spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 61

Siapkan Pompa Hingga Sebar Air Gratis, Pemkab Sumedang Siagakan Layanan Darurat 112

0
SUKABUMI, FOKUSJabar.id
Pemkab Sumedang Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Forkopimda Kabupaten Sumedang menggelar rapat koordinasi strategis di Aula Tampomas, Kamis (30/7/2026). Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin langsung pembahasan dampak kemarau, kemiskinan, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

Dony menekankan penanganan musim kemarau membutuhkan kolaborasi erat seluruh elemen masyarakat dan lintas instansi.

Baca Juga: Pemkot Depok dan Yonif TP 899 Tanam Alpukat, Tomat, serta Tebar Ribuan Benih Ikan Dukung Program Ketahanan Pangan

“Penanganan kemarau tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar dampaknya dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menginstruksikan para camat mengoordinasikan penanganan wilayah, memantau kondisi harian, serta memperbarui data rawan bencana.

“Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gagal panen, krisis air bersih, serta kerusakan jalan harus menjadi dasar penetapan prioritas penanganan,” katanya.

Pemkab Sumedang mengoptimalkan perbaikan saluran irigasi, penggunaan pompa air, serta pengaturan pola tanam petani.

“Pantau potensi gagal panen juga akan diperkuat disertai penyediaan cadangan pangan dan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Pemerintah mempercepat penyaluran air bersih melalui koordinasi BPBD, PDAM, PMI, serta mengaktifkan layanan darurat 112.

“BPBD sebagai koordinator penanganan kekeringan yang bertugas mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan dan memetakan seluruh sumber air yang dapat warga manfaatkan,” katanya.

Percepatan Pengerukan Sungai

Bupati mendesak percepatan pengerukan sungai, pembersihan drainase, dan penertiban bangunan liar penghambat aliran air.

“Selain itu, mengoptimalkan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani jalan berlubang, kerusakan drainase, trotoar, irigasi, hingga titik rawan longsor. Pelayanan pemerintah harus cepat, responsif, dan langsung masyarakat rasakan,” tegasnya.

Seluruh dinas wajib menggelar Jumat Bersih serentak sambil mempercepat penganggaran rehabilitasi jalan pada Perubahan APBD.

Bupati menegaskan pengentasan angka kemiskinan tetap menjadi fokus utama pelayanan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Tugas negara adalah menyejahterakan masyarakat. Karena itu pemerintah harus terus melakukan pembenahan agar angka kemiskinan terus menurun,” katanya.

Pihaknya mendorong validasi data penerima bantuan sosial, digitalisasi perlindungan sosial, serta penguatan Program Desa Cantik.

Ia meminta dinas terkait memperluas edukasi hemat air dan pencegahan kebakaran lahan kepada seluruh warga.

“Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh tindak lanjut hasil rapat agar setiap persoalan segera mendapat penanganan dengan baik,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyah)

Pemkot Depok dan Yonif TP 899 Tanam Alpukat, Tomat, serta Tebar Ribuan Benih Ikan Dukung Program Ketahanan Pangan

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Wali Kota Depok Supian Suri, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari, dan jajaran TNI melakukan penebaran benih ikan di lahan peternakan Yonif TP 889/Baga Satya Gardapati, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kamis (30/07/26).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Wali Kota Depok Supian Suri mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 899/Baga Satya Gardapati di Cipayung.

Supian Suri hadir bersama jajaran Forkopimda, Irdam Jaya, serta Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Job Fair Kota Depok 2026 Resmi Digelar Awal Agustus, Ada Walk In Interview

Kunjungan kerja ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga ketahanan pangan.

Rombongan menggelar aksi nyata dengan menanam pohon alpukat, tomat, serta menebar ribuan benih ikan nila.

Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memanfaatkan lahan produktif dan menjaga kelestarian lingkungan lokal.

Wali Kota Supian Suri mengapresiasi keterlibatan aktif TNI mendukung penguatan kemandirian pangan nasional secara konsisten.

Ia menyebut langkah Yonif TP 899 sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Semangat ketahanan pangan, mengedukasi masyarakat salah satu ikhtiarnya memang harus oleh kita sebagai pemerintah, termasuk Yonif TP 889/Baga Satya Gardapati,” ujarnya dalam acara tersebut.

Supian Suri berharap para prajurit TNI terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan warga Cipayung. Selanjutnya Ia menegaskan Pemkot Depok siap mendukung penuh seluruh program teritorial yang TNI jalankan.

“Terima kasih kepada Yonif TP 889 kami siap berkolaborasi melalui Forkopimda dan seluruh instansi vertikal karena kita punya semangat yang sama melayani masyarakat Kota Depok,” tegasnya.

