spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 55

Akademi Indoboxing Tasikmalaya Kukuhkan 26 Pengurus Periode 2026–2030, Fokus Cetak Atlet Usia Dini

0
TASIKMALAYA, FOKUSjabar.id
Ket foto : Ketua Dewan Pembina Akademi Indoboxing Dicky Candra Negara, saat melantik dan mengukuhkan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Periode 2026-2030 di GCC Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wadah olahraga bela diri asli daerah mencatat babak baru. Dicky Candra Negara melantik Dewan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Periode 2026–2030 di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (19/9/2026).

Proses pengukuhan berlangsung khidmat dan hangat. Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua Dewan Pembina Akademi Indoboxing Dicky Candra Negara, Ketua MUI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan, Kadis Pendidikan Kota Tasikmalaya Rojab Riswan Taufik, perwakilan Disporabudpar Momon Suherman, Ketua BKC H. Ujang, tokoh olahraga, serta anggota Indoboxing se-Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Pedagang Dadaha Tasikmalaya Sepakati Minggu 20 September Jadi Hari Terakhir Jualan di Jogging Track

Pelantikan ini memperkuat legalitas formal dan mendongkrak sinergi memajukan olahraga bela diri daerah.

Kukuhkan 26 Pengurus dan Perluas Kurikulum

Ketua Umum Akademi Indoboxing Kota Tasikmalaya, Rana Nur Alamsyah, mengukuhkan sebanyak 26 anggota sebagai pengurus pusat periode 2026–2030. Pengurus baru mematok fokus pada penguatan organisasi dan pembinaan atlet usia dini.

“Fokus utama kepengurusan kami ke depan, adalah penguatan regulasi organisasi, standardisasi kurikulum akademi, serta perluasan pembinaan atlet usia dini di berbagai daerah,” ungkap Rana Nur Alamsyah, Sabtu (19/9/2026).

Indoboxing kini menembus dunia pendidikan formal. Sebanyak 6 sekolah di Kota Tasikmalaya memasukkan Indoboxing ke dalam daftar kegiatan ekstrakurikuler pelajar.

“Alhamdulillah, sudah ada 6 sekolah yang memasukkan Indoboxing ke dalam ekstrakurikuler di sekolah. Ini bukti bahwa olahraga Indoboxing ini bisa menjadi olahraga prestasi bagi anak-anak di sekolah dan telah diterima positif,” ujar Rana.

Salurkan Energi Jalanan Jadi Prestasi Berakhlak

Rana menjelaskan bahwa pembentukan Akademi Indoboxing berakar dari kepedulian merangkul anak muda yang kerap terlibat perkelahian jalanan. Akademi ini menggabungkan silat, muaythai, dan kickboxing bergaya modern agar energi negatif berubah menjadi prestasi profesional.

“Anak-anak muda yang tadinya sering berkelahi di luar sana, kita wadahi di Indoboxing ini. Di dalamnya terdapat kolaborasi bela diri seperti silat, muaythai, dan kickboxing yang terkemas secara modern, sehingga bakat berkelahinya dapat tersalurkan positif dan juga meraih prestasi secara profesional,” paparnya.

Pihak akademi juga menggandeng MUI Kota Tasikmalaya guna menyisipkan siraman rohani. Target besar berikutnya mengantar Akademi Indoboxing bergabung dengan KONI demi mencetak atlet berprestasi tingkat regional hingga nasional.

Solusi Alternatif Kenakalan Remaja

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, melontarkan apresiasi tinggi atas kontribusi Akademi Indoboxing meredam aksi kriminalitas jalanan seperti geng motor, begal, dan tawuran.

“Akademi Indoboxing ini, menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengurangi tingkat kenakalan remaja, seperti kekerasan di jalan raya, tawuran dan bega, terlebih geng motor yang akhir-akhir ini kembali marak di Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Ia menyoroti keterbatasan fasilitas penerangan jalan umum (PJU), minimnya CCTV, dan personel keamanan yang menuntut kolaborasi lintas elemen masyarakat. Selanjutnya Ia memuji langkah Akademi Indoboxing menanamkan fondasi agama bagi anggota.

