spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 59

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Perkuat Komunikasi Ulama dan Pemerintah

0
Ulama Kota Tasikmalaya fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, foto bersama para ulama dan pimpinan Pondok Pesantren di Masjid Besar Al Istiqomah Kawalu Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) gelar kegiatan silaturahmi sekaligus pendataan dan penguatan kelembagaan di Ponpes Al Istiqomah, Kecamatan Kawalu, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya para ulama serta pimpinan pondok pesantren se-Kota Tasikmalaya untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah sekaligus membahas langkah strategis dalam memajukan dunia pendidikan keagamaan.

BACA JUGA:

PPBRI Korwil Bandung Deklarasikan Dukungan untuk H. Soeherman Prawiro sebagai Caketum 2026–2030

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara mengapresiasi peran besar para ulama serta pengasuh pesantren yang selama ini turut membentuk karakter masyarakat yang religius dan berakhlak.

“Saya sangat mengapresiasi peran para kiai, ulama, para ajengan yang terus mendidik anak-anak dan membina umat. Tanpa peran strategis Pondok pesantren, sulit membayangkan Tasikmalaya bisa menjadi kota yang religius seperti sekarang,” ungkap Dicky Candra.

Dia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka. Baik di internal lembaga pesantren maupun dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan mempermudah sinergi program antara pesantren dan pemerintah serta lapisan masyarakat.

“Komunikasi yang baik antara pondok pesantren dan pemerintah sangat penting. Dengan begitu, program pembangunan berjalan lancar, nilai-nilai moderasi beragama semakin kuat demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif,” kata Dicky Candra.

Dia juga menyambut baik forum pesantren yang secara rutin melakukan pertemuan untuk membangun kebersamaan dalam menghasilkan sesuatu bagi kebaikan umat.

“Pemerintahan tidak bisa jalan sendiri. Karenanya kami butuh dukungan, dorongan serta sinergi para ulama dan Pondok Pesantren dalam menjaga Tasikmalaya agar tetap aman, nyaman dan selalu di berkahi Allah SWT,” katanya.

Ketua FPP Kota Tasikmalaya, Nono Nurul Hidayat menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin. Tujuannya untuk memperkokoh tali silaturahmi, pendataan kelembagaan serta penguatan manajemen pondok pesantren.

BACA JUGA:

Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi. Kehadiran Pak Wakil Wali menunjukkan sinergitas yang baik antara ulama dan umaro dalam membangun Kota Tasikmalaya,” ungkap Nono.

Dia mengumpamakan, hubungan antara ulama dan pemerintah seperti dalam sebuah keluarga.

“Ulama itu ibarat ibu, umaro bapaknya dan masyarakat anak-anaknya. Kalau ibu dan bapak kompak dan solid, insyaallah anak-anaknya akan tumbuh baik dan bahagia. Begitu juga kota kita, kalau ulama dan pemerintah berjalan beriringan, dampaknya pasti positif untuk kemajuan Tasikmalaya,” paparnya.

Nono juga mengingatkan para pimpinan pesantren untuk terus menjaga marwah dan dedikasinya sebagai ulama. Menjadi teladan dalam sikap, ucapan dan tindakan di tengah kehidupan masyarakat.

“Para ulama sebagai contoh dan panutan. Masyarakat melihat kita. Maka mari kita jaga akhlak, jaga nama baik pesantren dan terus memberikan contoh yang baik bagi umat,” pesannya.

Selain silaturahmi, agenda utama forum kali ini adalah pendataan ponpes. Data tersebut akan di gunakan untuk pemetaan kebutuhan, penguatan kapasitas lembaga hingga akses program bantuan dari pemerintah.

Dengan jumlah pondok pesantren yang terus bertumbuh di Kota Tasikmalaya, forum berharap ke depan ada program yang lebih terarah. Mulai dari peningkatan SDM guru, sarana prasarana hingga penguatan ekonomi pondok pesantren agar semakin kuat dan mandiri.