Danyonif TP 899/Baga Satya Gardapati Letkol Inf Satriyo Pinandito menjelaskan satuannya mengelola lahan seluas 53,8 hektare.

Pihaknya memanfaatkan area tersebut untuk penanaman palawija serta pengembangan sektor peternakan secara terpadu. Kemudian Satriyo berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap keberadaan markas beserta kawasan pertaniannya.

“Semoga tanah satuan ini bisa bermanfaat untuk kita semua,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Solusi Sampah Bandung Raya dan Sumber Energi Bersih Jabar

0
PSEL Legok nangka
Groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Legok Nangka. (Foto: Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persoalan sampah yang membayangi kawasan Bandung Raya selama bertahun-tahun kini resmi memasuki babak baru. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Legok Nangka melalui prosesi groundbreaking Rabu, (29/7/2026).

Proyek strategis bernilai investasi sekitar Rp6 triliun ini kemungkinan menjadi fasilitas pengelolaan sampah modern yang mampu menyulap ribuan ton limbah harian menjadi sumber energi listrik bersih (waste-to-energy).

Solusi Krisis Sampah dan Kemandirian Energi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang demi lingkungan yang lebih bersih dan mewujudkan kemandirian energi daerah.

Menggunakan teknologi ramah lingkungan, fasilitas raksasa ini dengan kapabilitas utama:

  • Kapasitas Olah Sampah: Mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dari wilayah Bandung Raya.
  • Hasil Energi Listrik: Mengonversi limbah menjadi energi listrik berkapasitas sekitar 40 Megawatt (MW).

Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) konvensional yang sering kali memicu krisis lingkungan di Jawa Barat.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Bongkar Borok 11 Pabrik Batu Kapur di Cipatat

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain menyelesaikan krisis lingkungan, proyek infrastruktur hijau ini membawa dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Membuka lebih dari 1.500 lapangan kerja baru selama masa konstruksi hingga operasional.
  • Iklim Investasi: Meningkatkan daya tarik investasi hijau (green investment) di wilayah Jawa Barat.

Dukungan Nasional dan Internasional

Pentingnya peran PSEL Legok Nangka turut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat dan mitra mancanegara. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot—yang hadir bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup serta perwakilan dari Pemerintah Jepang dan Kerajaan Belanda—menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian vital dari percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara nasional.

Pemanfaatan teknologi waste-to-energy dinilai efektif menyelesaikan dua tantangan sekaligus: mengatasi tumpukan sampah harian dan menyuplai kebutuhan energi hijau.

BACA JUGA: Warga Taraju Masih Menunggu, Pemkab Tasikmalaya Tagih Janji Dedi Mulyadi Perbaiki Jalan Rusak

Kolaborasi Kunci Demi Masa Depan Berkelanjutan

Momentum groundbreaking ini makin mantap dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemdaprov Jawa Barat dan sejumlah mitra strategis, di antaranya, PT Pertamina (Persero), PT Karunia Bersatu Sejahtera dan PT Jabar Environmental Solution

Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh para kepala daerah se-Bandung Raya, dilanjutkan dengan peletakan material pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik.

Melalui PSEL Legok Nangka, Jawa Barat optimistis memelopori model pengelolaan sampah modern berstandar internasional di Indonesia, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca demi masa depan yang berkelanjutan.

Job Fair Kota Depok 2026 Resmi Digelar Awal Agustus, Ada Walk In Interview

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Pelaksanaan Job Fair. Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Depok kembali membuka kesempatan emas bagi pencari kerja melalui gelaran Job Fair 2026. Bursa kerja tersebut bakal berlangsung selama dua hari pada 4 hingga 5 Agustus 2026.

Panitia memusatkan seluruh rangkaian acara di Depok Town Square dengan menggaet puluhan perusahaan ternama.

Sebanyak 25 perusahaan menyediakan lebih dari seribu lowongan kerja untuk pelbagai kualifikasi serta latar belakang.

Baca Juga: Distribusi Air Bersih di Bekasi Tembus 3 Juta Liter, 23 Desa Masih Terdampak Kekeringan

Wali Kota Depok Supian Suri mengajak seluruh warga memanfaatkan ajang pencarian kerja ini secara maksimal.

Supian Suri menyampaikan ajakan tersebut melalui akun Instagram resmi Disnaker Depok, Kamis (30/7/2026).

“Berita gembira untuk teman-teman yang mencari kerja, program Jobfair akan mulaii pada 4–5 Agustus 2026 di Depok Town Square (Detos). Silahkan datang dan mendaftar,” ungkap Supian Suri, Kamis (30/07/26).

Acara ini memfasilitasi para pelamar untuk mengikuti wawancara langsung bersama perwakilan HRD perusahaan.

Pemkot Depok merancang skema walk in interview agar proses seleksi berjalan lebih cepat dan efisien.