“Bimbingan keagamaan bagi seluruh anggota Indoboxing, ini sangat baik dalam menanamkan nilai-nilai spiritual keimanan, kemudian ini akan menjadikan Indoboxing sebagai olahraga yang lebih inklusif, modern dan berprestasi, serta berakhlak mulia,” pungkasnya.

(Seda)

Pedagang Dadaha Tasikmalaya Sepakati Minggu 20 September Jadi Hari Terakhir Jualan di Jogging Track

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Are Joging track Dadaha harus steril dari para pedang dan Minggu besok menjadi batas akhir berjualan.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Penataan Kompleks Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya memasuki babak baru. Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro (PPKM) menyepakati batas waktu akhir aktivitas berjualan di kawasan jogging track Dadaha hingga Minggu (20/9/2026).

Kesepakatan tegas ini lahir usai Ketua PPKM, H. Ana, menggelar komunikasi langsung dengan perwakilan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi, Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga: Arief Arseha Ambil Alih Golkar Tasikmalaya, Serukan “Tak Ada Lagi Kubu”

“Tapi barusan kami komunikasi dengan Pak Sandi Satpol PP dan disepakati besok, hari Minggu 20 September 2026, terakhir jualan di sini. Terima kasih Pak Sandi,” kata H. Ana saat memberikan keterangan di Shelter Dadaha.

Dukung Ketertiban dan Siapkan Aksi Gotong Royong

H. Ana menegaskan komitmen para pedagang untuk mengosongkan area sekitar shelter dan Lapang Softball mulai pekan depan. Pihaknya mendukung tindakan tegas aparat Satpol PP jika menemukan oknum pedagang yang nekat melanggar aturan.

Para pedagang yang terhimpun dalam PPKM menjadwalkan aksi bersih-bersih secara gotong royong pada Senin (21/9/2026). Aksi ini menjadi langkah awal sebelum pedagang menempati dan mengelola shelter secara resmi melalui koordinasi bersama UPTD Dadaha.

Kritik Kinerja UPTD Dadaha

Di balik kesepakatan tersebut, PPKM melontarkan kritik tajam terhadap kinerja UPTD Dadaha. H. Ana menilai pengelola area masih setengah-setengah dalam menata kawasan.

Kawasan shelter tersebut sejatinya sanggup menampung sekitar 70 pedagang baru. Jika menggabungkan dengan pedagang lama, lokasi ini akan menampung total 96 pelaku usaha mikro.

Namun, keberadaan gerobak bakso yang mangkrak dan tak bertuan di dalam shelter mengganggu proses penataan tempat jualan.

“Tapi jadi terhambat, UPTD terkesan setengah-setengah, harus serius. Karena masih ada gerobak bakso di shelter yang belum ditertibkan. Kalau gerobak lain sudah ditertibkan,” keluh H. Ana.

PPKM mendesak UPTD Dadaha segera membersihkan sisa-sisa gerobak tersebut sebelum kepindahan pedagang dimulai. Langkah ini penting agar ratusan pedagang dapat menempati lapak baru dengan tertib dan lancar.

(Abdul Latif)

PSGC Menang di Hadapan 9.605 Suporter, Herdiat Ingin Stadion Galuh Makin Bergemuruh

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya

CIAMIS,FOKUSjabar.id: CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, menyambut gembira keberhasilan Laskar Singacala mengamankan kemenangan 2-0 atas Sumsel United pada laga perdana kandang Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (19/9/2026).

Herdiat menilai raihan tiga poin penuh pada laga awal ini menjadi fondasi berharga untuk menatap deretan laga sengit berikutnya.

