spot_imgspot_img
Rabu 25 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 56

Warga Serbu GPM Polres Ciamis, Bahan Pokok Dijual di Bawah Harga Pasar

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Warga Serbu GPM Polres Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-alun Kota Ciamis, Selasa (3/3/2026). Program ini langsung menarik perhatian warga karena panitia menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding pasaran.

Sejak pagi, ratusan warga didominasi para ibu rumah tangga memadati area stan penjualan. Mereka berburu beras, minyak goreng, daging sapi, ayam, hingga aneka sayuran segar. Antrean mengular terlihat di hampir setiap lapak karena selisih harga cukup membantu pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga: Momentum Gerhana Bulan, MUI Ciamis Serukan Shalat Khusuf Serentak

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menegaskan bahwa jajaran kepolisian menginisiasi kegiatan ini untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Mulai hari ini hingga tiga hari ke depan kami menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia memastikan panitia menyiapkan stok dalam jumlah besar agar warga tidak khawatir kehabisan barang. Menurutnya, ketersediaan pasokan menjadi prioritas utama agar program benar-benar memberi manfaat luas.

Antusiasme warga pun terlihat nyata. Yoyoh, salah seorang pembeli, mengaku sangat terbantu dengan harga di GPM ini. Ia menyebut harga ayam di lokasi GPM hanya Rp35.000 per kilogram, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp40.000 per kilogram. Sementara Minyakita kemasan dua liter harganya Rp30.000.

“Kami merasa sangat terbantu. Selisih harganya lumayan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Melalui GPM ini, Polres Ciamis bersama Pemkab Ciamis tidak hanya menghadirkan stabilisasi harga, tetapi juga memperlihatkan komitmen menjaga ketahanan pangan serta meringankan beban ekonomi masyarakat.

(Husen Maharaja)

Biografi Singkat Wakil Presiden RI Ke-6, Try Sutrisno dan Perannya bagi Indonesia

0
Nasional, FOKUSJabar.id
Wakil Presiden RI Ke-6, Try Sutrisno , (Surce BPIP)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Perjalanan Try Sutrisno mencerminkan lintasan panjang seorang prajurit yang melangkah hingga pucuk kekuasaan negara. Ia tidak hanya dikenal sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, tetapi juga sebagai figur militer yang membangun reputasi melalui disiplin dan pengalaman lapangan sebelum memasuki arena politik nasional.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia tumbuh pada masa awal kemerdekaan ketika bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan. Lingkungan dan situasi zaman membentuk karakter tegas serta kedisiplinan yang kelak mewarnai gaya kepemimpinannya.

Baca Juga: Dari Panglima ABRI ke Wakil Presiden, Bab Penting dalam Sejarah Try Sutrisno

Setelah menamatkan pendidikan SMA pada 1956, ia memilih jalur militer. Ia menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan menyelesaikannya pada 1959. Sejak saat itu, ia memulai pengabdian resmi di TNI Angkatan Darat.

Pada awal kariernya, Try Sutrisno terjun langsung dalam operasi penumpasan PRRI pada akhir 1950-an. Pengalaman tersebut mengasah kepemimpinannya di medan tugas sekaligus memperkuat reputasinya sebagai perwira lapangan.

Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab yang ia emban semakin besar. Ia memimpin berbagai satuan di tingkat daerah dan menghadapi beragam dinamika keamanan. Pengalaman komando itu memperkaya perspektif strategisnya dalam membaca situasi nasional.

Tahun 1974 menjadi titik penting ketika ia masuk ke lingkar inti pemerintahan sebagai ajudan Presiden Soeharto. Kedekatannya dengan pusat kekuasaan memperluas pemahamannya terhadap tata kelola negara dan proses pengambilan keputusan.

Puncak Karier Militer

Memasuki dekade 1980-an, kariernya melesat. Ia menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), kemudian memimpin sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Puncak karier militernya hadir saat ia memegang jabatan Panglima ABRI pada 1988–1993. Dalam posisi tersebut, ia mengarahkan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional sekaligus memainkan peran strategis dalam stabilitas negara.

Sidang Umum MPR 1993 kemudian mengantarkannya ke kursi Wakil Presiden RI. Ia mendampingi Presiden Soeharto hingga 1998, periode yang penuh dinamika politik dan tekanan ekonomi. Masa jabatan tersebut berlangsung menjelang perubahan besar yang mengubah arah perjalanan bangsa.

