spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 470

Tamparan Keras Bagi Orang Waras, ODGJ Menegur Warga Tasikmalaya Lewat Aksi Bersih-Bersih

0
ODGJ Warga binaan Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya Dengan seragam sederhana dan peralatan kebersihan di tangan, mereka bersih-bersih memunguti plastik, botol, hingga sisa-sisa rumah tangga yang berserakan di sepanjang Jalan Gubernur Sewaka hingga Pasar Cikurubuk
ODGJ Warga binaan Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya Dengan seragam sederhana dan peralatan kebersihan di tangan, mereka bersih-bersih memunguti plastik, botol, hingga sisa-sisa rumah tangga yang berserakan di sepanjang Jalan Gubernur Sewaka hingga Pasar Cikurubuk

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah lalu-lalang kendaraan dan hiruk pikuk Kota Tasikmalaya, pemandangan yang tak biasa muncul dari kelompok yang selama ini kerap dipinggirkan. Lima orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tampak menyusuri jalanan, bukan untuk mengganggu atau mencari belas kasih, melainkan untuk membersihkan sampah yang dibiarkan masyarakat di pinggir jalan.

Mereka adalah warga binaan Yayasan Mentari Hati. Dengan seragam sederhana dan peralatan kebersihan di tangan, mereka memunguti plastik, botol, hingga sisa-sisa rumah tangga yang berserakan di sepanjang Jalan Gubernur Sewaka hingga Pasar Cikurubuk. Aksi ini seolah menjadi cermin yang memantulkan kembali pertanyaan bagi masyarakat.

Baca Juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Oknum Kepala SDN, ICMI Kabupaten Tasikmalaya Usulkan Regulasi

Terapi yang Menghidupkan Kepercayaan Diri

Ketua Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bersih-bersih. Bagi warga binaannya, aktivitas luar ruangan seperti ini menjadi terapi penting yang membantu memulihkan kondisi mental.

“Di dalam ruangan, mereka hanya diam dan berpikir. Tapi di luar, mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan, merasa berguna, dan itu membuat mereka lebih bahagia,” ujar Dadang.

Yayasan ini memiliki 258 warga binaan. Secara bergiliran, lima orang yang telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan tingkat kesembuhan lebih dari 60 persen dilibatkan dalam kegiatan pembersihan setiap dua hari sekali. Selain turun ke lapangan, mereka juga mengikuti terapi musik dan berkebun sebagai bagian dari proses penyembuhan.

Kerja Sunyi yang Menggerakkan Banyak Pihak

Aksi ini perlahan menarik simpati berbagai instansi. SPTL Bekasi dari Kemensos RI menyumbangkan perlengkapan kerja seperti sepatu boots, sarung tangan dan peralatan kebersihan. Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan memberikan pendampingan, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan sampah yang terkumpul diangkut ke tempat pengolahan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Budy Rachman, menyebut kolaborasi ini sebagai bukti bahwa penanganan ODGJ tidak harus selalu dikaitkan dengan stigma.

“Mereka bukan ancaman. Dengan pendekatan yang benar, mereka bisa memberi manfaat dan ikut berkontribusi bagi kota,” katanya.

Namun tidak semua yang mereka temukan di lapangan menyenangkan. Feri Arif Maulana, Kabid Pengelola Sampah DLH, mengaku prihatin karena titik yang dibersihkan termasuk lokasi pembuangan sampah liar paling parah di kota ini.

“Kami angkut sampahnya tiga kali seminggu, tapi selalu muncul lagi. Padahal itu trotoar, bukan TPS,” ucapnya.

Pesan yang Menampar Kesadaran Warga

Setiap selesai aksi, Dadang selalu menyampaikan pesan yang sam kali ini lebih menohok dari sebelumnya.

“Masa kita tidak malu? Mereka saja, yang sering dipandang tidak waras, mau menjaga kebersihan kota. Bagaimana dengan kita yang katanya normal?” ujar Dadang.

Aksi kecil dari para “sobat jiwa” ini menjadi pengingat sederhana bahwa kepedulian bukan soal status sosial atau kondisi mental. Kadang, mereka yang dianggap tidak mampu justru memberi pelajaran paling besar tentang arti tanggung jawab.

Karena menjaga kebersihan bukan tugas pemerintah semata, melainkan urusan nurani setiap orang.