Baca Juga: Heri Kiswanto Ungkap Rahasia PSGC Ciamis Bangkit dan Menang

“Alhamdulillah, main kandang pertama kita dapat poin penuh, tiga poin. Modal awal kita untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Herdiat usai mendampingi tim.

Picu Semangat Pemain dan Ribuan Suporter

Herdiat berharap hasil manis ini sanggup membakar motivasi para pemain dan pendukung setia PSGC Ciamis. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat Ciamis agar konsisten memberikan dukungan langsung dari tribun stadion.

“Pemain harus tambah semangat, suporter juga harus tambah semangat. Dukung kami terus, datang ke stadion,” tuturnya.

Laga perdana PSGC musim ini menyedot perhatian besar masyarakat. Ribuan suporter tampak memadati tribun Stadion Galuh untuk mengawal perjuangan Laskar Singacala dari awal hingga akhir pertandingan.

Atmosfer Stadion Galuh yang Jauh Lebih Bergemuruh

Menanggapi laporan kehadiran jumlah penonton yang menembus angka 9.000 orang lebih, Herdiat justru memberikan respons mengejutkan. Ia menilai angka tersebut masih berada di bawah harapannya.

“Kurang,” tegas Herdiat singkat.

Ketika mengonfirmasi kembali penilaian tersebut, Herdiat menegaskan bahwa ia ingin melihat atmosfer Stadion Galuh yang jauh lebih bergemuruh pada laga-laga kandang mendatang.

“Kurang, harus penuh semua,” pungkasnya.

Kemenangan 2-0 atas Sumsel United menandai langkah awal nan solid PSGC Ciamis di kompetisi musim ini. Herdiat optimistis antusiasme masyarakat Ciamis akan terus bergelora hingga memenuhi seluruh sudut Stadion Galuh di setiap laga kandang.

(Mia)

Arief Arseha Ambil Alih Golkar Tasikmalaya, Serukan “Tak Ada Lagi Kubu”

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Kefot: Mochammad Arief Arseha, SE, MM Ketua terpilih, menerima bendera dan panji-panji partai dari Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya melahirkan kepemimpinan baru. Mochammad Arief Arseha terpilih secara aklamasi untuk menakhodai Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya periode lima tahun ke depan 2025-2030.

Arief yang saat ini menjabat Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan sebagai ketua dalam Musda yang digelar di Hotel Alhambra, Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga: Sisa Bara Tungku Gula Aren Picu Kebakaran, 3 Rumah di Tasikmalaya Ludes dan Rugi Rp185 Juta

Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Erry Purwanto yang sebelumnya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode 2015-2025.

Musda XI dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin, jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Barat, anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat, serta unsur pimpinan dan kader Golkar Kabupaten Tasikmalaya.

Dukungan terhadap Arief datang dari Pengurus Kecamatan (PK) dan unsur Hasta Karya yang menjadi bagian dari struktur dan organisasi pendukung Partai Golkar. Proses pemilihan pun berakhir dengan penetapan Arief secara aklamasi.

Namun, pesan pertama Arief setelah menerima mandat bukan sekadar soal kemenangan dalam forum Musda. Ia langsung menyerukan agar seluruh kader mengakhiri sekat-sekat internal dan kembali merapatkan barisan.

“Tidak ada lagi kelompok ini atau kelompok itu. Tidak ada lagi pendukung si A atau si B. Yang ada hanya satu nama, satu panji, dan satu tujuan: Partai GOLKAR Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Arief.

Bagi Arief, berakhirnya Musda harus menjadi awal konsolidasi, bukan melanjutkan dinamika internal.

Ia meminta seluruh kader, mulai dari pengurus hingga jajaran akar rumput, kembali turun ke masyarakat dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga.

“Energi kita terlalu berharga jika dihabiskan untuk dinamika internal. Mari kita turun ke desa-desa, dengarkan persoalan rakyat dan berikan solusi nyata,” katanya.

