spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 62

Distribusi Air Bersih di Bekasi Tembus 3 Juta Liter, 23 Desa Masih Terdampak Kekeringan

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin didampingi Kalak BPBD, Muchlis, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Kabupaten Bekasi. Bertempat di Ruang Rapat BPBD Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, Kamis (30/07/2026). Sumber Gambar: bekasikab.go.id

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih untuk warga terdampak kemarau. BPBD Kabupaten Bekasi menggandeng pelbagai pemangku kepentingan guna mendistribusikan pasokan air secara bertahap.

Langkah ini menjadi fokus Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan 2026 di Cikarang Pusat, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Sebanyak 100 Kebakaran Terjadi di Depok, Damkar Ungkap Penyebab Terbanyak

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin memimpin langsung rapat strategis tersebut.

Endin mengapresiasi kerja cepat BPBD serta pemangku kepentingan dalam menyalurkan bantuan air.

“Koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah provinsi, hingga dunia usaha sudah berjalan dengan baik. Upaya-upaya tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengiriman air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengalihkan anggaran pengadaan armada menjadi dana operasional bahan bakar tangki.

Langkah efisiensi ini memastikan seluruh armada pengangkut air bersih tetap beroperasi secara optimal.

Endin mengimbau dinas pemilik kendaraan tangki dan perusahaan swasta untuk ikut berkolaborasi.

“Perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah membantu tentu kami berterima kasih. Namun kami juga mengajak perusahaan lain agar ikut berkolaborasi meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.

Data BPBD mencatat bencana kemarau melanda 37.972 jiwa serta merusak 3.002 hektare lahan pertanian.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Dodi Supriadi menyebut petugas melayani sembilan kecamatan terdampak secara bergilir.

“Hingga saat ini ada 23 desa di 9 kecamatan yang menerima distribusi air bersih. Semua warga terdampak kami layani secara bergilir karena keterbatasan armada dan personel,” ujarnya.

BPBD Mendesak Percepatan Pembangunan Bendungan Hulu Bersama BBWS Citarum

Kecamatan penerima bantuan meliputi Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.

Perumda Tirta Bhagasasi turut memfasilitasi pengambilan air gratis untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Sejak Juni 2026, BPBD bersama mitra gabungan telah menggelontorkan 3.067.300 liter air bersih.

Guna solusi jangka panjang, BPBD mendesak percepatan pembangunan bendungan hulu bersama BBWS Citarum.

“Kami berharap pembangunan bendungan di wilayah hulu segera selesai sehingga air hujan dapat ditampung saat musim penghujan dan dimanfaatkan ketika musim kemarau,” katanya.

Pemerintah daerah mempertahankan status siaga darurat mengingat puncak kemarau berpotensi berlangsung hingga September 2026.

Dodi mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan aktif melaporkan krisis air melalui pemerintah desa.

“Kami mengajak masyarakat untuk hemat menggunakan air. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan dapat segera dijadwalkan dan merata,” ujarnya.

(Jingga Sonjaya)

Enam Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Lakukan Evaluasi Nasional dan Skrining Mental

0
dokter internship
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti. (Foto: Web)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai evaluasi nasional terhadap pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dengan mewajibkan seluruh peserta menjalani skrining kesehatan mental. Kebijakan ini mencakup 10.564 dokter internship di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap peserta program.

Evaluasi tersebut setelah enam dokter internship meninggal dunia sepanjang tahun 2026. Peristiwa itu mendorong Kemenkes untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap aspek kesehatan peserta maupun pelaksanaan program agar kejadian serupa dapat pencegahan di masa mendatang.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta internship bebastugaskan sementara dari aktivitas pelayanan kesehatan selama periode Kamis, 30 Juli 2026 hingga 14 Agustus 2026. Masa penghentian sementara ini untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sekaligus mengevaluasi sistem penyelenggaraan Program Internship Dokter Indonesia.

BACA JUGA: Cabai hingga Telur Meroket! Cek Update Harga Pangan Terbaru PIHPS Bank Indonesia

Hasil investigasi Kemenkes menunjukkan bahwa sebagian besar dari enam kasus kematian tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang telah peserta sebelum menjalani internship. Selain itu, evaluasi juga menemukan satu kasus yang berhubungan dengan tata kelola program dan satu kasus lainnya terpengaruh oleh faktor kelebihan jam kerja atau overtime.