Setelah menyelesaikan tugas kenegaraan, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai forum kebangsaan dan organisasi purnawirawan seperti Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri. Ia konsisten menyuarakan isu pertahanan, persatuan, dan nilai kebangsaan dalam ruang diskusi publik.

Lintasan hidupnya menunjukkan kesinambungan antara disiplin militer dan tanggung jawab politik. Dari medan tugas hingga panggung kenegaraan, Try Sutrisno menorehkan peran penting dalam sejarah Indonesia menjelang era reformasi.

(Jingga Sonjaya)

Dari Panglima ABRI ke Wakil Presiden, Bab Penting dalam Sejarah Try Sutrisno

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Sejarah Try Sutrisno

BADNUNG,FOKUSJabar.id: Perjalanan politik Indonesia pada dekade 1990-an tak pernah lepas dari sosok Try Sutrisno. Ia bukan figur yang muncul secara instan di panggung kekuasaan. Puluhan tahun pengabdian di dunia militer membentuk karakter, jaringan, dan pengaruhnya hingga akhirnya menempati kursi Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pada Sidang Umum MPR 1993, para anggota MPR memilih Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden RI ke-6. Ia mendampingi Soeharto dan menggantikan Sudharmono dalam struktur pemerintahan Orde Baru. Keputusan politik tersebut mencerminkan kuatnya peran militer dalam sistem ketatanegaraan saat itu.

Baca Juga: Indonesia Berduka Atas Berpulangnya Mantan Wapres Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan langsung terjun ke berbagai penugasan strategis. Dalam fase awal kariernya, ia ikut terlibat dalam operasi penumpasan PRRI serta misi di Irian Barat. Pengalaman lapangan itu memperkaya rekam jejaknya sebagai perwira yang matang secara operasional.

Kariernya terus menanjak. Pada 1974, ia memasuki lingkar dalam kekuasaan ketika menerima amanah sebagai ajudan Presiden Soeharto. Posisi tersebut memberinya akses langsung terhadap dinamika pengambilan keputusan di tingkat tertinggi negara.

Memasuki pertengahan 1980-an, Try Sutrisno memimpin TNI Angkatan Darat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Beberapa tahun kemudian, ia mencapai puncak struktur militer dengan menjabat Panglima ABRI periode 1988–1993. Dalam posisi itu, ia mengendalikan arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional sekaligus memperkuat pengaruh militer dalam pemerintahan.

Fase Penuh Dinamika

Ketika menduduki kursi wakil presiden pada 1993–1998, Try Sutrisno menghadapi fase penuh dinamika. Situasi politik dan ekonomi nasional bergerak cepat hingga akhirnya Indonesia memasuki pusaran krisis besar pada 1998. Masa jabatannya berada tepat di ambang perubahan besar yang kemudian melahirkan era reformasi.

Latar belakang militernya menjadikannya salah satu wakil presiden terakhir dari generasi perwira aktif sebelum reformasi membuka babak baru dalam relasi sipil dan militer. Pada masa itu, militer memegang peran sentral dalam tata kelola negara.

Setelah mengakhiri masa tugas pada 1998, Try Sutrisno tetap aktif di berbagai organisasi purnawirawan dan forum kebangsaan. Ia konsisten menyuarakan isu pertahanan, persatuan nasional, serta nilai-nilai kebangsaan dalam berbagai diskusi publik.

Jejak kariernya memperlihatkan kesinambungan antara disiplin militer dan peran politik di level tertinggi. Dari medan operasi hingga Istana, Try Sutrisno mencatatkan namanya dalam perjalanan sejarah kepemimpinan Indonesia.

(Jingga Sonjaya)

Dua ASN Banjar Terseret Kasus Penggelapan, Wali Kota Bantah Perlakuan Berbeda

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Wali Kota Banjar Sudarsono (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dugaan penggelapan dana yang menyeret dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar memicu perhatian publik. Dua nama yang terseret yakni Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) berinisial NK serta seorang staf Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berinisial E.

Sorotan muncul bukan hanya karena kasusnya, tetapi juga karena cara penanganannya. Sejumlah pihak menilai terdapat perbedaan sikap dari Wali Kota Banjar, Sudarsono, dalam merespons dua perkara tersebut.

Baca Juga: Baznas Salurkan Insentif untuk Ratusan Imam Masjid di Banjar

Dalam kasus yang melibatkan E, Sudarsono meminta korban menempuh jalur hukum dengan melapor ke kepolisian. Namun, pada kasus yang menyeret NK, tidak muncul instruksi serupa kepada korban untuk membuat laporan polisi. Kondisi ini memunculkan persepsi adanya perlakuan berbeda.

