spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 60

Sule Syuting Film Edukasi Antikorupsi dan KDRT Bersama Dicky Chandra di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Tampak Sule dan Dicky Chandra Negara, dalam sebuah syuting film berjudul Damkor dan KDRT di kantor Inspektorat Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Deretan pejabat tinggi hingga artis papan atas membanjiri Kota Tasikmalaya sepanjang sepekan terakhir. Komedian Sule hadir meramaikan acara Sertijab Kapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (30/7/2026).

Sebelumnya, Anggota DPD RI Komeng dan dua menteri Kabinet Merah Putih turut mendatangi Kota Santri ini.

Selain menghadiri acara seremonial, Sule terlibat syuting film pendek karya Sutradara sekaligus Wakil Wali Kota Dicky Chandra.

Baca Juga: Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

Proses pembuatan film berlokasi di Kantor Kejaksaan Negeri serta Kantor Inspektorat Kota Tasikmalaya.

Karya film pendek bertajuk Damkor dan KDRT tersebut menggaet para pelajar SMK Al Ikhwan serta talenta lokal.

Sule mengaku gembira dapat bereuni dan berkarya bersama kawan lamanya, Dicky Chandra.

“Saya senang sekali bisa datang ke Tasikmalaya, dan bertemu langsung Kang Diky Chandra, yang sekarang jadi Pejabat di Kota Tasikmalaya, dan Teh Rani setelah sekian lama tidak ketemu,” ungkap Sule usai syuting.

Sule menegaskan pembuatan film ini mengusung pesan moral penting mengenai pencegahan korupsi dan kekerasan rumah tangga.

“Ini sesuatu yang beda. Kita bikin film ini dengan pesan moral yang mendalam, khususnya untuk anak-anak muda, tentang pencegahan korupsi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDR),” ujarnya.

Artis asal Cimahi ini memuji kelezatan sajian kuliner lokal, terutama Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya.

“Kalau masalah makanan dan kuliner, jangan tanya lagi. Tasikmalaya memang gudangnya kuliner enak-enak juga nikmat. Saya sebenarnya sering ke sini, Nasi T.O Tasikmaya, itu yang paling saya suka,” ucapnya.

Media Sosialisasi Hukum

Wakil Wali Kota Dicky Chandra menjelaskan film tersebut berfungsi sebagai media sosialisasi hukum yang komunikatif bagi masyarakat.

“Film Damkor merupakan bagian dari penguatan sosialisasi hukum, khususnya pencegahan korupsi. Selain itu, juga film bertema KDRT untuk edukasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, yang saat kasusnya semakin meningkat karenanya, kita harus mencegahnya melalui edukasi lewat filem,” ungkapnya.

Ia sengaja memadukan pelajar lokal dengan aktor profesional guna memotivasi kreativitas generasi muda daerah.

“Kami ingin memberi kesempatan kepada anak-anak pelajar untuk bermain akting bersama artis Sule. Ini bukan untuk pamer, tapi untuk memotivasi anak-anak muda Tasikmalaya, bahwa mereka juga bisa membuat karya dan beradu akting dengan artis terkenal seperti Sule,” ujar Diky.

Ia berharap kedatangan figur publik terus menggairahkan perekonomian, perhotelan, hingga sektor UMKM Kota Tasikmalaya.

(Seda)

Lindungi Generasi Muda Dari Siber, Pemkab Sumedang Batasi Situs Anak Bawah 16 Tahun!

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Anak Terlindungi adalah Investasi Terbesar Menuju Indonesia Emas

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di GOR Tadjimalela, Kamis (30/7/2026).

Fajar menegaskan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda tahunan tanpa makna.

Baca Juga: Gandeng Politeknik Negeri Jakarta, Pemkab Sumedang Dorong Pelaku UMKM Makin Jago Kelola Keuangan

Pihaknya berkomitmen menjamin hak tumbuh kembang, pendidikan, serta perlindungan anak secara optimal.

“Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Masa depan Indonesia Emas ditentukan oleh bagaimana kita menjaga, mendidik, dan melindungi mereka sejak hari ini,” ujar Wabup Fajar.

Pesatnya laju teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi pola asuh anak modern.

Fajar mendorong orang tua serta guru untuk memperketat pendampingan guna menangkis dampak negatif internet.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua dan guru sangat menentukan dalam membentuk karakter anak. Mari awasi tumbuh kembang anak-anak kita, berikan mereka pendidikan yang baik, literasi yang memadai, serta tanamkan nilai-nilai moral, mental yang kuat, dan akhlak yang baik,” katanya.

