spot_imgspot_img
Rabu 25 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 60

Polres Pangandaran Apresiasi Anggota Berprestasi dan Pelajar yang Bantu Ungkap Kasus Kriminal

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana pemberian penghargaan kepada sejumlah personel Polri dan warga sipil yang dinilai berdedikasi tinggi dalam membantu tugas kepolisian.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran memberikan penghargaan kepada personel kepolisian dan warga sipil yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu tugas penegakan hukum. Apresiasi tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara polisi dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Penghargaan itu diberikan kepada tiga personel Polri dan dua pelajar sekolah menengah. Dari jajaran kepolisian, Polsek Kalipucang mengantarkan Bripka Deni Muskita dan Brigpol Atep Hendrayana sebagai penerima penghargaan berkat keberhasilan mereka mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga di Padaherang Pangandaran

Sementara itu, Bripda Geofany Pamungkas dari Satsamapta menerima apresiasi atas kesigapannya menangani gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat minuman keras dengan pendekatan profesional dan humanis.

Perhatian khusus tertuju pada dua pelajar yang ikut menerima penghargaan. Mereka adalah Hilmi Afwan, siswa SMA Informatika Ciamis, serta Muhamad Zafir, siswa SMKN 1 Padaherang. Keduanya berani, tanggap, dan berperan aktif membantu kepolisian mengungkap kasus pencurian di wilayah Kecamatan Kalipucang.

Dalam amanatnya, AKBP Ikrar Potawari menegaskan bahwa penghargaan tersebut lahir dari penilaian objektif atas kinerja, loyalitas, dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

“Prestasi ini jangan menjadi alasan untuk berpuas diri. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi teladan bagi yang lain,” ujarnya saat upacara pemberian penghargaan, Senin (2/3/2026).

Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat di tengah tantangan kamtibmas yang semakin kompleks. Ia berharap semangat kolaborasi ini mendorong seluruh personel untuk bekerja profesional, humanis, dan berintegritas sesuai nilai Tribrata.

Upacara berlangsung khidmat dan berakhir dengan pemberian ucapan selamat dari pejabat utama Polres Pangandaran kepada para penerima penghargaan.

Di akhir kegiatan, Kapolres mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kejahatan di lingkungan sekitar. Ia mengajak warga segera melapor melalui call center 110 atau WhatsApp Polres Pangandaran di 082-133-118-110 jika menemukan hal mencurigakan.

“Jadilah polisi bagi diri sendiri dan lingkungan tempat kita tinggal,” pungkasnya.

(Sajidin)

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga di Padaherang Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kondisi rumah di wilayah Desa Sindangwangi tertimpa pohon akibat angin kencang.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang datang bersamaan dengan angin kencang memicu pohon tumbang dan merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (2/3/2026) sore.

Bencana tersebut melanda sejumlah wilayah, terutama Desa Sindangwangi dan Desa Karangsari. Di Desa Sindangwangi, warga mencatat sedikitnya 10 rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon. Sementara itu, jumlah rumah terdampak di Desa Karangsari masih dalam proses pendataan.

Baca Juga: Proyek IPAL Mangkrak, Pedagang Pantai Pangandaran Kehilangan Mata Pencaharian

Meski menimbulkan kerusakan cukup parah, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Namun, warga harus menanggung kerugian material akibat atap rumah rusak hingga bangunan semi permanen roboh.

Kepala Desa Sindangwangi, Kursin Kusnaedi, menyampaikan bahwa angin kencang merobohkan berbagai jenis pohon, mulai dari pohon kelapa, alba, hingga pohon berukuran besar lainnya. Menurutnya, terpaan angin juga merusak atap rumah warga.

“Angin kencang tidak hanya merobohkan pohon, tapi juga membuat atap rumah berhamburan,” ujar Kursin.

Saat ini, pemerintah desa terus mendata rumah warga yang terdampak untuk kemudian melaporkannya ke BPBD Kabupaten Pangandaran guna penanganan lebih lanjut.

Kursin juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang. Ia menyarankan warga menebang pohon yang berada terlalu dekat dengan rumah demi mencegah risiko serupa.

Di wilayah lain, warga Desa Karangsari, Yosep Yuliana, mengungkapkan bahwa banyak rumah di lingkungannya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
“Di wilayah Pangasinan banyak rumah yang tertimpa pohon,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Yosep turut mengirimkan video kondisi rumah warga kepada FOKUSJabar.id. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah rumah semi permanen dengan atap hancur setelah tertimpa pohon berukuran besar.

