spot_imgspot_img
Rabu 25 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 57

Pemkot Banjar Ajukan Pinjaman Rp21 Miliar untuk Bayar THR Pegawai

0
Banjar@fokusjabar.id
Ilustrasi.

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar melalui Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) berencana mengajukan pinjaman daerah jangka pendek ke Bank BJB sebesar Rp21 miliar. 

Langkah ini di tempuh untuk memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dapat di lakukan tepat waktu.

Kepala Bidang Perbendaharaan BPKPD Kota Banjar, Nurjamilah, menyampaikan bahwa kebutuhan THR tahun ini mencapai Rp21.024.580.656.

Baca Juga: Pemkot Banjar Sikat 200 Spanduk Ilegal, PAD Jadi Taruhan

“Karena arus kas kita tidak mencukupi untuk saat ini, kami kemungkinan akan mengajukan pinjaman daerah ke Bank BJB,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Nurjamilah menjelaskan, pengajuan pinjaman masih dalam tahap administratif. Pihaknya tengah menyusun draf surat pemberitahuan yang akan di sampaikan kepada DPRD Kota Banjar sebagai bagian dari prosedur formal.  

Terkait pencairan, BPKPD menargetkan pembayaran THR dapat di lakukan pada minggu kedua setelah koordinasi rampung, atau paling cepat minggu depan. Namun, realisasi tetap menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) dari pusat. 

“Setelah ada PP, kita baru bisa mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) dan Surat Edaran (SE) sebagai dasar teknis pembayarannya,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Pinjamkan Alphard ke Wali Kota Banjar

Berdasarkan data BPKPD, jumlah penerima THR tahun ini mencapai 4.824 orang. Rinciannya, 2.586 orang merupakan PNS dan 2.238 orang lainnya adalah P3K.

Besaran THR yang di terima setiap pegawai adalah satu kali gaji terakhir, yakni mengacu pada gaji bulan Februari 2026.

Langkah peminjaman jangka pendek ini bukan kali pertama di lakukan Pemkot Banjar. Pada tahun 2025, pemerintah daerah juga mengajukan pinjaman serupa ke Bank BJB untuk keperluan pembayaran THR.  

(Budiana Martin)

Waduh! Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Kurma menu MBG yang diberikan ke pelajar di pesangrahan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya berkutu.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tasikmalaya Progressive Society (TPS) mendapat laporan. Bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pesangrahan Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya berkutu dan tidak layak di konsumsi.

“Menu MBG yang di sajikan oleh salah satu dapur SPPG di Rajapolah, jenis kurma ada kutunya. Juga tidak layak untuk di konsumsi. Katanya makanan bergizi tapi tidak higienis,” ungkap Ketua Tasikmalaya Progressive Society (TPS), Dadi Abidarda, Selasa (3/3/2026).

Terkait hal tersebut, lanjut Dadi, mungkin di karenakan kurangnya pengawasan dari pihak Satgas MBG. Selain itu bisa saja dapur SPPG yang menyajikannya tidak memikirkan higienis tapi keuntungan ekonomi saja.

Baca Juga: Selain PBG, Ratusan Dapur MBG di Tasikmalaya Tak Kantongi IPAL

“Kalau targetnya tidak mencari keuntungan yang lebih, pastinya tidak akan memberikan menu MBG yang di dalamnya sudah ada kutu. Bahkan menurut laporan ada belatungnya juga, ini videonya juga ada kurma ada kutunya,” tegasnya.

Dengan demikian, Dadi meminta adanya evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Juga Satgas MBG terhadap dapur-dapur SPPG yang nakal dan tidak higienis.

“Satgas MBG seharusnya cepat bergerak, katanya ada kordinator wilayah di tiap Kecamatan. Tapi mana kerja mereka, tetap saja terjadi menu MBG yang tidak di harapkan,” tuturnya.

Satgas MBG Kemana Saja?

Selain itu, Dadi juga berharap Satgas MBG bersama seluruh korwilnya, kroscek terhadap seluruh dapur SPPG. Yang berada di wilayahnya masing-masing, jangan hanya namanya saja yang ada.

“Coba cek itu menu MBG sampai tidak di angka Rp10 ribu per porsi?, selanjutnya ingatkan juga. Bahwa dapur SPPG mayoritas belum memiliki IPAL dan PBG, beri pemahaman dong malu sama rakyat,” ucap Dadi Abidarda.