Khitanan Massal Super Special BRI Ciamis Kerahkan 10 Dokter dan Fasilitas Antar-Jemput

0
Pimpinan Cabang BRI Ciamis, Bramastya Gadiansah
Pimpinan Cabang BRI Ciamis, Bramastya Gadiansah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memperingati usia ke-130 tahun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Ciamis merayakannya dengan cara berbeda. Bukan sekadar seremoni, BRI menghadirkan program khitanan massal bertajuk “Super Spesial” yang akan digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Dalam kegiatan sosial tersebut, BRI Ciamis menurunkan 10 dokter khitan profesional untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, steril, dan nyaman bagi para peserta.

Baca Juga: HUT ke-130 BRI, 130 Anak Ciamis Dapat Khitan Gratis Plus Tabungan dan Santunan

Perayaan Usia ke-130 Tahun yang Penuh Makna

Pimpinan Cabang BRI Ciamis, Bramastya Gadiansah, mengatakan bahwa angka 130 menjadi simbol tersendiri dalam rangkaian kegiatan tahun ini. Sesuai usia BRI yang memasuki satu abad lebih, jumlah peserta juga dibatasi pada 130 anak dari berbagai kecamatan di wilayah layanan BRI Ciamis.

“Alhamdulillah, seluruh persiapan sudah matang. Khitanan massal ini kami persembahkan sebagai bentuk rasa syukur atas usia BRI yang memasuki 130 tahun,” ujarnya, Jumat (18/12/2025).

Layanan Jemput-Antar Gratis Hingga ke Rumah

Salah satu hal yang menjadikan acara ini istimewa adalah fasilitas jemput–antar gratis. Anak-anak dari daerah jauh, termasuk dari Kecamatan Sukamantri, akan dijemput oleh tim panitia menuju lokasi acara di Kantor Cabang BRI Ciamis, Jalan Ir. Juanda.

Setelah selesai dikhitan, peserta juga akan diantar kembali ke rumah masing-masing, memastikan mereka pulang dengan aman dan nyaman.

Screening Kesehatan Ketat

Tingginya antusiasme membuat proses pendaftaran sangat selektif. Setiap anak diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan awal sebelum dinyatakan boleh mengikuti khitanan massal.

“Seluruh peserta sudah melalui screening medis. Ada beberapa yang belum bisa kami ikutsertakan tahun ini karena pertimbangan kesehatan,” jelas Bramastya.

Prosesi khitanan sendiri akan dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Selain khitanan, acara juga diramaikan dengan kegiatan religi seperti pengajian serta aksi sosial berupa donor darah.

Banji Kado untuk Para Jagoan Kecil

BRI Ciamis juga menyiapkan berbagai hadiah sebagai bentuk apresiasi untuk peserta khitan. Setiap anak akan menerima:

  • Paket bantuan
  • Tabungan BRI sebagai edukasi menabung sejak dini
  • Paket sembako untuk keluarga
  • Bingkisan hadiah menarik

“Harapan kami, anak-anak merasakan kebahagiaan nyata dari kegiatan ini. Semoga BRI Ciamis semakin dekat dengan masyarakat dan terus menghadirkan layanan terbaik,” tutup Bramastya.

Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Danrem 062/Tarumanagara Sambangi Mapolres Garut

0
danrem tarumanagara garut@fokusjabar.id
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., menerima kunjungan resmi Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., di Mapolres Garut. (Y.A Supianto/fokusjabar.id)

GARUT, FOKUSJabar.id: Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., menerima kunjungan resmi Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara. Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., di Mapolres Garut pada Jumat (19/12/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkokoh koordinasi dan sinergitas antara TNI dan Polri. Dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Garut.

Kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Kolonel Inf Dadi Sutandi. Yang secara resmi menjabat sebagai Danrem 062/Tarumanagara sejak September 2025, menggantikan Kolonel Inf Nurul Yakin, M.A.

Baca Juga: Polres Garut Ringkus Tiga Warga Cikajang, Ini Masalahnya

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menegaskan bahwa hubungan yang harmonis antara kedua institusi merupakan fondasi utama bagi keamanan wilayah.

“Sinergitas TNI–Polri merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Melalui silaturahmi ini, di harapkan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik dapat semakin solid,” ujar AKBP Yugi.