Supian Suri menegaskan bahwa seluruh perusahaan peserta telah mengantongi kerja sama resmi dengan pemerintah daerah.

“Manfaatkan kesempatan ini, datang tepat waktu, dan mudah-mudahan ini bisa menjadi rejeki warga Kota Depok,” tutupnya.

Pemkot Depok berharap acara ini efektif menekan angka pengangguran sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

Pihaknya mengimbau para pelamar kerja menyiapkan dokumen persyaratan secara lengkap sebelum mendatangi lokasi acara.

(Jingga Sonjaya)

Distribusi Air Bersih di Bekasi Tembus 3 Juta Liter, 23 Desa Masih Terdampak Kekeringan

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin didampingi Kalak BPBD, Muchlis, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Kabupaten Bekasi. Bertempat di Ruang Rapat BPBD Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, Kamis (30/07/2026). Sumber Gambar: bekasikab.go.id

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih untuk warga terdampak kemarau. BPBD Kabupaten Bekasi menggandeng pelbagai pemangku kepentingan guna mendistribusikan pasokan air secara bertahap.

Langkah ini menjadi fokus Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan 2026 di Cikarang Pusat, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Sebanyak 100 Kebakaran Terjadi di Depok, Damkar Ungkap Penyebab Terbanyak

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin memimpin langsung rapat strategis tersebut.

Endin mengapresiasi kerja cepat BPBD serta pemangku kepentingan dalam menyalurkan bantuan air.

“Koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah provinsi, hingga dunia usaha sudah berjalan dengan baik. Upaya-upaya tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengiriman air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengalihkan anggaran pengadaan armada menjadi dana operasional bahan bakar tangki.

Langkah efisiensi ini memastikan seluruh armada pengangkut air bersih tetap beroperasi secara optimal.

Endin mengimbau dinas pemilik kendaraan tangki dan perusahaan swasta untuk ikut berkolaborasi.

“Perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah membantu tentu kami berterima kasih. Namun kami juga mengajak perusahaan lain agar ikut berkolaborasi meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.

Data BPBD mencatat bencana kemarau melanda 37.972 jiwa serta merusak 3.002 hektare lahan pertanian.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Dodi Supriadi menyebut petugas melayani sembilan kecamatan terdampak secara bergilir.

“Hingga saat ini ada 23 desa di 9 kecamatan yang menerima distribusi air bersih. Semua warga terdampak kami layani secara bergilir karena keterbatasan armada dan personel,” ujarnya.

BPBD Mendesak Percepatan Pembangunan Bendungan Hulu Bersama BBWS Citarum

Kecamatan penerima bantuan meliputi Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.

Perumda Tirta Bhagasasi turut memfasilitasi pengambilan air gratis untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Sejak Juni 2026, BPBD bersama mitra gabungan telah menggelontorkan 3.067.300 liter air bersih.

Guna solusi jangka panjang, BPBD mendesak percepatan pembangunan bendungan hulu bersama BBWS Citarum.

“Kami berharap pembangunan bendungan di wilayah hulu segera selesai sehingga air hujan dapat ditampung saat musim penghujan dan dimanfaatkan ketika musim kemarau,” katanya.

Pemerintah daerah mempertahankan status siaga darurat mengingat puncak kemarau berpotensi berlangsung hingga September 2026.

Dodi mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan aktif melaporkan krisis air melalui pemerintah desa.

“Kami mengajak masyarakat untuk hemat menggunakan air. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan dapat segera dijadwalkan dan merata,” ujarnya.

(Jingga Sonjaya)

Enam Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Lakukan Evaluasi Nasional dan Skrining Mental

0
dokter internship
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti. (Foto: Web)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai evaluasi nasional terhadap pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dengan mewajibkan seluruh peserta menjalani skrining kesehatan mental. Kebijakan ini mencakup 10.564 dokter internship di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap peserta program.

Evaluasi tersebut setelah enam dokter internship meninggal dunia sepanjang tahun 2026. Peristiwa itu mendorong Kemenkes untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap aspek kesehatan peserta maupun pelaksanaan program agar kejadian serupa dapat pencegahan di masa mendatang.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta internship bebastugaskan sementara dari aktivitas pelayanan kesehatan selama periode Kamis, 30 Juli 2026 hingga 14 Agustus 2026. Masa penghentian sementara ini untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sekaligus mengevaluasi sistem penyelenggaraan Program Internship Dokter Indonesia.

BACA JUGA: Cabai hingga Telur Meroket! Cek Update Harga Pangan Terbaru PIHPS Bank Indonesia

Hasil investigasi Kemenkes menunjukkan bahwa sebagian besar dari enam kasus kematian tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang telah peserta sebelum menjalani internship. Selain itu, evaluasi juga menemukan satu kasus yang berhubungan dengan tata kelola program dan satu kasus lainnya terpengaruh oleh faktor kelebihan jam kerja atau overtime.