Dadi juga mengatakan bahwa Tasikmalaya Progressive Society (TPS) akan audiensi dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Terkait ratusan dapur SPPG yang tidak mengantogi PBG juga IPAL.

Baca Juga: Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Imbau SPPG Lengkapi Perizinan

“Kami juga akan melaporkan temuan-temuan dapur SPPG yang tidak mengantongi izin PBG dan IPAL. Langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk segera di evaluasi,” ujarnya.

Karena, Dadi menambahkan, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol Sony Sonjaya SIK. Mewajibkan seluruh Dapur Satuan Pelaksana Pemberi Gizi (SPPG) untuk memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sebagai standar operasional yang tidak dapat di tawar.

“Perintah dari BGN kan jelas, wajib memiliki IPAL. Jadi, kemana aja nih Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-Asep Sopari Al Ayubi-red) kok diam saja. Saya juga dapat informasi bahwa ada anggota DPRD bermain di program MBG,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Gaslah Jadi Andalan Pemkot Bandung, Ini Targetnya

0
Gaslah Bandung@fokusjabar.id
Petugas Tengah Lakukan Pemilahan Sampah di TPS Baturengat Kota Bandung.(fokusajabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menargetkan seluruh rukun warga (RW) di Kota Bandung mampu mengolah minimal 25 kilogram sampah organik per hari.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah).

Menurutnya, Gaslah menjadi kunci mengurangi beban sampah kota sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Ia menegaskan, efektivitas program akan di ukur setelah berjalan satu tahun.

Baca Juga: Pemprov Jabar Pangkas Pajak Kendaraan Angkutan Umum

“Saya akan ukur setelah satu tahun program ini berjalan. Apakah ada perubahan perilaku di masyarakat atau tidak? Targetnya masyarakat mampu memilah dan mengolah sampahnya sendiri,”kata Farhan Selasa (3/3/2026).

Farhan menjelaskan, saat ini pengolahan sampah organik oleh Gaslah berada di rata-rata 20 kilogram per hari per RW. Jumlah tersebut di nilai masih perlu di tingkatkan menjadi 25 kilogram per hari per RW. Target itu, menjadi pekerjaan rumah bagi lurah dan jajaran kewilayahan.

Farhan menyebut, di Kelurahan Babakan Surabaya, sejumlah RW telah menunjukkan capaian positif. Di RW 4, pengelolaan sampah organik di lakukan di lahan seluas 70 meter persegi di kawasan Buruan Sae Aster.

Setiap hari, lokasi tersebut mampu mengolah hingga 30 kilogram sampah organik yang di manfaatkan sebagai pakan maggot.

Di RW 12, pengolahan sampah organik telah mencapai 25 kilogram per hari, meski masih membutuhkan tambahan sekitar 25 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pakan maggot.

Adapun di RW 14, pemanfaatan sampah organik untuk pakan maggot bahkan telah mencapai 60 kilogram per hari, yang selanjutnya di manfaatkan sebagai pakan lele.

“RW 4, 12 dan 14 bahkan sampai habis sampah organiknya. Ini menunjukkan kapasitas pengelolaan sudah berjalan dengan baik,”katanya.

Apresiasi Keberhasilan RW

Ia juga menyoroti persoalan sampah dari luar wilayah yang kerap di buang pengendara di sepanjang Jalan Ahmad Yani, terutama di tiga titik RW 1, 3 dan 4.

Meski demikian, ia mengapresiasi keberhasilan RW 7 yang mampu menuntaskan persoalan serupa melalui pengawasan dan pengelolaan mandiri.

Ia menyebut pentingnya pendataan produksi sampah di setiap RW. Menurutnya, Menteri Lingkungan Hidup telah mengapresiasi program Gaslah dan berencana menjadikannya sebagai model percontohan nasional, meskipun validitas data masih menjadi perhatian.

Baca Juga: Kelola THR dengan Bijak, Keuangan Tetap Aman Usai Lebaran

“Makanya kita lakukan pendataan ini. Saya perlu tahu berapa banyak produksi sampah organik di setiap RW,”ujarnya.

Farhan menanbahkan, program Gaslah kini juga menjadi perhatian Presiden. Ia berkomitmen membawa capaian Bandung ke tingkat kementerian dan nasional sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Nantinya 100 persen RW se-Kota Bandung bisa mengolah minimal 25 kilogram per hari. Saya akan bawa ke kementerian dan Presiden,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jelang Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ciamis Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan

0
Jelang Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ciamis Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan
Jelang Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ciamis Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menerima kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis di Pendopo Bupati, Selasa (03/03/2026). Pertemuan tersebut membahas koordinasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan digelar secara nasional.