Bawa Empat Agenda Perubahan

Di bawah kepemimpinannya, Arief menyiapkan empat arah utama bagi Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya.

Pertama, modernisasi dan transformasi organisasi. Arief ingin Golkar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan menggunakan pendekatan berbasis data dalam menjalankan kerja politik.

Kedua, kaderisasi yang lebih cepat dan inklusif. Ia menekankan pentingnya membuka ruang bagi kader potensial, generasi muda dan kalangan profesional untuk mengambil peran dalam organisasi.

Ketiga, memperkuat kehadiran Golkar dalam persoalan ekonomi masyarakat. Ia menyebut petani, pedagang pasar, pelaku UMKM hingga pekerja sektor informal sebagai kelompok yang harus mendapatkan perhatian melalui kerja nyata partai.

“GOLKAR harus hadir di pasar-pasar tradisional, di sawah-sawah petani, di bengkel-bengkel kecil dan di pusat-pusat UMKM,” ujarnya.

Keempat, membangun sinergi ulama dan umara dengan tetap menjadikan karakter religius dan budaya masyarakat Tasikmalaya sebagai bagian dari arah perjuangan partai.

Arief menilai perubahan zaman menuntut Golkar tidak hanya mengandalkan pola kerja politik lama. Menurutnya, partai harus mampu membaca perubahan sekaligus menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

Tak Sekadar Mengejar Kekuasaan

Dalam pidato perdananya, Arief juga menekankan bahwa kepemimpinan di partai harus dipandang sebagai amanah.

Ia menyebut jabatan sebagai sesuatu yang sementara, sementara tanggung jawab kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama.

“Kita tidak sedang mengejar kekuasaan demi kekuasaan itu sendiri. Kita sedang merebut momentum untuk membawa Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah yang mandiri, maju dan sejahtera,” katanya.

Arief juga menyatakan membuka ruang bagi kader yang ingin bekerja dan berkontribusi dalam organisasi. Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan dinamika internal sebagai penghambat kerja partai.

Dengan terpilihnya Arief secara aklamasi, perhatian kini bergeser dari proses suksesi menuju pekerjaan rumah kepemimpinan baru: merapikan barisan, memperkuat kaderisasi dan membuktikan kehadiran Golkar di tengah masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Layar telah terkembang, angin perubahan telah bertiup, dan tidak ada kata mundur untuk kejayaan GOLKAR,” pungkas Arief.

(Farhan Kamil)

Heri Kiswanto Ungkap Rahasia PSGC Ciamis Bangkit dan Menang 2-0 atas Sumsel United

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menyampaikan rasa bahagianya usai anak-asuhnya sukses mengamankan kemenangan 2-0 atas Sumsel United pada lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (19/9/2026).

Kemenangan ini terasa sangat krusial mengingat pertandingan berjalan sengit dan menegangkan. Sumsel United sempat memberikan perlawanan sengit serta mengancam lewat hadiah penalti.

Baca Juga: Sumsel United Kalah 0-2 dari PSGC, M. Nasuha Bongkar 3 Masalah yang Bikin Tim Tumbang

Rebut Momentum Usai Lawan Gagal Penalti

Heri menilai kegagalan eksekusi penalti lawan menjadi titik balik kemenangan Laskar Singacala. Skuad PSGC langsung memanfaatkan jatuhnya mental lawan untuk menguasai jalannya laga dan mengamankan tiga poin di kandang.

“Yang jelas untuk saya pribadi bahagia sekali, happy ya. Hari ini memang sangat menegangkan karena Sumsel juga cukup memberikan perlawanan. Mereka gagal di penalti, agak down, akhirnya kita bisa mencari momen itu,” ujar Heri pada sesi Post Match Press Conference.

Ia memberikan apresiasi tinggi atas kedisiplinan dan semangat juang para pemain sepanjang 90 menit permainan.

