spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 58

Kabar Baik! Pemkab Ciamis Buka Sertifikat Halal Gratis untuk Ratusan UMKM

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Pelaku UMKM saat mendaftakan produk nya untuk mendapatkan sertifikat halal

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemkab Ciamis melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Ciamis menargetkan ratusan pelaku usaha mikro dan kecil memperoleh sertifikat halal. Kepala DKUKMPP Kabupaten Ciamis Dadan Wiyadi menyampaikan komitmen dukungan tersebut pada Jumat (31/7/2026).

Pihaknya membuka pendaftaran pengajuan sertifikat halal secara massal bagi para pelaku UMKM lokal.

Baca Juga: Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Berlanjut, DPC Demokrat Ciamis Bersihkan Tempat Ibadah

Dadan menegaskan program fasilitasi ini berlangsung selama satu hari penuh tanpa memungut biaya dari peserta.

“Kegiatan nya hanya satu hari ini saja dan tidak dipungut biaya bagi yang mengajukan sertifikat halal usaha mereka,” katanya.

Sertifikat halal memiliki peran vital agar produk lokal mampu menembus pasar nasional maupun global.

Dadan melihat potensi besar produk UMKM Ciamis namun masih banyak pelaku usaha belum mengantongi legalitas halal.

Pihaknya optimistis program pelayanan kilat ini mampu menyerap ratusan pendaftar hingga sore hari.

“Mudah mudahan saja target 500 pelaku usaha bersertifikat halal hari ini bisa tercapai,” jelasnya.

Perwakilan BPJPH Jawa Barat Imam Mutawaqil mengapresiasi tinggi inisiatif serta program inovatif Bupati Ciamis tersebut.

Ia menilai kepemilikan sertifikat halal menjadi modal penting menguasai pasar konsumen Muslim Jawa Barat.

“Penduduk Jawa Barat 90 persen nya beragama Islam sehingga menjadi peluang sangat besar bagi para pelaku usaha yang mempunyai sertifikat halal,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Seorang Kakek di Pangandaran Nekat Beli Motor Supra Pakai Uang Mainan, Pelaku Dibekuk Polisi

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Pes rilis di Mako Polres Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satreskrim Polres Pangandaran mengamankan pria paruh baya berinisial AD alias Ujang Hayam (68). Petualangan kakek asal Ciamis tersebut terhenti setelah ketahuan membelanjakan puluhan lembar uang mainan.

Tersangka nekad membeli satu unit sepeda motor bekas milik warga menggunakan uang mainan pecahan Rp100.000.

Baca Juga: Polres Pangandaran Ungkap Tiga Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Orang Tua Diminta Waspada

Aksi penipuan ini menimpa korban Dani Zulkarnaen di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran pada Juni lalu.

Petugas Unit II Tipidter bersama Reskrim Polsek Pangandaran langsung melacak keberadaan pelaku usai menerima laporan resmi.

Polisi menangkap tersangka tanpa perlawanan di kediamannya lalu memboyongnya menuju Markas Polres Pangandaran.

Dalam transaksi tersebut, tersangka menyerahkan 48 lembar uang kertas mainan senilai total Rp4,8 juta.

Korban baru menyadari kecurangan itu setelah melihat tulisan uang mainan berukuran kecil pada lembaran kertas.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari membenarkan penyitaan sepeda motor Honda Supra X milik korban sebagai barang bukti.

“Satu unit sepeda motor Honda Supra X warna hitam, 48 lembar uang mainan pecahan Rp100.000, satu buah STNK dan BPKB motor Honda Supra X, dan Surat-surat kendaraan lainnya,” ujar AKBP Ikrar, Jumat (31/7/2026).

Penyidik menjerat tersangka menggunakan Pasal 375 ayat (2) Jo Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHP.

“Saat ini tersangka telah ditahan di Rutan Polres Pangandaran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa keaslian uang tunai saat bertransaksi dalam jumlah besar.

(Sajidin)

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Berlanjut, DPC Demokrat Ciamis Bersihkan Tempat Ibadah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis menggelar aksi bakti sosial di Masjid Al-Falah, Kecamatan Cimaragas. Kader partai bersama masyarakat mengecat pagar serta membersihkan area tempat ibadah

CIAMIS, FOKUSJabar.id: DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis menggelar aksi bakti sosial di Masjid Al-Falah, Kecamatan Cimaragas. Kader partai bersama masyarakat mengecat pagar serta membersihkan area tempat ibadah, Jumat (31/7/2026).