(Seda)

Latihan Perdana Mariano Peralta Bersama Persib Bandung

0
Mariano Peralta fokusjabar.id
Mariano Peralta (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyerang anyar Persib Bandung, Mariano Peralta menjalani sesi latihan perdana di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Kamis (30/7/2026) kemarin.

Sesi latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang pertandingan terakhir Grup A Piala Presiden 2026 melawan Tampines Rovers FC.

BACA JUGA:

Igor Tolic Siapkan Taktik Khusus Persib Hadapi Tampines Rovers di Piala Presiden 2026

Laga tersebut akan di gelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).

Meski telah memastikan tiket ke babak semifinal, Persib Bandung tetap memanfaatkan setiap sesi latihan untuk menjaga ritme permainan dan meningkatkan kekompakan tim.

Mengutip persib.co.id, Mariano Peralta baru tiba di Bandung beberapa hari sebelumnya setelah menempuh perjalanan panjang selama sekitar 31 jam dari Buenos Aires, Argentina.

Karena baru bergabung, tim pelatih memberikan menu latihan ringan. Selain itu, membantu beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk rekan-rekan setim dan metode latihan.

Tim Maung Bandung bertekad menutup fase grup dengan hasil positif sekaligus mempertahankan posisi di puncak klasemen Grup A.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar Minta Persib Kalahkan Tampines Rovers Meski Sudah Lolos Semifinal

Hingga menjelang laga ketiga, Persib Bandung memimpin klasemen sementara dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Dedi Kusnandar dan kawan-kawan sebelumnya sukses meraih dua kemenangan dengan skor 1-0 versus Arema FC dan DPMM FC.

(Bambang Fouristian)

Wanoja Gatra Perkuat Chemistry Lewat Kebersamaan

0
Wanoja Gatra fokusjabar.id
Wanoja Gatra

GARUT, FOKUSJabar.id: Semangat kebersamaan untuk membangun chemistry kembali di tunjukan dalam pertemuan komunitas perempuan bernama “Wanoja Gatra.”

Kegiatan yang di gelar di Sekretariat Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Jalan Raya Limbangan Kecamatan Balubur Limbangan mengusung tema “Wanoja Gatra Lepas Landas Bersama Pasti Bisa.”

BACA JUGA:

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

Humas PM Gatra, Leli Permata menyebut, pertemuan tersebut untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita dan merumuskan program dalam membersamai menuju terbentuknya Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara.

Kekuatan Perempuan Ada di Kebersamaan

Dia mengajak seluruh anggota bekerja sama dan saling mendukung. Perempuan itu tiang keluarga dan penggerak ekonomi. Tapi kita tidak bisa jalan sendiri.

“Lewat pertemuan ini kita saling menguatkan, menginspirasi dan bersama-sama mendampingi perjuangan PM Gatra,” kata Leli, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, pemerintah dan pembangunan sangat membutuhkan peran aktif dan ketangguhan perempuan di berbagai sektor. Baik sebagai pemimpin pengambil kebijakan, penggerak ekonomi keluarga hingga pelopor ketangguhan sosial.

“Perempuan bukan hanya “pelengkap” pembangunan. Di mata pemerintah, perempuan adalah mitra strategis yang menentukan berhasil atau tidaknya program yang di gulirkan,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

Pertemuan Wanoja Gatra melahirkan beberapa poin penting. Di antaranya, mengikuti kegiatan dalam rangka mengisi HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia di 11 kecamatan.

Selain itu,  mengikuti lomba kebaya di beberapa event, sosialisasi ke tingkat desa, menggali potensi SDM menuju percepatan terwujudnya Garut Utara.

(Bambang Fouristian)

Anggota DPR RI Oleh Soleh Soroti Defisit Anggaran Kota Tasikmalaya, Minta RKPD Dibongkar Ulang

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Anggota Komisi Komisi I DPR RI Oleh Soleh (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB H. Oleh Soleh menggelar kunjungan kerja ke Balekota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara menyambut langsung kedatangan legislator pusat tersebut, Kamis (30/7/2026) sore.