Komitmen Berjalan Beriringan

Hal senada di sampaikan oleh Danrem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus berjalan beriringan dengan Polres Garut dalam mendukung tugas pengamanan serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Baca Juga: Bupati Garut Tinjau Proyek Jalan Prof Anwar Musaddad

Dalam kegiatan tersebut, Danrem turut di dampingi Dandim 0611/Garut, Letkol. Inf Andrik Fachrizal, dan Jajaran perwira dari Korem 062/TN, Jajaran perwira dari Kodim 0611/Garut.

Rombongan di sambut langsung oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Garut di selasar Mapolres.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut di akhiri dengan dialog strategis. Dan foto bersama sebagai simbol soliditas TNI-Polri di Kabupaten Garut.

(Y.A. Supianto) 

Angkutan Umum Tak Laik Jalan, Dilarang Beroperasi Jelang Nataru

0
kota bandung@fokusjabar.id
Pengelola Terminal Cicaheum bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Menggelar Ramp Check di Terminal Cicaheum Kota Bandung.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sejumlah angkutan umum yang tidak memenuhi standar keselamatan. Terancam di larang beroperasi selama libur Natal  dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini menyusul di perketatnya kegiatan ramp check atau uji kelaikan kendaraan. Yang di lakukan pengelola Terminal Cicaheum bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengatakan, ramp check di gelar untuk memastikan seluruh armada. Yang melayani penumpang benar-benar dalam kondisi laik jalan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode Nataru.

Baca Juga: Dugaan Bom di Kosambi Bandung, Ini Hasil Pemeriksaan Tim Gegana

“Untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, kami mengadakan ramp check bersama jajaran di subkota Bandung. Dalam kegiatan ini kami mengecek kondisi kendaraan, apakah masih layak di operasikan atau tidak,”kata Asep di Terminal Cicaheum, Jumat (19/12/2025).

Asep menegaskan, kendaraan yang di temukan memiliki kekurangan fatal atau tidak memenuhi standar keselamatan. Langsung di keluarkan dari operasional dan di minta kembali ke pool hingga memenuhi ketentuan.

“Apabila di temukan kekurangan yang bersifat fatal, kami keluarkan dari operasional. Ini semata-mata untuk menjamin keselamatan penumpang,” katanya.

Selain pemeriksaan teknis, ramp check juga menyasar kelengkapan administrasi kendaraan, seperti surat-surat dan perizinan. Pemeriksaan administrasi tersebut bahkan di lakukan setiap hari oleh petugas terminal bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung.

“Kami melakukan pemeriksaan dari sisi administrasi dan kelaikan kendaraan. Jika di temukan kendaraan yang tidak laik jalan, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” jelasnya.

Untuk pemeriksaan teknis, seperti kondisi rem, lampu, wiper, hingga komponen keselamatan lainnya. Di lakukan oleh tim penguji kendaraan bermotor Kota Bandung. Sementara Terminal Cicaheum berperan dalam pengawasan lapangan dan penindakan awal.

Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi

Terminal Cicaheum juga menggandeng Kepolisian serta Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk mendukung kelancaran operasional Nataru. Salah satu langkah yang di lakukan adalah pemeriksaan kesehatan pengemudi dan awak kendaraan bekerja sama dengan puskesmas setempat.

“Kami pastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima agar tidak membahayakan penumpang selama perjalanan,”ucapnya.

Baca Juga: Dugaan Bom di Gereja GKPS Kosambi, Pemkot Koordinasi Polrestabes Bandung

Selama periode Nataru, Terminal Cicaheum mengoptimalkan pelayanan, khususnya untuk trayek Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebut ramp check. Merupakan bagian dari operasi terpadu Nataru untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan penumpang dan arus wisatawan.

“Tujuan operasi ini adalah menciptakan sistem mobilitas yang tertib, aman, dan terkendali selama Natal dan Tahun Baru,”kata Rasdian.

Dinas Perhubungan Kota Bandung telah menggelar ramp check sejak 8 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 di sejumlah titik strategis. Termasuk Terminal Cicaheum, Terminal Leuwipanjang, dan pool bus pariwisata.

“Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan awak. Kami ingin memastikan seluruh armada benar-benar laik jalan,”ujarnya.