Aksi ini menjadi bagian Gerakan Langit Biru Indonesia Asri untuk memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat.

Baca Juga: Demokrat Ciamis Tanam 2.026 Pohon Balsa dan Tebar 10 Ribu Benih Ikan Lewat Program Langit Biru Indonesia Asri

Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono meluncurkan gerakan sosial nasional ini demi mendukung Program Indonesia Asri gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, DPC Demokrat Ciamis telah menanam ribuan pohon dan menggeledah sampah sungai di kawasan Cireong.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Ciamis Erik Krisda Setia menyebut aksi di Cimaragas sebagai agenda sosial keempat.

“Dalam rangka Hari Jadi Partai Demokrat ke-25, kami DPC Demokrat Ciamis mengadakan bakti sosial berupa bersih-bersih tempat ibadah. Ini merupakan lanjutan dari kegiatan minggu lalu di Cireong, yaitu penanaman ribuan bibit pohon balsa, penebaran ikan, dan bersih-bersih sungai,” ujarnya.

Erik berharap seluruh aksi bersih-bersih tempat umum dan penghijauan mampu memberi manfaat langsung bagi warga.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Bakti sosial di masjid ini merupakan kegiatan keempat yang kami laksanakan dalam rangkaian HUT Partai Demokrat ke-25,” katanya.

Selain mengecat dinding depan masjid, para kader turut menyerahkan seperangkat alat kebersihan kepada pengurus DKM.

Bendahara DKM Masjid Al-Falah Didi Kuswandi mengapresiasi tinggi kepedulian para kader partai di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Partai Demokrat yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial di Masjid Al-Falah Cimaragas dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat. Semoga partai ini semakin maju,” ungkap Didi, Jumat (31/7/2026).

Membenahi Fasilitas Masjid

Ia menyebut bantuan alat kebersihan serta pembenahan fasilitas masjid sangat membantu pengurus DKM setempat.

“Alhamdulillah kami bangga sekali dengan adanya kegiatan ini. Harapan kami, silaturahmi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin dengan masyarakat, khususnya di lingkungan kami,” tuturnya.

Demokrat Ciamis berkomitmen menjaga semangat gotong royong serta kelestarian lingkungan secara berkelanjutan di seluruh wilayah.

(Mia)

Semangat Perjuangan PM Gatra tak Pernah Padam

0
Perjuangan PM Gatra fokusjabar.id
Ilustrasi perjuangan PM Gatra

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Paguyuban Masyrakat Garut Utara (PM Gatra), Uus Sumirat menegaskan, gagasan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) bukanlah sekadar wacana administratif untuk menghadirkan pemerintahan baru.

Bagi PM Gatra, pemekaran merupakan ikhtiar bersama untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA:

BUMD Penggerak Kemandirian Ekonomi DOB Garut Utara

Aspirasi tersebut telah tumbuh dan mengakar selama satu dekade lebih sebagai bentuk harapan masyarakat terhadap masa depan Garut Utara yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.

Menurut Uus, keinginan tersebut lahir dari kesadaran bahwa wilayah Garut Utara memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, jumlah penduduk yang besar serta posisi geografis yang strategis.

Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang optimal karena rentang kendali pemerintahan yang luas dan belum meratanya pembangunan.

Oleh karena itu, pembentukan DOB di pandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengelolaan potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Yang menarik, perjuangan masyarakat Garut Utara tidak berhenti atau padam. Berbagai elemen masyarakat telah menunjukkan kesiapan yang nyata.

“SDA telah tersedia sebagai modal pembangunan, SDM terus di persiapkan, fondasi kelembagaan pemerintahan mulai di bangun dan yang paling penting adalah semangat pengabdian masyarakat yang tidak pernah surut. Inilah modal sosial yang menjadi kekuatan utama dalam menyongsong lahirnya Garut Utara sebagai daerah otonom,” ungkap Uus.

SDA yang Menjanjikan

Tidak dapat di pungkiri bahwa Garut Utara memiliki kekayaan SDA yang menjadi modal dasar pembangunan daerah.