Oleh Soleh mengapresiasi tinggi gaya komunikasi Dicky Candra yang sangat humanis dalam menghadapi keluhan masyarakat.

Bac Juga: Sule Syuting Film Edukasi Antikorupsi dan KDRT di Tasikmalaya

“Terima kasih Pak Wakil sudah menerima saya dengan baik. Ada satu hal yang saya highlight dari beliau. Di tengah hiruk pikuk medsos yang rumit, ada ibu-ibu yang tersandung bank emok, bapak-bapak yang menganggur, dan pemerintah yang pusing karena keterbatasan finasial, ternyata Kang Dicky Candra selalu menunjukkan pribadi yang tenang dan figur humanis,” ungkap Oleh Soleh.

Ia menilai pola komunikasi beliau mampu menyampaikan jalan keluar masalah secara edukatif serta menyegarkan bagi publik.

Dalam pertemuan tersebut, Oleh Soleh menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini berlaku nasional dari pusat hingga daerah.

“Saya yakin Presiden punya niatan baik agar setiap rupiah APBN, APBD 1, APBD 2 benar-benar berdampak ke masyarakat. Saat ini memang terasa sentralistik, tapi saya husnuzon pemerintah sedang mencari formulasi, agar program pusat, RPJMD Provinsi Jabar, dan RPJMD Kota Tasikmhalaya bisa selaras,” paparnya.

Menanggapi defisit fiskal Kota Tasikmalaya yang mencapai ratusan miliar, Oleh Soleh mendesak pemda segera mengambil langkah korektif.

Pergeseran Anggaran Pada Skala Prioritas

Ia meminta pemerintah daerah membongkar ulang perencanaan RKPD dan melakukan pergeseran anggaran pada skala prioritas utama.

“Yang pertama harus membongkar ulang perencanaan RKPD yang sudah ditetapkan di Perda APBD 2025-2026. Lakukan refocusing, tentukan mana skala prioritas. Kalau tidak ada pembongkaran sekarang, ini bisa jadi bom waktu. Kasihan kegiatan yang sudah terpublikasikan tapi anggarannya tidak ada, sehingga kegiatan tidak bisa terlaksana,” tegasnya.

Oleh Soleh berkomitmen memperjuangkan dukungan kebijakan anggaran untuk Kota Tasikmalaya melalui jalur kementerian serta DPR RI.

“Saya siap lahir batin membantu Kota Tasikmalaya. Dulu waktu di DPRD Provinsi Jabar saya juga habis-habisan membangun Tasikmalaya. Sekarang di pusat saya akan terus kawal,” paparnya.

Wakil Wali Kota menyambut baik masukan strategis mengenai peta kebijakan anggaran dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kedatangan anggota DPR RI ini, tentu akan memberi banyak informasi terkait kebijakan di Pusat. Walaupun singkat tapi padat dan insyaallah bermanfaat. Mudah-mudahan komunikasi kami semakin baik agar ke depan bisa sama-sama berbuat positif untuk Kota yang kita cintai ini, Tasikmalaya,” ungkapnya.

Pemkot Tasikmalaya kini terus berupaya menutup defisit dengan mengefisiensikan belanja serta menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah.

“Semua daerah mengalami kondisi fiskal yang sedang tidak baik-baik saja, termasuk Kota Tasikmalaya, karenanya kita pun menggunakan anggaran yang ada berdasarkan kebutuhan prioritas dan mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan PAD,” pungkasnya.

(Seda)

Padi Masih Jadi Raja, Sektor Pangan Kabupaten Cirebon Tembus Ratusan Ribu Ton!

0
Cirebon, FOKUSJabar.id
Sumber Foto CirebonKab

CIREBON,FOKUSJabar.id: Produksi tanaman pangan di Kabupaten Cirebon menunjukkan kondisi relatif stabil sepanjang tiga tahun terakhir.