Selain Desa Sindangwangi dan Desa Karangsari, kejadian serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Padaherang, seperti Desa Padaherang dan Desa Karangpawitan.

(Sajidin)

Reaktivasi Bandara Wiriadinata Dikebut, Tasikmalaya Incar Efek Berganda

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya memacu reaktivasi penerbangan di Bandara Wiriadinata dan menargetkan peluncurannya bertepatan dengan momen Lebaran.

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri Musrenbang Disnaker Kota Tasikmalaya di Gedung Universitas Pendidikan Indonesia, Senin (2/3/2026). Ia menyatakan jajaran pemkot terus bergerak untuk membuka kembali jalur penerbangan dari dan menuju Tasikmalaya.

Baca Juga: Selain PBG, Ratusan Dapur MBG di Tasikmalaya Tak Kantongi IPAL

“Kami berupaya maksimal agar penerbangan kembali aktif dan bisa kami launching pada momen Lebaran,” ujar Viman.

Pemkot Tasikmalaya telah melakukan langkah konkret dengan menjalin komunikasi intensif bersama maskapai. Viman menyebut pihaknya mendatangi manajemen Citilink di Jakarta dan memperoleh respons positif untuk membuka rute berbiaya terjangkau (low-cost carrier).

“Manajemen Citilink menyambut baik rencana pembukaan rute penerbangan murah dari dan ke Tasikmalaya,” katanya.

Menurut Viman, reaktivasi penerbangan akan membawa dampak luas bagi kawasan Priangan Timur. Akses udara yang kembali beroperasi akan mempercepat mobilitas orang dan barang, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Bandara Wiriadinata berpotensi menjadi pengungkit ekonomi—mulai dari perdagangan, jasa, hingga pariwisata,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran transportasi udara juga akan memicu efek berganda terhadap pendapatan daerah, pengembangan infrastruktur, dan kemudahan investasi. Akses yang cepat dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Viman menekankan pentingnya keberlanjutan operasional bandara. Ia meminta analisis bisnis yang matang dan strategi pemasaran digital yang masif agar penerbangan tidak berhenti sesaat seperti pengalaman sebelumnya.

“Keberlanjutan menjadi kunci. Kami butuh perencanaan bisnis dan pemasaran yang kuat,” tegasnya.

Selain menggandeng Citilink yang berada di bawah Garuda Indonesia, Pemkot Tasikmalaya juga menjadwalkan pertemuan dengan Wings Air untuk membuka peluang rute tambahan.

“Terkait regulasi dari Kemenhub dan Kemendagri sudah aman. Kini kami menunggu kesiapan daerah dan maskapai agar operasional segera berjalan,” pungkas Viman.

(Seda)

Kelola THR dengan Bijak, Keuangan Tetap Aman Usai Lebaran

0
Tips Mengatur THR Supaya Keuangan Tetap Stabil Setelah Lebaran
Tips Mengatur THR Supaya Keuangan Tetap Stabil Setelah Lebaran

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tunjangan Hari Raya (THR) selalu hadir sebagai momen yang dinanti para pekerja menjelang Idulfitri. Tambahan pemasukan ini kerap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari memenuhi kebutuhan Lebaran, biaya mudik, hingga berbagi dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Namun, tanpa perencanaan yang matang, THR sering kali habis dalam hitungan hari. Lonjakan kebutuhan musiman, ditambah derasnya promo dan diskon menjelang Lebaran, membuat pengeluaran mudah membengkak dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Mudik Lebih Awal, Strategi Baru Masyarakat Sambut Lebaran

Kondisi tersebut mendorong para praktisi keuangan untuk menekankan pentingnya pengelolaan THR secara terstruktur. Dengan perencanaan yang tepat, dana Lebaran tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga mampu menjaga kestabilan keuangan setelah hari raya berlalu.

Langkah awal yang perlu ialah menyusun rencana pengeluaran. Anggaran sederhana yang memuat daftar prioritas seperti kebutuhan pokok, kewajiban keluarga, dan zakat membantu memastikan penggunaan THR tetap sesuai tujuan utama.

Selain itu, menyisihkan sebagian dana untuk tabungan menjadi langkah penting. Banyak perencana keuangan merekomendasikan alokasi sekitar 20 hingga 30 persen THR untuk tabungan atau dana darurat. Pemisahan rekening sering kali membantu menjaga disiplin agar dana simpanan tidak terpakai untuk kebutuhan konsumtif.

Bagi yang ingin melangkah lebih jauh, juga dapat memanfaatkan THR sebagai modal investasi. Penempatan dana pada instrumen seperti emas, reksa dana, atau deposito menyesuaikan dengan profil risiko membuka peluang agar uang berkembang dan tidak sekadar habis untuk belanja musiman.