Wilayah tersebut memiliki lahan pertanian yang subur, kawasan perkebunan, potensi peternakan, perikanan dan potensi industri yang terus berkembang menyimpan peluang besar bagi pengembangan ekonomi.

Selain sektor pertanian dan perikanan, Garut Utara juga memiliki potensi pariwisata yang belum sepenuhnya di kembangkan. Kekayaan budaya lokal serta bentang alam yang khas dapat menjadi penggerak ekonomi baru apabila di kelola secara profesional dan berkelanjutan.

BACA JUGA:

Gali Potensi Sumber PAD Kunci Kemandirian DOB

“Potensi tersebut merupakan aset strategis yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah apabila di dukung oleh kebijakan pembangunan yang tepat, infrastruktur yang memadai dan tata kelola pemerintahan yang baik,” imbuhnya.

SDM Penggerak Perubahan

Keberhasilan sebuah daerah tidak hanya di tentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Berbagai kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha hingga aparatur pemerintahan telah menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Generasi muda Garut Utara lanjut Uus, semakin banyak yang menempuh pendidikan tinggi serta diaspora yang memiliki keterampilan profesional dan berhasil dalam bidangnya masing-masing.

Semangat kolaborasi ini menjadi modal penting bagi lahirnya birokrasi yang profesional, pemerintahan yang responsif dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pemekaran daerah bukan sekadar membangun kantor pemerintahan baru. Yang lebih penting adalah mempersiapkan sistem pemerintahan yang mampu menjalankan fungsi pelayanan publik secara efektif.

“Pemerintahan yang baik harus di bangun di atas prinsip integritas,  profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, bertanggung jawab, akuntabilitas, tata nilai, moral dan pelayanan kepada masyarakat.”

“Oleh karena itu, berbagai persiapan perlu di lakukan sejak dini. Mulai dari penataan kelembagaan, pengembangan kapasitas aparatur, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan hingga penguatan koordinasi antarwilayah,” katanya.

BACA JUGA:

5 Pilar Rancangan Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara

Kesiapan kelembagaan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan status daerah otonom. Tetapi juga menginginkan pemerintahan yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Uus menyebut, kekuatan terbesar Garut Utara sesungguhnya terletak pada semangat masyarakatnya. Perjuangan panjang untuk mewujudkan pemekaran daerah telah melahirkan solidaritas, kebersamaan dan rasa memiliki yang kuat terhadap masa depan wilayah.

Semangat tersebut tercermin dalam partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat yang terus mengawal proses pemekaran dengan cara yang konstruktif, demokratis dan penuh tanggung jawab.

Mereka memahami, perjuangan membentuk daerah baru bukan hanya untuk kepentingan generasi sekarang. Tetapi sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Semangat mengabdi inilah yang menjadi energi sosial yang tidak ternilai. Ketika SDA bertemu dengan SDM yang berkualitas serta di dukung semangat pengabdian, maka fondasi pembangunan daerah akan semakin kokoh,” tegas Uus.

Pembentukan Garut Utara sebagai daerah otonom hendaknya di pandang sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat akan mempermudah pengambilan keputusan, mempercepat pelayanan publik dan membuka ruang yang lebih luas bagi inovasi pembangunan sesuai karakteristik lokal.

BACA JUGA:

Curug Kancil Cibatu Mutiara Terpendam Garut Utara

Namun, keberhasilan pemekaran tidak hanya bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Keberhasilan tersebut juga di tentukan oleh kemampuan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi serta mengelola potensi daerah secara bijaksana.

Karena itu, kesiapan Garut Utara harus terus di wujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

(Bambang Fouristian)

Nyaneut Festival 2026 Masuk KEN, Bupati Garut Dorong Promosi Budaya Lokal

0
Nyaneut Festival 2026 fokusjabar,id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin membuka helatan budaya Nyaneut Festival 2026 di Lapangan Situgede Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kamis (30/7/2026) malam.

Nyaneut adalah tradisi khas minum teh terpopuler di Indonesia. Berasal dari kebiasaan para pemetik teh yang berkumpul di sekitar perapian (hawu) setelah lelah bekerja seharian untuk menghangatkan badan dari dinginnya udara pegunungan.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Perkuat Chemistry Lewat Kebersamaan

Sembari menyeruput teh hangat dari bambu dan makan palawija bakar, mereka saling berbagi cerita dan mempererat persaudaraan.