“Jadi, hampir sebagian besar dari enam (kasus) karena sakit yang diderita. Memang ada satu terkait dengan proses tata kelola, satu memang adanya overtime, tetapi yang lainnya tata kelola (program internship) sebenarnya sesuai dengan ketentuan,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah meninggalnya dokter internship berinisial SZM (25) di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil investigasi Kemenkes, dokter tersebut memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa dan telah menjalani terapi sejak masih menempuh pendidikan profesi kedokteran atau koas.

Dokter Internship Wajib MCU

Seluruh peserta internship wajib mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi skrining kesehatan jiwa, medical check-up (MCU), pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dada (thoraks), hingga evaluasi lanjutan bersama Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI). Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung bertahap, mulai dengan skrining kesehatan jiwa pada 3–4 Agustus 2026, kemudian pemeriksaan fisik lengkap pada 5–7 Agustus 2026.

Selain mengevaluasi peserta yang sedang menjalani internship, Kemenkes juga melakukan perubahan terhadap mekanisme penerimaan peserta baru. Mulai pelaksanaan program berikutnya, setiap calon peserta wajib menyerahkan hasil Medical Check-Up (MCU) dan hasil tes psikologi Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) sebagai salah satu syarat sebelum menjalani penempatan.

BACA JUGA: Kepala BGN Larang SPPG Gunakan Bahan Pangan dan Energi Subsidi

Terkait kebijakan tersebut, Yuli Farianti menegaskan, Tes mental MMPI mutlak akan dilakukan sebelum internsip berjalan. Ia juga menjelaskan alasan berlakunya ketentuan baru tersebut dengan mengatakan, harus melampirkan hasil MMPI dan MCU. Ada MCU bagus, tapi dia punya riwayat gangguan kesehatan mental. Sudah sembuh pada saat MCU, tetapi saat internsip dia relaps.

Dalam evaluasi ini, Kemenkes turut meminta rumah sakit dan puskesmas sebagai wahana internship meningkatkan pengawasan terhadap kondisi peserta selama menjalani program. Pemantauan tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikologis, sehingga potensi masalah dapat deteksi lebih dini dan tangani dengan cepat.

Di samping itu, Kemenkes kembali mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar menerapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/594/2026 yang mulai berlaku sejak Juni 2026. Aturan tersebut mengatur jam kerja maksimal peserta internship selama 40 jam setiap minggu, hak cuti, perlindungan peserta, serta pembatasan sistem kerja yang berisiko menimbulkan kelelahan. Melalui evaluasi nasional ini, pemerintah berharap Program Internship Dokter Indonesia dapat berjalan dengan lebih aman, sehat, serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi seluruh dokter yang sedang menjalani masa internship.

Jelang Persib vs Tampines Rovers, Nazri Nasir Bidik Hasil Maksimal di Piala Presiden 2026

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pelatih Tampines Rovers Nazri Nasir (Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tampines Rovers membidik hasil maksimal saat berhadapan dengan Persib Bandung pada laga pamungkas Grup A.

Pertandingan penentu Piala Presiden 2026 tersebut akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Igor Tolic Siapkan Taktik Khusus Persib Hadapi Tampines Rovers di Piala Presiden 2026

Pelatih Tampines Rovers Nazri Nasir mengaku tidak mematok persiapan khusus menjelang laga sengit esok hari.

“Ya, seperti biasa, kami melakukan persiapan seperti yang kami lakukan pada setiap pertandingan,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Nazri mengakui ketangguhan Persib yang bertindak sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh ribuan Bobotoh.

Ia menilai kehadiran suporter fanatic menjadi nilai tambah tersendiri bagi Maung Bandung.

“Kami memahami bahwa Persib memiliki keuntungan karena bermain di kandang sendiri dan tentu mereka sudah menyiapkan target mereka,” ungkapnya.

Meski berada di bawah tekanan tim lawan, Nazri menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lepas dan menikmati laga.

Ia menyebut atmosfer stadion yang riuh justru menjadi ajang pembuktian kualitas bagi anak asuhnya.

“Namun sekali lagi, saya rasa para pemain hanya perlu turun ke lapangan, menikmati pertandingan, dan bermain lepas. Ini adalah kesempatan yang bagus bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan serta tampil di hadapan banyak penonton,” katanya.

Mantan pemain nasional Singapura itu optimistis kedua tim akan menyajikan pertarungan menarik di lapangan hijau.

“Jadi, saya menantikan pertandingan yang akan berlangsung besok dan berharap akan menjadi laga yang sangat menarik,” tegasnya.

(Arif)

Tak Sekadar Pendataan, Aplikasi Baru Ini Disiapkan Jaga Aset dan Ketahanan Pangan Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis, Mar Diyana Yusuf, SE., MM saat memaparkan penggunaan Aplikasi Aset Penjaga Pangan menjadi sebuah inovasi digital yang dirancang sebagai bank data sekaligus peta sebaran aset milik Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mendukung penguatan ketahanan pangan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengelolaan aset berbasis digital menjadi kunci mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif di Kabupaten Ciamis.