Pemkab Sumedang bahkan memberlakukan pembatasan akses situs internet bagi anak di bawah 16 tahun.

“Kami terus melakukan berbagai langkah edukatif dalam melindungi anak, termasuk memperkuat literasi digital dan pengawasan terhadap akses konten yang tidak layak bagi anak-anak,” tutur Fajar.

Pemenuhan Hak Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Ketiga Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eka Ganjar Kurniawan menilai HAN sebagai pemenuh hak anak demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi, minat, kreativitas, dan karakter anak sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pihaknya menyediakan ruang kreatif aman serta mengedukasi anak-anak melalui pelestarian kebudayaan lokal.

“kegiatan ini juga menjadi sarana melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara satuan PAUD di Kabupaten Sumedang,” imbuh Eka.

Panitia menggelar pelbagai lomba menarik seperti tari kaulinan, mendongeng, hingga karnaval PAUD dari 26 kecamatan.

“Pelaksanaan perlombaan telah berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026 dan diikuti oleh satuan PAUD dari seluruh 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Puncak Hari Anak Nasional ini menjadi ajang apresiasi bagi anak-anak sekaligus mempererat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak,” kata Eka.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)

Cegah Premanisme di PSN Legok Nangka, Dedi Mulyadi Minta TNI-Polri Siaga 24 Jam

0
legok nangka
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka. Untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa hambatan, Pemprov Jabar menggandeng Polda Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi guna menjaga area pembangunan selama 24 jam penuh.

Langkah tegas ini untuk mengantisipasi praktik pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme yang kerap mengganggu jalannya proyek-proyek vital infrastruktur.

Dedi Mulyadi menginstruksikan aparat keamanan untuk menindak tegas siapa saja yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah dari aktivitas proyek, seperti pungutan pengiriman material bangunan.

BACA JUGA: Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Solusi Sampah Bandung Raya dan Sumber Energi Bersih Jabar

“Saya sudah minta Pak Kapolda dan Pak Pangdam jaga 24 jam. Tidak boleh datang siapa pun ke sini untuk minta ritasi pengiriman pasir, minta ritasi pengiriman batu, dan sejenisnya. Ini adalah jaminan,” kata Dedi Mulyadi dilansir antaranews.

Gubernur menambahkan bahwa modus premanisme sering kali muncul melalui proposal formalitas atau aksi pencegatan armada pengangkut material dengan adanya intimidasi.

“Biasanya ada proyek, besok ada orang yang pakai seragam ke sini, pakai kaos bawa bendera. Nanti setiap mobil lewat, pungli. Nanti datang lagi kelompok ini, mengajukan proposal untuk peringatan Agustus, tidak dapat, marah. Saya katakan tidak boleh,” kata dia. 

Gandeng Politeknik Negeri Jakarta, Pemkab Sumedang Dorong Pelaku UMKM Makin Jago Kelola Keuangan

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Gandeng Politeknik Negeri Jakarta, Pemkab Sumedang Dorong Pelaku UMKM Makin Jago Kelola Keuangan

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemkab Sumedang menerima kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Politeknik Negeri Jakarta di Gedung Sumedang Creative Center.

Dosen beserta mahasiswa Program Studi Akuntansi Keuangan PNJ menggelar pelatihan tersebut pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Siapkan Pompa Hingga Sebar Air Gratis, Pemkab Sumedang Siagakan Layanan Darurat 112

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri langsung acara yang melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal tersebut.

Dony menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian civitas akademika PNJ terhadap perkembangan ekonomi daerahnya.

“Saya yakin kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Mahasiswa dan para dosen datang untuk bekerja dengan hati, mentransfer ilmu, dan meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus dirasakan oleh para pengusaha UMKM di Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.

Ia berharap pelatihan penyusunan laporan keuangan dan perpajakan dapat memacu profesionalisme para pengusaha kecil.

Dony menegaskan bahwa kesuksesan program membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan setelah acara berakhir.

“Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah adanya perubahan pada pengusaha UMKM, baik dari sisi pemahaman maupun praktik. Karena itu saya berharap setelah kegiatan ini tetap ada komunikasi dan pendampingan, misalnya melalui grup WhatsApp untuk konsultasi,” katanya.

Bupati mengajak para pelaku UMKM terus membuka diri terhadap perkembangan teknologi digital terbaru.

“Open mind, open heart, lalu open will. Pikiran terbuka untuk menerima ilmu, hati terbuka untuk belajar, kemudian memiliki kemauan untuk mengeksekusinya. Jangan berhenti bertumbuh,” katanya.