“Jadi, hampir sebagian besar dari enam (kasus) karena sakit yang diderita. Memang ada satu terkait dengan proses tata kelola, satu memang adanya overtime, tetapi yang lainnya tata kelola (program internship) sebenarnya sesuai dengan ketentuan,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah meninggalnya dokter internship berinisial SZM (25) di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil investigasi Kemenkes, dokter tersebut memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa dan telah menjalani terapi sejak masih menempuh pendidikan profesi kedokteran atau koas.

Dokter Internship Wajib MCU

Seluruh peserta internship wajib mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi skrining kesehatan jiwa, medical check-up (MCU), pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dada (thoraks), hingga evaluasi lanjutan bersama Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI). Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung bertahap, mulai dengan skrining kesehatan jiwa pada 3–4 Agustus 2026, kemudian pemeriksaan fisik lengkap pada 5–7 Agustus 2026.

Selain mengevaluasi peserta yang sedang menjalani internship, Kemenkes juga melakukan perubahan terhadap mekanisme penerimaan peserta baru. Mulai pelaksanaan program berikutnya, setiap calon peserta wajib menyerahkan hasil Medical Check-Up (MCU) dan hasil tes psikologi Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) sebagai salah satu syarat sebelum menjalani penempatan.

BACA JUGA: Kepala BGN Larang SPPG Gunakan Bahan Pangan dan Energi Subsidi

Terkait kebijakan tersebut, Yuli Farianti menegaskan, Tes mental MMPI mutlak akan dilakukan sebelum internsip berjalan. Ia juga menjelaskan alasan berlakunya ketentuan baru tersebut dengan mengatakan, harus melampirkan hasil MMPI dan MCU. Ada MCU bagus, tapi dia punya riwayat gangguan kesehatan mental. Sudah sembuh pada saat MCU, tetapi saat internsip dia relaps.

Dalam evaluasi ini, Kemenkes turut meminta rumah sakit dan puskesmas sebagai wahana internship meningkatkan pengawasan terhadap kondisi peserta selama menjalani program. Pemantauan tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikologis, sehingga potensi masalah dapat deteksi lebih dini dan tangani dengan cepat.

Di samping itu, Kemenkes kembali mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar menerapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/594/2026 yang mulai berlaku sejak Juni 2026. Aturan tersebut mengatur jam kerja maksimal peserta internship selama 40 jam setiap minggu, hak cuti, perlindungan peserta, serta pembatasan sistem kerja yang berisiko menimbulkan kelelahan. Melalui evaluasi nasional ini, pemerintah berharap Program Internship Dokter Indonesia dapat berjalan dengan lebih aman, sehat, serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi seluruh dokter yang sedang menjalani masa internship.

Jelang Persib vs Tampines Rovers, Nazri Nasir Bidik Hasil Maksimal di Piala Presiden 2026

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pelatih Tampines Rovers Nazri Nasir (Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tampines Rovers membidik hasil maksimal saat berhadapan dengan Persib Bandung pada laga pamungkas Grup A.

Pertandingan penentu Piala Presiden 2026 tersebut akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Igor Tolic Siapkan Taktik Khusus Persib Hadapi Tampines Rovers di Piala Presiden 2026

Pelatih Tampines Rovers Nazri Nasir mengaku tidak mematok persiapan khusus menjelang laga sengit esok hari.

“Ya, seperti biasa, kami melakukan persiapan seperti yang kami lakukan pada setiap pertandingan,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Nazri mengakui ketangguhan Persib yang bertindak sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh ribuan Bobotoh.

Ia menilai kehadiran suporter fanatic menjadi nilai tambah tersendiri bagi Maung Bandung.

“Kami memahami bahwa Persib memiliki keuntungan karena bermain di kandang sendiri dan tentu mereka sudah menyiapkan target mereka,” ungkapnya.

Meski berada di bawah tekanan tim lawan, Nazri menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lepas dan menikmati laga.

Ia menyebut atmosfer stadion yang riuh justru menjadi ajang pembuktian kualitas bagi anak asuhnya.

“Namun sekali lagi, saya rasa para pemain hanya perlu turun ke lapangan, menikmati pertandingan, dan bermain lepas. Ini adalah kesempatan yang bagus bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan serta tampil di hadapan banyak penonton,” katanya.

Mantan pemain nasional Singapura itu optimistis kedua tim akan menyajikan pertarungan menarik di lapangan hijau.

“Jadi, saya menantikan pertandingan yang akan berlangsung besok dan berharap akan menjadi laga yang sangat menarik,” tegasnya.

(Arif)