Data BPS Kabupaten Cirebon mencatat padi sebagai komoditas utama berproduksi terbesar, kemudian disusul oleh tanaman jagung.

Baca Juga: Lindungi Generasi Muda Dari Siber, Pemkab Sumedang Batasi Situs Anak Bawah 16 Tahun!

Sementara itu, angka produksi kedelai daerah ini masih berada jauh di bawah kedua komoditas unggulan tersebut.

Petani Cirebon mencatat luas tanam padi mencapai 92.489,45 hektare dengan luas panen 92.290 hektare pada 2025.

Hasil panen padi tersebut berhasil menghasilkan 695.990 ton gabah kering panen secara keseluruhan.

Sektor pertanian juga memanen 48.033 ton jagung dari lahan seluas 4.907 hektare sepanjang tahun 2025.

Adapun produksi kedelai pada periode yang sama hanya meraih 59 ton dari luas panen 47 hektare.

Setahun sebelumnya pada 2024, luas tanam padi mencapai 91.395 hektare dengan area panen 90.587 hektare.

Total produksi padi tahun 2024 mencatatkan angka sebesar 683.880 ton gabah kering panen.

Pada tahun yang sama, petani memanen 44.581 ton jagung serta 48,9 ton kedelai dari berbagai area pertanian.

Selanjutnya pada 2023, produksi padi mencapai 705.316 ton dan menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Petani memanen total padi tersebut dari luasan lahan yang mencapai 92.081 hektare di Kabupaten Cirebon.

Sementara produksi jagung tahun 2023 menyentuh 34.474 ton dan komoditas kedelai berhasil mengumpulkan angka 66 ton.

Secara umum, produksi padi Cirebon konsisten bertahan di atas 680 ribu ton sejak 2023 hingga 2025.

Hasil panen jagung terus menunjukkan tren peningkatan positif, sedangkan komoditas kedelai masih membutuhkan perhatian khusus.

Data BPS ini mempertegas posisi vital padi sebagai pilar utama penopang sektor ketahanan pangan Kabupaten Cirebon.

Sule Syuting Film Edukasi Antikorupsi dan KDRT Bersama Dicky Chandra di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Tampak Sule dan Dicky Chandra Negara, dalam sebuah syuting film berjudul Damkor dan KDRT di kantor Inspektorat Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Deretan pejabat tinggi hingga artis papan atas membanjiri Kota Tasikmalaya sepanjang sepekan terakhir. Komedian Sule hadir meramaikan acara Sertijab Kapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (30/7/2026).

Sebelumnya, Anggota DPD RI Komeng dan dua menteri Kabinet Merah Putih turut mendatangi Kota Santri ini.

Selain menghadiri acara seremonial, Sule terlibat syuting film pendek karya Sutradara sekaligus Wakil Wali Kota Dicky Chandra.

Baca Juga: Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

Proses pembuatan film berlokasi di Kantor Kejaksaan Negeri serta Kantor Inspektorat Kota Tasikmalaya.

Karya film pendek bertajuk Damkor dan KDRT tersebut menggaet para pelajar SMK Al Ikhwan serta talenta lokal.

Sule mengaku gembira dapat bereuni dan berkarya bersama kawan lamanya, Dicky Chandra.

“Saya senang sekali bisa datang ke Tasikmalaya, dan bertemu langsung Kang Diky Chandra, yang sekarang jadi Pejabat di Kota Tasikmalaya, dan Teh Rani setelah sekian lama tidak ketemu,” ungkap Sule usai syuting.

Sule menegaskan pembuatan film ini mengusung pesan moral penting mengenai pencegahan korupsi dan kekerasan rumah tangga.

“Ini sesuatu yang beda. Kita bikin film ini dengan pesan moral yang mendalam, khususnya untuk anak-anak muda, tentang pencegahan korupsi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDR),” ujarnya.