Pujian Khusus untuk Komando Kim Min Hyeok

Heri menyoroti peran vital bek asal Korea Selatan, Kim Min Hyeok, dalam menggalang lini pertahanan. Menurut Heri, duet Kim bersama Zikri Ferdiansyah sukses memberikan ketenangan luar biasa bagi seluruh tim.

“Saya sangat apresiasi ke Kim, karena salah satu komando juga di samping Zikri. Dia bisa menenangkan lini pertahanan. Walaupun kondisinya belum begitu 100 persen, tapi dia simpel bermain, taktis, dan itu memang sangat dibutuhkan di pertahanan,” ungkap Heri.

Pemain bertahan PSGC, Zikri Ferdiansyah, turut memuji kontribusi rekan duetnya tersebut. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari pengalaman bertanding yang Kim miliki.

Fokus Tatap Laga Berat Melawan Semen Padang

Meski memetik hasil sempurna, Heri mengingatkan para pemain agar tidak larut dalam euforia kemenangan. PSGC sudah menanti tantangan berat berikutnya saat berhadapan dengan tim unggulan, Semen Padang.

“Tiga poin ini tentu menaikkan ritme mentalnya. Ini cukup bagus, tapi jangan terlalu terlena karena Semen Padang itu tim yang memang diunggulkan,” tegasnya.

Heri meminta seluruh anggota tim tetap menjaga fokus, meningkatkan kerja keras, serta mempertahankan kedisiplinan demi meraih hasil maksimal pada laga-laga mendatang.

(Mia)

Usai Pensiun Jadi Guru, Ibu Bupati Pangandaran dan Cakra Khan Pilih Beternak Maggot

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Entih Trisuyahmi tengah berkegiatan budidaya Magot

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masa pensiun sebagai tenaga pengajar tidak menyurutkan semangat Entih Trisuyahmi untuk tetap aktif berkarya. Ibu dari Bupati Pangandaran Citra Pitriyami sekaligus penyanyi Cakra Khan ini memilih mengisi hari-harinya dengan berkebun, beternak, dan membudidayakan maggot.

Wanita yang akrab menyapa publik dengan panggilan Nenek Ail ini memulai budidaya maggot sejak satu bulan terakhir di kediamannya.

Baca Juga: Reaktivasi Kereta Api Banjar-Pangandaran Masuk Rencana 2028-2029

Berawal dari Tumpukan Sampah Dapur MBG

Ide membudidayakan maggot berawal dari keprihatinan Nenek Ail melihat tingginya volume sampah organik. Ia mengumpulkan sisa makanan tersebut dari dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dan dapur SPPG yang jumlahnya mencapai 3 hingga 4 kuintal setiap hari.

“Karena sampah yang banyak itu Nenek jadi berpikir gimana ya sampah ini jangan sampai mubazir. Sudah dipilah, sampah yang harus dipisahkan sudah. Ini sampah masih banyak,” ujar Nenek Ail, Sabtu (19/9/2026).

Melihat tumpukan sampah melimpah yang tidak sanggup habis oleh ternaknya, sang cucu memberi saran untuk mencoba ternak maggot. Nenek Ail menyambut gagasan tersebut dengan membeli 20 gram telur maggot secara online.

Ia menyulap bangunan bekas Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi tempat budidaya berselimut kelambu. Percobaan pertamanya membuahkan hasil melimpah hingga panen maggot melampaui perkiraan.

Pakan Alami untuk Ratusan Ekor Ternak

Nenek Ail memanfaatkan panen maggot tersebut untuk memberi pakan ratusan ekor unggas miliknya. Di area pekarangannya, ia memelihara lebih dari 100 ekor ternak yang terdiri dari ayam, bebek, soang, itik, hingga meri.

Selain mengurus maggot dan ternak, Nenek Ail rajin mengolah lahan kebunnya. Berbagai jenis tanaman tumbuh subur di tangannya, mulai dari sawo, talas, salak, pepaya, cabai rawit, hingga singkong. Ia bahkan pernah menanam talas Pratama yang sempat viral di media sosial.