Menanggapi isu tersebut, Sudarsono menegaskan bahwa pemerintah kota menangani kedua kasus dengan prosedur yang sama. Ia menyebut inspektorat sudah turun tangan untuk melakukan pemeriksaan.

“NK kami proses setelah kejadian, E juga kami proses setelah kejadian. Jadi sama. Hari Senin kemarin inspektorat sudah turun,” ujar Sudarsono kepada awak media, Selasa (3/3/2026).

Terkait laporan polisi dalam kasus E, Sudarsono menyatakan keputusan tersebut berada di tangan korban. Ia menyebut korban lebih memprioritaskan pengembalian dana dibanding membawa perkara ke ranah hukum.

“Fokus utama bagaimana uang kembali dulu ke korban,” katanya.

Ia juga memastikan tim pemeriksa telah memanggil para pihak untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Menurutnya, oknum E sudah menyelesaikan pengembalian dana pada Senin malam. Sementara itu, proses pengembalian dana oleh NK dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Pemkot Banjar akan menentukan sanksi terhadap E setelah penyidik internal merampungkan BAP. Pemerintah daerah berjanji mengambil keputusan sesuai hasil pemeriksaan yang berjalan.

Kasus ini kini menjadi ujian komitmen transparansi dan ketegasan Pemerintah Kota Banjar dalam menegakkan disiplin aparatur.

(Agus)

Dedi Mulyadi: Mulai 3 Maret 2026 Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu BPKB

0
Dedi Mulyadi@fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.(Dokumen)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kebijakan baru terkait pembayaran pajak kendaraan bermotor resmi di berlakukan di sebagian wilayah Jawa Barat.

Perubahan ini di umumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya penyederhanaan layanan administrasi bagi masyarakat.

Langkah tersebut menyasar daerah-daerah Jawa Barat yang berada dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Selama ini, wajib pajak di wilayah tersebut masih di wajibkan membawa BPKB saat melakukan pembayaran pajak tahunan di kantor Samsat.

Baca Juga: Gaslah Jadi Andalan Pemkot Bandung, Ini Targetnya

Mulai 3 Maret 2026, aturan itu resmi di ubah. Dedi Mulyadi menegaskan melalui akun instagram resmi nya @/dedimulyadi71 bahwa sejak tanggal tersebut masyarakat tidak lagi perlu membawa BPKB, baik asli maupun fotokopi, ketika membayar pajak kendaraan bermotor.

Dedi menyampaikan bahwa terhitung mulai Selasa (3/3/2026), warga tidak lagi di wajibkan membawa BPKB, baik dalam bentuk asli maupun salinan, ketika melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Terutama bagi warga Jawa Barat yang berada di wilayah Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, yang selama ini kalau bayar pajak kendaraan bermotor harus bawa BPKB. Saya katakan, mulai hari ini tidak usah lagi membawa BPKB asli maupun fotokopi, dan bisa langsung di lakukan pelayanan,” ucapnya.

Dengan kebijakan tersebut, warga di tiga wilayah itu cukup mengikuti prosedur pembayaran pajak tahunan sebagaimana biasa tanpa melampirkan BPKB. Perubahan ini di harapkan memangkas waktu layanan dan mempermudah proses administrasi.

Wilayah Depok dan Bekasi

Wilayah Depok dan Bekasi sebelumnya memiliki ketentuan berbeda di banding daerah lain di Jawa Barat karena berada dalam yurisdiksi Polda Metro Jaya. Kini, penyesuaian di lakukan agar pelayanan menjadi lebih seragam dan praktis.

Selain layanan langsung di Samsat, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran berbasis digital. Langkah ini di nilai efektif untuk mengurangi antrean serta mempercepat proses administrasi.

“Kami harapkan masyarakat juga bisa memanfaatkan Signal, yaitu aplikasi Samsat Digital Nasional,” ungkapnya.

Aplikasi tersebut memungkinkan wajib pajak melakukan pembayaran secara daring tanpa harus datang ke kantor Samsat. Setelah transaksi selesai, proses pengesahan di lakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga: Indonesia Berduka Atas Berpulangnya Mantan Wapres Try Sutrisno

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang konsisten memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan.

“Terima kasih pada seluruh warga Jabar yang terus rajin membayar pajaknya, dan mengalami peningkatan pendapatan di Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

Kebijakan yang mulai berlaku hari ini di harapkan semakin meningkatkan kenyamanan pelayanan sekaligus menjaga tren penerimaan pajak kendaraan bermotor di wilayah Depok dan Bekasi yang memiliki jumlah kendaraan cukup tinggi.