Sistem ini sekaligus memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui pendataan tanah dan bangunan yang akurat.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan hal tersebut saat menghadiri sosialisasi di Ruang Opp Room Setda, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Bukan Sekadar Begadang, Ini Makna Tradisi Ngabungbang yang Kembali Digelar di Ciamis

Acara ini mengenalkan Aplikasi Aset Penjaga Pangan buatan Sekretaris BPKD Ciamis Mar Diyana Yusuf. Inovasi digital ini berfungsi sebagai bank data serta peta sebaran aset milik pemerintah daerah.

Herdiat menekankan pentingnya integrasi data seluruh kekayaan daerah di 27 kecamatan.

Pihaknya membutuhkan informasi cepat mengenai ketersediaan lahan pertanian potensial untuk kepentingan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi lahirnya aplikasi ini. Ada yang mulai menginisiasi pendataan aset pemerintah daerah, khususnya aset tidak bergerak yang memiliki nilai strategis bagi pemerintah,” ujar Bupati.

Ia meminta BPKD memasukkan data secara lengkap dan akurat agar memberikan manfaat maksimal.

Penggunaan teknologi digital membuat proses perencanaan pembangunan berjalan lebih tepat sasaran.

“Kalau seluruh aset pemerintah dapat masuk dalam aplikasi ini, tentu akan menjadi langkah yang luar biasa. Pemanfaatan teknologi digital akan membuat pengelolaan aset menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran,” katanya.

Herdiat mengakui penataan aset daerah menghadapi tantangan berat karena sebagian lahan masih dalam kuasa warga.

Aset di sektor pendidikan juga membutuhkan perhatian khusus selama proses inventarisasi berlangsung.

Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah wajib memperbarui data aset secara berkala.

Ia mendesak percepatan legalisasi tanah pemerintah demi memberikan kepastian hukum yang sah.

“Kita tidak boleh mewariskan masalah terkait aset kepada generasi berikutnya. Karena itu, aset-aset pemerintah harus segera disertifikasi agar memiliki kepastian hukum dan terlindungi,” tegasnya.

Heridiat berharap seluruh jajaran mengimplementasikan aplikasi ini secara konsisten demi kemajuan Ciamis.

(CiamisKab/Irfansyahriza)

Polres Pangandaran Ungkap Tiga Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Orang Tua Diminta Waspada

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ilustrasi by web

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kabupaten Pangandaran menghadapi situasi darurat terkait maraknya kasus kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur.

Kondisi mengkhawatirkan ini menjadi alarm keras bagi daerah destinasi wisata utama Jawa Barat tersebut.

Baca Juga: Berawal dari Pesan Rahasia, Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Pangandaran Terbongkar

Satreskrim Polres Pangandaran membongkar sedikitnya tiga kasus kekerasan seksual anak dalam beberapa waktu terakhir.

Para pelaku melancarkan aksi bejat melalui beragam cara, mulai dari bujuk rayu hingga tindakan fisik.

Salah satu kasus menonjol melibatkan tersangka MB (29) yang memanfaatkan media sosial TikTok.

Tersangka berkenalan dengan korban SP (14) lalu menjanjikan tontonan kuda lumping serta jajanan gratis.

MB kemudian membawa korban ke lokasi terpencil sebelum melancarkan tindakan asusila.

Pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut setelah mengetahui peristiwa kelam yang menimpa korban.

Penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan serta mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti utama.

Tim medis forensik juga telah menyerahkan hasil visum yang membuktikan adanya trauma fisik pada korban.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menegaskan komitmennya untuk memproses hukum seluruh pelaku tanpa toleransi.

“Kami pastikan kasus ini diusut tuntas demi keadilan korban. Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan terhadap anak,” ujar AKBP Ikrar Potawari, Kamis (30/7/2026).

Penyidik menjerat tersangka menggunakan Pasal 473 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Tersangka terancam pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun. Selain itu juga dikenai denda paling banyak Rp5 miliar,” kata Kapolres.

Saat ini tersangka mendekam di Rutan Polres Pangandaran guna menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.

(Sajidin)

PPBRI Korwil Bandung Deklarasikan Dukungan untuk H. Soeherman Prawiro sebagai Caketum 2026–2030

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ketfot: Korwil Bandung Deklarasikan Dukungan untuk Soeherman Prawiro sebagai Caketum PPBRI Pusat 2026-2030

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Para ketua PPBRI Korwil Bandung resmi mendeklarasikan dukungan kepada H. Soeherman Prawiro sebagai Calon Ketua Umum Pusat.