“Pokoknya ada singkong, ada apa saja yang bisa Nenek tanam pasti Nenek tanam,” tuturnya.

Mengantongi Restu Cakra Khan dan Citra Pitriyami

Nenek Ail menegaskan bahwa motivasi utamanya menjalankan kegiatan ini murni untuk memanfaatkan waktu luang dan menjaga lingkungan, bukan mengejar keuntungan bisnis semata.

Sebelum memulai seluruh aktivitas ini, Nenek Ail terlebih dahulu meminta izin dan berdiskusi dengan kedua anaknya, Citra Pitriyami dan Cakra Khan. Kedua anaknya memberikan dukungan penuh selama kegiatan tersebut membawa dampak positif dan membahagiakan sang ibu.

“Sangat boleh sekali. Selagi Nenek senang, selagi tidak melanggar aturan, selagi bisa bermanfaat buat Nenek, buat yang lain boleh,” kata Nenek Ail menirukan respons hangat dari anak-anaknya.

(Sajidin)

Sumsel United Kalah 0-2 dari PSGC, M. Nasuha Bongkar 3 Masalah yang Bikin Tim Tumbang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Kepala Pelatih Sumsel United, M. Nasuha

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sumsel United harus pulang dengan tangan hampa usai menelan kekalahan 0-2 dari PSGC Ciamis pada laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (19/9/2026).

Kepala Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, mengakui skuadnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah pada babak pertama. Namun, beberapa kendala teknis memicu kegagalan skema tim di lapangan.

Baca Juga: PSGC Ciamis Hajar Sumsel United 2-0, Brace Ezechiel dan Aksi Heroik Raufa Warnai Stadion Galuh

Sisi Kiri Mampet dan Hilang Fokus Bola Mati

Nasuha menyoroti kinerja sektor kiri permainan timnya yang tampil tidak maksimal selama pertandingan. Kondisi tersebut membuat Laskar Sumsel kewalahan meredam gempuran PSGC.

“Di babak pertama sebenarnya ada beberapa posisi yang memang tidak jalan, sehingga kita kesulitan mengantisipasi. Terutama di sebelah sisi kiri kita memang tidak jalan di situ,” ujar Nasuha pada sesi Post Match Press Conference.

Selain itu, para pemain Sumsel United sempat kehilangan konsentrasi saat mengantisipasi situasi bola mati. Padahal, tim kepelatihan sudah memperingatkan bahaya penyerang PSGC sebelum laga bergulir.

Penalti Gagal dan Mental Tumbuh Merosot

Momentum emas sebenarnya sempat menghampiri Sumsel United saat wasit memberikan hadiah penalti. Namun, kegagalan mengeksekusi penalti tersebut meruntuhkan semangat juang para pemain.

“Ketika terjadi penalti harusnya bisa menyamakan kedudukan, bisa mengangkat mental tim, tapi tidak masuk sehingga mental agak turun,” tuturnya.

Kartu Merah dan Faktor Kelelahan Bikin Skuad Makin Terpuruk

Penderitaan tim tamu semakin bertambah usai wasit mengganjar salah satu pemainnya dengan kartu merah pada menit ke-76. Bermain dengan 10 orang dalam kondisi tertinggal membendung habis peluang tim tamu untuk bangkit.

“Yang pasti sangat berpengaruh. Karena di samping kalah jumlah, juga dalam keadaan tertinggal itu akan lebih sulit untuk bisa bangkit dari kekalahan,” tegas Nasuha.

Di luar masalah taktik, Nasuha menilai perjalanan jauh dan rasa lelah turut menggerus stamina anak asuhnya. Ia berjanji akan merombak hal-hal dasar dalam skema permainan tim demi memetik hasil lebih baik pada laga selanjutnya.

(Mia)