Memanfaatkan Kecerdasan Buatan

Ia bahkan mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan seperti ChatGPT sebagai alat bantu operasional bisnis harian.

Dony menekankan empat modal utama mencapai keberhasilan usaha, yakni pengetahuan, pengalaman, jaringan, serta integritas.

“Teruslah belajar, perbanyak pengalaman, bangun jaringan seluas-luasnya, dan yang paling penting jaga integritas. Itulah modal utama untuk berkembang,” tegasnya.

Ia turut mempromosikan layanan digital Sumedang seperti Command Center, Virtual Tour, hingga sistem WAKEPO.

Bupati mengajak seluruh mahasiswa PNJ menjadi duta yang mempromosikan potensi wisata dan produk Ciamis-Sumedang.

“Selamat menjalankan pengabdian di Sumedang. Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran berharga dan mari bersama-sama memajukan UMKM agar semakin naik kelas,” katanya.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)

Siapkan Pompa Hingga Sebar Air Gratis, Pemkab Sumedang Siagakan Layanan Darurat 112

0
SUKABUMI, FOKUSJabar.id
Pemkab Sumedang Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Forkopimda Kabupaten Sumedang menggelar rapat koordinasi strategis di Aula Tampomas, Kamis (30/7/2026). Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin langsung pembahasan dampak kemarau, kemiskinan, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

Dony menekankan penanganan musim kemarau membutuhkan kolaborasi erat seluruh elemen masyarakat dan lintas instansi.

Baca Juga: Pemkot Depok dan Yonif TP 899 Tanam Alpukat, Tomat, serta Tebar Ribuan Benih Ikan Dukung Program Ketahanan Pangan

“Penanganan kemarau tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar dampaknya dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menginstruksikan para camat mengoordinasikan penanganan wilayah, memantau kondisi harian, serta memperbarui data rawan bencana.

“Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gagal panen, krisis air bersih, serta kerusakan jalan harus menjadi dasar penetapan prioritas penanganan,” katanya.

Pemkab Sumedang mengoptimalkan perbaikan saluran irigasi, penggunaan pompa air, serta pengaturan pola tanam petani.

“Pantau potensi gagal panen juga akan diperkuat disertai penyediaan cadangan pangan dan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Pemerintah mempercepat penyaluran air bersih melalui koordinasi BPBD, PDAM, PMI, serta mengaktifkan layanan darurat 112.

“BPBD sebagai koordinator penanganan kekeringan yang bertugas mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan dan memetakan seluruh sumber air yang dapat warga manfaatkan,” katanya.

Percepatan Pengerukan Sungai

Bupati mendesak percepatan pengerukan sungai, pembersihan drainase, dan penertiban bangunan liar penghambat aliran air.

“Selain itu, mengoptimalkan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani jalan berlubang, kerusakan drainase, trotoar, irigasi, hingga titik rawan longsor. Pelayanan pemerintah harus cepat, responsif, dan langsung masyarakat rasakan,” tegasnya.

Seluruh dinas wajib menggelar Jumat Bersih serentak sambil mempercepat penganggaran rehabilitasi jalan pada Perubahan APBD.

Bupati menegaskan pengentasan angka kemiskinan tetap menjadi fokus utama pelayanan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Tugas negara adalah menyejahterakan masyarakat. Karena itu pemerintah harus terus melakukan pembenahan agar angka kemiskinan terus menurun,” katanya.

Pihaknya mendorong validasi data penerima bantuan sosial, digitalisasi perlindungan sosial, serta penguatan Program Desa Cantik.

Ia meminta dinas terkait memperluas edukasi hemat air dan pencegahan kebakaran lahan kepada seluruh warga.

“Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh tindak lanjut hasil rapat agar setiap persoalan segera mendapat penanganan dengan baik,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyah)

Pemkot Depok dan Yonif TP 899 Tanam Alpukat, Tomat, serta Tebar Ribuan Benih Ikan Dukung Program Ketahanan Pangan

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Wali Kota Depok Supian Suri, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari, dan jajaran TNI melakukan penebaran benih ikan di lahan peternakan Yonif TP 889/Baga Satya Gardapati, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kamis (30/07/26).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Wali Kota Depok Supian Suri mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 899/Baga Satya Gardapati di Cipayung.

Supian Suri hadir bersama jajaran Forkopimda, Irdam Jaya, serta Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Job Fair Kota Depok 2026 Resmi Digelar Awal Agustus, Ada Walk In Interview

Kunjungan kerja ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga ketahanan pangan.