Bupati Garut mengapresiasi kepada seluruh panitia, budayawan dan pihak pendukung yang telah konsisten menjaga warisan leluhur tersebut.

“Nyaneut merupakan tradisi lokal yang wajib kita jaga dan kembangkan. Saya percaya tradisi seperti ini adalah identitas atau ciri khas orang Cigedug (Garut) dan orang Indonesia. Ini harus di kembangkan,” kata Syakur.

Dukungan terhadap helatan ini juga datang dari Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Legislator Partai Gokar ini mengapresiasi komitmen Bupati Garut dalam memajukan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, penyelenggaraan Nyaneut Festival sangat selaras dengan visi pariwisata daerah bersemboyan “Pesona Garut Maju Berbudaya.”

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung para seniman dan budayawan agar panggung pelestarian seni budaya di Garut tetap berkelanjutan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Muslimin Anwar berkomitmen mendukung penuh sektor pariwisata dan kebudayaan daerah.

Menurutnya, pariwisata memiliki efek keterkaitan ke depan (forward linkage) yang sangat kuat terhadap roda perekonomian.

BACA JUGA:

Surabi Bakar Berlian, Kuliner Tradisional Garut Panorama Gunung Guntur

“Di balik satu destinasi wisata seperti di tempat ini, ada ribuan orang yang bekerja di belakangnya, ada ratusan UMKM yang terlibat dan ada banyak harapan anak-anak terhadap kemajuan desa yang menjadi destinasi usaha ini. Kami sangat mendukung kegiatan pariwisata,” ungkap Muslimin Anwar.

Pupuhu Nyaneut Festival 2026, Dasep Badrusalam menjelaskan, penyelenggaraan tahun 2026 merupakan edisi ke-13.

Secara historis, Nyanet juga berkaitan dengan jejak dakwah Kanjeng Sunan Gunung Djati di Priangan Timur yang menggunakan pendekatan budaya.

Dia mengungkapkan, kata Nyanet mengandung makna filosofis untuk menghubungkan rasa. Baik rasa antarsesama manusia, hubungan manusia dengan alam hingga persambungan hamba dengan Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Pada tahun ini, Nyanet Festival mengusung tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti” (Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray). Event ini juga bangga dapat masuk ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Garut, Bank Indonesia, bank bjb serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Komunitas Budaya Nyanet,” pungkas Dasep.

(Bambang Fouristian)

Pelatih Persib Bandung: Mariano Peralta Butuh Adaptasi

0
Mariano Peralta Persib fokusjabar.id
Pemain Persib, Mariano Peralta. (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic belum menyiapkan Mariano Peralta untuk tampil dalam pertandingan terdekat skuad Maung Bandung di turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Pemain anyar Persib Bandung tersebut sudah mulai berlatih bersama tim pada sesi latihan terakhir di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (30/7/2026).

BACA JUGA:

Jelang Persib vs Tampines Rovers, Nazri Nasir Bidik Hasil Maksimal di Piala Presiden 2026

Meski sudah berlatih bersama tim, pemain asal Argentina tersebut tidak akan di turunkan pada pertandingan menghadapi Tampines Rovers di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).

Menurut Igor Tolic, Mariano Peralta masih membutuhkan waktu beradaptasi, lantaran baru tiba di Bandung.

Sehingga, Mariano Peralta akan mulai berlatih secara normal usai skuad Maung Bandung melakoni pertandingan pamungkas Grup A Piala Presiden 2026.

“Dia memang sudah ikut latihan. Tapi kami harus tetap berhati-hati selama beberapa hari ke depan dan setelah pertandingan ini dia akan bergabung dalam latihan normal,” kata Igor Tolic.

“Namun dia masih mengalami jet lag dan semacamnya. Kami tidak ingin mengambil risiko apa pun,” Igor menambahkan.

BACA JUGA:

Igor Tolic Siapkan Taktik Khusus Persib Hadapi Tampines Rovers di Piala Presiden 2026

Sementara itu, Persib sudah di pastikan lolos ke babak selanjutnya di turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Lantaran, di dua laga sebelumnya berhasil meraih kemenangan.

