memiliki eKTP,” kata Kikim.

Kikim mengimbau kepada warga Kabupaten Ciamis yang belum ber-eKTP agar segera melakukan perekaman data kependudukan.

“Tugas ini menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait terutama Dinas Kependudikan dan Pencatatan Sipil (Disukcapil) Ciamis. Tadi Disdukcapil sudah menyanggupi untuk menyelesaikannya sesegera mungkin,” kata Kikim.

Untuk diketahui, Pilkada Serentak 2018 akan digelar 27 Juni 2018. Ciamis menggelar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serentak.

(Ibenk/LIN)

TGB: Rukun Iman dan Islam Jadi Pedoman Seorang Muslim

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan tausiah di hadapan jamaah Masjid Salman ITB, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (16/3/2018).

Dalam tausiahnya, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia itu mengajak jamaah yang didominasi mahasiswa ITB itu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu untuk membangun peradaban.

Keberadaan TGB di Kota Kembang tak disia-siakan para mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan seputar dunia Islam. Hal ini tak lepas dari sosok TGB yang dikenal sebagai hafiz, juga seorang ahli tafsir hadits.

Salah satu pertanyaan yang diberikan kepadanya ialah mengenai umat pertengahan. TGB menjawab bahwa umat pertengahan atau wasatiyah, merupakan sebuah moderasi Islam yang berada di tengah yang juga ada dalam tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Dalam menghadirkan moderasi Islam, setidaknya seorang muslim melakukan lima hal, mulai dari memahami realitas, memahami skala prioritas, mengerti sunnatullah, memilih manhaj taisir, dan memahami ajaran Islam secara utuh.

“Datangnya Islam ke Indonesia itu tidak dengan membenturkan namun menyerap nilai-nilai yang sudah ada. Dalam lingkup pemerintahan, ajaran Islam juga memberikan panduan berupa norma, bermusyawarah, tegakan keadilan, dan tidak boleh bersikap zalim kepada siapapun,” kata TGB

Dia mengatakan bahwa moderasi Islam mengedepankan kesamaan agenda keumatan yang menjadi perhatian bersama dan bukan mendebatkan satu hal yang akan menguras energi umat, misalnya mendebatkan batalnya wudhu menurut mazhab yang berbeda.

“Jangan dihabiskan di situ energinya, perbedaan itu sudah lama karena ada landasan masing masing. Rasulullah memberikan contoh yang beragam karena umatnya tidak satu, tapi beragam,” jelas TGB.

Kaitannya dengan ilmu apa saja yang wajib dikuasai seorang Muslim, TGB menjelaskan bahwa seorang Muslim menjadikan rukun iman, rukun Islam sebagai pedoman.

Seorang muslim pun harus mempelajari yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti bagaimana menjalankan Solat dengan benar. Ada fardhu kifayah, secara kolektif sebagai satu kesatuan, membangun silaturahmi, kebersamaan.

“Selain hal itu, tentu ilmu yang ingin kita dalami. Jika ingin jadi ilmuwan maka sungguh-sungguh,” jelas dia.

Ada juga yang mempertanyakan mengapa pusat keilmuan saat ini berada di barat. Kata TGB, hal itu terjadi bukan dalam proses yang instan, melainkan perjuangan yang lama hingga akhirnya bisa menciptakan pusat keilmuan di barat.

TGB mengimbau mahasiswa ITB belajar dengan sungguh. Dan keilmuan Islam sesungguhnya telah hanyut di aliran sungai Tigris saat seluruh literatur Islam dihancurkan dan dihanyutkan disungai yang berada di Baghdad tersebut.

“Jika perlu, datangi pusat keilmuan di barat untuk kembali ke Tanah Air dan mengembangkannya serta memberikan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat Indonesia. Tidak bisa hanya doa dari Masjid Salman, karena dunia barat bisa sampai titik ini bukan karena berleha-leha. Anak-anak ITB, pijakan kaki kalian ke pusat keilmuan di dunia, bukan untuk tenggelam tapi untuk kembali,” kata TGB menambahkan.

(LIN)