Bupati menerima langsung rombongan BPS bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, antara lain Asisten Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Bappeda.

Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian di daerah.

Ia menyebut pelaksanaan SE 2026 dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026. BPS akan melibatkan 1.699 petugas untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

“Sensus ini tidak hanya menghitung jumlah usaha, tetapi juga memotret struktur ekonomi, profil perusahaan, produktivitas, daya saing, hingga perkembangan ekonomi digital,” ujar Ahmad Luqman.

Menurutnya, petugas akan mengumpulkan berbagai data penting, mulai dari identitas usaha, bentuk badan usaha, jumlah tenaga kerja, hingga perkembangan usaha terkini. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan pemerintah daerah membutuhkan data yang akurat dan terintegrasi agar program pembangunan dapat berjalan efektif.

“Saya sejak dulu ingin mewujudkan Ciamis satu data. Pemerintah tidak bisa bekerja tanpa data yang benar. Kalau ingin melakukan intervensi, misalnya dalam penanganan stunting atau program ekonomi, datanya harus akurat,” tegas Herdiat.

Ia juga menyoroti masih adanya perbedaan data antar instansi yang sering menimbulkan kendala dalam pelaksanaan program pemerintah. Karena itu, ia berharap pelaksanaan SE 2026 mampu menghasilkan data yang valid dan dapat digunakan bersama.

Melalui kerja sama antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Herdiat berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi dasar kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.

Bupati Garut Ajak Masyarakat Mekarmukti Syukuri Nikmat Ibadah

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Bart (Jabar), Abdusy Syakur Amin gelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunjungi Masjid Besar Kecamatan Mekarmukti, Senin (2/3/2026) malam.

Syakur mengajak masyarakat untuk merefleksikan rasa syukur atas kesempatan beribadah di tengah situasi dunia yang penuh keprihatinan.

BACA JUGA:

Putri Karlina Targetkan Relokasi PKL dan Aktivasi Ekonomi

Dia juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah di bulan suci kepada seluruh warga Mekarmukti.

Bupati Garut mengingatkan, bertemu kembali dengan bulan Ramadan merupakan sebuah anugerah besar dari Allah SWT yang tidak di dapatkan oleh semua orang.

“Alhamdulillah kita semua masih di berikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah puasa, shalat sunat, tadarus serta ibadah lainnya. Saya harap semakin memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita semua,” ungkap Bupati Garut.

Dia memberikan sorotan tajam terhadap krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di kancah internasional. Khususnya di Iran dan Palestina.

Syakur mengajak jamaah yang hadir untuk berempati terhadap kesulitan yang di hadapi sesama muslim di zona konflik.

Dia menggambarkan betapa beratnya menjalankan ibadah di bawah bayang-bayang peperangan.

“Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini saya mengajak semua untuk bersyukur dan mendoakan saudara-saudara kita supaya mereka semua. Khususnya yang di Iran dan Palestina mendapatkan kekuatan, pertolongan dari Allah SWT,” kata Bupati Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pemuda dan Olahraga Akselerator Pembangunan

Syakur mengetuk hati masyarakat Garut untuk tidak melupakan kekuatan doa di samping rasa syukur atas keamanan yang di nikmati di tanah air.

“Saya mengajak semua untuk bersyukur dan mendoakan saudara-saudara kita supaya mereka semua khususnya yang di Iran dan Palestina mendapatkan kekuatan serta pertolongan dari Allah SWT,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pemprov Jabar Pangkas Pajak Kendaraan Angkutan Umum

0
Pemprov Jabar fokusjabar.id
(foto: dishubkominfo.tasikmalayakab.go.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar menetapkan kebijakan baru terkait pajak kendaraan angkutan umum.

Mulai 1 Januari 2026, kendaraan berpelat kuning akan memperoleh insentif berupa penurunan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dengan sejumlah persyaratan tertentu.

Kebijakan ini menyasar angkutan umum orang dan barang yang beroperasi secara resmi.

BACA JUGA:

Mudik Lebih Awal, Strategi Baru Masyarakat Sambut Lebaran

Pemprov Jabar berharap langkah tersebut dapat membantu meringankan beban operasional pelaku usaha transportasi sekaligus mendorong tertib administrasi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat, Asep Supriatna menjelaskan, rincian perubahan tarif yang akan berlaku awal tahun depan.