Rombongan menggelar aksi nyata dengan menanam pohon alpukat, tomat, serta menebar ribuan benih ikan nila.

Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memanfaatkan lahan produktif dan menjaga kelestarian lingkungan lokal.

Wali Kota Supian Suri mengapresiasi keterlibatan aktif TNI mendukung penguatan kemandirian pangan nasional secara konsisten.

Ia menyebut langkah Yonif TP 899 sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Semangat ketahanan pangan, mengedukasi masyarakat salah satu ikhtiarnya memang harus oleh kita sebagai pemerintah, termasuk Yonif TP 889/Baga Satya Gardapati,” ujarnya dalam acara tersebut.

Supian Suri berharap para prajurit TNI terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan warga Cipayung. Selanjutnya Ia menegaskan Pemkot Depok siap mendukung penuh seluruh program teritorial yang TNI jalankan.

“Terima kasih kepada Yonif TP 889 kami siap berkolaborasi melalui Forkopimda dan seluruh instansi vertikal karena kita punya semangat yang sama melayani masyarakat Kota Depok,” tegasnya.

Danyonif TP 899/Baga Satya Gardapati Letkol Inf Satriyo Pinandito menjelaskan satuannya mengelola lahan seluas 53,8 hektare.

Pihaknya memanfaatkan area tersebut untuk penanaman palawija serta pengembangan sektor peternakan secara terpadu. Kemudian Satriyo berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap keberadaan markas beserta kawasan pertaniannya.

“Semoga tanah satuan ini bisa bermanfaat untuk kita semua,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Solusi Sampah Bandung Raya dan Sumber Energi Bersih Jabar

0
PSEL Legok nangka
Groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Legok Nangka. (Foto: Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persoalan sampah yang membayangi kawasan Bandung Raya selama bertahun-tahun kini resmi memasuki babak baru. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Legok Nangka melalui prosesi groundbreaking Rabu, (29/7/2026).

Proyek strategis bernilai investasi sekitar Rp6 triliun ini kemungkinan menjadi fasilitas pengelolaan sampah modern yang mampu menyulap ribuan ton limbah harian menjadi sumber energi listrik bersih (waste-to-energy).

Solusi Krisis Sampah dan Kemandirian Energi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang demi lingkungan yang lebih bersih dan mewujudkan kemandirian energi daerah.

Menggunakan teknologi ramah lingkungan, fasilitas raksasa ini dengan kapabilitas utama:

  • Kapasitas Olah Sampah: Mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dari wilayah Bandung Raya.
  • Hasil Energi Listrik: Mengonversi limbah menjadi energi listrik berkapasitas sekitar 40 Megawatt (MW).

Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) konvensional yang sering kali memicu krisis lingkungan di Jawa Barat.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Bongkar Borok 11 Pabrik Batu Kapur di Cipatat

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain menyelesaikan krisis lingkungan, proyek infrastruktur hijau ini membawa dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Membuka lebih dari 1.500 lapangan kerja baru selama masa konstruksi hingga operasional.
  • Iklim Investasi: Meningkatkan daya tarik investasi hijau (green investment) di wilayah Jawa Barat.

Dukungan Nasional dan Internasional

Pentingnya peran PSEL Legok Nangka turut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat dan mitra mancanegara. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot—yang hadir bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup serta perwakilan dari Pemerintah Jepang dan Kerajaan Belanda—menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian vital dari percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara nasional.

Pemanfaatan teknologi waste-to-energy dinilai efektif menyelesaikan dua tantangan sekaligus: mengatasi tumpukan sampah harian dan menyuplai kebutuhan energi hijau.

BACA JUGA: Warga Taraju Masih Menunggu, Pemkab Tasikmalaya Tagih Janji Dedi Mulyadi Perbaiki Jalan Rusak

Kolaborasi Kunci Demi Masa Depan Berkelanjutan

Momentum groundbreaking ini makin mantap dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemdaprov Jawa Barat dan sejumlah mitra strategis, di antaranya, PT Pertamina (Persero), PT Karunia Bersatu Sejahtera dan PT Jabar Environmental Solution

Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh para kepala daerah se-Bandung Raya, dilanjutkan dengan peletakan material pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik.

Melalui PSEL Legok Nangka, Jawa Barat optimistis memelopori model pengelolaan sampah modern berstandar internasional di Indonesia, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca demi masa depan yang berkelanjutan.