(Jingga Sonjaya)

Dorong Stabilitas Harga, Pemkot Banjar Gelar Pasar Murah Ramadan

0
Banjar@fokusjabar.id
Kegiatan Pasar Murah Ramadhan di Kota Banjar.(fokusjabar.id/Budiana Martin)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) kembali menggelar pasar murah Ramadhan di halaman Kecamatan Banjar, Selasa (3/3/2026). 

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa.  

Kepala Bidang Perdagangan KUKMP, Riyanti Savitrie, mengatakan pasar murah di gelar di empat kecamatan sepanjang Ramadhan. 

Baca Juga: Pemkot Banjar Ajukan Pinjaman Rp21 Miliar untuk Bayar THR Pegawai

“Pertama pada 24 Februari di Langensari, kemudian 26 Februari di Purwaharja, hari ini 3 Maret di Kecamatan Banjar, dan terakhir 5 Maret di Kecamatan Pataruman,” ujarnya.  

Menurut Savitrie, harga komoditas di pasar murah lebih rendah Rp1.000 hingga Rp2.000 di bandingkan harga pasar. 

Meski selisihnya tidak terlalu besar, langkah ini di nilai cukup membantu masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Komoditas yang di jual meliputi beras, minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, kerupuk, ayam, daging, bawang merah, bawang putih, cabai, dan bahan pokok lainnya.  

Baca Juga: Pemkot Banjar Sikat 200 Spanduk Ilegal, PAD Jadi Taruhan

“Tujuan utama kegiatan ini pertama untuk stabilisasi harga, kedua untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan puasa,” kata Savitrie.  

Ia juga mengatakan antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang datang. Savitrie menambahkan, masyarakat berharap kegiatan ini bisa rutin di laksanakan di luar bulan puasa. 

“Minimal sebulan sekali, atau mungkin dua bulan sekali,”pungkasnya.

(Budiana Martin)

Indonesia Berduka Atas Berpulangnya Mantan Wapres Try Sutrisno

0
Try sutrisno@fokusjabar.id
Mantan Wakil Presiden RI, Jenderal (Purn) Try Sutrisno.(Istimewa)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, dalam usia 90 tahun. Kepergiannya menjadi kabar duka bagi masyarakat Indonesia, mengingat perannya yang cukup panjang dalam perjalanan pemerintahan dan militer nasional.

Sosok kharismatik tersebut menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58–07.00 WIB, setelah menjalani perawatan. Informasi wafatnya di sampaikan secara resmi kepada publik usai konfirmasi dari pihak keluarga dan rumah sakit.

Sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, Try Sutrisno di kenal sebagai figur yang hadir dalam fase penting dinamika politik Indonesia. Kiprahnya pada masa itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh sentral dalam struktur pemerintahan nasional.

Baca Juga: KrediOne-Bank Ganesha Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan

Lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, perjalanan kariernya bermula dari dunia militer. Ia meniti berbagai posisi strategis sebelum akhirnya di percaya menduduki jabatan tinggi di tingkat nasional.

Karier Dalam Militer

Dalam karier kemiliterannya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat serta Panglima ABRI. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika ia kemudian memasuki ranah pemerintahan sipil sebagai wakil presiden.

Setelah wafat, jenazah di semayamkan di kediaman duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, lalu di shalatkan di Masjid Sunda Kelapa. Prosesi berlangsung khidmat dengan di hadiri keluarga dan sejumlah tokoh negara.

Pemakaman di laksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Upacara tersebut di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya.

Di TMP Kalibata, almarhum di makamkan di area yang berdekatan dengan sejumlah tokoh nasional lainnya. Hal ini menjadi simbol penghargaan atas kontribusinya selama puluhan tahun bagi Indonesia.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga pemimpin negara sahabat. Mereka mengenang dedikasi dan peran Try Sutrisno dalam menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga: Tolak Tawaran Profesor di Jerman, Brigjen  Bangkit Widodo Pilih Mengabdi untuk Negara

Sepanjang kariernya, ia di kenal sebagai figur militer yang kemudian bertransformasi menjadi negarawan. Rekam jejak tersebut membentuk warisan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia.

Kepergian Try Sutrisno menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh yang pernah memegang tanggung jawab besar di negeri ini. Namanya kini tercatat sebagai bagian penting dari sejarah kepemimpinan nasional.

(Jingga Sonjaya)