Meringankan Beban Keuangan Jangka Pendek

THR juga bisa berfungsi sebagai alat meringankan beban keuangan jangka pendek. Mengalokasikan dana untuk membayar cicilan atau melunasi sebagian utang membantu mengurangi tekanan finansial pada bulan-bulan berikutnya dan meminimalkan beban bunga.

Di sisi lain, kewajiban sosial dan spiritual tetap perlu mendapat porsi. Menyisihkan dana untuk zakat dan sedekah menjadi bagian tak terpisahkan dari Idulfitri sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

Pengendalian diri menjadi kunci utama. Ragam promo Lebaran kerap memicu pembelian impulsif. Konsistensi terhadap anggaran yang telah tersusun membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali.

Memahami kondisi keuangan pribadi secara menyeluruh mulai dari arus kas, pengeluaran rutin, hingga kewajiban bulanan akan memudahkan penentuan porsi THR secara realistis dan proporsional.

Dengan pendekatan yang disiplin dan terencana, THR dapat berfungsi lebih dari sekadar dana belanja Lebaran. Pengelolaan yang bijak menjadikannya sarana memperkuat fondasi keuangan rumah tangga agar tetap sehat dan berkelanjutan setelah hari raya usai.

(Jingga Sonjaya)

Mudik Lebih Awal, Strategi Baru Masyarakat Sambut Lebaran

0
Mudik Lebih Awal, Strategi Baru Masyarakat Sambut Lebaran
Mudik Lebih Awal, Strategi Baru Masyarakat Sambut Lebaran

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tradisi mudik menjelang Idulfitri selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Bagi banyak orang, pulang kampung bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ritual sosial yang mempertemukan kembali keluarga setelah lama terpisah oleh kesibukan dan jarak.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai mengubah strategi perjalanan. Jika dahulu pemudik cenderung berangkat mendekati hari raya, kini semakin banyak yang memilih meninggalkan kota lebih awal. Pergeseran ini lahir dari pertimbangan rasional kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi waktu.

Baca Juga: Kejar Target Pajak, Pemkot Bandung Luncurkan Diskon PBB 2026

Berbagai catatan menunjukkan rentang H-7 hingga H-4 Lebaran menjadi pilihan favorit. Pada periode ini, arus perjalanan relatif lebih terkendali sehingga pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang tanpa harus berhadapan dengan kepadatan ekstrem.

Salah satu alasan utama ialah upaya menghindari kemacetan. Mendekati H-3 hingga H-1, volume kendaraan biasanya melonjak tajam di jalur utama maupun simpul transportasi. Berangkat lebih awal memberi peluang perjalanan yang lebih lancar serta menekan risiko kelelahan akibat terjebak macet berjam-jam.

Mudik lebih cepat juga membuka ruang kebersamaan yang lebih panjang. Pemudik dapat menikmati sisa Ramadan di kampung halaman, membangun kembali kedekatan keluarga tanpa dikejar waktu. Momen ini sering kali menjadi nilai tambah yang tak tergantikan.

Pemilihan Waktu Mudik yang Lebih Aman

Di sisi lain, kebijakan pemerintah turut memengaruhi pola keberangkatan. Imbauan untuk menyebar waktu perjalanan, fleksibilitas kerja, serta penyesuaian jadwal cuti memberi ruang bagi masyarakat untuk memilih waktu mudik yang lebih aman dan nyaman.

Pertimbangan ekonomi pun ikut berperan. Lonjakan permintaan transportasi menjelang Lebaran kerap memicu kenaikan tarif. Dengan berangkat lebih awal, pemudik memiliki peluang lebih besar mendapatkan harga tiket yang stabil sekaligus kepastian kursi.

Faktor kenyamanan perjalanan menjadi alasan tambahan, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak atau lansia. Kondisi lalu lintas yang lebih lengang dinilai lebih aman dan minim tekanan fisik maupun mental.

Distribusi waktu keberangkatan yang semakin merata juga membantu mengurangi beban pada berbagai moda transportasi. Pola ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan secara cermat.

Pada akhirnya, mudik lebih awal bukan sekadar tren, melainkan strategi adaptif. Masyarakat berupaya menyeimbangkan nilai tradisi dengan keselamatan dan efisiensi, agar perjalanan pulang kampung tetap menjadi pengalaman yang hangat, nyaman, dan terkendali.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Lebaran, Pedagang Pakaian Pasar Manis Ciamis Keluhkan Sepinya Pembeli

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Salah seorang pedagang pakaian di Blok B Pasar Manis Ciamis Hj Euis saat curhat kepada Kepala UPTD Pasar Manis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang pakaian di Blok B Pasar Manis Ciamis justru menghadapi penurunan penjualan. Kondisi ini memicu keluhan karena momentum Lebaran biasanya menjadi puncak perputaran ekonomi pedagang busana.