(Yusuf Mugni)

Polres Garut Ringkus Tiga Warga Cikajang, Ini Masalahnya

0
Polres garut@fokusjabar.id
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut meringkus tiga pria terkait aksi pengrusakan lahan kebun teh di wilayah Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.(Y.A Supianto/fokusjabar.id)

GARUT, FOKUSJabar.id:  Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut meringkus tiga pria terkait aksi pengrusakan lahan kebun teh di wilayah Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Para pelaku nekat merusak ribuan meter tanaman teh demi alih fungsikan lahan menjadi perkebunan sayur dan kopi.

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, melalui Kasat Reskrim AKP Joko Prihatun, menyampaikan. bahwa ketiga tersangka yang di amankan adalah S (47), D (52), dan F (37). Ketiganya merupakan warga Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang.

Baca Juga: Bupati Garut Tinjau Proyek Jalan Prof Anwar Musaddad

“Aksi pengrusakan ini di lakukan oleh tersangka S dan D pada Jumat, 21 November 2025 lalu. Lokasinya tersebar di tiga titik, yakni Blok Cisaat I, Blok Pasir Geulis II, dan Blok Pasir Jengkot V Afdeling Cisaruni,” ujar AKP Joko, Jumat (19/12/2024).

Dalam melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan gergaji untuk memotong pohon teh dan cangkul untuk mencongkel tanaman hingga ke akarnya. Berdasarkan hasil olah TKP, total luasan lahan yang rusak mencapai 7.500 meter persegi.

Ancaman Pidana

Penyelidikan polisi mengungkap bahwa motif di balik pengrusakan ini adalah ekonomi. Para pelaku berencana mengganti tanaman teh yang ada dengan komoditas sayuran dan kopi yang di anggap lebih menguntungkan secara pribadi.

Baca Juga: Wabup Garut: Anggap Alam Sebagai “Ibu”

Dalam skema ini, tersangka F (37) berperan sebagai penyandang dana. Ia menyediakan bibit tanaman kepada S dan D dengan kesepakatan bagi hasil saat masa panen tiba.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka kini harus mendekam di sel tahanan dan di jerat dengan pasal berlapis. Polisi menerapkan Pasal 107 huruf A dan C Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, serta Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP.

“Para tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun 6 bulan,” tegas AKP Joko.

Polres Garut menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pengrusakan lahan yang merugikan sektor perkebunan maupun masyarakat luas. Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar menyelesaikan sengketa atau rencana pemanfaatan lahan melalui jalur hukum dan prosedur yang berlaku tanpa melanggar aturan.

(Y.A. Supianto) 

Dugaan Bom di Kosambi Bandung, Ini Hasil Pemeriksaan Tim Gegana

0
dugaan bom kosambi@fokusjabar.id
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono memastikan, bahwa benda mencurigakan yang sempat diduga bom di salah satu ruko kawasan ITC Kosambi Kota Bandung, bukan merupakan bahan peledak.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono memastikan, bahwa benda mencurigakan yang sempat di duga bom di salah satu ruko kawasan ITC Kosambi Kota Bandung, bukan merupakan bahan peledak.

Budi Sartono menjelaskan, bahwa laporan awal di terima pada Jumat pagi (19/12/2025) dari Kapolsek setempat terkait adanya barang mencurigakan di sebuah ruko.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polrestabes Bandung langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob untuk melakukan pengecekan di lokasi.

Baca Juga: Dugaan Bom di Gereja GKPS Kosambi, Pemkot Koordinasi Polrestabes Bandung

Budi menyebut, dari hasil pemeriksaan oleh Tim Gegana Brimob Polda Jawa Barat bahwa isi benda tersebut berupa batang kayu.

“Setelah kami lakukan pengamanan dan pemasangan garis polisi, kemudian di lakukan pemeriksaan oleh Gegana Brimob. Hasilnya, isi benda tersebut adalah batang kayu, jadi bukan barang yang membahayakan,”kata Budi Sartono di TKP.

Meski di pastikan tidak berbahaya dan tidak mengandung bahan peledak, pihak kepolisian tetap mengambil alih penanganan kasus tersebut.

Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pihak yang meletakkan benda mencurigakan tersebut dan apa motif di baliknya.

“Setelah di pastikan bukan bahan peledak, kami langsung melaksanakan kegiatan reserse. Kami akan melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui siapa yang menaruh barang tersebut,” jelasnya.

Terkait adanya tanda silang yang di temukan di sekitar lokasi, Budi Sartono menyampaikan, bahwa pihaknya masih akan mendalami kemungkinan keterkaitannya dengan benda yang di letakkan di ruko tersebut.