Deklarasi dukungan untuk periode 2026-2030 tersebut berlangsung di Rumah Makan Saung Sambel Hejo, Tasikmalaya, Rabu (29/7/2026) lalu.

Baca Juga: Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

Sekitar 70 perwakilan pengurus cabang dan anggota menghadiri acara secara langsung serta melalui Zoom Meeting.

Ketua Pelaksana Herman Suparta menyebut deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama mencari sosok pemimpin berpengalaman.

“Insyaallah, dengan kepemimpinan Caketum Nomor 01, berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan. Saya optimistis PPBRI akan semakin maju dan berkembang di bawah kepemimpinan beliau,” ujar Herman.

Ketua Tim Pemenangan H. Deddy Suhada menilai visi Soeherman sangat selaras dengan kebutuhan organisasi saat ini.

Deddy meyakini pengalaman Soeherman mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota PPBRI di Indonesia.

“Saya mendukung Caketum Nomor 01 dengan sepenuh hati. Semoga dukungan ini juga menjadi semangat bagi seluruh ketua yang hadir maupun yang mengikuti kegiatan melalui Zoom. Visi dan misinya sangat sinkron dengan kebutuhan organisasi saat ini,” kata Deddy.

Rekam Jejak Soeherman

Ia menambahkan bahwa rekam jejak Soeherman membuktikan kemampuannya dalam membenahi tata kelola internal organisasi.

“Saya mengenal baik bagaimana kinerja Pak Soeherman. Beliau memiliki kompetensi, pengalaman, dan komitmen untuk memperbaiki tata kelola organisasi sehingga PPBRI dapat berkembang lebih baik ke depan,” tambahnya.

H. Soeherman Prawiro menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan besar dari pengurus Korwil Bandung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir maupun yang mengikuti secara daring. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berjuang bersama membangun PPBRI yang lebih baik,” ungkap Soeherman.

Ia mengajak seluruh keluarga besar pensiunan BRI mempererat kebersamaan demi mewujudkan kemajuan lembaga.

“Mari kita bersama-sama membangun PPBRI agar menjadi organisasi yang semakin maju, solid, dan memiliki daya saing. Dengan semangat kebersamaan serta dukungan dari seluruh anggota di Indonesia, saya yakin cita-cita tersebut dapat diwujudkan,” pungkasnya.

Deklarasi di Tasikmalaya ini menjadi aksi dukungan perdana di tingkat nasional menjelang bursa pemilihan kepengurusan baru.

(Mia)

Bukan Sekadar Begadang, Ini Makna Tradisi Ngabungbang yang Kembali Digelar di Ciamis

0
Ketpot istimewa : Selepas prosesi Ngabungbang Ciamis
Ketpot istimewa : Selepas prosesi Ngabungbang Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Yayasan Koesoemadiningrat sukses menghidupkan kembali suasana malam 14 Maulud di Situs Jambansari, Kabupaten Ciamis. Pihaknya menggelar tradisi Ngabungbang dengan mengusung tema pelestarian warisan Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat.

Baca Juga: Mess Pemda Ciamis Resmi Berubah Jadi Hotel Singacala untuk Tingkatkan PAD

Ketua Penyelenggara Raden Adi Garjita menghadirkan kegiatan ini sebagai ruang edukasi budaya berbasis sejarah.

Ia menilai tradisi Ngabungbang merupakan bagian tak ternilai dari memori kolektif masyarakat Galuh.

“Kami ingin mengajak masyarakat memahami makna yang terkandung di dalamnya bukan hanya sekadar sebagai tradisi terjaga semalaman semata,” ucapnya, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Damkar Ciamis Evakuasi Sarang Tawon Vespa Raksasa di Plafon Rumah Warga Rajadesa

Adi menjelaskan tradisi tahunan tersebut menjadi sarana refleksi sejarah serta penguatan identitas budaya lokal.

Warisan Kanjeng Prebu mencakup nilai-nilai kepemimpinan, kebersihan jiwa, hingga kepedulian sosial bagi masyarakat.

Yayasan Koesoemadiningrat menargetkan Situs Jambansari bertransformasi menjadi pusat edukasi sejarah yang inklusif.

Pihaknya membuka kawasan bersejarah ini bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum.

“Selain merawat tradisi kami dari yayasan menargetkan Situs Jambansari bertransformasi menjadi pusat edukasi sejarah yang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, akademisi hingga masyarakat umum,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)