Artis asal Cimahi ini memuji kelezatan sajian kuliner lokal, terutama Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya.

“Kalau masalah makanan dan kuliner, jangan tanya lagi. Tasikmalaya memang gudangnya kuliner enak-enak juga nikmat. Saya sebenarnya sering ke sini, Nasi T.O Tasikmaya, itu yang paling saya suka,” ucapnya.

Media Sosialisasi Hukum

Wakil Wali Kota Dicky Chandra menjelaskan film tersebut berfungsi sebagai media sosialisasi hukum yang komunikatif bagi masyarakat.

“Film Damkor merupakan bagian dari penguatan sosialisasi hukum, khususnya pencegahan korupsi. Selain itu, juga film bertema KDRT untuk edukasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, yang saat kasusnya semakin meningkat karenanya, kita harus mencegahnya melalui edukasi lewat filem,” ungkapnya.

Ia sengaja memadukan pelajar lokal dengan aktor profesional guna memotivasi kreativitas generasi muda daerah.

“Kami ingin memberi kesempatan kepada anak-anak pelajar untuk bermain akting bersama artis Sule. Ini bukan untuk pamer, tapi untuk memotivasi anak-anak muda Tasikmalaya, bahwa mereka juga bisa membuat karya dan beradu akting dengan artis terkenal seperti Sule,” ujar Diky.

Ia berharap kedatangan figur publik terus menggairahkan perekonomian, perhotelan, hingga sektor UMKM Kota Tasikmalaya.

(Seda)

Lindungi Generasi Muda Dari Siber, Pemkab Sumedang Batasi Situs Anak Bawah 16 Tahun!

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Anak Terlindungi adalah Investasi Terbesar Menuju Indonesia Emas

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di GOR Tadjimalela, Kamis (30/7/2026).

Fajar menegaskan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda tahunan tanpa makna.

Baca Juga: Gandeng Politeknik Negeri Jakarta, Pemkab Sumedang Dorong Pelaku UMKM Makin Jago Kelola Keuangan

Pihaknya berkomitmen menjamin hak tumbuh kembang, pendidikan, serta perlindungan anak secara optimal.

“Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Masa depan Indonesia Emas ditentukan oleh bagaimana kita menjaga, mendidik, dan melindungi mereka sejak hari ini,” ujar Wabup Fajar.

Pesatnya laju teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi pola asuh anak modern.

Fajar mendorong orang tua serta guru untuk memperketat pendampingan guna menangkis dampak negatif internet.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua dan guru sangat menentukan dalam membentuk karakter anak. Mari awasi tumbuh kembang anak-anak kita, berikan mereka pendidikan yang baik, literasi yang memadai, serta tanamkan nilai-nilai moral, mental yang kuat, dan akhlak yang baik,” katanya.

Pemkab Sumedang bahkan memberlakukan pembatasan akses situs internet bagi anak di bawah 16 tahun.

“Kami terus melakukan berbagai langkah edukatif dalam melindungi anak, termasuk memperkuat literasi digital dan pengawasan terhadap akses konten yang tidak layak bagi anak-anak,” tutur Fajar.

Pemenuhan Hak Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Ketiga Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eka Ganjar Kurniawan menilai HAN sebagai pemenuh hak anak demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi, minat, kreativitas, dan karakter anak sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pihaknya menyediakan ruang kreatif aman serta mengedukasi anak-anak melalui pelestarian kebudayaan lokal.

“kegiatan ini juga menjadi sarana melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara satuan PAUD di Kabupaten Sumedang,” imbuh Eka.

Panitia menggelar pelbagai lomba menarik seperti tari kaulinan, mendongeng, hingga karnaval PAUD dari 26 kecamatan.

“Pelaksanaan perlombaan telah berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026 dan diikuti oleh satuan PAUD dari seluruh 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Puncak Hari Anak Nasional ini menjadi ajang apresiasi bagi anak-anak sekaligus mempererat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak,” kata Eka.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)