“Nanti akan kami telusuri apakah ada kaitannya dengan tanda-tanda tersebut. Semua masih kami dalami berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya.

Saat di tanya kemungkinan penerapan Undang-Undang Terorisme, Budi Sartono menegaskan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan dan seperti apa bentuk perbuatannya. Yang pasti kami akan mencari alat bukti dan saksi sebanyak-banyaknya,”ujarnya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Polres Cimahi Musnahkan Ribuan Miras Ilegal 

Segera Ungkap Pelaku

Lebih lanjut Budi mengatakan, bahwa kawasan ITC Kosambi merupakan area pertokoan yang cukup ramai, sehingga peluang untuk menemukan saksi cukup besar. Pihaknya berharap penyelidikan dapat segera mengungkap pelaku dan motifnya.

Dalam konteks pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Budi Sartono memastikan pengamanan di tempat-tempat ibadah dan kawasan pertokoan akan di perketat.

“Dalam Operasi Nataru, kami sudah menempatkan pos pengamanan dan pos pelayanan. Pengamanan di tempat ibadah, ruko, dan pusat kegiatan masyarakat akan kami tingkatkan bersama TNI, Polri, dan tokoh masyarakat,”ungkapnya.

Budi Sartoni menegaskan, seluruh tempat ibadah tanpa terkecuali akan mendapat pengamanan maksimal.

“Semua tempat kegiatan agama pasti kami lakukan pengamanan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Dugaan Bom di Gereja GKPS Kosambi, Pemkot Koordinasi Polrestabes Bandung

0
dugaan bom kota bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan bergerak cepat menindaklanjuti temuan benda mencurigakan yang diduga bom di depan pintu Gereja GKPS, kawasan Ruko Baranangsiang, Kosambi.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan bergerak cepat menindaklanjuti temuan benda mencurigakan yang di duga bom di depan pintu Gereja GKPS, kawasan Ruko Baranangsiang, Kosambi, Jumat (19/12/2025).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, sejak informasi tersebut di terima, koordinasi langsung di lakukan dengan Polrestabes Bandung untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan maksimal dan sesuai prosedur keamanan.

“Saya langsung berkomunikasi dengan Pak Kapolrestabes untuk mengetahui update terakhir,”kata Farhan Jumat (19/12/2025).

Baca Juga: Pakan Satwa Bandung Zoo Gunakan APBN, Farhan: Kejari Harus Dampingi

Saat ini, Tim Gegana Brimob Polda Jawa Barat bersama jajaran Polrestabes Bandung telah bersiaga di lokasi. Aparat kepolisian melakukan sterilisasi area serta memasang garis polisi guna mencegah masyarakat mendekat demi alasan keselamatan.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis benda yang di temukan serta menentukan langkah pengamanan berikutnya.

Farhan menyebutkan, sebelumnya Pemkot Bandung telah menggelar pertemuan intensif bersama berbagai pihak, khususnya terkait kesiapan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Semalam kita sudah melakukan pertemuan-pertemuan yang sangat intensif, terutama menyangkut kesiapan kita menyambut Nataru,” jelasnya.

Tunggu Pemeriksaan Aparat

Pihaknya mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan aparat keamanan mengenai benda yang di duga bom tersebut.

“Saya juga masih menunggu kepastiannya. Yang pasti kita harus tetap waspada,”ucapnya.

Farhan memastikan aparat keamanan dan pemerintah daerah telah turun langsung menangani persoalan tersebut secara serius.

“Aparat dan pemerintah sudah hands on terhadap permasalahan ini. Kita akan tangani dengan sebaik-baiknya,”ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami sangat memohon agar warga tetap waspada, tapi tidak perlu terpancing oleh provokasi-provokasi. Kita tunggu kepastian fakta yang ada di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Polres Cimahi Musnahkan Ribuan Miras Ilegal 

Farhan berharap kejadian tersebut tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih serius. Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kebetulan saat ini siskamling juga terus berjalan. Mudah-mudahan ini bisa membantu menjaga keamanan lingkungan,” katanya.

Farhan menambahkan , deteksi dan pencegahan dini di tingkat kewilayahan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung.

“Kalau kewilayahan, yang paling penting adalah deteksi dan pencegahan dini. Salah satunya melalui siskamling,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)