Untuk angkutan umum orang, pengenaan PKB yang sebelumnya sebesar 60 persen dari dasar pengenaan pajak kini di pangkas menjadi 30 persen.

Sementara kendaraan angkutan umum barang yang semula di kenakan 100 persen, di turunkan menjadi 70 persen dari dasar pengenaan PKB.

Penyesuaian juga berlaku pada BBNKB I untuk kendaraan baru. Angkutan umum orang di kenakan 30 persen dari dasar pengenaan BBNKB, sedangkan angkutan umum barang menjadi 60 persen.

“Dengan demikian, baik PKB maupun BBNKB I sama-sama mendapatkan pengurangan tagihan pajak terutang sesuai ketentuan yang berlaku sejak awal 2026,” kata Asep.

Meski demikian, tidak semua kendaraan plat kuning otomatis menerima insentif. Pengelola angkutan wajib berbadan hukum Indonesia, seperti Perseroan Terbatas (PT) atau koperasi.

BACA JUGA:

Kejar Target Pajak, Pemkot Bandung Luncurkan Diskon PBB 2026

“Kendaraan plat kuning atas nama CV, firma, maupun perorangan tidak mendapatkan insentif sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Asep.

Selain berbadan hukum, pengelola juga harus memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum. Untuk angkutan orang, diwajibkan memiliki izin trayek atau izin angkutan umum orang tidak dalam trayek.

Di sisi lain, kendaraan plat hitam dan putih tidak mengalami kenaikan pajak akibat penerapan opsen PKB.

Pemerintah daerah menegaskan kebijakan ini difokuskan untuk mendukung sektor angkutan umum yang taat aturan serta memperkuat legalitas usaha transportasi di Jawa Barat.

(Jingga Sonjaya)

Resep Melon Sago Segar untuk Menu Buka Puasa

0
melon sogo fokusjabar.id
(foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Hidangan berbuka puasa identik dengan sajian manis dan menyegarkan. Setelah berjam-jam menahan lapar serta haus, minuman dingin kerap menjadi pilihan pertama untuk memulihkan energi dan cairan tubuh. Di antara berbagai menu takjil, melon sago semakin populer sebagai alternatif yang ringan namun memuaskan.

Minuman ini memadukan kesegaran buah melon dengan sagu mutiara yang bertekstur kenyal. Perpaduan tersebut menghasilkan sensasi rasa manis alami sekaligus pengalaman minum yang berbeda.

BACA JUGA:

Apakah Masih Boleh Minum Setelah Imsak? Ini Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak Menurut Fiqih

Kandungan air pada melon juga membantu mengembalikan hidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

Selain rasanya yang menyegarkan, proses pembuatannya relatif sederhana.

Bahan-bahan yang di gunakan mudah di temukan dan tidak memerlukan teknik memasak yang rumit. Sehingga cocok di siapkan di rumah.

Bahan utama melon sago:

  1. Melon matang di potong dadu atau di bentuk bulat.
  2. Sagu mutiara sebagai pelengkap tekstur.
  3. Air untuk proses perebusan sagu.
  4. Sirup rasa melon atau gula cair.
  5. Susu cair, bisa UHT atau evaporasi.
  6. Es batu secukupnya.

Sebagai variasi, beberapa orang menambahkan nata de coco, biji selasih atau potongan puding untuk menambah cita rasa dan tampilan.

Cara membuat melon sago:

  1. Rebus sagu mutiara dalam air mendidih hingga butirannya matang dan tampak bening. Lalu tiriskan dan bilas dengan air dingin agar tidak saling menempel.
  2. Siapkan melon yang telah di potong sesuai selera.
  3. Campurkan sagu dan melon dalam wadah saji.
  4. Tuangkan sirup atau gula cair, kemudian tambahkan susu untuk menciptakan rasa lembut.
  5. Sajikan dengan es batu agar lebih segar saat dinikmati.

Tingkat kemanisan dapat di sesuaikan dengan selera masing-masing. Jika buah sudah cukup manis, penggunaan pemanis tambahan bisa dikurangi.

BACA JUGA:

Apakah Gosok Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Dari sisi biaya, minuman ini tergolong ekonomis karena seluruh bahan mudah diperoleh di pasar tradisional maupun supermarket.

Dengan kombinasi rasa segar, tekstur unik, dan cara pembuatan yang praktis, melon sago menjadi pilihan takjil yang layak dicoba untuk menemani momen berbuka puasa bersama keluarga.***

(Jingga Sonjaya)