Deretan kios pakaian di Blok B terlihat lengang. Para pedagang menilai lesunya pembeli dipicu persaingan ketat dengan penjualan online yang semakin diminati masyarakat.

Baca Juga: Bupati Ciamis Pastikan Kesiapan Daerah Jelang Idul Fitri 1447 H

Selain tekanan dari pasar digital, pedagang juga menyoroti persoalan penataan kios yang dinilai tidak tertib. Kondisi pasar yang semrawut membuat pengunjung kebingungan mencari lokasi khusus penjual pakaian.

“Padahal sudah jelas tertulis Blok B ini area kios pakaian,” ujar Hj. Euis, salah seorang pedagang, Senin (2/3/2026).

Euis menjelaskan, saat awal Pasar Manis beroperasi puluhan tahun lalu, pedagang pakaian hanya menempati Blok B sesuai aturan zonasi. Blok lain memiliki fungsi masing-masing, seperti Blok A yang khusus untuk sayuran dan gerobak.

“Sekarang penjual pakaian menyebar ke blok lain. Akibatnya, pedagang pakaian tidak lagi terkonsentrasi di satu tempat,” katanya.

Menurut Euis, kondisi ini semakin parah dengan maraknya pedagang kaki lima yang berjualan di area parkir depan kios, tepatnya di lingkungan UPTD Pasar Manis Ciamis. Keberadaan pedagang tersebut menghalangi akses pengunjung ke kios resmi di dalam pasar.

“Saya berharap pemerintah segera menertibkan pedagang kaki lima di area parkir. Kemudian memindahkan mereka ke lokasi relokasi yang sudah pemerintah siapkan,” ungkapnya.

Para pedagang berharap penataan pasar kembali sesuai zonasi agar pengunjung lebih mudah berbelanja, terutama menjelang Lebaran yang tinggal beberapa pekan lagi.

(Husen Maharaja)

Proyek IPAL Mangkrak, Pedagang Pantai Pangandaran Kehilangan Mata Pencaharian

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan proyek IPAL di Pantai Barat Pangandaran (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pantai Pangandaran memicu keluhan pedagang. Pagar seng dan tenda proyek menutup area jualan sehingga menghambat aktivitas ekonomi warga pesisir.

Adit, salah satu pedagang pantai, mengaku kehilangan ruang usaha sejak proyek bernilai Rp600 juta itu berjalan. Ia menyebut pembatas proyek membuat lapaknya terjepit dan sulit diakses pengunjung.

Baca Juga: DPRD Pangandaran Dorong Ratusan Pelaku Wisata Air Dapatkan Izin Usaha

“Libur Natal dan Tahun Baru kemarin saya sama sekali tidak bisa berjualan. Pagar proyek menutup area lapak,” ujar Adit, Senin (2/3/2026).

Adit juga menyoroti lambannya penyelesaian proyek. Hingga kini, ia tidak melihat aktivitas pekerja di lokasi. Bahkan, sebagian konstruksi sempat ambruk akibat terjangan ombak saat air laut pasang.

“Saya berharap pengerjaan IPAL segera selesai. Libur Lebaran sudah dekat, kami butuh ruang untuk mencari nafkah,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan lokasi pembangunan IPAL di sekitar Pos 1 Pantai Barat Pangandaran tertutup rapat oleh pagar seng dan tenda proyek. Kondisi tersebut menimbulkan kesan kumuh. Selain itu, tidak terlihat aktivitas pekerja maupun papan informasi proyek yang semestinya terpampang di lokasi.

Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran Bidang Cipta Karya mengakui bahwa proyek IPAL yang bersumber dari anggaran 2025 belum rampung hingga saat ini.

Keterlambatan tersebut sebelumnya mendapat sorotan dari Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, saat meninjau lokasi. Bupati secara tegas meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan IPAL sebelum libur Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPRKP Pangandaran, Nanang Heryanto, menjelaskan bahwa proyek tersebut seharusnya selesai pada 2025. Karena molor, pelaksana proyek kini menjalani adendum denda selama 50 hari.

“Pekerjaan IPAL ini berada di bawah Bidang Cipta Karya dan melayani kawasan permukiman warga di sekitar perhotelan,” ujarnya saat melakukan peninjauan beberapa waktu lalu.

(Sajidin)