Jika pada pertandingan menghadapi Tampines Rovers berhasil meraih kemenangan, maka skuad Maung Bandung dipastikan bakal finish sebagai juara grup.

(Arif)

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Perkuat Komunikasi Ulama dan Pemerintah

0
Ulama Kota Tasikmalaya fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, foto bersama para ulama dan pimpinan Pondok Pesantren di Masjid Besar Al Istiqomah Kawalu Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) gelar kegiatan silaturahmi sekaligus pendataan dan penguatan kelembagaan di Ponpes Al Istiqomah, Kecamatan Kawalu, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya para ulama serta pimpinan pondok pesantren se-Kota Tasikmalaya untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah sekaligus membahas langkah strategis dalam memajukan dunia pendidikan keagamaan.

BACA JUGA:

PPBRI Korwil Bandung Deklarasikan Dukungan untuk H. Soeherman Prawiro sebagai Caketum 2026–2030

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara mengapresiasi peran besar para ulama serta pengasuh pesantren yang selama ini turut membentuk karakter masyarakat yang religius dan berakhlak.

“Saya sangat mengapresiasi peran para kiai, ulama, para ajengan yang terus mendidik anak-anak dan membina umat. Tanpa peran strategis Pondok pesantren, sulit membayangkan Tasikmalaya bisa menjadi kota yang religius seperti sekarang,” ungkap Dicky Candra.

Dia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka. Baik di internal lembaga pesantren maupun dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan mempermudah sinergi program antara pesantren dan pemerintah serta lapisan masyarakat.

“Komunikasi yang baik antara pondok pesantren dan pemerintah sangat penting. Dengan begitu, program pembangunan berjalan lancar, nilai-nilai moderasi beragama semakin kuat demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif,” kata Dicky Candra.

Dia juga menyambut baik forum pesantren yang secara rutin melakukan pertemuan untuk membangun kebersamaan dalam menghasilkan sesuatu bagi kebaikan umat.

“Pemerintahan tidak bisa jalan sendiri. Karenanya kami butuh dukungan, dorongan serta sinergi para ulama dan Pondok Pesantren dalam menjaga Tasikmalaya agar tetap aman, nyaman dan selalu di berkahi Allah SWT,” katanya.

Ketua FPP Kota Tasikmalaya, Nono Nurul Hidayat menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin. Tujuannya untuk memperkokoh tali silaturahmi, pendataan kelembagaan serta penguatan manajemen pondok pesantren.

BACA JUGA:

Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi. Kehadiran Pak Wakil Wali menunjukkan sinergitas yang baik antara ulama dan umaro dalam membangun Kota Tasikmalaya,” ungkap Nono.

Dia mengumpamakan, hubungan antara ulama dan pemerintah seperti dalam sebuah keluarga.

“Ulama itu ibarat ibu, umaro bapaknya dan masyarakat anak-anaknya. Kalau ibu dan bapak kompak dan solid, insyaallah anak-anaknya akan tumbuh baik dan bahagia. Begitu juga kota kita, kalau ulama dan pemerintah berjalan beriringan, dampaknya pasti positif untuk kemajuan Tasikmalaya,” paparnya.

Nono juga mengingatkan para pimpinan pesantren untuk terus menjaga marwah dan dedikasinya sebagai ulama. Menjadi teladan dalam sikap, ucapan dan tindakan di tengah kehidupan masyarakat.

“Para ulama sebagai contoh dan panutan. Masyarakat melihat kita. Maka mari kita jaga akhlak, jaga nama baik pesantren dan terus memberikan contoh yang baik bagi umat,” pesannya.

Selain silaturahmi, agenda utama forum kali ini adalah pendataan ponpes. Data tersebut akan di gunakan untuk pemetaan kebutuhan, penguatan kapasitas lembaga hingga akses program bantuan dari pemerintah.

Dengan jumlah pondok pesantren yang terus bertumbuh di Kota Tasikmalaya, forum berharap ke depan ada program yang lebih terarah. Mulai dari peningkatan SDM guru, sarana prasarana hingga penguatan ekonomi pondok pesantren agar semakin kuat dan mandiri.

(Seda)